Semua Bab DITINGGAL MANTAN DINIKAHI SULTAN: Bab 21 - Bab 30

58 Bab

21

Pak Subrata salah tingkah dengan rengekan Mayang. Ah kapan ia bisa menolak keinginan anaknya itu. Walau keinginannya sendiri sebenarnya pasti baik untuk kehidupan Mayang. Namun bukankha tujuan hidupnya saat ini adalah kebahagiaan Mayang?Pak Subrata beranjak dari duduknya. Dimas sempat kaget, apakah mungkin laki laki yang menjadi mertuanya itu sakit hati?“Ya sudah terserah kamu saja, bagaimana baiknya, bagaimana bahagianya kamu, kamu atur saja sendiri ya. Papi nurut saja. Papi sayang kamu. Papi berangkat dulu ya,” kata Pak Subrata yang segera bergegas menuju lahannya yang amat luas itu.Tentu saja Mayang tersenyum puas. Tapi berbeda dengan Dimas.“May. Papi tidak marah?” tanya Dimas.“Hah? Marah? Marah kenapa? Si PApi memang begitu, kalau makan sesuai mood. Kalau moodku kurang bagus ya begiu ditinggal begitu saja walau tidak habis.”Dimas menghela nafas pelan.“Lalu kamu tidak tanya apa yang membuat Papi moodnya tidak bagus?” tanya DimasDan Mayang hanya menggeleng tanpa rasa bersala
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-12
Baca selengkapnya

22

"Papa berencana menikahkan kamu Ndra." ujar Papa Andra dengan pelan. Ia masih hati hati sekali berbicara kepada Andra Andra hanya melengos pelan. Entah rencana apa yang akan dilakukan oleh orang tuanya. Setelah ia mati-matian membela sang kekasih tapi tidak berujung mendapat restu. Bahkan Papanya tak segan mengusirnya karena dianggap pembangkang. Saya hari itu, Andra baru melihat bagaimana marahnya sang papa yang begitu hebat. Melihat anaknya yang terlihat masih cuek saja, Papa Andra dan istri saling berpandangan. Entah apa yang mereka rencanakan tapi mereka seperti memberi sebuah isyarat. "Ndra, duduk dulu yuk. Ada yang ingin mama bicarakan," kata sang mama. Nada lembut dan pelan sang mama selalu berhasil membuat Andra luluh. Dan akhirnya ia mau duduk. "Kamu tau tidak, kenapa mama dan papa bersikeras melarang kamu dulu menjalin hubungan dengan Lia?" tanya sang mama dengan pelan. "Ya karena Lia lebih tua dari aku kan? Seisih umur kami yang terpaut jauh kan? Karena Lia hanyalah s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya

23

“Kenapa akhirnya? Kenapa tidak dari dulu saja?” tanya Aruna yang heran.“Dia itu baru pulang Run. Sepertinya dia itu merantau,” jawab Pak Wito.“Oh.” Aruna hanya mengangguk kecil. Sama sekali tak pernah terbayangkan dalam benknya harus menikah dengan laki laki yang bahkan seusia ayahnya.“Tapi kamu jangan khawatir Run. Kamu tidak perlu berdandan cantik. Memaksakan diri harus menarik. Itu tidak perlu. Dia justru ma menerima apa adanya. Ya merias diri selayaknya saja Run. Tidak usah berlebihan,” nasihat Pak Wito.“Karena hanya aku ya Pak yang mau dengan orang tua seperti dia?” tanya Aruna yang mati matian menahan rasa kesalnya tersebut.“Hust ngawur kamu itu. Belum tua Run. Dia itu walaupun kaya tapi tidak pernah memandang orang kecil seperti kita itu hina. Ia tak pernah membeda bedakan,” jawab Pak Wito.Aruna hanya menelan saliva, ya tua menurut bapaknya mungkin yang sudah kakek kakek memakai tongkat, itu yang namanya tua. Begitulah batin Aruna dalam hati.*“Sayang, kita honeymoon yuk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-14
Baca selengkapnya

24

“Mayang kenapa kamu cemberut seperti itu?” tanya Pak Subrata saat Mayang turun ke bawah untuk makan siang. Namun Mayang juga tidak langsung menjawab. Pak Subrata tamapl celingukan.“Loh Dimas kemana?” tanya Pak Subrata.“Hilang. Ditelan bumi,” jawab Maynag dengan sinis.Pak Subrata sudah merasa kalau pasti ada maalah dengan Mayang dan Dimas.“Mayang, ada apa? Cerita ke Papa? APa yang dilakukan Dimas itu? Dassar laki laki tidak tau diuntung,” gerutu Pak Subrata.“Dimas itu menolak kemauanku Pa. aku ingin liburan ke korea. Tapi kata Dimas ngabisin uang lah, dia mau di dalam negeri saja. Memangnya aku ini adalah dia, yang liburan cukup di luar kota saja. Apa dia lupa dia menikah dengan orang yang bagaimana? Lagipula meskipun aku mau liburan du liar negeri juga tapi aku tidak minta uang ke dia kan Pa?” tanya Mayang mencari pembelaan.“Kurang enak apa jadi laki laki itu. Di rumah ini semua juga ada,” yambah pak Subrata.“Asalamualaikum.”Terdengar suara Dimas dari luar. Ternyata dia baru p
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-15
Baca selengkapnya

25

Andra hafal betul jalan menuju rumah ini. Tapi apa mungkin ia akan dijodokan dengan tetangganya Aruna. Tapi siapa? Yang mana? Kenapa dunia rasanya sempit sekali?Andra hanya memandang jakanan. Jalanan yang dulu ia lalui saat mengantar Aruna untuk pulang. Namun tiba tiba mobil berhenti di sebuah rumah yang taka sing lagi untuk Andra. Ya rumah siapa lagi kalau bukan Aruna. Berkali kali Andra mengucek matanya untuk memastikan bahwa mobil memang berhenti di sebuah rumah yang pernah Andra kunjungi.“Ndra, kenapa?” tanya Mama Andra yamg sadar anaknya sedang mengucek matanya berkali kali.“Benar ini rumahnya Ma?” tanya Andra memastikan.Dan Mama Andra mengangguk.“Ndra, mama tidak pernah mengajari kamu untuk membedakan orang lain apalagi lewat materi. Harta itu hanya bonus Ndra, kuncinya ada di hati. Percuma kamu punya pasangan dari keluarga kaya raya kalau hatinya tidak bersih. Untuk apa? Hidup juga tak akan nyaman Ndra. Percaya mama dan papa. Kali ini pilihan kami pasti tidak akan salah,”
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

26

Semua tertawa mendengar permintaan Andra. “Sabar dulu domg. Kamu jangan terburu buru. Kelihatan sekali kalau kamu suka dengan Aruna,” goda Pak Robert.Andra tersenyum lebar.“Run, kita jodoh,” kata Andra dengan senang.Namun Aruna masih saja melongo. Apa yang di depannnya saat ini seperti mimpi. Dalam bayangannya semua mimpi dan cita citanya akan hancur saat ia akan dikahkan oleh pria tua seumuran bapaknya. Ternyaa laki alki yang akan dinikahkan dengannya adalah Andra. Entah cinta atau apa, selama ia dekat dengan laki laki tampan itu, ia merasa nyaman. “Run, apa kamu tidak senang? Apa kamu keberatan?” tanya Andra.Aruna terpaksa memaksakan senyumnya.“Tapi Ndra. Aku kan ya kamu bisa lihat aku dari keluarga yang biasa saja. Bahkan aku dulu sering pinjam uang ke kamu. Dan sekarang aku baru tau kalau kamu adalah anak dari Pak Robert, bos dari bapakku. Yang memiliki bisnis property. Itu yang baru saya tau. Belum yang lainnya. Apa pantas Ndra?” tanya Aruna dengan ragu.Mama Andra seger
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-17
Baca selengkapnya

27

Bu Siti tidak langsung menjawabpertanyaan Dimas tersebut. Tapi Dimas mengusap wajahnya dengan kasar.“Ya Tuhan Bu. Dimas ini bukan barang Bu. Bukan untuk diperjualbelikan. Dimas juga punya hati Bu,” protes Dimas karena perasaannya saat itu sudah mulai tidak enak.Bu Siti mengibskan tangannya di udara.“Kamu ini ngomong apa sih Dimas?” jawab Bu Siti.“Ya kali saja, ibu tega menjualku kepada yang lebih kaya demi uang.”“Ibu ini tidak ada makst menuual kamu ya, Hanya saja ibu itu berpikir bahwa kamu harus punya masa depan yang bagus. Kamu pikir rumah tangga dengan ekonomi yang pas pasan itu menyenangkan begitu?”“Kalau Aruna menikah dengan orang kaya ya sudahlah Bu kalau begitu.”“Loh kok justru ya sudah? Tidak kamu tidak boleh kalah dengan Aruna. Enak saja. Dia menikahkan Aruna dengan laki laki itu aslinya juga untuk balas dendam, kepada kita,” kata Bu Siti yang terus menggebu nggebu.Dimas hanya membuang nafas dengan berat.“Lalu apa yang harus Dimas lakukan Bu? Selama ini kan dimas
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-18
Baca selengkapnya

28

Malam itu, Dimas duduk di ruang tamu dengan perasaan cemas. Sejak Mayang pergi keluar, Dimas tidak mendengar suara apapun dari luar. Biasanya, Mayang akan mengamuk atau mengadu kepada Pak Subrata, tapi kali ini suasana sangat sepi. Dia merasakan ada sesuatu yang salah, tapi dia tidak tahu apa.Suara langkah kaki terdengar mendekat dari lorong panjang. Dimas menoleh, berharap itu hanya Mayang yang kembali dengan marah biasa. Tapi, suara langkah itu terlalu berat dan teratur. Pintu ruang tamu terbuka dengan keras, dan di sana berdiri Pak Subrata dengan wajah merah padam.Pak Subrata menatap Dimas dengan tajam, tatapan yang bisa membuat siapa saja gemetar."Jadi, kamu menganggap anakku jelek, Dimas?" Suaranya berat dan penuh amarah.Dimas menelan ludahnya, mencoba untuk tetap tenang. "Bukan begitu, Pak. Saya hanya ingin Mayang sedikit memperhatikan penampilannya. Bukan berarti dia jelek."Pak Subrata mendekat, membuat jarak antara mereka semakin sempit. "Kamu pikir kamu siapa bisa menghi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-19
Baca selengkapnya

29

Dimas menatap sinis ke arah ibunya."Sudah lah Bu. Tak usah lebay," ujar Dimas lalu Manarik tuas gas motornya untuk segera menjauh dari dekat rumah Aruna.Dimas duduk di kursi kayu tua di ruang makan, menatap piring kosong di depannya dengan tatapan kosong. Ia baru saja menerima tawaran pekerjaan di Jepang yang menggiurkan. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya, sesuatu yang membuatnya merasa bimbang. Bu Siti, ibunya, memasuki ruangan dengan langkah tenang namun tegas."Dimas, ibu tidak mau dengar kamu pergi ke Jepang," kata Bu Siti dengan nada yang menahan amarah. Matanya menatap tajam ke arah putranya.Dimas mengangguk pelan. "Iya, Bu. Tapi aku pikir ini kesempatan bagus untuk memperbaiki hidup kita."Bu Siti menghentakkan tangannya ke meja, suaranya menggelegar di ruangan yang sempit itu. "Kamu gila, Dimas! Mau meninggalkan keluargamu? Mau lari dari tanggung jawabmu sebagai suami?"Dimas terkejut dengan reaksi ibunya. "Bu, aku hanya ingin mencari kehidupan yang lebih baik.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

30

Dimas berdiri di depan Mayang, bibirnya terkatup rapat. Hatinya mendidih, namun dia hanya mampu memandang Mayang dengan tatapan tajam. Mayang yang berdiri di hadapannya, sedikit tersenyum seperti meremehkan, dengan nada sombong yang tak bisa disembunyikan."Jadi, kamu pikir aku takut padamu?" kata Mayang dengan suara yang sedikit mengolok.Dimas hampir tidak bisa menahan diri. Tanpa sengaja, tangannya memang terangkat, niatnya untuk menampar Mayang sangat besar. Namun saat telapak tangannya hampir menyentuh pipi Mayang, ia berhenti seketika. Wajahnya berubah menjadi pucat, pikirannya terganggu oleh kesadaran bahwa perbuatannya bisa merusak reputasi keluarganya. Terlebih, dia tak ingin terjebak dalam perasaan yang membelenggu dirinya.Mayang menatapnya dengan rasa kemenangan."Kamu tidak berani," ujarnya sambil tersenyum penuh kemenangan, menyadari bahwa Dimas takkan berani melakukan apapun karena dia bergantung pada keluarga Mayang, terutama ibunya yang selalu membela apapun yang dila
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status