All Chapters of Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin: Chapter 101 - Chapter 110

214 Chapters

101. Dalam Bahaya

Bukan hanya keluarga Dalton yang bernapas lega mendengar keputusan William yang akan menerima pengobatan. Keluarga Richmont pun tersenyum dengan penuh haru.Keyna memeluk putrinya erat-erat. Ia membisiki kata terima kasih dan sayangnya yang tak terhingga untuk sang putri. Keyna tau bagaimana sulitnya merayu William yang keras kepala.“Mommy tidak mau mengorbankan kesehatanmu, Princess sayang. Sehat-sehat, ya.” Keyna menangkup kedua pipi putrinya.“Mana mungkin Mommy tega. Aku kan putri Mommy satu-satunya.”“Sstttt.” Keyna meletakkan jari telunjuk di bibirnya dan melirik pintu kamar. “Jangan sampai kakak-kakakmu mendengar pernyataan itu.”Kelly tergelak. “Maksudnya putri satu-satunya yang keluar dari rahim Mommy.”Keyna ikut tergelak. Entah kenapa, Frederix, Sacha dan Louis selalu saja kesal jika tidak diakui sebagai anak Keyna. Padahal, Keyna terkadang masih canggung mengingat ia dan Frederix saja sebaya.“Keluarga kita sekarang memiliki tambahan pekerjaan. Pertama, pesta pernikahanmu,
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

102. Pelajaran untuk Brandon

Brandon tercenung mendengar pernyataan William. Sekarang saja, Kelly masih sering dikenal oleh penggemarnya yang Brandon bilang suka mengganggu dengan menyapa berlebihan, minta foto atau tandatangan. Bagaimana kini saat namanya tercantum sebagai seorang triyulner?Frederix memprediksi bahwa tak sampai satu bulan, sang adik kesayangan akan menerima banyak email penawaran kerjasama, interview atau undangan talkshow. Brandon menggeleng lemah dan berkata ia sama sekali tidak kepikiran ke sana.“Tapi di negaraku, tidak ada yang berani mendekati idola mereka selain hanya menyapa dan tersenyum saja.”Keluarga Dalton terdiam. Negara tempat kelahiran Brandon memang terkenal privasi. Terutama untuk tokoh terkenal. Jika ada yang melanggar privasi tersebut, penggemar bisa dijebloskan ke penjara.“Ya sudah. Sebenarnya, Kelly sudah tidak ingin diikuti pengawal lagi. Tetapi, saat ini aku pikir penting. Jadi, tolong beri pengertian pada Kelly.” William memberi keputusan.Brandon mengangguk santun. “B
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

103. Tercengang

“Itu untuk Kelly, bukan?”Marc langsung memberikan piring berantakan yang berisi udang dan kulitnya. Brandon mengernyit melihat piring tersebut. Ia mengangkat tangan.Seorang pelayan datang dan mengambil piring tersebut. Lalu, datang kembali membawa piring berisi udang yang baru. Dengan elegan, Brandon mengupas udang menggunakan bantuan garpu dan pisau.Semua anggota keluarga Dalton menatap takjub apa yang dilakukan Brandon. Sementara Kelly yang telah terbiasa hanya tersenyum sedikit. Jangankan udang, makan pisang saja Brandon selalu menggunakan bantuan alat makan.“Silahkan, Babe.” Brandon mengeser piring yang berisi udang bersih tanpa kulit.“Terima kasih.” Kelly tersenyum manis pada sang suami.Marc sampai berdiri untuk melihat isi piring di depan Kelly. Udang terkupas sempurna. Brandon memberikan piring penuh dengan kulit kepada pelayannya yang dengan sigap membersihkan area makan Brandon.“Wuih. Belajar berapa lama mengupas udang seperti itu?” Marc menggeleng-geleng.Brandon tida
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

104. Suvenir Mewah

Belum akhir minggu, mansion Willliam sudah sibuk. Siang ini mereka kedatangan sebuah truk besar berisi box-box mewah suvenir berisi parfum. Selain itu ada juga dus-dus besar berisi gaun pengantin dan pengiring pengantin dari butik terkenal.Sacha tampak mondar-mandir dengan membawa papan jalan. Jarinya menunjuk ke arah mana dus-dus itu harus diletakkan. Sementara Kelly hanya menonton dari balkon.“Kenapa sih aku nggak boleh bantu?” Kelly merengut melihat kesibukan di bawahnya.“Nggak papa, Babe. Serahkan saja pada Kak Cha.”Selain Sacha, Bastian – kepala pelayan mansion juga tampak lalu lalang tak henti membawa koper-koper besar. Koper-koper itu adalah milik keluarga Richmont yang akan menginap di mansion. Untungnya, Bastian dibantu Ramon – kepala pelayan mansion Brandon.Anggota keluarga Richmont memang telah mengirim barang-barang pribadi mereka. Saat akhir pekan, mereka hanya datang dengan membawa koper kabin saja.Kamar-kamar tamu di mansion William kini penuh. Setiap pintunya ter
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

105. Terharu

“Apa? Kamu memberi cek senilai seratus juta untuk semua keponakanku?” Kelly membelalakkan matanya pada Brandon.Brandon lalu menjelaskan bahwa itu agar mereka semangat menemani keponakan-keponakan Brandon yang akan datang akhir pekan. Jadi nantinya, para keponakan akan memiliki kegiatan sendiri tanpa merusuhinya.Meski mengerti maksud Brandon, tetap saja Kelly khawatir. Pasalnya, Kak Fred, Kak Cha dan Kak Louis tidak mudah memberi anak-anak mereka uang. Anak-anak keluarga Dalton diajari untuk bekerja keras dulu untuk mendapatkan uang.“Ya sudah, biar saja.” Keyna membela. “Maksud Brandon kan untuk merayakan pernikahannya dengan Princess. Kita hargai pemberiannya saja.”Tidak ada yang bisa protes jika Keyna sudah memutuskan begitu. Semua mengangguk dan menggeleng melihat betapa bahagianya remaja-remaja itu mendapat uang banyak.“Bagaimana kalau mulai hari ini, kita panggil mereka dengan nama Uncle Rich dan Auntie Rich?” Marc berkata pada sepupu-sepupunya.“Setujuu.”Gerombolan remaja i
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

106. Pesta Bujang

Tanpa bersusah-susah mengusap air mata, Kelly berlari ke arah suara. Brandon memeluknya erat. Jantungnya berdebar kencang karena takut terjadi sesuatu pada sang istri.“Kenapa? Katakan padaku?” Brandon mengurai pelukan dan menangkup wajah Kelly dengan kedua tangannya.“Aku tadi habis mencoba gaun pengantin.” Kelly mendongak menatap wajah tampan di depannya.“Lalu? Kamu tidak suka jadi menangis?”Kelly menggeleng. “Justru karena aku terharu kamu memilihkan gaun itu untukku.”“Ya Tuhan. Karena itu kamu menangis?”Kepala Kelly mengangguk. Ia juga bercerita bahwa ia pun melow saat bicara dengan Edzard.” Kelly menceritakan ucapan Edzard padanya.“Edzard baik banget. Aku sayang sekali padanya.”Meski tidak suka dengan pernyataan Kelly pada Edzard, Brandon hanya tersenyum tipis. Ia menyakinkan diri bahwa rasa sayang antara sahabat laki-laki dan perempuan itu nyata.“Boleh aku merasa cemburu pada Edzard?” Brandon mencium dahi Kelly.“Apa yang akan kamu lakukan kalau cemburu?”Brandon berpikir
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

107. Kamu Berhasil!

Brandon menatap tajam pada Cedric. Apa ia tidak salah dengar? Lelaki itu menawarinya salah satu penari?Mata Brandon melirik para penari. Yang benar saja ia ditawari wanita seperti itu? Brandon merasa kesal."Sebaiknya aku kembali ke kamar." Tanpa persetujuan, lelaki itu berjalan menjauhi tempat pesta bujang.Namun, Frederix menghalanginya. "Ini pestamu. Bagaimana bisa kamu meninggalkannya?""Bisa." Brandon mode datar dan dinginnya keluar."Ayolah. Sahabatmu saja sudah bersenang-senang sekarang." Cedric mengendik pada Ian yang sedang menari bersama salah satu penari."Ian belum menikah. Biarkan saja." Brandon melirik sejenak pada sang sahabat."Tinggallah sebentar lagi." Frederix memaksa.Akhirnya, Brandon berhenti. Ia mengembuskan napas berat dan menatap Cedric serta Frederix bergantian.Lalu, Brandon melirik tempat pesta. Louis mulai menemani Ian menari. Kakak-kakak kandung dan kakak-kakak iparnya malah membentuk kelompok sendiri dan mengobrol.Pesta macam apa ini?"Kita bubarkan sa
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

108. Lelaki Setia

Brandon kembali ke kamar. Ia menemukan Kelly sudah berbaring di ranjang. Brandon masuk ke kamar mandi dan membilas diri.Kelly membuka mata saat Brandon menciuminya. Ia terkekeh geli karena bibir Brandon yang merajai kulitnya."Perawatan kulit apa yang kalian lakukan barusan? Kulitmu lebih halus dan harum sekali."Kelly menoleh dan mengusap wajah Brandon. "Tebak aroma.""Hmmm." Brandon menerima tantangan dengan mengendus setiap jengkal kulit sang istri."Moringa yang dominan. Sedikit milk strawberi.”Tebakan Brandon tepat. Kelly mengacungkan jari jempolnya. Brandon hanya terkekeh dan melanjutkan sentuhan-sentuhan intensifnya pada bagian-bagian tubuh Kelly yang ia sukai.Saat menghentak tubuh di atas Kelly, Brandon tiba-tiba memdengar suara genderang bertalu di telinga. Namun itu malah membuat gairahnya bertambah besar.Setelah permainan lama yang membuat Brandon dan Kelly berkeringat, mereka tidur saling berhadapan."Apa yang kalian lakukan di rooftop paviliun Kak Lou? Kamu tampak lia
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

109. Serangan Panik

Pesta pernikahan akhirnya tiba. Meski berkata pada keluarganya bahwa ia akan baik-baik saja, sebenarnya Brandon sendiri tidak yakin. Hanya saja ia merasa harus menghargai istri dan keluarganya.Saat sedang menunggu Kelly selesai dengan riasannya, Ian mendekati Brandon. Ia berbisik pada sang sahabat yang langsung mengangguk. Tak lama, Brandon pergi mengikuti Ian.“Dokter Choi.” Brandon menyapa lelaki asia yang berwajah teduh.“Brandon.”Keduanya berpelukan secara maskulin. Lelaki yang dipanggil Dokter Choi menatap Brandon dengan bangga. Ia lalu menepuk lengan atas Brandon untuk memberi dukungan.“Kamu sudah hebat hingga detik ini.” Dokter Choi berkata dengan penuh haru.“Aku masih membutuhkan bantuan anda, Dokter.” Brandon berkata santun.Dokter Choi tersenyum dan mengangguk bersamaan. Lelaki asia itu adalah psikiater yang menemani dan membimbing mental Brandon sejak remaja. Psikiater yang dinilai keluarga Richmont berhasil mengeluarkan Brandon dari pikiran buruknya sendiri.“Tenangkan
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

110. Indah Bersamamu

"A-Ada apa dengan Brandon?" Kelly menatap suaminya yang kembali dipapah masuk ke ruangan.Ia lebih kaget lagi saat melihat seorang lelaki berpakaian dokter menangani Brandon. Matanya langsung berkaca-kaca.Ian menghalangi keluarga yang akan masuk. Ia harus memberi waktu pada Dokter Choi untuk membimbing Brandon. "Aku jelaskan di sini saja." Ian berkata pada Kelly.Tanpa buang waktu, Ian merinci tentang keadaan Brandon. Saat Ian bercerita, mata Kelly tak lepas dari pintu di mana suaminya sedang bersandar lemah di sofa."Brandon memiliki masalah kecemasan berlebihan?" gumam Kelly.Kini semua lebih jelas. Mengapa Brandon begitu suka kesunyian. Di kantor, ia hanya rapat dengan petinggi perusahaan. Jika ada pesta, Brandon hanya berdiri di ujung ruangan dan tidak pernah tinggal hingga pesta selesai.Tetapi, kenapa Brandon tidak memberitahunya?"Brandon ingin melakukan apa yang diinginkan keluarga Dalton. Ia ragu, tapi karena kamu sangat bersemangat, Brandon tidak tega membatalkannya."Kell
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more
PREV
1
...
910111213
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status