All Chapters of Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin: Chapter 81 - Chapter 90

211 Chapters

81. Aku di Sini

“Aku mencintaimu, Brandon. Cepat .... ““A – Apa kamu bilang?”Sambil mengerutkan kening, Kelly menatap mumi di depannya. Apa iya, Brandon bisa bicara dalam keadaan ini?“Brad? Kamu bisa bicara?”“Dia bukan Brandon. Aku di sini.”Perlahan, Kelly menoleh. Brandon menatapnya dengan penampilan berantakan. Wajahnya berdarah dan kotor. Tapi, selebihnya ia sehat dan dapat berdiri dengan kakinya sendiri.“Brad?” Kelly jadi bingung. Ia menatap manusia mumi di ranjang. “I – Ini siapa?”“Tidak tau. Yang jelas bukan Brandon.” Brandon bersungut.“Ya Tuhan.” Kelly menghampiri Brandon. “Kamu baik-baik saja? Tidak. Kamu berdarah. Mana lagi yang terluka?”Brandon tak menjawab dan hanya menatap wanita yang tampak khawatir di depannya. Lalu kedua tangannya menangkup wajah Kelly.“Katakan lagi apa yang barusan kamu bilang pada dia,” pinta Brandon dengan mata menatap penuh permohonan.“Ini bukan waktu yang tepat. Kamu harus segera mendapat .... ““Tidak. Katakan sekarang. Aku bersumpah akan melukai diriku
last updateLast Updated : 2025-01-24
Read more

82. Masih Aman

"Brandon baik-baik saja?" William tiba-tiba melongok dari balik tirai pembatas.Lalu Louis dan Marc juga datang. Terakhir Cedric yang langsung berdiskusi dengan Keyna.Sesungguhnya, Brandon terharu. Ia mendapat banyak perhatian dari keluarga Dalton. Padahal sebenarnya ia belum diterima oleh keluarga tersebut.Sementara keluarganya, selama ia selalu didampingi pelayan kepercayaan keluarga, mereka akan merasa Brandon baik-baik saja."Aku baik-baik sa .... ""Tidak begitu baik, " potong Keyna. "Kita akan observasi kakinya."William menatap kaki Brandon. Luka panjang itu membuatnya mengernyit."Kenapa tidak langsung ditindak hari ini?""Ruang operasi penuh." Cedric yang menjawab sambil ikut mengamati kaki Brandon."Umm ... kalian membicarakan kakiku tanpa memberitahu ada apa dengan luka ini." Brandon menatap Keyna dan Cedric bergantian."Tulang kakimu ada yang patah." Cedric berkata terus-terang.Brandon menggeleng. "Aku tidak merasakannya.""Kami para dokter yang melihatnya.""Tidak apa-
last updateLast Updated : 2025-01-25
Read more

83. Berduaan

Jika Brandon tidur nyenyak, Kelly terjaga sepanjang malam. Selain karena Mommy Keyna menyuruhnya untuk mengawasi suhu tubuh Brandon, ia juga tidak dapat tidur.Matanya menatap Brandon sambil tersenyum. Sesekali, tangannya mengusap wajah dan rambut lelaki di depannya.Rambut itu mulai memanjang. Bagian depannya bahkan sudah menutupi mata. Tetapi, tidak mengurangi ketampanan Brandon.Kelly meraih ponsel saat mendengar benda itu berbunyi. Perlahan, ia turun dari ranjang dan keluar kamar untuk menerima telepon dari Jasmine."Pas Brandon hilang nelpon-nelpon. Sekarang udah ketemu, diem-diem aja." Jasmine langsung menyemprot sahabatnya.Kelly terkekeh. Ia duduk santai di sofa dan menggunakan earpiece untuk bicara dengan Jasmine."Maaf, ya. Aku terlalu senang akhirnya Brandon ketemu dan dalam keadaan baik-baik saja.""Cie ... senengnyaa. Tunggu, Auntie Key bilang, Brandon patah tulang. Kenapa kamu bilang baik-baik saja?""Tapi ... keadaannya baik. Brandon bahkan masih bisa berjalan. Aku juga
last updateLast Updated : 2025-01-25
Read more

84. Harus Denganmu

Brandon merasa menjadi lelaki tolol yang tidak berperasaan. Bagaimana ia bisa lupa kalau Kelly baru saja dikuret.Akhirnya, Brandon duduk dan memeluk Kelly. "Maafkan, aku. Sepertinya, aku terlalu bahagia kembali lagi bersamamu, jadi tak sabar menahan hasrat."Kelly tersenyum dan mengangguk bersamaan. "Iya, nggak papa."Tangan Kelly meraba kening Brandon. Demamnya sudah turun setelah efek obatnya bekerja."Ganti baju, ya. Saat demam tadi kamu berkeringat banyak."Brandon mengangguk. Ia melepas pakaian sementara Kelly mengambil handuk dan air hangat untuk mengelap tubuh Brandon."Beberapa hari ini kamu belum bisa mandi." Kelly berkata sambil membersihkan tubuh Brandon yang mengangguk mengerti.Baru kali ini, Brandon merasa dirinya sangat berarti. Dulu, ia tak perduli hidup atau mati. Sekarang, Kelly lah yang membuatnya ingin bertahan di dunia."Terima kasih, ya.""Tidak perlu. Kamu pasti juga akan melakukan hal yang sama pada orang sakit."Brandon menggeleng. "Bukan karena itu. Aku bert
last updateLast Updated : 2025-01-26
Read more

85. Minta Restu

Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Kelly merenungkan apa yang ia dan Brandon telah bicarakan. Meski keras kepala, Brandon tetap menunjukkan dirinya akan berubah seperti lelaki yang ia idamkan."Apa kamu bisa ikut masuk ke ruang operasi?" Pertanyaan Brandon membuat Kelly menoleh."Umm... tidak akan boleh, Brad.""Mommy Keyna boleh masuk, 'kan?"Kelly menggeleng. "Mommy kan dokter jantung, sementara kamu akan ditangani doktet ortopedi.""Maksudku, Mommy Keyna bisa mengawasi, 'kan?"Sebenarnya, Kelly tau jawabannya pasti tidak boleh. Tetapi, daripada Brandon mencecarnya dengan banyak pertanyaan, Kelly hanya tersenyum saja.Sampai di rumah sakit, mereka sudah ditunggu seorang suster. Brandon langsung dibawa ke ruang operasi setelah pemeriksaan kesehatan standard.Kelly menunggu di depan ruang operasi. Ia mengirim pesan pada orang tuanya. Mereka membalas sedang dalam perjalanan ke rumah sakit."Princess."Kepala Kelly menoleh ke samping. Kedua orang tuanya bergandengan tangan menghampiri
last updateLast Updated : 2025-01-27
Read more

86. Bagaimana Caranya?

Kelly merengungi cerita Brandon. Meski bergelimang harta, ternyata Brandon tidak bahagia. Ia tidak pernah merasa mendapat perhatian yang sebenarnya.Kerapkali, Kelly memperhatikan saat Brandon sakit, seluruh keluarga Dalton memberi perhatian dan Brandon tampak canggung. Namun begitu, Brandon berterus-terang ia sangat menyukai perhatian dari Kelly hingga rela sakit.“Nanti Mommy ke sini sehabis praktek. Apa ada yang kamu butuhkan? Kelly bertanya pada Brandon.“Kamu. Aku hanya butuh kamu di sisiku.” Brandon menggenggam erat tangan Kelly.Kelly menggeleng samar sambil menatap wajah Brandon. “Ke mana lelaki sedingin antartika itu pergi?”“Siapa?” Brandon mengerutkan kening tak mengerti.“Dulu, aku menamaimu lelaki dari antartika karena sikapmu yang dingin.” Kelly menyeringai.Kekehan pelan terdengar dari hidung Brandon. “Aku pasti sering sekali membuatmu sakit hati, ya?”“Sudah berlalu. Aku bukan tipe wanita pendendam. Tenang saja.” Kelly menepuk lengan Brandon.Brandon mengecup telapak t
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

87. Number One

Satu minggu berikutnya, Brandon datang ke mansion William. Kelly mengatakan bahwa sang Daddy bersedia bicara dengannya. Brandon cukup percaya diri, apalagi setelah Kelly berkata Mommy Keyna mendukung mereka.Kelly menyambut Brandon di foyer. Mereka berpelukan dan saling melepas rindu setelah beberapa hari belakangan hanya berkomunikasi melalui telepon."Keluargaku sudah menunggu." Kelly mendongakkan kepalanya menatap wajah Brandon."Keluargamu? Aku pikir aku hanya akan bertemu dengan Tuan William.""Mungkin nanti Daddy akan mengajakmu bicara di ruang kerja."Brandon mengangguk. Mereka berjalan menuju ruang keluarga. Begitu masuk, Brandon tertegun sesaat melihat keluarga Dalton berkumpul lengkap."Selamat datang, Brandon. Bagaimana kakimu?" Keyna lah yang pertama menyambut."Terima kasih, Nyonya. Kakiku baik-baik saja.""Silahkan duduk."Kelly mengarahkan Brandon duduk di dekat kursi orang tuanya. Brandon menunduk santun pada William."Aku khusus datang untuk bicara dengan Anda, Tuan W
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more

88. Antara Bahagia dan Khawatir

Kelly merangkul lengan William. Mereka berjalan menuju ruang keluarga kembali. Kelly sudah dapat melihat wajah Brandon yang tampak tegang.Keyna berdiri menyambut suami dan putrinya. Wanita elegan itu mencium Kelly dan tersenyum pada William.“Brandon,” panggil William.Perlahan, dengan jantung berdebar kencang, Brandon bangkit dari duduknya. Ia menghampiri William dan mengangguk santun. William mengulurkan tangan yang langsung disambut Brandon dengan raut wajah bingung.“Sampai sekarang, aku tidak membenarkan cara keluargamu menjebak putriku. Tetapi, Tuhan berkehendak lain dengan menitipkan benih cinta di hati kalian.”William lalu meraih tangan Kelly dan menyatukannya dengan tangan Brandon. Ia mengamati kedua tangan tersebut bertaut dengan wajah terharu. Lalu, menatap Brandon kembali.“Mulai sekarang, aku titipkan kebahagiaan putriku padamu, Brandon. Kamu menyakitinya sama saja dengan menyakitiku dua kali lipat. Jaga dan sayangi putriku. Jika Princess salah, jangan kamu marahi, tegur
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

89. Membuat Candu

"Apa?"Brandon tidak menjawab. Kepalanya miring dan lebih mendekat ke wajah Kelly. Detik berikutnya, Brandon memagut bibir sang istri.Kelly sungguh tak menyangka Brandon sangat tidak sabaran malam ini. Sentuhan-sentuhan lembut hingga liar di tubuhnya membuat Kelly meremang.Ternyata, ia juga sangat merindukan ini. Kelly berusaha rileks dan membiarkan Brandon menelusuri dan meraba setiap inci tubuhnya. Tubuh Kelly kini bergetar oleh rasa nikmat."Aku sudah lama menginginkan ini, Kelly." Brandon mendesah di sela-sela kegiatannya mencumbu sang istri."A -- Aku sudah siap." Kelly membalas pelan, memberi sinyal agar Brandon menyatukan mereka.Sambutan itu membuat Brandon tersenyum. Penantiannya terbayar. Keduanya mendapat pelepasan hampir bersamaan.Brandon menjatuhkan diri di samping Kelly. Embusan napas yang menderu dari hidung mereka seolah bersahut-sahutan. Lalu Brandon menatap Kelly yang berbaring dengan mata terpejam."Apa kamu merasakan sakit saat pertama kali kita melakukannya?"K
last updateLast Updated : 2025-01-31
Read more

90. Telat Sarapan Bersama

Brandon kembali ke kamar. Kelly langsung duduk bersandar begitu melihat suaminya datang dengan baki di tangan.“Kok lama?” tanya Kelly.“Aku ngobrol sebentar sama Mommy Key di ruang makan.”Sambil menerima gelas berisi air mineral, Kelly mengerutkan kening. “Mommy masih bangun?”“Sepertinya terbangun dan sedang mempelajari berkas.”Kelly mengangguk mengerti. Setelah minum, ia masuk ke dalam pelukan Brandon. Kelly memejamkan matanya menikmati belaian tangan Brandon di punggungnya.“Kita harus tidur. Besok pagi pasti kita ditunggu untuk sarapan bersama.” Kelly menggumam.“Jam berapa biasanya kalian sarapan?”“Jam tujuh.”“Sepertinya, kita masih tidur.” Brandon terkekeh saat melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari.Kepala Kelly mendongak. “Tapi, kita harus ikut sarapan. Mereka tidak akan mulai jika kita tidak datang.”Kelly menjelaskan kebiasaan di keluarga Dalton. Kebersamaan adalah hal penting. Apalagi jika mereka memiliki tamu atau anggota keluarga baru, biasanya sel
last updateLast Updated : 2025-02-01
Read more
PREV
1
...
7891011
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status