Share

Chapter 193

Author: MISTERIOUS
last update Last Updated: 2025-02-16 12:27:08

Putri Jing Yue berdiri tegak di atas kudanya, memandangi kelompok di hadapannya dengan sorot mata dingin. Meski lawannya tampak enggan menyerahkan informasi, ia tetap mempertahankan sikapnya yang tegas.

"Aku akan bertanya sekali lagi," katanya dengan suara mantap. "Tunjukkan token kerajaan kalian, atau jangan harap bisa melewati wilayah Kerajaan Bintang Timur."

Kelompok di depannya tampak ragu. Pemimpinnya, seorang pria bertubuh tegap dengan jubah berwarna biru tua, menghela napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan token identitas. Kilauan perak di permukaannya menandakan status mereka sebagai pasukan khusus Kekaisaran Bulan Perak.

"Jadi ini pasukan khusus…" gumam Putri Jing Yue, mengenali nama itu.

Yan Hui, pemimpin kelompok tersebut, menatapnya dengan ekspresi penuh arti.

"Kami tidak datang untuk menimbulkan masalah. Kami hanya menjalankan misi."

Putri Jing Yue menyipitkan mata, mempertimbangkan ucapannya sejenak. Lalu, ia memberi isyarat kepada pasukannya untuk menyingkir.

"Bai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 194

    Suara bentrokan senjata masih menggema di udara, tetapi perlahan-lahan pertempuran mulai mereda. Dengan bergabungnya pasukan Putri Jing Yue, kelompok sihir gelap yang sebelumnya mendominasi kini mulai terdesak. Teknik-teknik mereka yang penuh kegelapan tak lagi bisa sepenuhnya menekan lawan.“Ayo mundur!” teriak pemimpin mereka, sorot matanya penuh amarah dan rasa tak percaya.Dalam sekejap, mereka mengaktifkan formasi bayangan, tubuh mereka lenyap dalam kabut hitam yang bergulung. Meskipun telah menang, pasukan Putri Jing Yue dan kelompok wanita bertopeng tak luput dari kerugian. Banyak yang terluka, beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka dalam pertempuran ini.Putri Jing Yue menghela napas, matanya menyapu pasukannya yang berusaha bertahan meski dalam kondisi mengenaskan. Ia merasakan denyut nyeri di lengan kirinya, luka yang cukup dalam akibat serangan sihir sebelumnya.“Kita istirahat di sini,” katanya tegas. “Obati luka-luka kalian.”Para prajuritnya segera duduk dan mulai berm

    Last Updated : 2025-02-16
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 195

    Xuan Li, Lin Gong, dan Jian Cheng keluar dari goa persembunyian mereka. Tidak jauh dari sana, suara benturan keras menggema, diikuti raungan garang.Dua binatang roh tingkat tinggi sedang bertarung sengit di tengah hutan. Yang satu adalah Serigala Petir Bermata Tiga, tubuhnya dipenuhi percikan listrik yang berkelap-kelip liar. Lawannya, Harimau Kabut Hitam, menggeram sambil mengeluarkan kabut tebal yang menyelimuti area sekitarnya.Mereka bertiga bersembunyi di balik pepohonan, mengamati dengan penuh kewaspadaan."Binatang-binatang ini bukan main," gumam Jian Cheng, matanya terpaku pada pertarungan yang semakin intens.Lin Gong menyeringai. "Kita bisa menunggu sampai salah satu dari mereka tumbang, lalu kita yang menyelesaikan sisanya."Xuan Li tetap diam beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "Kristal roh mereka bisa dipakai untuk membuat pil penerobosan tingkat tinggi. Jika dikombinasikan dengan bahan yang tepat, efeknya akan luar biasa."Mata Lin Gong berbinar. "Serius?"Jian Chen

    Last Updated : 2025-02-17
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 196

    Ledakan energi spiritual mengguncang hutan. Lin Gong dan Jian Cheng berjuang mati-matian menghadapi Serigala Petir Bermata Tiga dan Harimau Kabut Hitam.Serigala itu menggeram, bulu-bulunya yang diselimuti kilatan petir berdiri tegak, setiap gerakannya memancarkan percikan listrik yang menyambar sekeliling. Harimau Kabut Hitam tak kalah ganas, mengeluarkan raungan rendah sebelum menghembuskan kabut pekat yang membungkus area pertempuran.Jian Cheng melompat ke udara, menghindari sambaran petir yang hampir mengenai tubuhnya. Napasnya tersengal, tetapi matanya tetap tajam."Binatang ini… daya tahan mereka terlalu kuat!" serunya sambil menghindari cakaran Harimau Kabut Hitam yang muncul tiba-tiba dari balik kabut.Lin Gong, yang berada di sisi lain medan tempur, menyeringai. Meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka goresan dan memar akibat benturan energi, semangat bertarungnya tidak surut."Heh, kalau mudah, bukan tantangan namanya!" teriaknya, melompat ke depan sambil menyalurkan kekuatan

    Last Updated : 2025-02-17
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 197

    Seperti kabut yang menyelinap keluar dari kegelapan, utusan Dewa Langit Surgawi berdiri tanpa suara, menghadirkan aura yang sulit dipahami.Gulungan berukiran emas terulur ke arahnya. Yan Hui menerimanya tanpa banyak bicara. Ia tidak perlu bertanya. Keberadaan gulungan ini sudah menjadi jawaban.Seperti datang tanpa jejak, sosok berjubah hitam itu pun menghilang begitu saja. Tanpa suara. Tanpa bayangan.Ruangan itu masih dipenuhi hawa dingin meski sosok gelap yang baru saja muncul telah lenyap. Yan Hui tetap berlutut di lantai, napasnya tertahan saat tubuhnya merasakan tekanan yang baru saja menghilang. Perlahan, ia mengangkat wajahnya, menatap gulungan yang kini berada dalam genggamannya.Tanpa ragu, ia berdiri dan melangkah menuju meja kayu di sudut ruangan. Jari-jarinya bergerak hati-hati saat membuka gulungan itu, seolah benda ini bisa meledak kapan saja. Cahaya lilin bergetar, menciptakan bayangan samar di permukaan gulungan yang kini terbuka di depannya.Matanya menyapu setiap k

    Last Updated : 2025-02-17
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 198

    Aula utama Sekte Pedang Langit dipenuhi ketenangan yang menekan. Meski hening, udara di dalamnya terasa sarat ketegangan. Han Sheng dan timnya duduk tegap, menunggu seseorang yang mereka hormati sekaligus takuti.Pintu aula terbuka perlahan, Shu Jin melangkah masuk. Auranya tajam seperti pedang yang tak terlihat, menebarkan tekanan yang membuat seluruh ruangan seolah menyempit.Begitu ia muncul, Han Sheng dan yang lainnya segera berdiri, menundukkan kepala dalam penghormatan."Ketua sekte."Shu Jin melambaikan tangan, isyarat sederhana yang cukup untuk membuat mereka kembali duduk.Han Sheng berjalan ke hadapan Shu Jin. Kedua tangannya bertaut dengan wajah yang tertunduk."Lapor," ujarnya tanpa basa-basi. "Misi telah selesai. Kami kehilangan empat orang teman, tetapi pecahan Lonceng Pengubah Takdir berhasil direbut kembali dari tangan murid yang berkhianat, Song Peng."Hening menyelimuti aula. Semua orang menyadari betapa berharganya lonceng itu bagi ketua sekte mereka.Shu Jin membuk

    Last Updated : 2025-02-18
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 199

    Yan Yue duduk diam di ruang pribadinya, jari-jarinya perlahan menggulung lengan jubahnya sementara pikirannya melayang memikirkan Wu Yu."Kenapa namanya terus muncul di benakku?" pikirnya, matanya menatap kosong ke arah lantai.Ada sesuatu yang aneh setiap kali nama itu melintas di benaknya. Bukan cinta, bukan pula sekadar nostalgia. Yang ia rasakan lebih menyerupai ketertarikan yang tidak bisa ia jelaskan.Keduanya memang memiliki hubungan, bukan hubungan yang penuh kasih sayang, melainkan hubungan yang didasarkan pada kepentingan. Kultivasi.Namun, ada satu kejadian yang terus mengusik pikirannya ketika mengingat dia yang berinisiatif lebih dulu.Pada pertemuan terakhir mereka di kolam Yin Yang, Xuan Li berada dalam kondisi tidak sadar akibat lonjakan kekuatan besar yang meluap dari tubuhnya.Yan Yue dan Xuan Li kembali berbagi energi spiritual satu sama lain dengan cara yang paling primitif, yaitu melalui hubungan tubuh. Itu bukan tindakan yang didorong oleh emosi, melainkan metode

    Last Updated : 2025-02-18
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 200

    Jantung Yan Yue serasa mencelos saat ia merasakan jejak energi Xuan Li dalam tubuh Ratu Langit. Sensasi itu terlalu jelas untuk diabaikan. Jantungnya berdetak lebih cepat, tetapi ekspresinya tetap dingin dan terkendali."Tidak mungkin... Kenapa ada jejak kekuatan Wu Yu di dalam dirinya?"Tatapan Yan Yue terkunci pada Ratu Langit yang kini berdiri di atas panggung, menerima sambutan meriah dari para pemimpin klan iblis. Namun, di balik kemegahan itu, sesuatu terasa janggal.Kekuatan yang menyelimuti tubuhnya bukan sekadar energi iblis biasa, ada sesuatu yang lebih dalam, lebih kompleks. Yan Yue, dengan kepekaannya yang tajam, bisa merasakan riak energi spiritual asing, kekuatan yang seharusnya hanya dimiliki oleh Wu Yu.Atau lebih tepatnya—Xuan Li.Yan Yue mengetatkan genggaman pada cawan anggurnya, tetapi ekspresi wajahnya tetap tanpa cela. Ia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di hadapan para penguasa Alam Luar."Apakah dia memiliki hubungan dengan Wu Yu? Atau... lebih buruk lagi,

    Last Updated : 2025-02-19
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 201

    Yan Yue tetap bersikap waspada sepanjang acara, tetapi pada akhirnya, tak ada tanda-tanda kehadiran sosok yang ia curigai. Ini berarti untuk sementara dugaannya terhadap hubungan antara Ratu Langit dan Xuan Li tidak terbukti.Namun, itu tidak membuatnya sepenuhnya tenang. Jejak energi Xuan Li di tubuh Ratu Langit tidak bisa diabaikan begitu saja. Mungkin mereka memang pernah bertemu dalam keadaan yang tidak disengaja. Bagaimanapun, Xuan Li dikenal sebagai tabib dan alkemis berbakat. Tidak aneh jika seseorang dari Alam Luar pernah menerima bantuannya.‘Atau ada sesuatu yang lebih dari sekadar pertemuan biasa?’Yan Yue berjalan keluar dari aula pesta bersama para tamu lainnya. Cahaya merah samar mulai merayap di cakrawala, menandakan fajar segera tiba. Udara pagi di Alam Luar terasa dingin, menyisakan embun tipis yang menggantung di udara.Jubahnya yang berwarna gelap berayun ringan saat ia melangkah dengan anggun menuruni anak tangga menuju halaman istana iblis. Sekilas, ia menangkap

    Last Updated : 2025-02-19

Latest chapter

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 321

    Xuan Li menyipitkan mata. Energi di tempat ini begitu pekat dengan aura kematian dan penderitaan. Ribuan roh berkeliaran di sekitar formasi, terperangkap dalam siklus abadi yang mengerikan. Mereka berbisik dalam bahasa yang tidak bisa dipahami, namun isinya jelas: keputusasaan, kesakitan, dan kebencian."Kau benar-benar ingin menembus inti formasi ini?" suara Wu Hei terdengar di benaknya, dipenuhi nada skeptis."Jika tidak dihentikan sekarang, ritual ini akan selesai, dan kita akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar." Xuan Li tetap tenang. "Aku tidak punya pilihan lain."Wu Hei terkekeh. "Kau tahu ribuan roh ini tidak akan membiarkanmu begitu saja, bukan?""Aku tahu. Karena itu, aku akan menggunakan kekuatan pengendalian jiwa untuk menekan mereka." Xuan Li menarik napas dalam-dalam, memusatkan kesadarannya. Ia merasakan gulungan pengendalian jiwa yang tersimpan dalam kesadarannya mulai bergetar, seakan merespons niatnya.Saat ia mulai merapal mantra kuno, cahaya biru keperakan

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 320

    Qing Peng langsung bersiaga. Napasnya sedikit tertahan, tubuhnya menegang. Ia melirik ke sekeliling, tetapi yang terlihat hanya reruntuhan sunyi dan bayangan yang merayap di balik rumah-rumah setengah roboh.Xuan Li tetap diam, sorot matanya tajam. Ia mengamati satu titik di ujung desa, tempat bayangan samar terlihat sekilas sebelum lenyap."Tuan, apakah itu... orang dari Alam Bayangan?" tanya Qing Peng dengan suara tertahan.Xuan Li tidak menjawab. Ia melangkah perlahan, menyelidiki energi yang meresap di udara.Bayangan itu kembali bergerak, lalu menghilang di balik bangunan yang nyaris ambruk.Seketika, Xuan Li berkelebat. Tubuhnya melesat bagai kilat, mendekati tempat bayangan itu menghilang. Qing Peng, meski ragu, segera mengikuti di belakangnya.Begitu tiba, Xuan Li menekan telapak tangannya ke tanah. Gelombang energi merambat dalam keheningan, menyapu setiap celah dan ruang tersembunyi di sekitar mereka.Rintihan lirih terdengar dari dalam reruntuhan.Xuan Li mengangkat alis. I

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 319

    Di Alam Manusia, Qing Peng telah pulih sepenuhnya setelah mengalami luka dalam pertempuran sebelumnya. Meski begitu, Xuan Li tidak memberinya banyak waktu untuk bersantai. Hari ini, mereka harus kembali bergerak.Tanpa banyak bicara, Xuan Li melangkah ke depan, matanya menatap datar ke cakrawala. Ia lebih nyaman menyusun rencana dalam diam, menimbang langkah yang harus diambil tanpa harus menjelaskan semuanya pada Qing Peng. Bukan karena ia tidak mempercayai pemuda itu, tetapi karena ada batasan dalam seberapa banyak orang lain boleh mengetahui dirinya.Qing Peng, yang mengikuti di belakangnya, sesekali melirik ke arah Xuan Li. Ia ingin bertanya sesuatu, tetapi melihat ekspresi datar di wajahnya, ia mengurungkan niatnya.Mereka melayang di udara menggunakan artefak perahu terbang milik Xuan Li. Di sepanjang perjalanan, pemandangan yang mereka saksikan sungguh mencengangkan. Bukannya kehidupan yang semarak, melainkan kehampaan yang mencengkeram setiap sudut tanah yang mereka lintasi

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 318

    Tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari Dewa Langit Surgawi, Liang Zheng menggunakan segel formasi teleportasi untuk mengantarkan Liang Xue yang masih tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Cahaya keunguan berkedip samar sebelum sosok mereka lenyap dari tempat itu.Begitu tiba, Liang Zheng membaringkan tubuh Liang Xue di atas ranjang berlapis sutra, memperhatikan wajahnya yang tenang dalam tidurnya. Namun, sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam, hasrat, ambisi, dan keinginan yang berakar kuat di hatinya.Tanpa ragu, ia mencabut beberapa helai rambut Liang Xue dan menggenggamnya erat di antara jemarinya. Sebuah sihir kuno segera tertanam dalam helai-helai itu, mengikat emosi dan pikirannya agar Liang Xue tidak akan pernah membencinya, tidak peduli apapun yang terjadi."Xue'er…" bisiknya pelan, suaranya sarat dengan obsesi yang semakin mendalam.Ia menundukkan kepala, menyentuhkan bibirnya ke bibir Liang Xue. Begitu bibir mereka bersentuhan, sebuah gelombang energi dahsyat m

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 317

    Liang Zheng mengejar Liang Xue bukan sekadar karena cinta. Ada alasan lain yang jauh lebih mendalam dan mendesak.Ratu Langit Liang Xue bukan wanita biasa. Ia terlahir dengan tubuh unik, tulang kristal, sebuah anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam beberapa ribu tahun. Wanita dengan tulang kristal memiliki takdir yang berbeda dari kebanyakan makhluk di dunia ini. Jika ia melahirkan keturunan dari ras iblis, maka anaknya akan menjadi Dewa Azura, makhluk yang lebih kuat dari iblis biasa. Jika keturunannya berasal dari manusia, anak itu akan mewarisi kekuatan iblis dan dewa sekaligus. Ia akan menjadi entitas yang melampaui batas dua dunia, seorang yang ditakdirkan untuk mendominasi.Dan Liang Zheng menginginkan itu. Ia ingin keturunan dari Liang Xue.Di hadapan Liang Xue, ia tetap mempertahankan sikap lembut dan perhatian. Liang Xue masih kehilangan ingatan, dan itu adalah celah yang bisa ia manfaatkan. Ia hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk menanamkan kebohongan-keboh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 316

    Dewa Langit Surgawi melangkah keluar dari ruangan megah itu dengan aura mendominasi. Para pembesar klan iblis segera mengikuti di belakangnya, meninggalkan ruangan dalam keheningan yang menyesakkan. Setelah kepergian mereka, Ratu Langit Liang Xue melangkah keluar dengan ekspresi kosong. Ia merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya, meskipun ingatannya masih kabur.Tiba-tiba, sesosok bayangan bergerak cepat dari sudut gelap ruangan. Sebelum Liang Xue sempat bereaksi, sebuah tangan kuat membekap mulutnya, menahan kemungkinan ia berteriak. Liang Xue terkejut, tubuhnya menegang, namun sebelum ia bisa melawan, simbol formasi teleportasi muncul di bawah kaki mereka, mengeluarkan cahaya gelap keunguan.Dalam sekejap, keduanya menghilang dari istana klan iblis.Mereka muncul di sebuah tempat yang jauh dari pusat kekuasaan iblis. Liang Xue terhuyung ketika teleportasi selesai, napasnya sedikit tersengal. Ia memandang sekeliling, mencoba memahami di mana ia berada.Di hadapannya terbentang se

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 315

    Di luar alam manusia, ancaman gelang pengendali semakin meluas. Bukan hanya membelenggu para kultivator tingkat rendah, tetapi juga mengincar penguasa dan eksistensi kuat di berbagai dunia. Dewa Langit Surgawi semakin agresif dalam memperluas kekuasaannya, mengincar sekutu baru agar tak ada satu pun yang bisa menentang kehendaknya.Di Istana Iblis, Liang Xue, Ratu Langit yang dulu disegani, masih terjebak dalam ingatan yang kabur. Sebagai keturunan langsung Dewa Langit Surgawi, ia mendapatkan perlakuan istimewa. Namun, meski berbagai metode telah dicoba, ingatannya tetap tidak kembali.Di sebuah ruangan luas yang diterangi lampu spiritual berwarna ungu, Dewa Langit Surgawi duduk di atas singgasananya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya penuh perhitungan. Di hadapannya, beberapa pemimpin klan iblis berdiri dengan kepala tertunduk.“Kita telah kehilangan terlalu banyak utusan di alam manusia.” Suara Dewa Langit Surgawi bergema, mengguncang udara. “Sudah saatnya kita mengubah strateg

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 314

    Dua anggota Alam Bayangan itu tersungkur di tanah, napas mereka tersengal-sengal. Di bawah tekanan spiritual Xuan Li, tubuh mereka bergetar hebat, wajah mereka penuh luka, dan darah segar mengalir dari sudut bibir mereka.Xuan Li menatap mereka dingin. "Katakan. Apa rencana Alam Bayangan?"Pria tinggi berkulit gelap itu menggertakkan giginya, matanya menyala dengan kebencian. "Kau pikir kami akan mengkhianati Alam Bayangan? Hahaha... Kau hanya buang-buang waktu."Xuan Li tidak menanggapi. Dia mengangkat tangannya, jari-jarinya membentuk segel yang segera melepaskan tekanan spiritual yang lebih besar. Tanah di sekitar mereka bergetar, udara seolah-olah tertarik ke satu titik, menciptakan hisapan yang mengerikan. Pria bercodet mengerang, tubuhnya melengkung kesakitan."Jawab atau mati," ujar Xuan Li datar, matanya setenang dan sedalam jurang tak berdasar.Namun, sepertinya harapannya sia-sia. Kedua pria itu tiba-tiba menegang, tubuh mereka membeku seperti patung. Mata mereka yang penuh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 313

    Xuan Li dan Qing Peng tetap berdiri di tempat, tidak menunjukkan tanda-tanda panik meskipun tekanan dari pertarungan yang terjadi di kejauhan mulai terasa hingga ke titik mereka berada. Xuan Li menyipitkan mata, mengaktifkan mata spiritualnya untuk melihat lebih jelas.Yang bertarung di sana bukanlah orang biasa. Kedua sosok itu memiliki aura yang serupa, gelap dan mencekam, penuh dengan dendam."Alam Bayangan..." gumam Xuan Li pelan, nyaris tanpa suara.Qing Peng, yang berdiri di sampingnya, langsung merasakan perubahan kecil dalam ekspresi Xuan Li. "Kita tidak seharusnya terlibat. Mari kita pergi," usulnya tanpa ragu.Xuan Li mengangguk. Tidak ada keuntungan dalam ikut campur urusan orang-orang Alam Bayangan, apalagi jika mereka berasal dari faksi yang sama dan sedang bertarung satu sama lain. Tetapi, sebelum mereka sempat bergerak, angin tajam menerjang, disertai suara robekan udara yang mengancam.Dalam sekejap, dua sosok yang tadi bertarung telah muncul di hadapan mereka. Mereka

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status