Semua Bab TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG: Bab 181 - Bab 190

321 Bab

Chapter 181

Tubuh pria tua itu masih terasa dingin, tetapi napasnya mulai stabil. Xuan Li memeriksa denyut nadi di pergelangan tangannya, memastikan bahwa pria itu belum terlalu jauh dari batas hidup dan mati.Sebagai seorang tabib dan alkemis berbakat, menyelamatkan orang dalam kondisi seperti ini bukanlah masalah besar baginya. Selama jiwanya belum benar-benar tercerabut, masih ada harapan untuk mengembalikan tubuhnya ke kondisi semula.Tanpa ragu, Xuan Li mengeluarkan sebuah pil pemulihan. Aroma herbal yang kuat langsung menyebar di udara begitu pil itu dikeluarkan, membuat Lin Gong mengendus penasaran."Kau selalu membawa pil penyembuh ke mana-mana, ya?" Lin Gong berkomentar santai, meski matanya tetap tertuju pada pria tua yang terbaring lemah di hadapan mereka.Xuan Li tidak menjawab. Dengan gerakan terampil, ia menyelipkan pil itu ke dalam mulut pria tersebut dan menyalurkan energi spiritual ke dalam tubuhnya. Ujung jarinya bergerak lincah di sepanjang beberapa titik akupuntur, menstimulas
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-12
Baca selengkapnya

Chapter 182

Xuan Li berjalan menuju meja resepsionis di lantai bawah penginapan. Tangannya merogoh kantong dalam jubahnya, mengeluarkan beberapa keping perak dan meletakkannya di atas meja."Tiga kamar dan beberapa hidangan," katanya singkat.Pelayan penginapan, seorang pria paruh baya dengan wajah lelah, mengangguk tanpa banyak bertanya. Ia sudah terbiasa melayani tamu-tamu yang tidak suka berbasa-basi. Tak butuh waktu lama, aroma rempah yang kaya mulai menguar dari dapur, bercampur dengan wangi nasi hangat dan lauk-pauk beraneka ragam.Begitu hidangan disajikan, Lin Gong langsung berseri-seri. Matanya berbinar saat melihat ayam panggang berlapis madu, sup herbal yang mengepulkan uap panas, dan semangkuk besar mie yang masih hangat. Tanpa ragu, ia mengambil sumpit dan mulai melahap makanan dengan lahap."Ini baru namanya makan!" serunya sambil tertawa. "Wu Yu, kau benar-benar tahu bagaimana memperlakukan seorang teman!"Xuan Li hanya meliriknya sekilas sebelum duduk. Ia mengambil cangkir teh dan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-12
Baca selengkapnya

Chapter 183

Xuan Li meraih surat yang masih tertancap di batang panah. Permukaannya kasar, dengan segel lilin hitam yang sudah retak. Ia merobek amplopnya dan mengamati isi surat di bawah cahaya lentera."Jangan ikut campur urusan organisasi Hitam Berkabut. Jian Cheng harus kembali ke Istana Gelap segera. Jika tidak, akibatnya akan fatal."Xuan Li menyipitkan mata. Tulisan itu dibuat dengan tinta merah tua—seperti darah yang mengering. Ancaman ini jelas bukan main-main.Jian Cheng, yang berdiri di sampingnya, langsung terduduk lemas begitu melihat isi surat itu. Wajahnya yang tadi penuh tekad kini memucat. Tangannya bergetar, seolah kekuatan telah meninggalkannya."Tidak… mereka sudah menemukan aku..." gumamnya, suaranya penuh ketakutan.Xuan Li tetap tenang. Ia melirik pria itu dan menilai ekspresinya. Takut? Bingung? Atau ada sesuatu yang lebih besar yang ia sembunyikan?"Apakah yang mereka inginkan?" tanya Xuan Li datar.Jian Cheng menelan ludah. Ia menoleh kanan-kiri, memastikan tak ada orang
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya

Chapter 184

Dalam kebingungan, ia memejamkan mata dan berbicara dalam hati."Wu Hei, apakah kau tahu sesuatu tentang ini?"Suara dalam jiwanya tetap sunyi selama beberapa saat, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Lalu, sebuah suara dalam dan berat terdengar dalam pikirannya."Heh... Jadi akhirnya kau menemukannya juga."Xuan Li mengepalkan tangan. "Jadi kau tahu?""Tentu saja. Lonceng Pengubah Takdir bukan sekadar artefak biasa. Itu adalah benda yang seharusnya tidak pernah ada di dunia ini. Dan sekarang, kau berdiri di hadapan salah satu pecahannya."Suara Wu Hei terdengar lebih serius dari biasanya, membuat Xuan Li semakin waspada."Apa maksudmu? Jelaskan."Wu Hei tertawa kecil, tapi ada nada kegetiran di dalamnya."Lonceng ini... dibuat dari roh-roh yang dikorbankan dalam ritual terlarang. Setiap bagian yang terpencar membawa jejak energi dari para makhluk yang diambil nyawanya untuk menciptakan lonceng ini. Dan bukan hanya itu... energi dalam tubuhmu, Xuan Li, memiliki resonansi dengan lo
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya

Chapter 185

Xuan Li masih merasakan sisa getaran samar dari jejak kesadaran Lin Gong yang menghilang secara misterius."Istana Gelap… di mana tepatnya tempat itu?" pikirnya dalam diam.Organisasi Hitam Berkabut tidak meninggalkan banyak jejak. Mereka beroperasi dalam bayangan, seperti hantu yang tak bisa disentuh. Informasi tentang keberadaan mereka sangat terbatas, bahkan di kalangan dunia bawah. Tapi Xuan Li bukan seseorang yang mudah menyerah.Ia mengepalkan tangannya. "Tidak peduli seberapa sulitnya… Aku akan menemukannya," gumamnya lirih.Tanpa membuang waktu, ia mulai bergerak, menyusuri jalan setapak yang jarang dilalui. Seharian penuh Xuan Li terus berjalan, mengandalkan intuisi dan jejak samar Lin Gong yang tertinggal dalam kesadarannya. Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin sulit rasanya menangkap keberadaan Lin Gong.Saat matahari mulai condong ke barat, pikirannya teringat pada satu tempat.Kota Merak.Kota tanpa hukum itu adalah sarang bagi para pembunuh, pencuri, dan para penja
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya

Chapter 186

Xuan Li bergerak dalam senyap, mengikuti kelompok utusan yang menuju ke Istana Gelap. Setiap langkah mereka dijaga ketat oleh bayangan yang melintas di antara pepohonan, namun ia tetap menjaga jaraknya, bersembunyi di antara rerimbunan tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun.Udara malam terasa dingin, menusuk hingga ke tulang. Langit yang mendung membuat bulan hanya sesekali menampakkan cahayanya, memberi Xuan Li kesempatan untuk bergerak tanpa mudah terdeteksi."Lin Gong… Jian Cheng… bertahanlah sedikit lagi," gumamnya dalam hati.Perjalanan mereka berlangsung cukup lama, melewati hutan lebat hingga akhirnya tiba di sebuah lembah tersembunyi. Di sanalah berdiri sebuah bangunan raksasa yang terbuat dari batu hitam pekat—Istana Gelap.Xuan Li berhenti di kejauhan, menyelidiki keadaan. Para penjaga berseragam hitam berjaga di sepanjang gerbang, mata mereka tajam seperti burung pemangsa. Setiap orang yang masuk harus melewati pemeriksaan ketat. Tidak ada celah bagi orang asing untuk men
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya

Chapter 187

Udara di lorong bawah tanah terasa pekat dan menusuk paru-paru. Aroma lembap bercampur dengan bau darah dan logam karat, menciptakan atmosfer yang menyesakkan. Cahaya obor yang redup bergetar di dinding batu yang kasar, seolah-olah enggan menyentuh kegelapan yang menyelimuti tempat itu.Xuan Li berdiri di sudut lorong, matanya tajam mengamati seorang penjaga yang bergegas masuk ke dalam ruangan besar di ujung lorong. Langkah kaki pria itu tergesa-gesa, suaranya bergema di sepanjang dinding sempit."Dia pasti membawa informasi penting."Xuan Li menunggu beberapa saat sebelum menyelinap di belakangnya. Tubuhnya bergerak ringan seperti bayangan, nyaris tanpa suara.Dari celah pintu yang sedikit terbuka, ia bisa melihat penjaga itu berdiri tegap di hadapan seorang pria bertubuh tinggi dengan aura yang menekan. Xi Meng, ketua Organisasi Pembunuh Hitam Berkabut."Tuan, bahan ramuan yang Anda pesan telah tiba," lapor penjaga itu dengan nada hormat.Xi Meng menyipitkan mata sebelum beranjak d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya

Chapter 188

Darah segar menetes dari ujung lengan Xuan Li, bercampur dengan debu dan pecahan batu yang beterbangan di udara. Nafasnya berat, tetapi matanya tetap tajam, penuh determinasi yang tak tergoyahkan.Lorong bawah tanah yang sempit telah ia tinggalkan. Kini, ia berdiri di tengah aula luas yang dipenuhi reruntuhan, jejak pertempuran sebelumnya masih membara di sekelilingnya.Di belakangnya, formasi pertahanan yang ia ciptakan mulai berpendar, melindungi Lin Gong dan Jian Cheng dari ancaman eksternal. Segel-segel spiritual berputar perlahan di udara, membentuk penghalang transparan yang berkilauan.Xuan Li tahu, waktunya tidak banyak.Langkah kaki bergema di lantai batu yang retak. Bayangan-bayangan hitam mulai bermunculan dari segala arah, mengitari tempat itu seperti predator yang mencium darah segar.Di ujung aula, seorang pria bertubuh tegap berdiri dengan tangan bersedekap. Matanya menyipit menatap Xuan Li dengan tatapan penuh minat, seolah menilai barang antik yang baru saja ditemukan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya

Chapter 189

Xi Meng tidak sempat bereaksi. Dalam sekejap, Xuan Li sudah berada di hadapannya, mencengkeram kepalanya dengan kekuatan yang menakutkan.Mata Xi Meng membelalak, tubuhnya seketika kaku. Tangan Xuan Li sudah mencengkeram kepalanya."Ti-Tidak..." Suara Xi Meng gemetar. "Kau... bukan manusia..."Ia berusaha meronta, tapi tak ada gunanya. Cengkeraman itu seperti belenggu kematian.Pecahan lonceng di tubuh Xuan Li bergetar. Aura gelap menyembur keluar, menyelimuti tubuh Xi Meng dalam kabut hitam yang berputar-putar seperti pusaran neraka.Xi Meng menjerit, namun jeritannya langsung lenyap, seakan suaranya tersedot ke dalam kehampaan. Tubuhnya mengering, kulitnya menua dalam hitungan detik sebelum akhirnya meledak menjadi debu yang tersapu angin.Xuan Li tidak bergerak. Matanya hanya menatap kosong ke tempat Xi Meng lenyap.Tapi ia belum selesai.Tangan Xuan Li terangkat. Aura hitam kembali merayap dari tubuhnya, menyapu sisa mayat para anak buah Xi Meng yang terbunuh dalam pertempuran tad
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya

Chapter 190

Di langit yang diliputi kabut hitam pekat, Bing Chuan melesat bagai kilat. Ruang di sekelilingnya bergetar akibat tekanan auranya, meninggalkan jejak bayangan yang berpendar keunguan.Dalam hatinya, rasa gelisah bercampur dengan antisipasi.Tubuh giok telah muncul.Ini bukan sekadar rumor kosong—tanda-tandanya telah terlihat di berbagai wilayah. Jika benar, maka dunia akan segera menghadapi guncangan yang tak terhindarkan."Aku harus segera melaporkan ini… sebelum yang lain bertindak lebih dulu."Dengan satu hentakan, Bing Chuan merobek ruang dan menghilang ke dalam pusaran celah dimensi, menuju pusat kekuasaan Dunia Kegelapan.***Berita ini tidak hanya menggetarkan kultivator dunia gelap, tetapi juga mengguncang para kaisar, raja, dan pemimpin sekte kuno.Di banyak tempat, langit mendadak berubah mendung, seakan merespons kejadian besar yang akan datang.Tubuh giok bukan sekadar legenda, ia adalah anugerah dan malapetaka bagi dunia.Beberapa sekte menganggapnya sebagai penyatu dunia
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1718192021
...
33
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status