All Chapters of Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin: Chapter 91 - Chapter 100

211 Chapters

91. Langsung Menurut

Dalam perjalanan menuju penthouse, Kelly dan Brandon membahas pembicaraan mereka dengan Keyna. Brandon hanya beralasan ingin bicara dengan mommy mertuanya, padahal ia ingin Keyna bicara dengan Kelly.“Jadi, kamu tidak tau Mommy Keyna selama ini melakukan penelitian penggunaan plasentamu yang dibekukan untuk pengobatan Daddy William?”Kelly menggeleng. “Aku tau, Mommy selalu bekerja di ruang perpustakaannya sehabis praktek. Tapi tidak pernah bertanya apa yang Mommy lakukan.”“Ya sudah. Sekarang kamu tau. Tenang saja. Akan ada jalannya.” Brandon menenangkan sang istri.Mereka tiba di penthouse dan disambut Donald, Florence, Granny Eliza dan Kak Dheena. Kedatangan Brandon dan Kelly sepertinya sudah dinanti-nanti.“Menantu cantikku.” Florence segera menyambut Kelly dengan pelukan.“Kami turut bahagia.” Donald menepuk bahu sang putra bungsu.Semuanya duduk santai di ruang keluarga. Dengan bahasa tertata, Brandon menceritakan bagaimana akhirnya ia bisa diterima oleh William Dalton. Donald m
last updateLast Updated : 2025-02-01
Read more

92. Berusaha Akrab

"Saat menjalani program kesehatan, Kelly tidak bisa hamil selama satu tahun."Pernyataan dari Daddy Donald membuat Kelly tersentak. Ia dan Brandon saling bertatapan.Melihat kebingungan di wajah putra dan menantunya, Florence lalu menjelaskan. Selama proses pengobatan, darah Kelly sangat dibutuhkan William. Kelly tidak mungkin menjadi pendonor jika dalam keadaan hamil.Donald dan Florence lalu mengajak Brandon dan Kelly bicara secara terpisah. Menurut mereka akan lebih baik sesama wanita dan lelaki bicara masing-masing.Florence mengajak Kelly ke dapur, sementara Donald dan Brandon tetap di ruang keluarga. Florence dengan cekatan menyiapkan bahan-bahan makanan untuk mereka makan siang sambil mengobrol.“Apa kalian memang berencana langsung memiliki momongan?” Florence bertanya sambil memilah sayuran segar.“Terus-terang, kami belum pernah membicarakan hal tersebut, Mom.”Florence mengangguk singkat. “Kamu sendiri bagaimana?”Kelly berpikir sebentar. Ia juga tidak pernah memikirkan ini
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

93. Adik Perempuan

“Daddy benar. Jangan sampai kamu keburu hamil – ini jika kamu memutuskan untuk menjadi pendonor darah untuk Daddy William.”Setelah makan siang, Brandon dan Kelly beristirahat di kamar. Mereka membicarakan tentang pengobatan Daddy William dan keputusan untuk menunda momongan.Kelly tentu saja akan menjadi garda depan untuk membantu sang Daddy. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Brandon untuk membuatnya lebih nyaman.“Nanti aku tanya Kak Cha. Kira-kira kontrasepsi apa yang nyaman. Kak Cha pernah menunda memiliki anak karena masih ada kontrak dengan agensi model.” Kelly menjelaskan.“Apa sekarang kita coba dengan pengaman?” Brandon menggoda istrinya. “Tapi, terus-terang aku tidak suka. Tidak puas.”“Gimana, sih? Kamu yang mengusulkan, kamu juga yang menolak,” protes Kelly.Brandon terkekeh. “Habis mau bagaimana lagi? Kita sedang aktif-aktifnya bercinta. Dulu dua kali saja langsung jadi.”“Aku pernah dengar Mommy bilang, kalau terlalu sering malah nggak jadi.”“Oh ya? Ya sudah, kita
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

94. Jadi Rebutan

Acara makan malam dua keluarga yang akhirnya berbaikan berlangsung santai. Brandon menyampaikan salam dari Grandpa Albert dan kakak-kakaknya yang tidak dapat hadir. William dan Keyna mengangguk penuh pengertian.“Albert barusan menelepon. Cukup lama.” William bercerita tentang pembicaraannya dengan Albert.Keluarga Dalton yang hadir hanya keluarga inti saja. Brandon bisa bernapas lebih lega karena tidak harus berbasa-basi dengan banyak orang. Sacha dan Dheena tampak langsung akrab.Louis mendekati Brandon. Mantan pembalap formula satu itu menepuk bahu adik iparnya.“Tadinya, aku mau membatalkan kontrak kita.” Louis berterus-terang.Brandon mengangguk dan mengadu. “Ian juga berkata kamu mempersulit kontrak.”“Maaf. Tidak ada yang tidak marah adik kesayangannya diperlakukan tidak baik.”“Aku juga minta maaf.” Spontan, Brandon menunduk pada Louis dan Frederix.Berikutnya, mereka mendiskusikan tentang pesta. Karena Donald dan Florence hanya memiliki sisa cuti selama satu bulan, maka diput
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

95. Buang di Luar

Keyna mengembuskan napas penuh kelegaan saat Donald dan Florence memastikan bahwa Kelly akan baik-baik saja. Mereka hanya meminta Kelly untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum pengobatan dan menjaga kesehatan.William dan Granny Eliza kembali ke ruang keluarga. Mereka berhenti di sebuah dinding yang penuh dengan pigura penghargaan milik Kelly. William lalu bicara pada Bastian untuk melakukan sesuatu.“Kelly rajin sekali mengikuti berbagai pertandingan.” Granny Eliza mengamati satu persatu pigura.“Itu semua kerjaan kakak-kakaknya. Mereka sangat senang Kelly berkompetisi.” William ikut melihat apa yang Granny Eliza perhatikan.Granny Eliza mengangguk-angguk. Pantas saja saat pertama kali bertemu Kelly di perusahaan RichLand, ia sudah sangat tertarik dengan pribadi dan kemampuan Kelly.William dan Granny Eliza bergabung dengan Keyna, Donald dan Florence. Granny Eliza menceritakan kesannya tentang mansion William pada Donald dan Florence. William lalu berkata bahwa mansion ini suda
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

96. Dua Ronde

Kelly mulai banyak mengerti tentang kebiasaan Brandon. Salah satunya, sehabis bercinta, Brandon alan langsung tidur. Sementara, Kelly malah merasa segar bugar.Daripada melamun, Kelly duduk bersandar pada punggung ranjang. Ia membuka laptop dan mulai menyusun daftar undangan pesta pernikahannya. Selesai dengan daftar tamu, Kelly mencoba menggambar desain tema pernikahannya.Saking asyiknya, ia tidak sadar, Brandon terbangun dan memperhatikannya.“Ngapain?” Brandon menggumam dengan suara parau.Cepat, Kelly menoleh ke samping dan menatap sang suami. “Maaf, kamu jadi terbangun. Aku nggak bisa tidur, jadi mengerjakan daftar undangan dan desain tema pesta saja.”Brandon terdengan mengembuskan napas panjang. “Tutup laptopnya.” Brandon memerintah.“Sebentar lagi, ya. Aku juga belum mengantuk.”Tanpa banyak bicara, Brandon merebut laptop di pangkuan Kelly, lalu menutupnya. Kemudian menyelipkan lengannya di bawah tubuh sang istri dan memeluknya.“Tidur!”Kepala Kelly yang berada di ceruk leher
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

97. Perlu Konsultasi?

Di ruang praktek Keyna telah berkumpul Kelly dan tiga orang anak William. Tanpa buang waktu, Keyna segera menjelaskan mengapa ia memanggil semuanya dan bermain rahasia pada William.Semua mendengarkan dengan serius. Lalu kesepakatan di dapat. Anak-anak William dari istri pertamanya setuju untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.“Hari ini kalian bisa?” tanya Keyna.Frederix, Sacha dan Louis mengangguk. Keyna segera berkordinasi dengan rumah sakit untuk melakukan pengetesan secepatnya. Sambil menunggu, mereka kembali membicarakan rencana pengobatan William.“Tapi, kurasa Mom Key juga harus memberitahu Daddy. Jangan sampai Daddy tau dari orang lain atau malah curiga lebih dulu.”“Betul. Daddy bakal menolak mentah-mentah.”Kelly mengangguk setuju pada pernyataan Frederix dan Sacha. Sementara Keyna berpikir kapan waktu yang tepat untuk bicara pada William.“Apa tidak sebaiknya setelah pesta pernikahan Kelly saja?” Louis memberikan saran.“Terlalu lama.” Keyna membalas.Sesuai perbincangan d
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

98. Mencari Informasi

Pertanyaan Mommy Florence membuat Brandon mengevaluasi diri. Ketika ia menemani Kelly memeriksakan kesehatan, Brandon banyak mencari informasi melalui internet. Ia terlihat sangat serius sampai tidak menyadari seseorang mendekatinya.“Dor!”Brandon tersentak kaget. Ponsel hampir saja tergelincir jatuh dari genggamannya. Cepat, ia menoleh dengan rahang mengetat karena kesal.“Jasmine!” desisnya murka.Bukannya takut, Jasmine malah menyeringai. Wanita itu malah duduk di samping Brandon. Ia menyandarkan tubuh dengan lemas.“Apa kamu membuka lowongan untuk menjadi dokter perusahaan? Dokter pribadi juga boleh. Aku tidak keberatan sama sekali bekerja dua puluh empat jam untuk pasien tampan sepertimu.”Brandon bukan tipe lelaki yang senang digoda seperti itu. Menurutnya candaan itu malah menyebalkan. Lagipula, ia masih sangat kesal Jasmine mengagetkannya.“Aku serius, Brad. Lelah sekali jadi koas. Aku mau kerja di perusahaanmu saja.”Tetap tidak ada tanggapan dari Brandon. Kalau bukan Jasmin
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

99. Sangat Berbeda

“Kenapa lagi?” Kelly memeluk leher Brandon dari belakang. Lelaki itu baru saja selesai bicara dengan Ian.Brandon menoleh dan tersenyum. Ia menarik tubuh Kelly dan memangkunya. Lelaki itu lalu melumat bibir sang istri dengan lembut.“Ian membuatku pusing.” Brandon mengusap bibir Kelly setelah menciuminya.“Soal pekerjaan?”“Umm... soal pesta.”Kelly mengangkat sedikit alisnya. “Apa ada yang bisa aku bantu? Kasihan Ian mengurusi daftar tamu di sana sendirian.”“Tidak perlu, Babe. Ian sudah punya tim sendiri.”“Lalu, kenapa kamu pusing?” Dengan penuh perhatian, Kelly memijat pelan kepala Brandon.Lelaki itu melirik jam dinding. Tidak ada waktu untuk saling terbuka saat ini. Mereka harus bersiap untuk makan malam dengan keluarga.Diingatkan pada acara keluarga tersebut, Kelly terkejut. Ia tidak menyangka waktu berjalan cepat.“Apa aku terlalu lama membereskan pakaian tadi?” Kelly menatap jam dinding sambil menggeleng samar.“Tak apa, Babe. Ayo, kita mandi saja sekarang.”Bukan Brandon na
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

100. Keputusan

Kini, semakin banyak yang tau tentang rencana pengobatan Daddy William. Granny Eliza tampak mengembuskan napas berat. Ia merasa di antara setuju dan tidak setuju.Tapi, semua adalah keputusan Kelly. Dan Granny Eliza tau bagaimana cinta dan sayangnya Kelly pada sang Daddy. Wanita itu hanya bisa berdoa agar apa yang direncanakan berjalan lancar.Setelah makan, Kelly mengajak keluarga Rcihmont jalan-jalan di sekitar restoran. Mereka tiba di taman dengan air mancur yang indah. Di pinggir jalan berderet toko-toko branded internasional.“Ini tempatnya Della dan Dheena.” Granny Eliza meledek cucunya. “Lihat wajah Dheena. Sudah berseri-seri melihat toko-toko itu.”Semua terkekeh. Kelly melihat wajah kakak iparnya yang menyeringai. Namun di balik senyum itu, Kelly melihat kesedihan.Tiba-tiba, Kelly memeluk Kak Dheena. “Mau aku temani melihat-lihat? Ada toko kosmetik milik Kak Cha, lho.”Dheena mengangguk senang. Brandon dan orang tuanya serta Granny Eliza memilih duduk di taman sambil menikmat
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more
PREV
1
...
89101112
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status