Home / Fantasi / TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG / Chapter 191 - Chapter 200

All Chapters of TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG: Chapter 191 - Chapter 200

321 Chapters

Chapter 191

Di dalam sebuah paviliun megah, Yan Hui bersandar santai di dipan, dikelilingi oleh beberapa wanita cantik yang tertawa lirih sambil menuangkan arak ke cawannya.Ia menikmati momen ini tanpa beban, seolah dunia di luar sana tidak sedang berada di ambang kekacauan.Namun, ketenangan itu terusik ketika suara langkah tergesa terdengar dari koridor. Tirai sutra yang menutupi pintu masuk tersibak dengan kasar, menampilkan sosok Xuan Yi yang masuk dengan ekspresi gelap."Yan Hui!" suara Xuan Yi bergema tajam, membuat para selir terkejut dan buru-buru menundukkan kepala.Alih-alih merasa terganggu, Yan Hui hanya menyesap araknya perlahan sebelum menoleh. “Putra mahkota, apa kau harus selalu datang dengan wajah seram seperti itu?” tanyanya santai sambil mengangkat sebelah alis.Xuan Yi mengepalkan tinjunya, matanya menyala dengan ketegangan. “Tubuh giok telah muncul, dan kau masih bisa bersantai di sini?!"Yan Hui mendengus pelan, menyingkirkan lengan seorang selir yang masih bersandar pada
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Chapter 192

Tabib Hantu Wu tidak pernah menyangka bahwa kemunculan kembali Xuan Li akan mengguncang dunia kultivasi secepat ini. Ia sudah menduganya sejak lama, tetapi tidak berpikir bahwa semua akan terjadi secepat ini."Bocah itu… apakah dia sudah siap menghadapi dunia?"Ia berdiri di atas sebuah tebing tinggi, membiarkan angin pegunungan meniup jubahnya yang panjang. Ia menghela napas.Dunia ini terlalu kejam bagi seseorang yang memiliki Tubuh Giok seperti Xuan Li. Sebuah keberkahan yang bisa berubah menjadi kutukan. Jika informasi tentangnya sudah menyebar, maka semua sekte besar, klan kuno, dan bahkan organisasi bayangan tidak akan tinggal diam."Kau mungkin bisa mengalahkan satu atau dua orang kuat, tetapi bagaimana jika seluruh dunia memburumu?"Dengan pemikiran itu, ia akhirnya mengambil keputusan untuk turun gunung dan mencarinya.Namun, ia tidak bisa melakukannya dengan sembarangan.Menghindari sorotan adalah keahliannya. Ia mengenakan jubah kusam seorang pengembara, wajahnya tertutup t
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Chapter 193

Putri Jing Yue berdiri tegak di atas kudanya, memandangi kelompok di hadapannya dengan sorot mata dingin. Meski lawannya tampak enggan menyerahkan informasi, ia tetap mempertahankan sikapnya yang tegas."Aku akan bertanya sekali lagi," katanya dengan suara mantap. "Tunjukkan token kerajaan kalian, atau jangan harap bisa melewati wilayah Kerajaan Bintang Timur."Kelompok di depannya tampak ragu. Pemimpinnya, seorang pria bertubuh tegap dengan jubah berwarna biru tua, menghela napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan token identitas. Kilauan perak di permukaannya menandakan status mereka sebagai pasukan khusus Kekaisaran Bulan Perak."Jadi ini pasukan khusus…" gumam Putri Jing Yue, mengenali nama itu.Yan Hui, pemimpin kelompok tersebut, menatapnya dengan ekspresi penuh arti. "Kami tidak datang untuk menimbulkan masalah. Kami hanya menjalankan misi."Putri Jing Yue menyipitkan mata, mempertimbangkan ucapannya sejenak. Lalu, ia memberi isyarat kepada pasukannya untuk menyingkir."Bai
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Chapter 194

Suara bentrokan senjata masih menggema di udara, tetapi perlahan-lahan pertempuran mulai mereda. Dengan bergabungnya pasukan Putri Jing Yue, kelompok sihir gelap yang sebelumnya mendominasi kini mulai terdesak. Teknik-teknik mereka yang penuh kegelapan tak lagi bisa sepenuhnya menekan lawan.“Ayo mundur!” teriak pemimpin mereka, sorot matanya penuh amarah dan rasa tak percaya.Dalam sekejap, mereka mengaktifkan formasi bayangan, tubuh mereka lenyap dalam kabut hitam yang bergulung. Meskipun telah menang, pasukan Putri Jing Yue dan kelompok wanita bertopeng tak luput dari kerugian. Banyak yang terluka, beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran ini.Putri Jing Yue menghela napas, matanya menyapu pasukannya yang berusaha bertahan meski dalam kondisi mengenaskan. Ia merasakan denyut nyeri di lengan kirinya, luka yang cukup dalam akibat serangan sihir sebelumnya.“Kita istirahat di sini,” katanya tegas. “Obati luka-luka kalian.”Para prajuritnya segera duduk dan mulai berm
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Chapter 195

Xuan Li, Lin Gong, dan Jian Cheng keluar dari goa persembunyian mereka. Tidak jauh dari sana, suara benturan keras menggema, diikuti raungan garang.Dua binatang roh tingkat tinggi sedang bertarung sengit di tengah hutan. Yang satu adalah Serigala Petir Bermata Tiga, tubuhnya dipenuhi percikan listrik yang berkelap-kelip liar. Lawannya, Harimau Kabut Hitam, menggeram sambil mengeluarkan kabut tebal yang menyelimuti area sekitarnya.Mereka bertiga bersembunyi di balik pepohonan, mengamati dengan penuh kewaspadaan."Binatang-binatang ini bukan main," gumam Jian Cheng, matanya terpaku pada pertarungan yang semakin intens.Lin Gong menyeringai. "Kita bisa menunggu sampai salah satu dari mereka tumbang, lalu kita yang menyelesaikan sisanya."Xuan Li tetap diam beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "Kristal roh mereka bisa dipakai untuk membuat pil penerobosan tingkat tinggi. Jika dikombinasikan dengan bahan yang tepat, efeknya akan luar biasa."Mata Lin Gong berbinar. "Serius?"Jian Chen
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Chapter 196

Ledakan energi spiritual mengguncang hutan. Lin Gong dan Jian Cheng berjuang mati-matian menghadapi Serigala Petir Bermata Tiga dan Harimau Kabut Hitam.Serigala itu menggeram, bulu-bulunya yang diselimuti kilatan petir berdiri tegak, setiap gerakannya memancarkan percikan listrik yang menyambar sekeliling. Harimau Kabut Hitam tak kalah ganas, mengeluarkan raungan rendah sebelum menghembuskan kabut pekat yang membungkus area pertempuran.Jian Cheng melompat ke udara, menghindari sambaran petir yang hampir mengenai tubuhnya. Napasnya tersengal, tetapi matanya tetap tajam."Binatang ini… daya tahan mereka terlalu kuat!" serunya sambil menghindari cakaran Harimau Kabut Hitam yang muncul tiba-tiba dari balik kabut.Lin Gong, yang berada di sisi lain medan tempur, menyeringai. Meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka goresan dan memar akibat benturan energi, semangat bertarungnya tidak surut."Heh, kalau mudah, bukan tantangan namanya!" teriaknya, melompat ke depan sambil menyalurkan kekuatan
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Chapter 197

Seperti kabut yang menyelinap keluar dari kegelapan, utusan Dewa Langit Surgawi berdiri tanpa suara, menghadirkan aura yang sulit dipahami.Gulungan berukiran emas terulur ke arahnya. Yan Hui menerimanya tanpa banyak bicara. Ia tidak perlu bertanya. Keberadaan gulungan ini sudah menjadi jawaban.Seperti datang tanpa jejak, sosok berjubah hitam itu pun menghilang begitu saja. Tanpa suara. Tanpa bayangan.Ruangan itu masih dipenuhi hawa dingin meski sosok gelap yang baru saja muncul telah lenyap. Yan Hui tetap berlutut di lantai, napasnya tertahan saat tubuhnya merasakan tekanan yang baru saja menghilang. Perlahan, ia mengangkat wajahnya, menatap gulungan yang kini berada dalam genggamannya.Tanpa ragu, ia berdiri dan melangkah menuju meja kayu di sudut ruangan. Jari-jarinya bergerak hati-hati saat membuka gulungan itu, seolah benda ini bisa meledak kapan saja. Cahaya lilin bergetar, menciptakan bayangan samar di permukaan gulungan yang kini terbuka di depannya.Matanya menyapu setiap k
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Chapter 198

Aula utama Sekte Pedang Langit dipenuhi ketenangan yang menekan. Meski hening, udara di dalamnya terasa sarat ketegangan. Han Sheng dan timnya duduk tegap, menunggu seseorang yang mereka hormati sekaligus takuti.Pintu aula terbuka perlahan, Shu Jin melangkah masuk. Auranya tajam seperti pedang yang tak terlihat, menebarkan tekanan yang membuat seluruh ruangan seolah menyempit.Begitu ia muncul, Han Sheng dan yang lainnya segera berdiri, menundukkan kepala dalam penghormatan."Ketua sekte."Shu Jin melambaikan tangan, isyarat sederhana yang cukup untuk membuat mereka kembali duduk.Han Sheng berjalan ke hadapan Shu Jin. Kedua tangannya bertaut dengan wajah yang tertunduk."Lapor," ujarnya tanpa basa-basi. "Misi telah selesai. Kami kehilangan empat orang teman, tetapi pecahan Lonceng Pengubah Takdir berhasil direbut kembali dari tangan murid yang berkhianat, Song Peng."Hening menyelimuti aula. Semua orang menyadari betapa berharganya lonceng itu bagi ketua sekte mereka.Shu Jin membuk
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Chapter 199

Yan Yue duduk diam di ruang pribadinya, jari-jarinya perlahan menggulung lengan jubahnya sementara pikirannya melayang memikirkan Wu Yu."Kenapa namanya terus muncul di benakku?" pikirnya, matanya menatap kosong ke arah lantai.Ada sesuatu yang aneh setiap kali nama itu melintas di benaknya. Bukan cinta, bukan pula sekadar nostalgia. Yang ia rasakan lebih menyerupai ketertarikan yang tidak bisa ia jelaskan.Keduanya memang memiliki hubungan, bukan hubungan yang penuh kasih sayang, melainkan hubungan yang didasarkan pada kepentingan. Kultivasi.Namun, ada satu kejadian yang terus mengusik pikirannya ketika mengingat dia yang berinisiatif lebih dulu.Pada pertemuan terakhir mereka di kolam Yin Yang, Xuan Li berada dalam kondisi tidak sadar akibat lonjakan kekuatan besar yang meluap dari tubuhnya.Yan Yue dan Xuan Li kembali berbagi energi spiritual satu sama lain dengan cara yang paling primitif, yaitu melalui hubungan tubuh. Itu bukan tindakan yang didorong oleh emosi, melainkan metode
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Chapter 200

Jantung Yan Yue serasa mencelos saat ia merasakan jejak energi Xuan Li dalam tubuh Ratu Langit. Sensasi itu terlalu jelas untuk diabaikan. Jantungnya berdetak lebih cepat, tetapi ekspresinya tetap dingin dan terkendali."Tidak mungkin... Kenapa ada jejak kekuatan Wu Yu di dalam dirinya?"Tatapan Yan Yue terkunci pada Ratu Langit yang kini berdiri di atas panggung, menerima sambutan meriah dari para pemimpin klan iblis. Namun, di balik kemegahan itu, sesuatu terasa janggal.Kekuatan yang menyelimuti tubuhnya bukan sekadar energi iblis biasa, ada sesuatu yang lebih dalam, lebih kompleks. Yan Yue, dengan kepekaannya yang tajam, bisa merasakan riak energi spiritual asing, kekuatan yang seharusnya hanya dimiliki oleh Wu Yu.Atau lebih tepatnya—Xuan Li.Yan Yue mengetatkan genggaman pada cawan anggurnya, tetapi ekspresi wajahnya tetap tanpa cela. Ia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di hadapan para penguasa Alam Luar."Apakah dia memiliki hubungan dengan Wu Yu? Atau... lebih buruk lagi,
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more
PREV
1
...
1819202122
...
33
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status