“Surprised!”Ian tersentak di depan pintu. Lelaki yang mengenakan piyama dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur itu mengucek kedua matanya. Apa ia bermimpi aneh?“Tidak, kamu tidak sedang berkhayal.” Jasmine dengan wajah sumringah menegaskan.“A – Apa yang kamu lakukan, Jasmine?” Ian bertanya, masih dengan ekspresi terkejut.Jasmine mengabaikan pertanyaan Ian dan malah balik bertanya, “Apa aku boleh masuk? Di sini cukup dingin.” Jasmine merapatkan mantelnya.“Oh ya. Silahkan.” Akhirnya, Ian melebarkan pintu dan membiarkan Jasmine masuk ke dalam rumahnya.Jasmine masuk sambil menggeret kopernya. Ian bahkan baru sadar, wanita itu membawa koper.“Kamu dari mana, sih?” Ian bertanya dengan bingung, lalu menutup pintu.Dengan wajah ceria, Jasmine berteriak, “Happy birthday, Ian.”Setelahnya, sebuah paperbag mewah terjulur ke depan Ian. Lelaki di depan Jasmine lantas terkekeh. Ia menerima hadiah tersebut dan mencium kedua pipi Jasmine.“Terima kasih. Ini benar-benar kejutan.”Wajah Jas
Last Updated : 2025-02-20 Read more