Semua Bab Istri Pengganti Suami Buta: Bab 141 - Bab 150

186 Bab

Chapter-141

"Nona Rana mau kemana?" tanya Bagas yang minat Rania turun dari tangga. Rania yang menenteng tas besar pun menghampiri Bagas sambil mengundurkan rambutnya. "Mau nge gym." Alis Bagas mengkerut, dia lihat Antosan yang hanya diam saja sambil menikmati kopi susu buatan mbok Atun. Semenjak hal itu, dimana Abrisam yang marah karena Rania lebih perhatian dengan Leon. Mengantarkan pria itu ke rumah sakit, sampai membantu Leon minum obat pula. Siapa juga yang tidak kesal dengan sikap itu. Baik sih boleh tapi ya dilihat dong baiknya sama siapa dulu, masa iya sama semua orang juga!! "Kok tumben banget, biasanya diajak jalan pagi sama Tuan Abri nggak mau." "Kenapa? Nggak boleh lagi!!" sentak Rania. Bagas menggeleng, bukan tidak boleh. Hanya saja kan masalahnya Rania itu malas olahraga. Mendadak pengen nge gym kan aneh, tau kan dunia gym itu kayak apa? Sudah dipastikan Rania juga tidak memiliki member untuk masuk. "Biarkan saja Gas. Kalau perlu kamu antara dia." kata Abrisam tenang. Rania s
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Chapter-142

Guling ke sana guling kemari, akhirnya Rania pun merasa bosan. Dia bangun dari rebahannya dan memutuskan untuk keluar kamar. Ternyata diluar sana sedang hujan deras tambah ada nagin. Sedangkan rania yang kameranya di depan harusnya tau dong kalau tengah hujan? tapi sayangnya telinga wanita itu dengan cantiknya tertutup earpods, hingga suara air jatuh di samping kamarnya tidak tau, belum lagi gorden kamar nya juga tertutup begitu juga jendela kacanya. Sehingga angin dingin tak mampu dia rasakan. Adhitama yang melihat putrinya keluar kamar pun menatap Rania dengan heran. Dia meminta Rania untuk duduk di sampingnya, dimana Adhitama telah menyiapkan makanan untuk putri kesayangannya. Ya, setelah berbicara dengan Abrisam jika dia akan pergi gym, Rania tak sungguh-sungguh pergi nge gym. Dia hanya pergi ke rumah Adhitama dan numpang tidur. Terus, ketika Rania bilang jika dia berangkat dengan Leon itu juga berbohong, karena nyatanya Rania malah lebih memilih naik taksi online saja. Dan kali
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-02
Baca selengkapnya

Chapter-143

"Tadi saya ke rumah kamu, terus kata Abrisam kamu gak ada dirumah. Kamu juga bilang lagi nge gym sama saya." jelas Leon. Rania menepuk jidatnya kasar, meminta Leon untuk masuk dan kembali menutup pintu rumah Adhitama. "Terus Bapak tau rumah ini dari mana? Kan saya nggak pernah kasih tau Bapak sebelumnya." Abrisam yang memberi tahu alamat ini, itu sebabnya Leon datang kemari untuk mengembalikan jam tangan Rania yang tertinggal pada Leon. Kalau saja Abrisam tidak memberitahu rumah ini, mungkin saja Leon juga tidak akan tahu. Dia ingin mengembalikan jam ini, Leon pikir dia akan menitipkan jam ini pada Abrisam. Tapi yang ada Abrisam malah menolak, dan meminta Leon untuk mengembalikan pada pemiliknya langsung. Itu sebabnya Leon datang ke rumah ini, hanya ingin mengembalikan barang Rania. Wanita itu menerima jam tangannya dengan cepat dan menyimpannya. Dia lupa jika malam itu dia sempat melepas jam tangannya dan menyimpan di kantong obat milik Leon. Untung saja Leon mau mengembalikan, it
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Chapter-144

"Kamu maunya apa? Kamu kan salah, masa iya nggak minta maaf." ucap Abrisam. Rania menoleh cepat. "Kamu juga salah ya." Disini Abrisam tidak suka dengan sikap Rania yang baik pada Leon. Pasalnya, Leon itu selain teman dia juga musuh dalam selimut Abrisam selama ini. Dan sekarang hal itu terulang kembali pada Abrisam. Pria itu yang kesal dengan sikap Rania pun memilih memalingkan tubuhnya hendak tidur. Tapi baru juga ingin mencari posisi nyaman, Rania keburu menarik tubuh Abrisam hingga terlentang di sampingnya. Bahkan wanita itu juga sempat duduk di atas kaki Abrisam, tidak peduli jika pria itu akan menganggap Rania wanita murahan, yang jelas urusan mereka harus selesai saat ini juga. Mata Abrisam mendelik sempurna, dia pun kembali duduk dan mencoba mendorong tubuh Rania untuk bangkit dari pangkuannya. Bukannya apa, tapi masalahnya— "Rana tolong minggir." perintah Abrisam.Rania menggeleng. "Nggak mau!! Selesaikan dulu masalah ini, baru kamu bisa tidur." Melihat pelipisnya Abrisa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-03
Baca selengkapnya

Chapter-145

Rania menahan sakit dibagian bawah perut. Sungguh, semalam dia tidak bisa tidur nyenyak sehingga siang ini Rania baru saja bangun. Dia begitu gelisah dan tidak nyaman dengan rasa sakit di perutnya. Bahkan untuk menurunkan kakinya saja Rania enggan. Semalam, Abrisam benar-benar menghajarnya, tidak memberi sedikit pun ampun pada Rania. Bahkan ketika wanita itu memohon untuk sudah, Abrisam malah tidak mau berhenti untuk tidak menyentuh Rania. Entah Rania so atas, dibawah, di samping atau di manapun. Nyatanya Abrisam lebih suka jika Rania yang memegang kendali. Dengan gaya seadanya dan juga atasan Abrisam, dia pun melakukannya dengan baik. Dan sekarang, selain merasa sakit, Rania harus bangun siang. Dia tidak mempersiapkan sarapan untuk Abrisam dan juga orang rumah. Bahkan tak ada satu orang pun yang membangunkan Rania, setidaknya kalau tidak memasak ya minimal di ajak sarapan bareng lah. Lah iko, sudah tidak di bangunkan, tidak diajak sarapan pula. Dengan pelan tapi pasti, Rania menco
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Chapter-146

"Ini jam berapa?" tanya Abrisam. Bagas melirik jam tangannya sejenak. "Jam tiga sore. Kenapa?" "Mau pulang." Alis Bagas mengkerut menatap Abrisam dengan heran. Belum lagi pria itu lebih memilih menggigit jempolnya. "Kok tumben? Kan masih ada … dua jam." "Pengen nonton." "Gak bisa lihat." ralat Bagas. Memang secara tidak langsung Abrisam tidak bisa melihat. Tapi kan Abrisam punya telinga, punya Rania yang siap selalu menceritakan apa yang terjadi dan film apa yang sedang diputar. Selama ini Abrisam kesulitan untuk memahami apa yang ingin dia tahu, tapi setelah Rania datang semuanya berubah. Dia tahu segalanya meskipun dia tidak bisa melihat, dan menjadikan dunianya kembali berwarna. Lalu kenapa juga Abrisam ragu? "Warna apa? Pelangi?" "Si– gak boleh mengumpat!! Ayo pulang, ketemu istri!!" ucap Bagas. Abrisam terkekeh, dia pun meminta Bagas untuk membereskan semua berkas yang ada. Sebelum pulang, Abrisam juga meminta Bagas untuk mengantarkan dirinya membeli kue. Malam ini, maka
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Chapter-147

Rania melepas penutup matanya ketika tidak mendengar apapun. Wanita itu cukup terkejut dengan langit hitam yang banyak sekali taburan bunga. Belum lagi lilin yang menyala membentuk hati, dan juga taburan bunga di dalamnya. Rania tersenyum,m sore tadi Abrisam menang menelpon Rania untuk menerima bingkisan yang dia kirimkan. Bahkan Abrisam juga meminta Rania untuk menggunakan hadiah yang dia berikan malam ini. Belum lagi dipadukan dengan dompet yang dibelikan oleh Selena. Wanita itu menutup mulutnya ketika suara musik terdengar. Rania menatap ke arah tangga, yang dimana ada banyak sekali lilin dan juga karpet merah. "Apa saya harus kesana?" tanya Rania memastikan. Pelayanan itu mengangguk. "Ya Nona. Tuan Abri menunggu anda di atas." Rania semakin penasaran apa yang akan dilakukan Abrisam dengan dirinya. Sedangkan sore tadi, pria itu hanya mengatakan jika dia akan mengajak Rania untuk menonton sebuah film. Awalnya Rania mengajak Gaby yang katanya ingin nonton film dengan Rania juga.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Chapter-148

"Bintangnya banyak ya Mas." ucap Rania untuk mengusir keheningan diantara mereka. "Iya kali Ran. Aku kan juga nggak tau." Rania menatap Abrisam dengan nanar, senyum sendunya tercetak jelas di wajahnya. Entah harus bahagia atau sedih dengan jalan hidup seperti ini. Tapi Rania bersyukur jikaAbrisam tidak bisa melihatnya, doa tidak tahu antara Rania dan juga Rana yang sesungguhnya memiliki perbedaan yang signitif. Jika saja nanti Tuhan membongkar ini semua, Rania berharap nanti jika dia benar-benar sudah lelah. Jangan sekarang, sungguh, Rania masih menginginkan Abrisam dalam hidupnya."Kalau dilihat-lihat … " Rania menggantung ucapannya meneliti penampilan Abrisam dari rambut, baju, hingga warna sepatu yang serasi sekali pria itu kenakan. "Mas Abri ganteng juga malam ini." ujarnya dengan rasa malu. Abrisam menunduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ini pujian, dulu dia sering mendapat pujian seperti ini. Tapi kenapa dengan Rania rasanya berbeda?Melihat reaksi Abrisam. Rania p
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Chapter-149

Brak … Selena memukul meja yang ada di hadapannya dengan kencang. Tatapannya memerah menatap sebuah vas bunga yang ada di hadapannya juga. Tangan wanita itu mengepal dengan sempurna. Dalam bayangan Bagas kedua tangan itu sudah terbalut dengan indah sarung tangan, yang siap kapanpun dan dimanapun untuk menghantam dan juga memukul orang-orang yang ada di sekitarnya."Apa kamu bilang!!" “A-apa?” Bagas masih menunjukkan wajah polosnya, seolah dia melupakan apa yang dia katakan beberapa menit yang lalu“Masih bisa bilang apa!! Kamu pengen leher kamu hilang atau gimana!!” teriak selena kembali.Bagas menelan salivanya kasar, dia pun menggeser duduknya untuk menjauh dari Selena. Sejujurnya dia juga terpaksa untuk melakukan hal ini, tapi karena dia tidak percaya dengan apa yang dokter itu katakan, makanya dia memberitahu Selena jika kekasih Abrisam dulu pernah mengandung pewaris keluarga ini. Kalau mereka tidak ingat, perlu Bagas ingatkan dulu Abrisam pernah mengatakan jika dia ingin menika
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Chapter-150

Paginya, Rania bangun lebih awal. Dia pun langsung memunguti semua baju miliknya dan juga baju milik Abrisam dan menyimpannya di sofa hotel. Barulah, wanita itu memilih membersihkan diri lebih dulu dan barulah membantu Abrisam mandi. Membantu Abrisam mandi? Membayangkan saja membuat kedua pipi Rania merah padam.Semalam, Rania dan juga Abrisam menghabiskan waktu untuk menonton film, banyak sekali yang Rania ceritakan dalam hal ini, sehingga membuat hubungan mereka semakin dekat dan erat. Abrisam juga banyak tertawa mendengar cerita lucu Rania waktu sekolah, dimana ada satu pria yang meminta Rania menunggu dia kembali dan akan menikahinya. Sayangnya Rania tidak mau, dia tidak memiliki kekasih bukan berarti dia menunggu pria itu. hanya saja memang Rania saja yang tidak mau, dia tidak suka menunggu hingga dia dipertemukan dengan Rana. Jika sudah memiliki ketertarikan kenapa harus menunggu lama?Ketika Abrisam bertanya hal yang sama, jawaban Rania pun juga masih sama. Dia yang sudah tert
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1314151617
...
19
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status