All Chapters of Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin: Chapter 111 - Chapter 120

214 Chapters

111. Beristirahat

Tidak ada yang bertanya kenapa Kelly dan Brandon tidak hadir saat sarapan bersama. Mereka memaklumi, meski keadaan Brandon masih menjadi topik utama pembahasaan saat dua keluarga besar bertemu."Tidak bisa diobati?" William bertanya serius pada Doker Choi."Kalaupun diobati, suatu saat jika ada pemicunya, gejala itu akan timbul lagi.""Selama ini Brandon sudah berhasil lepas dari obat-obatan kecemasan karena ia memang mengontrol diri untuk tidak berada di keramaian." Granny Eliza menimpali."Kami jadi tidak enak hati. Maaf." Keyna berkata dengan penuh penyesalan.Keluarga Richmont menggeleng tegas. Mereka tidak menyalahkan keluarga Dalton. Malah berterima kasih karena sangat pengertian dengan keadaan Brandon.Semuanya lalu menoleh bersamaan saat terdengar gelak tawa dari meja sebelah. Para remaja cucu-cucu keluarga Dalton dan Richmont sedang mengobrol dan bercanda."Mereka sangat cepat akrab." Granny Eliza tersenyum bahagia melihat kebersamaan tersebut."Aku dengar dari Bastian, merek
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

112. Ingin Akrab

Tiga hari setelah pesta, Brandon baru keluar dari kamar. Kelly benar-benar ingin suaminya pulih lebih dulu. Setelah sebelumnya melihat keramaian pesta mereka di televisi saja membuat Brandon mual.Sebagian tamu yang menginap di hotel sudah pulang. Begitu juga dengan keluarga Dalton dan Richmont. Hingga Kelly dan Brandon kini hanya sarapan bersama Eros dan Ian.“Aku akan kembali besok dengan Dokter Choi. Kamu yakin sudah nggak papa?” Ian menatap serius pada sahabatnya.“Obatku ada di sini.” Brandon mengendik pada sang istri yang duduk di sampingnya.Kelly mencebik. “Padahal, aku tak harus melakukan apa jika Brandon terkena panic attach lagi.”Mereka terkekeh. Ian bilang, Brandon hanya butuh tidur. Eros mengangguk setuju.“Kamar yang sejuk, penerangan minim, aromaterapi camomile akan sangat membantu.” Eros menambahkan.“Mungkin sekarang ditambah kegiatan ranjang.” Ian bercanda sambil mengedipkan satu matanya pada Brandon.Brandon mendengus pelan, namun tak menampik penyataan tersebut. K
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

113. Waktu untuk Keluarga

Setelah keluarga Richmont pulang ke negara mereka, Kelly dan Brandon kembali ke mansion William. Keyna memeluk Kelly sesaat setelah mereka sampai.“Setelah berbagi dirimu dengan pekerjaan, sekarang Mommy harus berbagi dirimu dengan suami dan keluarganya.” Keyna mengungkapkan rasa rindu.“Maaf, Mommy.” Kelly mencium Keyna di kedua pipinya. “Sebelum bulan madu, kami akan tinggal di mansion kok.”Keyna mengangguk. Setelah itu ia mencium kedua pipi Brandon, sementara Kelly sudah berada di pelukan sang daddy yang juga berkata merindukan putrinya.Berempat mereka mengobrol di taman sambil minum teh. Kelly berniat mengantar sang Mommy ke rumah sakit. Brandon mengangguk menyetujui.Sebelum mengantar Keyna bekerja, William melaporkan bahwa penyaringan udara di aviary sudah selesai. Kepala Brandon langsung menoleh menatap ujung aviary di kejauhan.“Daddy sudah ke sana?”“Belum sempat. Rencananya sore ini setelah Keyna selesai praktek.”Brandon mengangguk. “Oke, Dad. Kami akan temani.”Keyna ter
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

114. Silahkan Kalau Mau Pakai

William dan Keyna kagum dengan apa yang dilakukan Brandon di aviary. Sore setelah menjemput Keyna di rumah sakit mereka langsung ke sangkar burung raksasa. Udara di sana sangat segar dengan aroma wood.“Tidak ada bau kotoran sama sekali.” Keyna menatap William yang mengangguk setuju.Brandon menjelaskan bagaimana timnya memperbaiki saluran penyaringan udara di aviary dan memberikan biang pewangi alami hutan. William mengangguk-angguk lalu menikmati suasana aviary bersama Keyna.Kelly dan Brandon memisahkan diri untuk memberi orang tuanya berduaan. Mereka duduk-duduk di depan kolam ikan yang terdapat air terjun buatan.“Terima kasih, ya. Daddy terlihat senang sekali.” Kelly tersenyum pada sang suami.“Ini bukan apa-apa.” Brandon balas tersenyum. “Bagiku ini urusan kecil.”Kelly terkekeh. “Jika orang lain mendengar perkataanmu, mereka pasti akan mengatakan kamu sombong.”Lelaki itu berkata tak pedulli dengan omongan orang. Yang jelas, ia bisa membuat mertuanya senang dengan keahliannya.
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

115. Beli Kapal

Semua terdiam mendengar ucapan Brandon. Bahkan yang tadinya makan seketika berhenti dan menatap lelaki tampan itu. Kelly yang lebih merespon dengan menyeringai pada keluarganya.“Ka – Kamu beli kapal Wave yang terkenal itu?” ulang Louis.“Iya. Kelly bilang ia suka, jadi aku langsung mendekati pemiliknya.”“Astaga... lelaki ini.” Louis bergumam pelan sambil menggeleng.“Beneran kami boleh pakai?” Lily bertanya dengan wajah serius.Brandon mengangguk. Meski banyak pertanyaan bagaimana Brandon bisa membeli kapal itu dengan waktu cepat, lelaki itu hanya menjawab singkat. “Aku memberi pemiliknya penawaran tinggi.”Kelly sudah berpesan pada Brandon agar tidak membeberkan secara rinci tentang negosiasi pembelian kapal. Meski keluarga Dalton pun kaya raya, mereka tidak pernah secara spontan membeli sebuah kapal hanya untuk berlayar setengah hari.“Kalian akan pergi dan mungkin akan tinggal di negara Brandon. Lalu, untuk apa kapal itu?”Menjawab pertanyaan Louis, Brandon berkata kapal itu bisa
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

116. Pelayanan Khusus

Brandon berdecak kesal saat tidak ada satu pun penjaga yang menjawab pertanyaannya. Mereka pun tetap menggeleng saat ia mengatakan bahwa mereka sudah ditunggu Profesor Donald dan Profesor Florence.Rahang lelaki tampan itu semakin mengetat kala ia tidak bisa menghubungi nomer orang tuanya. Brandon menggeleng lalu berpikir sejenak.“Pak, putar balik.” Brandon memerintah supir. “Kita ke hotel St. Regist.”Kelly teringat pesan Dokter Choi. Jika Brandon sedang dalam kondisi tegang, sebaiknya biarkan Brandon selama beberapa saat. Perlahan Kelly hanya bisa mengembuskan napas panjang.Mobil mereka berbalik arah. Kelly mellirik Brandon yang sibuk dengan tabletnya. Mungkin Brandon sedang berusaha mendapatkan kamar di hotel terkenal itu.Seharusnya, mereka menginap ke rumah dinas orang tua Brandon. Entah kenapa siang menjelang sore ini mereka malah tidak diizinkan masuk. Hingga akhirnya mobil mereka sampai di hotel.“Sementara kita tinggal di sini dulu, ya.” Brandon berkata pada Kelly yang lang
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

117. Tidak Sepolos yang Dikira

Kelly menoleh ke belakang. Dengan wajah datar, Brandon menatap layar ponselnya. Kelly lalu bangkit dan berdiri di hadapan Brandon.“Mereka kan sudah menjelaskan mengapa kita tidak bisa masuk tadi siang.”Brandon tidak menjawab. Bukannya marah pada Kelly, ia hanya masih kesal pada orang tuanya.“Lagipula, kita di sini karena akan melakukan pemeriksaan laboratorium penelitian. Jika kamu menunda terus bertemu orang tuamu, kapan pemeriksaannya? Itu sama saja menunda semua liburan yang kita rencanakan.”Brandon terkesiap mendengar kata-kata Kelly. Yang diucapkan istrinya benar. Seharusnya mereka cepat menyelesaikan pemeriksaan.Tangan Brandon merengkuh pinggang Kelly merapat pada tubuhnya. Istrinya itu masih memasang wajah datar, lebih tepatnya cemberut. Brandon segera mengecup bibir yang maju dan membuatnya gemas.“Baiklah. Jangan ngambek padaku.” Brandon merayu Kelly.Rayuan pun akhirnya berlanjut ke ranjang mereka. Brandon menanggalkan pakaiannya. Kelly mengikutinya dan menjatuhkan paka
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

118. Suka Perjanjian Ini

"Brad! Mommy tidak suka kamu berkata begitu." Mommy Florence protes dengan nada tertahan."Asal kalian tau, aku merasakannya begitu."Daddy Donald menggeleng samar. "Kamu masih marah karena petugas tidak mengizinkan kalian masuk kemarin?""Kalau kalian sibuk, kenapa menjadwalkan kami ke sini?""Itu inspeksi mendadak, Brad! Mana kami sempat mengabarimu."Masalahnya, Brandon terlanjur kesal. Ia juga malu pada Kelly. Padahal selama ini Brandon adalah lelaki yang sangat terorganisir kegiatannya."Kamu masih membenci kami?"Brandon menghela napas mendengar pertanyaan Daddy Dalton. "Bukan benci. Tapi, bertahun-tahun aku menjalani terapi, aku memilih mensugesti diri sendiri bahwa aku tidak memiliki orang tua."Spontan, Florence menutup wajahnya dengan kedua tangan. Selama berada di negara Kelly, ia berpikir Brandon mulai bisa dekat. Tapi, ternyata ia salah.Sementara Brandon sebenarnya juga berpikiran sama. Tetapi sedikit saja sesuatu yang salah dari orang tuanya bisa membuat Brandon kembali
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

119. Mau Banyak Anak?

Kelly melirik jam tangannya. Ia menunjukkan pada Brandon. Sudah menjelang jam sebelas. Mommy Flo bilang, Kelly akan mulai pemeriksaan di jam tersebut.Dengan wajah agak merah, Kelly membuka pintu. “Sebentar, Mom. Kami siap-siap dulu.”“Mommy tunggu di depan, ya.” Mommy Florence mengangguk dan tersenyum berbarengan.Brandon keluar dari kamar mandi dengan wajah datar. Kelly tergelak melihat sang suami yang harus menahan hasrat. Ia memeluk Brandon dan mencium pipinya.“Sabar, ya.”“Hem.”Mereka berempat keluar dari rumah. Ternyata perjalanan menuju kamp penelitian hanya dengan berjalan kaki. Kelly berjalan di belakang bersama Mommy Florence.“Apa yang tinggal di sini semua adalah ilmuwan?” tanya Kelly.“Iya, itu sebabnya mereka tinggal di dekat kamp agar lebih cepat sampai.”Kelly mengangguk mengerti. Lingkungan itu cukup luas. Rumah-rumahnya berjejer rapi dengan pemandangan gunung di bagian belakang.“Apa Mommy dan Daddy tidak boleh jalan-jalan keluar?”Mommy Florence terkekeh. Ia melin
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

120. Tidak Peduli Awalnya

Semua menunggu jawaban Kelly. Padahal yang ditanya malah asyik makan. Hingga Kelly sadar tiga pasang mata menatapnya penasaran."Mmm... lihat nanti saat aku pertama kali melahirkan. Kalau sakit, aku tidak mau hamil lagi.""Yang kudengar tidak ada melahirkan itu enak, Babe." Brandon terkekeh.Kelly menatap Mommy Florence. "Sakit nggak, Mom?"Mommy Florence tersenyum dan menjawab bijaksana. "Brandon benar. Melahirkan itu sakit. Tapi, setiap wanita memiliki ketahanan pada rasa sakit yang berbeda-beda.""Kalau begitu, sekali saja melahirkan tapi kembar dua atau tiga sekaligus. Aku pernah dengar metode kedokteran untuk program bayi kembar. Ada kan, Mom, Dad?""Oh, tidak." Brandon menggeleng tegas. "Aku ingin cara alami saja."Kini Daddy Donald ikut menimpali. "Karena kalian berdua sehat, pilihan Brandon paling tepat."Kelly banyak bertanya tentang kehamilan, melahirkan dan menyusui. Mommy Florence dan Daddy Donald berganti memberi edukasi kesehatan.Setelah makan, Mommy Florence dan Daddy
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status