Semua Bab Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi: Bab 91 - Bab 100

160 Bab

Bab 91 Balasan Setimpal

Elvis masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Dia melihat Feliz melepas tangan Mahira. Pria itu menatap tajam penuh kebencian.“Apa masih lama memeriksa istriku?” Elvis mendekati Mahira. Dia mencium dahi wanita itu di depan Feliz. “Maaf, aku rasa kalian sudah cerai,” ucap Feliz tidak suka melihat Elvis mencium Mahira.“Itu hanya perasaan kamu saja.” Elvis menarik kursi dan duduk di samping Mahira. Dia membelai rambut Mahira yang diam saja karena tidak ingin menghancurkan harga diri sang suami di depan pria lain.“Baiklah. Mahira, aku keluar dulu. Cepat sembut ya.” Feliz melambaikan tangan pada Mahira.“Terima kasih,” ucap Mahira.“Ya.” Feliz tersenyum dan keluar dari kamar Mahira.Dua pria itu menahan cemburu. Mereka benar-benar mencintai wanita yang sama. Elvis yang dingin di awal kini sangat posesif pada Mahira dan Feliz yang memang tidak mengubah hati serta perasaan dari pertama jumpa hingga detik ini.“Mahira, apa kamu menyukai Feliz?” tanya Elvis menatap Mahira.“Ya,” jawab Ma
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya

Bab 92 Masuk Rumah Sakit

Malam hadir dengan teratur. Sasa tidak sadarkan diri. Tubuhnya dingin dan membeku. Dia begitu dekat dengan kematian.“Kenapa Non Sasa tidak keluar juga dari kamar? Sekarang sudah waktu makan malam.” Bibi menaiki tangga menuju kamar Sasa.“Non, Non Sasa.” Bibi mengetuk pintu kamar Sasa.“Ada apa, Bi?” tanya Selia yang baru pulang dari Perusahaan bersama suaminya.“Aku masuk kamar dulu.” Sang suami pergi ke kamarnya. Pria itu sangat lelah setelah melakukan perjalanan bisnis. Dia butuh istirahat dan membersihkan diri.“Non Sasa belum keluar dari siang tadi, Bu. Sekarang sudah waktu makan malam,” jawab bibi.“Apa? Tidak biasanya dia berkurung di dalam kamar. Sasa.” Selia membuka pintu kamar Sasa. Dia mendapatkan ruangan yang gelap.“Sasa, di mana kamu? Kenapa kamarnya gelap? Apa dia tidur?” Selia segera menyalakan lampu dan melihat tempat tidur yang kosong dan kamar berantakan.“Apa yang terjadi?” Sasa dan bibi memperhatikan sekeliling. Semua gorden dan jendela masih terbuka.“Sasa, di man
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

Bab 93 Kepedulian

Elvis benar-benar tidak pergi ke kantor sama sekali. Padahal ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Rapat yang telah dibatalkan karena pria itu tidak mau meninggalkan Mahira. Dia tidak ingin memberi kesempatan kepada Feliz mendekati istrinya.“Dia sangat sibuk.” Mahira melihat Elvis yang duduk di sofa dan memangku laptop.“Tangannya masih sakit dan terluka, tetapi tetap kerja dan berada di kamarku. Sebenarnya apa yang kamu inginkan, Elvis?” Mahira memperhatikan Elvis yang tampak fokus bekerja. Jiwa seorang dokter sangat ingin membantu orang yang terluka, tetapi dia pun sedang sakit.“Apa kamu tidak lelah?” tanya Mahira yang sudah duduk di tempat tidur. Selama menjadi pasangan suam istri, dia terus berusaha bisa membantu Elvis.“Apa kamu sedang mengkhawatirkanku?” Elvis yang sedang bekerja segera menutup komputernya.“Kamu juga pasien sehingga harus beristirahat.” Mahira melihat Elvis yang beranjak dari sofa dan mendekati dirinya. Dia benar-benar menyesal telah mengganggu pria it
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-17
Baca selengkapnya

Bab 94 Pemulihan

Mahira melakukan terapi pada dirinya sendiri dengan bantuan Ela yang memang asistennya. Elvis memperhatikan sang istri yang tidak peduli pada suaminya. Pria itu sangat kagum pada wanita yang memiliki kemampuan medis tradisional dan modern.“Apa kamu bisa keluar?” tanya Mahira.“Kenapa?” Elvis balik bertanya.“Aku akan melepaskan pakaian dan mencari titik yang sakit,” jelas Mahira.“Aku sudah melihat semuanya,” ucap Elvis dan Ela tersenyum.“Keluarlah! Aku mau cepat sembuh,” tegas Mahira.“Baik. Aku akan menunggu di luar.” Elvis pun menurut dan keluar dari kamar. “Tolong lihat punggungku. Apa ada luka atau memar?” Mahira melepas pakaiannya tanpa ragu.“Tidak ada. Semuanya sudah bersih. Sisa luka pada tangan dan kaki saja,” ucap Ela.“Ya. Aku pun sudah merasa lebih baik dengan meminum ramuan tanpa obat kimia.” Mahira yang seorang dokter saja menggunakan obat herbal untuk kesembuhan dirinya.“Aku rasa Anda sudah bisa pulang.” Ela tersenyum.“Ya. Terima kasih sudah membuatkan ramuan untuk
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-18
Baca selengkapnya

Bab 95 Masa Tenang

Mahira telah keluar dari rumah sakit dan diantar oleh Elvis. Pria itu ingin memastikan bahwa istrinya sampai di rumah dengan selamat.“Kamu boleh pulang. Aku mau istirahat,” ucap Mahira. “Aku akan mengantarkan kamu ke dalam.” Elvis mengikuti Mahira masuk dan wanita itu tidak menolak. Dia malas untuk terus berdebat. “Hm.” Mahira langsung masuk kamar dan merebahkan diri di kasur. Dia benar-benar butus istirahat setelah perculikan dan dirawat di rumah sakit. Wanita itu cukup beruntung karena seorang dokter hebat sehingga denga mudah pulih dan sembuh.Elvis duduk di sofa dan melihat Mahira yang telah menghilang dari balik pintu yang terutup. Pria itu duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya. Dia pun cukup lelah dengan begitu banyak kejadian secara tiba-tiba. Hidup yang tenang dan damai kini seakan banyak ujian serta cobaan yang tidak terduga.“Apa aku hanya ingin balas budi?” Elvis menatap pintu kamar Mahira yang tertutup rapat. “Kenapa aku tidak ingin melepaskannya? Kenapa aku marah ketik
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-18
Baca selengkapnya

Bab 96 Mirna dan Manisa

Mirna dan Manisa benar-benar tidak berani keluar dari persembunyian mereka. Dua orang itu bahkan harus menyamar ketika mencari makanan seadanya di sekitar rumah.“Ma, mau sampai kapan kita begini? Aku sudah tidak kuliah. Aku tidak bisa terus sembunyi.” Manisa tampak kesal karena terkurung di dalam rumah lama yang kotor dan jauh dari pusat kota. Dia pun sudah beberapa hari tidak kuliah.“Apa kamu mau ditangkap anak buah Elvis?” tanya Mirna.“Apa Mama yakin orang-orang itu anak buah Kak Elvis?” Manisa balik bertanya.“Mahira hidup sebatang kara. Elvis pasti mencarinya dan pergi ke rumah kita,” jelas Mirna.“Kak Elvis kan tidak mencintai Kak Mahira. Kenapa dia harus mencari Kak Mahira?” Manisa menatap Mirna.“Mungkin dia mau menagih utang dalam perjanjian pernikahan,” ucap Mirna. Wanita itu tahu jelas bahwa dirinya telah menjual Mahira kepada Elvis dengan alasan tanggung jawab atas kecelakaan.“Apa Kak Mahira ada utang pada Kak Elvis? Pantas saja kita tidak mendapatkan kiriman uang lagi.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-19
Baca selengkapnya

Bab 97 Lari Lagi

Elvis duduk di tepi kasur. Dia membuka berkas tentang kehidupan Mahira dari kecil hingga menikah dengannya.“Dia sangat menderita. Pantas saja hatinya begitu lembut dan lemah.” Elvis melihat foto-foto dan bahkan video kehidupan Mahira. Jari-jari itu meremas berkas di tangannya.“Dia selalu menolong nyawa orang lain. Padahal nyawanya dalam bahaya. Terlihat bahagia, tetapi harinya sangat tersiksa.” Elvis membuang semua berkas hingga berhamburan di lantai. “Apa yang kamu cari Mahira? Apa tujuan hidup kamu hanya menyenangkan orang lain? Kamu begitu bodoh dan menderita.” Elvis benar-benar kesal pada Mahira yang terlalu lemah dan menerima apa pun.“Pantas saja kamu rela bertahan dalam dua tahun pernikahan yang penuh penderitaan.” Elvis benar-benar memikirkan Mahira sehingga pria itu rela memberikan kebebasan dan masa tenang untuk istrinya.“Aku tidak akan menganggu kamu selama satu minggu ini. Aku tepati janjiku, Mahira.” Elvis menghubungi Rino untuk menarik anak buah yang mengawasi rumah M
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-19
Baca selengkapnya

Bab 98 Kecanduan Mahira

“Arrggh!” Elvis mengamuk. Pria itu menarik semua pakaian Mahira dari lemari dan menghamburkan ke lantai. “Mahira. Aku telah memberikan kepercayaan kepada kamu, tetapi apa yang kamu lakukan? Pergi tanpa memberitahuku.” Elvis melempar vas bunga ke meja rias hingga cermin pecah.“Aargggh!” Elvis membuka semua pintu lemari dan mengosongkan isinya.“Rino bawa semua barang-barang Mahira tanpa ada yang tersisa. Pindahkan ke rumah baru!” printah Elvis pada Rino yang berlari masuk ke dalam kamar karena mendengarkan pecahan kaca dan vas yang cukup kuat.“Apa?” Rino terkejut melihat kamar Mahira yang sudah berantakan. Elvis benar-benar menghancurkan ruangan pribadi Mahira.“Hancurkan lantai milik Mahira,” ucap Elvis lagi.“Agar dia tidak pernah kembali lagi ke rumah ini.” Elvis duduk di atas kasur. Dia melihat bantal dan guling Mahira. “Bawa ini juga.” Elvis mencium bantal yang masih meninggalkan aroma tubuh Mahira.“Baik, Bos.” Rino cukup bergidik melihat Elvis yang tersenyum tipis memeluk sel
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-20
Baca selengkapnya

Bab 99 Siuman

Renaldi dan Elvita pulang dari perjalanan bisnis. Mereka tidak tahu bahwa telah terjadi hal besar di dalam keluarga.“Lia,” sapa Elvita masuk ke dalam rumah.“Ma.” Relia segera memeluk Elvita dan menangis. “Ada apa?” tanya Renaldi bingung. “Ma, aku tidak boleh keluar rumah lagi. Aku diantar jemput ke kampus,” jelas Relia. “Itu bagus. Kenapa menangis?” Renaldi duduk di sofa. Pria itu melonggarkan darinya. Dia sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang dan jauh.“Hm.” Relia tidak bisa memberikan jawaban. Dia sedang dihukum Elvis karena telah membawa Mahira keluar dari rumah hinngga diculik.“Di mana Elvis?” tanya Elvita.“Apa dia masih di Perusahaan?” Elvita melihat Relia yang sudah pindah ke sofa lain.“Kak Elvis tidak pulang ke rumah ini lagi,” ucap Relia.“Kemana dia?” tanya Renaldi.“Kak Elvis membeli rumah yang ada di pusat kota dan dekat dari perusahaannya,” jawab Relia.“Rumah itu memang sudah dibeli dua tahun yang lalu, tetapi belum ditinggal. Dulu, Mama pikir akan dija
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-20
Baca selengkapnya

Bab 100 Frustasi Elvis

Elvis benar-benar kehilangan Mahira. Pria itu tidak menemukan istrinya dalam waktu yang cukup lama. Dia sangat ingin marah. “Kemana Feliz menyembunyikan Mahira?” Elvis mengepalkan tangannya. Pria itu benar-benar tidak menemukan petunjuk apa pun. Seakan semuanya hilang begitu saja. Istrinya tidak pernah terlihat lagi. Tidak ada kabar apa pun.“Mahira, kemana kamu? Kenapa pergi lagi dan lagi? Aku merindukan kamu, Mahira. Kenapa menyiksaku?” Elvis berada di dalam kamar Mahira. Ruangan itu tampak gelap. Sedikit cahaya berasal dari luar yang masuk melalui jendela dan dinding kaca.Jari-jari kekar Elvis meremas gaun terakhir yang dikenakan Mahira. Dia mencium dengan dalam. Menikmati aroma yang sangat dirindukannya.“Hah!” Elvis memejamkan matanya. Dia menekan gigi atas dan bawah untuk menahan emosi yang ingin keluar.“Aarrggh!” Elvis meninju bantal. Pria itu bisa saja menghancurkan rumah kaca jika benar-benar sudah marah.“Sudah berapa lama kamu pergi, Mahira? Aku bahkan tidak bisa menghitu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-22
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
89101112
...
16
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status