Share

100. Keputusan

Author: ReyNotes
last update Last Updated: 2025-02-04 22:33:58
Kini, semakin banyak yang tau tentang rencana pengobatan Daddy William. Granny Eliza tampak mengembuskan napas berat. Ia merasa di antara setuju dan tidak setuju.

Tapi, semua adalah keputusan Kelly. Dan Granny Eliza tau bagaimana cinta dan sayangnya Kelly pada sang Daddy. Wanita itu hanya bisa berdoa agar apa yang direncanakan berjalan lancar.

Setelah makan, Kelly mengajak keluarga Rcihmont jalan-jalan di sekitar restoran. Mereka tiba di taman dengan air mancur yang indah. Di pinggir jalan berderet toko-toko branded internasional.

“Ini tempatnya Della dan Dheena.” Granny Eliza meledek cucunya. “Lihat wajah Dheena. Sudah berseri-seri melihat toko-toko itu.”

Semua terkekeh. Kelly melihat wajah kakak iparnya yang menyeringai. Namun di balik senyum itu, Kelly melihat kesedihan.

Tiba-tiba, Kelly memeluk Kak Dheena. “Mau aku temani melihat-lihat? Ada toko kosmetik milik Kak Cha, lho.”

Dheena mengangguk senang. Brandon dan orang tuanya serta Granny Eliza memilih duduk di taman sambil menikmat
ReyNotes

Lanjut besok, yaa. Terima kasih banyak untuk yang masih setia pada buku Rey ini. Selamat istirahat.

| 12
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
ReNny Ne Vino
siap terima kasih kak,,,
goodnovel comment avatar
happyface
siaapp kk rey. selamag istirahat jugaa
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   101. Dalam Bahaya

    Bukan hanya keluarga Dalton yang bernapas lega mendengar keputusan William yang akan menerima pengobatan. Keluarga Richmont pun tersenyum dengan penuh haru.Keyna memeluk putrinya erat-erat. Ia membisiki kata terima kasih dan sayangnya yang tak terhingga untuk sang putri. Keyna tau bagaimana sulitnya merayu William yang keras kepala.“Mommy tidak mau mengorbankan kesehatanmu, Princess sayang. Sehat-sehat, ya.” Keyna menangkup kedua pipi putrinya.“Mana mungkin Mommy tega. Aku kan putri Mommy satu-satunya.”“Sstttt.” Keyna meletakkan jari telunjuk di bibirnya dan melirik pintu kamar. “Jangan sampai kakak-kakakmu mendengar pernyataan itu.”Kelly tergelak. “Maksudnya putri satu-satunya yang keluar dari rahim Mommy.”Keyna ikut tergelak. Entah kenapa, Frederix, Sacha dan Louis selalu saja kesal jika tidak diakui sebagai anak Keyna. Padahal, Keyna terkadang masih canggung mengingat ia dan Frederix saja sebaya.“Keluarga kita sekarang memiliki tambahan pekerjaan. Pertama, pesta pernikahanmu,

    Last Updated : 2025-02-05
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   102. Pelajaran untuk Brandon

    Brandon tercenung mendengar pernyataan William. Sekarang saja, Kelly masih sering dikenal oleh penggemarnya yang Brandon bilang suka mengganggu dengan menyapa berlebihan, minta foto atau tandatangan. Bagaimana kini saat namanya tercantum sebagai seorang triyulner?Frederix memprediksi bahwa tak sampai satu bulan, sang adik kesayangan akan menerima banyak email penawaran kerjasama, interview atau undangan talkshow. Brandon menggeleng lemah dan berkata ia sama sekali tidak kepikiran ke sana.“Tapi di negaraku, tidak ada yang berani mendekati idola mereka selain hanya menyapa dan tersenyum saja.”Keluarga Dalton terdiam. Negara tempat kelahiran Brandon memang terkenal privasi. Terutama untuk tokoh terkenal. Jika ada yang melanggar privasi tersebut, penggemar bisa dijebloskan ke penjara.“Ya sudah. Sebenarnya, Kelly sudah tidak ingin diikuti pengawal lagi. Tetapi, saat ini aku pikir penting. Jadi, tolong beri pengertian pada Kelly.” William memberi keputusan.Brandon mengangguk santun. “B

    Last Updated : 2025-02-05
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   103. Tercengang

    “Itu untuk Kelly, bukan?”Marc langsung memberikan piring berantakan yang berisi udang dan kulitnya. Brandon mengernyit melihat piring tersebut. Ia mengangkat tangan.Seorang pelayan datang dan mengambil piring tersebut. Lalu, datang kembali membawa piring berisi udang yang baru. Dengan elegan, Brandon mengupas udang menggunakan bantuan garpu dan pisau.Semua anggota keluarga Dalton menatap takjub apa yang dilakukan Brandon. Sementara Kelly yang telah terbiasa hanya tersenyum sedikit. Jangankan udang, makan pisang saja Brandon selalu menggunakan bantuan alat makan.“Silahkan, Babe.” Brandon mengeser piring yang berisi udang bersih tanpa kulit.“Terima kasih.” Kelly tersenyum manis pada sang suami.Marc sampai berdiri untuk melihat isi piring di depan Kelly. Udang terkupas sempurna. Brandon memberikan piring penuh dengan kulit kepada pelayannya yang dengan sigap membersihkan area makan Brandon.“Wuih. Belajar berapa lama mengupas udang seperti itu?” Marc menggeleng-geleng.Brandon tida

    Last Updated : 2025-02-05
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   104. Suvenir Mewah

    Belum akhir minggu, mansion Willliam sudah sibuk. Siang ini mereka kedatangan sebuah truk besar berisi box-box mewah suvenir berisi parfum. Selain itu ada juga dus-dus besar berisi gaun pengantin dan pengiring pengantin dari butik terkenal.Sacha tampak mondar-mandir dengan membawa papan jalan. Jarinya menunjuk ke arah mana dus-dus itu harus diletakkan. Sementara Kelly hanya menonton dari balkon.“Kenapa sih aku nggak boleh bantu?” Kelly merengut melihat kesibukan di bawahnya.“Nggak papa, Babe. Serahkan saja pada Kak Cha.”Selain Sacha, Bastian – kepala pelayan mansion juga tampak lalu lalang tak henti membawa koper-koper besar. Koper-koper itu adalah milik keluarga Richmont yang akan menginap di mansion. Untungnya, Bastian dibantu Ramon – kepala pelayan mansion Brandon.Anggota keluarga Richmont memang telah mengirim barang-barang pribadi mereka. Saat akhir pekan, mereka hanya datang dengan membawa koper kabin saja.Kamar-kamar tamu di mansion William kini penuh. Setiap pintunya ter

    Last Updated : 2025-02-06
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   105. Terharu

    “Apa? Kamu memberi cek senilai seratus juta untuk semua keponakanku?” Kelly membelalakkan matanya pada Brandon.Brandon lalu menjelaskan bahwa itu agar mereka semangat menemani keponakan-keponakan Brandon yang akan datang akhir pekan. Jadi nantinya, para keponakan akan memiliki kegiatan sendiri tanpa merusuhinya.Meski mengerti maksud Brandon, tetap saja Kelly khawatir. Pasalnya, Kak Fred, Kak Cha dan Kak Louis tidak mudah memberi anak-anak mereka uang. Anak-anak keluarga Dalton diajari untuk bekerja keras dulu untuk mendapatkan uang.“Ya sudah, biar saja.” Keyna membela. “Maksud Brandon kan untuk merayakan pernikahannya dengan Princess. Kita hargai pemberiannya saja.”Tidak ada yang bisa protes jika Keyna sudah memutuskan begitu. Semua mengangguk dan menggeleng melihat betapa bahagianya remaja-remaja itu mendapat uang banyak.“Bagaimana kalau mulai hari ini, kita panggil mereka dengan nama Uncle Rich dan Auntie Rich?” Marc berkata pada sepupu-sepupunya.“Setujuu.”Gerombolan remaja i

    Last Updated : 2025-02-06
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   106. Pesta Bujang

    Tanpa bersusah-susah mengusap air mata, Kelly berlari ke arah suara. Brandon memeluknya erat. Jantungnya berdebar kencang karena takut terjadi sesuatu pada sang istri.“Kenapa? Katakan padaku?” Brandon mengurai pelukan dan menangkup wajah Kelly dengan kedua tangannya.“Aku tadi habis mencoba gaun pengantin.” Kelly mendongak menatap wajah tampan di depannya.“Lalu? Kamu tidak suka jadi menangis?”Kelly menggeleng. “Justru karena aku terharu kamu memilihkan gaun itu untukku.”“Ya Tuhan. Karena itu kamu menangis?”Kepala Kelly mengangguk. Ia juga bercerita bahwa ia pun melow saat bicara dengan Edzard.” Kelly menceritakan ucapan Edzard padanya.“Edzard baik banget. Aku sayang sekali padanya.”Meski tidak suka dengan pernyataan Kelly pada Edzard, Brandon hanya tersenyum tipis. Ia menyakinkan diri bahwa rasa sayang antara sahabat laki-laki dan perempuan itu nyata.“Boleh aku merasa cemburu pada Edzard?” Brandon mencium dahi Kelly.“Apa yang akan kamu lakukan kalau cemburu?”Brandon berpikir

    Last Updated : 2025-02-06
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   107. Kamu Berhasil!

    Brandon menatap tajam pada Cedric. Apa ia tidak salah dengar? Lelaki itu menawarinya salah satu penari?Mata Brandon melirik para penari. Yang benar saja ia ditawari wanita seperti itu? Brandon merasa kesal."Sebaiknya aku kembali ke kamar." Tanpa persetujuan, lelaki itu berjalan menjauhi tempat pesta bujang.Namun, Frederix menghalanginya. "Ini pestamu. Bagaimana bisa kamu meninggalkannya?""Bisa." Brandon mode datar dan dinginnya keluar."Ayolah. Sahabatmu saja sudah bersenang-senang sekarang." Cedric mengendik pada Ian yang sedang menari bersama salah satu penari."Ian belum menikah. Biarkan saja." Brandon melirik sejenak pada sang sahabat."Tinggallah sebentar lagi." Frederix memaksa.Akhirnya, Brandon berhenti. Ia mengembuskan napas berat dan menatap Cedric serta Frederix bergantian.Lalu, Brandon melirik tempat pesta. Louis mulai menemani Ian menari. Kakak-kakak kandung dan kakak-kakak iparnya malah membentuk kelompok sendiri dan mengobrol.Pesta macam apa ini?"Kita bubarkan sa

    Last Updated : 2025-02-07
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   108. Lelaki Setia

    Brandon kembali ke kamar. Ia menemukan Kelly sudah berbaring di ranjang. Brandon masuk ke kamar mandi dan membilas diri.Kelly membuka mata saat Brandon menciuminya. Ia terkekeh geli karena bibir Brandon yang merajai kulitnya."Perawatan kulit apa yang kalian lakukan barusan? Kulitmu lebih halus dan harum sekali."Kelly menoleh dan mengusap wajah Brandon. "Tebak aroma.""Hmmm." Brandon menerima tantangan dengan mengendus setiap jengkal kulit sang istri."Moringa yang dominan. Sedikit milk strawberi.”Tebakan Brandon tepat. Kelly mengacungkan jari jempolnya. Brandon hanya terkekeh dan melanjutkan sentuhan-sentuhan intensifnya pada bagian-bagian tubuh Kelly yang ia sukai.Saat menghentak tubuh di atas Kelly, Brandon tiba-tiba memdengar suara genderang bertalu di telinga. Namun itu malah membuat gairahnya bertambah besar.Setelah permainan lama yang membuat Brandon dan Kelly berkeringat, mereka tidur saling berhadapan."Apa yang kalian lakukan di rooftop paviliun Kak Lou? Kamu tampak lia

    Last Updated : 2025-02-07

Latest chapter

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   213. Keajaiban

    “Kak Dheena , kakak itu lagi... hamil?” Kelly bertanya lembut sambil menatap mata kakak ipar-nya.Dheena tersentak sedikit. Ia dan Della berpandangan, hingga Della memberi Kelly senyum.“Beneran, Kak?” Brandon mendesak jawaban.“Nggak papa. Sudah terlanjur ketauan.” Della terkekeh pada Dheena.Detik berikut Kelly menjerit dan memeluk Kak Dheena. Membuat semua anggota keluarga menatap mereka. Tentu saja akhirnya, kini mereka dikerubungi keluarga.“Kak Dheena hamil!” Kelly berteriak membuat semua orang melongo terutama Daddy Donald dan Mommy Florence.“Dheena! Kenapa kamu tidak bilang-bilang? Sudah berapa bulan?” Mommy Florence menghampiri putrinya dan mengelus perutnya. “Ya Tuhan, ini sudah cukup besar.”Dheena tersenyum lalu mengusap perutnya. Clark mendampingi istrinya dan mengusap-usap punggung Dheena.“Usia kandungannya sudah hampir enam bulan, Mom.” Clark yang menjawab pertanyaan Mommy Florence.Detik berikutnya, banyak pelukan yang didapat Dheena dan jabatan tangan yang harus dib

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   212. Kembali Ke Mansion

    Dengan raut bahagia, Kelly menunjukkan pada keluarganya tentang hadiah dari Brandon. Mommy Florence menatap putranya dan mengacungkan jempol karena bangga sang putra begjtu menyayangi istrinya."Meski bentuknya berbeda, aku harap semua cincin itu memiliki harga yang sama." William berbisik pada Keyna.Cepat, Keyna menyikut pinggang sang suami. "Kenapa kamu mempermasalahkan nilai-nya? Yang penting adalah makna-nya."Namun, William tetap membalas, "Takut nanti anak-anak itu merasa dibedakan.""Pasti sebelum cincin itu diserahkan, Arsen, Reno dan Mimi sudah diberi pengertian." Keyna balas berbisik."Apa yang kalian bicarakan?" Daddy Donald tiba-tiba mencondongkan tubuh dan ikut berbisik pada William dan Keyna.Tanpa malu, Keyna bertanya pada Donald. Tak lama kemudian, lelaki itu permisi untuk menelepon.Tak lama kemudian, Donald kembali. Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada William. Lalu ponselnya berpindah ke Keyna, terakhir ke Florence."Aku tau putraku memesan perhiasan dari RichJ

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   208. Salah Paham Paling Buruk

    Netra Ian berputar ke sekeliling kafe, mencari sosok yang ia tunggu. Lalu, lelaki itu melirik arlogi mewahnya.Sudah terlambat lima belas menit dari janji yang ditetapkan.Untuk membuang waktu, Ian menatap ponsel. Beberapa hari ini tidak pernah ada pesan dari Brandon. Padahal sebelumnya, sahabatnya itu bisa mengirim pesan dua sampai lima kali sehari.Apa Brandon semarah itu padanya? Sungguh, Ian merasa cukup tersiksa dengan keadaan ini."Hai, Yan.""Oh." Ian tersentak kaget saat melamun. Ia langsung tersenyum pada wanita yang menyapanya. "Hai, Jasmine.""Maaf menunggu lama." Jasmine membalas dan duduk di depan Ian.Ian tersenyum penuh pengertian. "Itu tandanya, pasienmu banyak, bukan?"Jasmine terkekeh. "Lumayan lah."Ian memandang wanita di depannya yang sedang menyeduh teh. Jasmine lebih kalem saat ini. Boleh dibilang ia telah menjelma menjadi wanita dewasa yang lebih elegan."Terima kasih mau menemuiku, ya." Ian berucap.Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertama mere

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   207. Luar Biasa

    “Tuan Brandon?” Seorang perawat lelaki membangunkan Brandon dengan memberikan aroma menyengat di hidungnya.Brandon mengendus, lalu membuka mata. Ia langsung sadar bahwa sekarang berada di ruang rumah sakit.“Kenapa aku di sini? Mana istriku?” Brandon bertanya panik.“Anda pingsan di ruang operasi, Tuan.”“Sial!” Brandon memijat keningnya dan teringat kala dokter akan membedah perut Kelly, ia langsung merasa lunglai. “Apa istriku sudah melahirkan?”“Nyonya Kelly minta ditunda sampai anda sadar.”Kembali ke ruang operasi, Brandon segera menghampiri Kelly.“Babe, maaf.” Brandon menciumi wajah Kelly. “Kita mulai sekarang agar kamu tidak kesakitan lagi, ya.”Dokter tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya anda fokus pada istri anda saja, Tuan. Proses mengeluarkan bayi ini memang tidak nyaman.”Pernyataan dokter membuat Brandon menatap wajah Kelly. Keduanya berbincang, meski sesekali Kelly meringis kecil.“Sakit, Babe?” Brandon mencium genggaman tangan Kelly.Kelly menggeleng. “Tidak, sih. Hany

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   206. Operasi Sekarang?

    Tanpa berhenti berjalan, Brandon menjawab pertanyaan kak Fred. “Kelly kontraksi.”Mendengar ucapan Brandon, Frederix membuntuti sang adik ipar. Ia bahkan ikut masuk ke dalam kamar. Kelly sedang berpegangan pada sofa dan mengatur napas.“Babe.”Kelly menoleh dengan wajah agak pucat. “Sakit, Brad.”Brandon menyiapkan bola besar untuk Kelly duduki. Lelaki itu memegangi istrinya yang duduk di atas bola dan ikutan mengatur napas .“Aku panggil Mommy Key, ya.” Frederix kemudian menghilang di balik pintu.“Sudah berapa lama kontraksinya, Babe?” Brandon yang bertanya, sambil mencoba menelepon dokter kandungan.“Sepuluh menit, tidak teratur. Kadang sakit, kadang tidak.”Tangan Brandon tak henti mengusap punggung Kelly. Ia bicara pada teleponnya dan menceritakan situasi Kelly pada dokter.Sambil bicara, Brandon lalu terlihat mengemasi tas dan mengambil dompetnya. Ia juga mengambil sepatu flat dan membantu Kelly menggunakannya.“Kita ke rumah sakit.” Brandon berkata setelah menutup teleponnya. “

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   205. Kontraksi

    Persalinan semakin dekat. Mansion Brandon kembali ramai dengan keluarga yang datang untuk menyambut si kembar tiga. Bahkan kakak-kakak dan keponakan-keponakan Kelly pun datang dan menginap di mansion.Beberapa hari ini para grandpa dan grandma masih sibuk di kamar bayi. Mereka meminta izin untuk mengatur dan menata kamar bayi. Kelly dan Brandon tentu saja tidak keberatan.Kelly duduk di sofa menyusui dan memperhatikan orang tua dan mertuanya. Mommy Keyna dan Mommy Florence sedang berdiskusi tentang aksesoris ranjang bayi tiga. Sementara Daddy William dan Daddy Donald lebih cepat menyelesaikan ranjang bayi satu dan dua.Hingga akhirnya keempatnya berkumpul di depan ranjang bayi tiga. Kelly menggeleng samar saat mereka begitu selektif.“Akh.” Keelly meringis dan mengatur napas.Mommy Keyna langsung mendekat. “Ada apa? Mereka bergerak bersamaan lagi?”“Kontraksi, Mom.” Kelly berdiri dan mencoba berjalan mondar-mandir dibimbing Mommy Keyna.“Bayi-bayi itu aktif sekali.” Daddy William mena

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status