All Chapters of Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin: Chapter 131 - Chapter 140

214 Chapters

131. Ruang Operasi

“Baby.” William menggumam seraya memicingkan matanya.“Hai, pejuang jantung sehat.” Keyna menatap wajah sang suami yang baru saja siuman pasca operasi.Bibir William sedikit melengkung. “Putriku... bagaimana keadaan Princess?”“Akh... kamu sama saja seperti Princess. Dia juga menanyaimu saat terbangun.” Keyna pura-pura terluka hatinya.William mengangguk. Jika istrinya terlihat santai dan bisa bercanda, artinya sang putri dalam keadaan baik-baik saja. William membalas genggaman tangan Keyna.“Istirahatlah dulu.” Keyna mengelus rambut suaminya.“Sepertinya, kamu yang butuh istirahat.”Keyna mengangguk. Ia mengendik pada ranjang kosong di samping. Mengisyaratkan bahawa ia akan tidur di sana.“Aku akan di sini sampai masa kritismu lewat dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan.”“Terima kasih, Baby.”Embusan napas William yang teratur membuat Keyna tersenyum penuh kelegaan. Dalam waktu dua jam ia akan menemani masa kritis di ruang operasi. Keyna tidak ingin melewatkan satu detik pun tanpa
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

132. Suit Saja

“Mommy Key sangat letih. Kita harus bergantian menjaga Daddy.” Frederix bicara pada adik-adiknya.Setelah melewati masa kritis, Keyna dipaksa keluar dari ruang operasi. Tim doker ahli meminta Keyna beristirahat. William saat ini belum juga terbangun.“Aku saja.”Keempat anak William berebutan ingin menemani Daddy mereka. Frederix jadi sulit memutuskan. Apalagi semua adik-adiknya keras kepala.“Suit aja.” Kelly mengangkat tangan mengajak kakak-kakaknya mengikutinya.“Oke, kita suit. Tetapi ingat, tetap saja kita harus bergantian di dalam.” Frederix menyetujui usul Kelly.Bibir Kelly tersenyum saat ia menang. Itu artinya ia akan mendapat giliran lebih dulu berada di samping sang daddy. Brandon terlihat menghela napas, sedikit keberatan.“Babe, kamu kan masih butuh istirahat.” Brandon berbisik di telinga istrinya.“Aku kan bisa tiduran saja di samping daddy.” Kelly bersikeras. Ia lalu memandang sang suami dengan tatapan memohon. “Boleh, ya, please. Cuma satu jam.”Rasanya tidak mungkin B
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

133. Segar Bugar

Kelly meminta Brandon tidur di ranjang bersamanya. Ranjang tumah sakit itu lebih sempit dari saat Kelly berbaring di samping Daddy William. Tetapi, Kelly memaksa.“Aku mau tidur di dalam pelukanmu.” Kelly merengek manja.“Ya sudah.” Terpaksa, Brandon tidur miring. Kakinya yang panjang bahkan harus ditekuk.Dengan nyaman, Kelly mengusel wajahnya di dada Brandon. Ia menikmati belaian tangan sang suami di kepala hingga punggungnya.“Kamu bicara apa saja pada Daddy tadi?”“Banyak. Tau nggak kenapa Daddy tiba-tiba bangun?”“Kenapa?”“Aku bilang Mommy kasihan kecapekan trus stress lihat Daddy nggak bangun-bangun.”Brandon terkekeh. Mungkin cara ampuh untuk menyadarkan orang dalam kondisi seperti Daddy William adalah dengan menceritakan hal yang membuatnya terkejut.“Aku juga bangun saat Mrac berkata kamu bermesraan dengan suster cantik.” Kelly mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan sang suami.“Keponakan satu itu.” Brandon mendesis kesal. “Bisa-bisanya ia berpikiran ke sana.”“Kata Kak
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

134. Belum Ngantuk?

“Surprised!”Ian tersentak di depan pintu. Lelaki yang mengenakan piyama dengan rambut acak-acakan khas bangun tidur itu mengucek kedua matanya. Apa ia bermimpi aneh?“Tidak, kamu tidak sedang berkhayal.” Jasmine dengan wajah sumringah menegaskan.“A – Apa yang kamu lakukan, Jasmine?” Ian bertanya, masih dengan ekspresi terkejut.Jasmine mengabaikan pertanyaan Ian dan malah balik bertanya, “Apa aku boleh masuk? Di sini cukup dingin.” Jasmine merapatkan mantelnya.“Oh ya. Silahkan.” Akhirnya, Ian melebarkan pintu dan membiarkan Jasmine masuk ke dalam rumahnya.Jasmine masuk sambil menggeret kopernya. Ian bahkan baru sadar, wanita itu membawa koper.“Kamu dari mana, sih?” Ian bertanya dengan bingung, lalu menutup pintu.Dengan wajah ceria, Jasmine berteriak, “Happy birthday, Ian.”Setelahnya, sebuah paperbag mewah terjulur ke depan Ian. Lelaki di depan Jasmine lantas terkekeh. Ia menerima hadiah tersebut dan mencium kedua pipi Jasmine.“Terima kasih. Ini benar-benar kejutan.”Wajah Jas
last updateLast Updated : 2025-02-20
Read more

135. Pengakuan

Esok harinya, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Kelly dan Brandon membahas hubungan Ian dan Jasmine. Kelly tidak menduga ternyata keduanya serius.“Jika Ian mengenalkan Jasmine pada keluarganya, berarti Ian sudah nyaman dengan sahabatku itu, kan?”Brandon tidak langsung menjawab. Bukan kebiasaan Ian mengenalkan wanita pada keluarganya. Bahkan Brandon yang sudah bertahun-tahun bersahabat dengan Ian saja jarang bertemu keluarga Ian.“Kita tunggu saja kabar selanjutnya.” Brandon menjawab singkat.“Tapi, kamu setuju kan jika mereka berpacaran?”“Kalau itu sudah keputusan mereka, ya, nggak papa.”“Kamu terlihat tidak setuju.” Bibir Kelly mencebik.Dengan bijaksana, Brandon menyatakan bahwa ia tidak bermaksud mendikte sahabatnya. Hanya saja keduanya adalah sahabat mereka. Jika hubungan itu tidak berhasil, bisa jadi hubungan semuanya menjadi canggung.“Kalau Ian memang tidak suka Jasmine, seharusnya sejak pertama ia tidak memberi Jasmine harapan, bukan?”Pernyataan itu disetujui Brandon.
last updateLast Updated : 2025-02-20
Read more

136. Dua-Duanya Salah

“Ini semua gara-gara Ian!” desis Kelly murka pada suaminya.“Kok Ian? Jasmine juga salah.” Brandon tak terima dengan pernyataan sang istri.“Sudah kubilang, kalau tidak suka, dari awal tidak perlu berbaik-baik dengan Jasmine.”“Babe!” Brandon berkata tegas. “Kamu tau Ian. Dia memang lelaki yang ramah dan baik hati pada siapa saja. Jasmine-nya saja yang kegeeran.”Sahut-sahutan pasangan itu berlanjut. Semua berawal dari kedatangan Jasmine yang menangis sesunggukan dan mengadu pada Kelly. Jasmine bilang, Ian menolaknya menjadi kekasihnya.Ian berkata, ia memang menyukai Jasmine, namun hanya sebatas teman. Tentu saja Kelly sangat kesal. Mana ada status teman tetapi berbagi kehangatan ranjang.Apalagi melihat Jasmine yang sangat rapuh. Ia tidak pernah melihat sahabatnya terisak sedih dan patah hati.“Kamu juga seharusnya menasehati Ian.” Kelly pun kini menyalahkan Brandon.“Ian bilang mereka hanya berteman, Babe. Aku juga sudah mengatakan padamu, Jasmine bukan tipe Ian. Tidak mungkin saha
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

137. Berpisah Sementara

“Wow kereenn!” Edzard dan Jasmine berseru berbarengan.Kelly memberikan room tour di dalam kapal. Lalu, memperkenalkan kapten dan staff kapal yang akan mendampingi mereka. Setelah semua siap, kapal segera berlayar.Ketiga sahabat tiduran di dek atas menikmati sinar matahari pagi. Kelly yang berbaring di antara Edzrad dan Jasmine mengambil foto mereka bertiga. Berbagai gaya berhasil diabadikan dengan manis.“Aku tidak menyesal ikut.” Edzard menggumam sambil menutup mata. “Ternyata healing sesaat, nikmat juga.”“Kamu terlalu bekerja keras, Ed.” Kelly memprotes sahabatnya.“Tidak juga. Aku memang ingin cepat lulus. Targetku menjadi profesor termuda di dunia kedokteran.”“Aku malah pengen cuti dulu.” Tiba-tiba, Jasmine menimpali.Serentak, kepala Kelly dan Edzard menoleh pada Jasmine. Wanita itu mengenakan kacamata hitam, namun matanya yang menatap langit biru masih dapat terlihat dari sisi kacamata.“Cuti? Kenapa?” Edzard bertanya bingung.“Akhir-akhir ini aku tidak fokus. Rasanya semua
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

138. Tidak Bisa Tidur

“Babe.” Brandon menyapa Kelly melalui layar ponsel.“Hai.” Kelly terlihat memicingkan mata. “Kenapa kamu tidak pakai baju?”“Aku mau tidur, Babe.”“Iya, tau. Kenapa telanjang begitu?”Tanpa menjawab, Brandon malah mengarahkan kamera ke dalam selimutnya. Ia tergelak geli mendengar istrinya menggerutu sambil memberengut.“Apa-apaan, sih? Kamu nggak nyembunyiin perempuan di situ, ‘kan?”“Astaga, Babe! Aku nggak nafsu sama perempuan lain. Maunya sama kamu aja.”“Gombal!”Kekehan kecil kembali terdengar. Sehabis pulang kantor dengan pekerjaan yang padat, Brandon mengaku malas mengganti pakaian. Ia langsung melepas semua pakaian dan naik ke ranjang.“Dan tentu saja aku merindukanmu.”“Beneran nggak ada siapa-siapa di dalam kamar?”Kali ini, Brandon mengarahkan kamera ke seluruh kamar. Bahkan ke sisi tempat tidur yang biasa ditempati Kelly. Sisi itu masih rapi.“Masa kamu tidak percaya, sih?” Brandon menggeleng kesal.“Well. Aku hanya ingat ucapanmu bahwa hidup di negara bebas, biasa saja me
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

139. Tidak Marah

Kalau saja bukan karena ia mengumpulkan para direktur dan mengadakan meeting besar, Brandon pasti sudah pulang saat ini juga. Ia mengeluh pada Ian tentang kejadian semalam. Sahabatnya itu dengan cekatan langsung membantu membereskan masalah di mansion.Padahal, setelah rapat ia juga sudah berjanji untuk bertemu beberapa teman dekat di klub. Tetapi, saat ini, ia harus lebih mementingkan Kelly. Istrinya itu pasti sedang merajuk sekarang.“Aku pulang sekarang, ya. Maaf, jadi tidak sempat pergi ke klub. Titip salam saja pada teman-teman di sana.” Tepat sehabis rapat, Brandon langsung membereskan barang-barangnya.“Aku mengerti. Akan kusampaikan salam darimu pada teman-teman kita.”Brandon mengangguk serta mengucapkan terima kasih. Ia menitipkan banyak pesan pada sang sahabat. Terutama penyangkut pekerjaan dan tempat tinggalnya yang telah berbulan-bulan ia tinggalkan.“Kamu tidak bermaksud menetap di negara Kelly, ‘kan?”“Kamu sudah sering menanyakan hal yang sama, Ian. Apa ingatanmu mulai
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

140. Mau Kerja

Baru kali ini rasanya Brandon merasakan ketenangan di mansion William. Tentu saja, penghuninya masih sibuk di rumah sakit. Bahkan pagi ini, Brandon dan Kelly hanya sarapan berdua.“Daddy sudah boleh pulang akhir minggu ini.” Kelly membacakan pesan di ponselnya.“Syukurlah. Artinya, kesehatannya membaik.”Kepala Kelly mengangguk. Ia tau semua anggota keluarga senang, tetapi dirinya merasa yang paling terharu mendapat berita ini. Selain karena turut andil dalam pengobatan, Kelly juga sangat ingin sang daddy hidup lebih lama.“Tolong sampaikan ucapan terima kasih pada Mommy Florence dan Daddy Donald. Karena penemuan mereka, pengobatan Daddy William berlangsung lancar.” Kelly berkata pada sang suami.“Kenapa tidak telepon sendiri? Kamu punya nomer Mommy Florence dan Daddy Donald, kan?”“Kamu saja dulu. Aku sedang makan.”Sebenarnya itu alasan Kelly saja. Bahkan saat ini pun Brandon sedang makan, dan lelaki itu tampak mengangkat alis mendengar alasan Kelly. Namun Kelly bersikeras karena ia
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more
PREV
1
...
1213141516
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status