Darah segar menetes dari ujung lengan Xuan Li, bercampur dengan debu dan pecahan batu yang beterbangan di udara. Nafasnya berat, tetapi matanya tetap tajam, penuh determinasi yang tak tergoyahkan.Lorong bawah tanah yang sempit telah ia tinggalkan. Kini, ia berdiri di tengah aula luas yang dipenuhi reruntuhan, jejak pertempuran sebelumnya masih membara di sekelilingnya.Di belakangnya, formasi pertahanan yang ia ciptakan mulai berpendar, melindungi Lin Gong dan Jian Cheng dari ancaman eksternal. Segel-segel spiritual berputar perlahan di udara, membentuk penghalang transparan yang berkilauan.Xuan Li tahu, waktunya tidak banyak.Langkah kaki bergema di lantai batu yang retak. Bayangan-bayangan hitam mulai bermunculan dari segala arah, mengitari tempat itu seperti predator yang mencium darah segar.Di ujung aula, seorang pria bertubuh tegap berdiri dengan tangan bersedekap. Matanya menyipit menatap Xuan Li dengan tatapan penuh minat, seolah menilai barang antik yang baru saja ditemukan
Terakhir Diperbarui : 2025-02-14 Baca selengkapnya