Semua Bab Istri Pengganti Suami Buta: Bab 161 - Bab 170

186 Bab

Chapter-161

Rania memutuskan untuk duduk di depan tanaman bunga mawar yang dia tanam. Hanya ada dua mawar yang muncul selebihnya tidak ada. Sayangnya bunga itu tak bertahan lama, kelopak bunganya gugur satu persatu ketika Rania menyentuh bunga itu. Terlalu lama mungkin di bawah sinar matahari, itu sebabnya rontok. Wanita itu mendesah kecewa, dia sudah menunggu berbulan-bulan hanya untuk memetik bunga yang indah ini, sayangnya belum kesampean. Bangkit dari duduknya dan ingin kembali ke rumah, Rania malah dikejutkan oleh Selena hanya menghampirinya dengan wajah khawatir. "Rana … " Selena menarik tangan Rania untuk mengikutinya duduk di ayunan kayu rumah ini. Dia begitu penasaran dengan luka lebam itu, jika bukan KDRT apa yang Abrisam lakukan semalam? "Itu tangan kamu bukan karena disiksa Abrisam kan." ucapnya. Rania menggeleng, kan tadi dia sudah bilang kalau Abrisam tidak menyiksa dirinya. Tidak melakukan KDRT atau melakukan penyiksaan lainnya. Hanya saja pria itu mencengkeram tangan Rania ter
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Chapter-162

Selena bertanya-tanya dalam hati, wanita yang baru saja dia lihat bukanlah wanita asing. Sungguh, dari postur tubuhnya saja Selena seperti tahu wanita itu siapa. Hanya saja ketika Selena ingin menghampiri wanita itu, Rania langsung mengajak Selena ke rak tepung dan juga bahan lainnya. Hingga Selena tidak memiliki kesempatan untuk menghampiri wanita itu. Bahkan ketika memiliki kesempatan, yang ada wanita itu sudah pergi dari toko itu. Selena mendesah, padahal dia hanya memastikan jika apa yang dia pikirkan tidak benar. sungguh, Selena hanya penasaran saja tidak lebih. Andai tadi Rania tidak menariknya, mungkin … "Mami … " teriak Rania, hingga membuat Selena yang ada di sampingnya terjangkat kaget. Belum lagi, Rania yang langsung mengambil pisau tajam itu dari tangan Selena. "Hampir aja Mami motornya jari Mami sendiri." ujarnya. Selena menatap tangannya sendiri, dia tengah memegang coklat batangan yang di harus potongan-potong sebagai isian. Tapi yang ada, terlalu banyak memikirkan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Chapter-163

Sesampainya di kantor, Rania langsung masuk. Ada banyak sapaan pada dirinya yang mayoritas tau jika Rania adalah istri Abrisam. Hanya saja ada satu wanita yang saat ini menghadang Rania ingin masuk ke lift bos, lift yang biasa digunakan Abrisam untuk menuju ruangannya. "Kamu mau apa? Ini lift bos, nggak sembarang orang bisa naik lift ini!!" katanya cetus. Rania mengangguk, dia pun menggeser berdirinya dan menuju lift karyawan. Ini hanya perkara lift, tapi karyawan itu sepertinya tidak menyukai keberadaan Rania. Wanita itu tidak pergi, dia masih mengamati Rania dari atas hingga bawah. Bahkan wanita itu mengira jika Rania adalah tukang catering yang setiap hari datang ke kantor hanya sekedar mengantarkan makan siang Abrisam. Rania menoleh cepat memperhatikan penampilan wanita itu yang terlalu berani. Bahkan Rania bisa berpikir jika para pria yang bekerja di tempat ini juga suka kalau dia suguhi pemandangan yang indah di pagi hari sampai sore hari. "Kalau mau nganter makan itu taruh
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Chapter-164

Leon mendesah kecewa ketika Abrisam mengusirnya. Dia seolah tidak rela jika Rania makan siang bersama dengan Abrisam. Leon tahu mereka adalah sepasang suami istri, tapi menurut Leon mereka berdua itu tidak cocok. Wanita secantik Rania tidak pantas jika bersanding di samping Abrisam yang buta. Dan sekarang Leon harus memikirkan banyak cara untuk merebut Rania, sungguh Lelah menginginkan wanita itu. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengannya, dan kenapa dia begitu menginginkan Rania dalam hidupnya. Padahal ada banyak wanita yang menyukai dirinya, dan ingin bersanding dengannya. Tapi Rania … Pria itu mengumpat dalam hati, fantasinya bermain. Melihat Rania mengenakan baju kebesaran dengan celana hitam yang pas di kakinya, membuat Leon memiliki imajinasi yang tinggi. Dia tengah membayangkan bagaimana panasnya Rania berada di bawahnya, suara desahan, atau mungkin cakaran kuku wanita itu yang menancap di lengan Leon dan membekas. Membayangkan saja membuat Leon sesak, dan sesuatu yang di bawa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Chapter-165

Ketukan pintu membuat Rania menatap ke arah pintu dengan heran. Siapa yang bertamu malam-malam begini? Jika itu Abrisam tentu saja pria itu harusnya langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Dia selalu membawa kunci rumah jika pulang larut malam bersama dengan Bagas. Mengerutkan keningnya, Rania pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Betapa terkejutnya Rania ketika melihat Abrisam dan juga Bagas dalam keadaan mabuk. Belum lagi dua wanita yang memapah mereka. "Apa benar ini rumah Abrisam?" tanya salah satu wanita cantik dengan baju seksi berwarna hitam."Ya, ini rumah Abrisam dan saya istrinya. Anda siapa?" Wanita itu menjelaskan jika dirinya adalah wanita yang disewa Abrisam untuk menemaninya minum. Dia diminta untuk mengantarkan Abrisam dan juga menemani pria itu malam ini. Rania mendesah, dia meminta Abrisam dan ingin membawanya masuk ke dalam. Sayangnya wanita itu menolak, dia tidak akan pergi sebelum apa yang harus dia kerjakan terpenuhi. Dia sudah dibayar full oleh
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Chapter-166

Turun dengan mata sembab, Rania pun menemui Selena yang ada di dapur. Mertianya itu baru saja membuatkan kopi untuk suaminya, Alfa. Rania memeluk ibu mertuanya dan kembali menangis. Tentu saja hal itu langsung membuat Selena heran. Semalam, Selena juga mendengar Rania berteriak kencang. Selena pikir ada apa, taunya Rania malah berlari ke arah tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Dan dengan pedenya Selena berpikir jika ada kucing, tikus atau hewan menjijikkan lainnya yang berkeliaran di kaki Rania, itu sebabnya Selena tidak begitu merepotkan. Tapi kali ini, entah kenapa rasanya Selena merasa ada sesuatu yang aneh terjadi pada Rania.Meletakkan sendoknya, Selena pun membalas pelukan itu dengan heran. Dia juga meminta Mbok Atun untuk menaruh kopi buatannya di meja makan. "Ada apa? Apa terjadi sesuatu denganmu, Rana?" tanya Selena penuh perhatian. "Abrisam Mi … " bahkan suaranya saja tidak mampu keluar hanya untuk memberitahu mertua nya tentang apa yang terjadi. "Abrisam kenapa Rana? He
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Chapter-167

"Pergi kamu!!" Selena menarik kasar wanita itu dan menghempaskan nya di depan rumahnya. Wanita itu terlihat marah melihat ada wanita lain di rumah ini yang berani tidur dengan anaknya. "Perempuan nggak tau diri!!" desis Selena. Memutar bola matanya malas wanita itu menatap Selena dengan berani. "Siapa? Aku? Asal kamu tau ya, anak kamu itu yang membeliku untuk memuaskan dia. Lalu kamu bilang aku perempuan tidak tau diri? Harusnya kamu bilang begitu dengan menantumu, yang tidak berhasil memuaskan putramu, Ibu!!" Selena geram, dia pun melempar wanita itu dengan sandal yang dikenakan pada wanita itu. Tepat sasaran, sandal itu mendarat dengan sempurna di kepala wanita itu."Jangan mengatakan apapun! Wanita–""Shannon." pekik seseorang. Semua orang menoleh dan menatap Leon yang baru saja datang ke rumah ini dengan membawa dokumen di tangan kirinya. Apalagi Selena yang langsung menghampiri Leon dan menarik pria itu, yang nyaris saja jatuh."Leon kamu kenal dia?" tanya Selena antusias. "I
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Chapter-168

Karena terbawa emosi, Rania pun kesulitan untuk membuka pintu kamar Abrisam. Dia menyesal telah membuang kunci pintu kamar ini entah kemana. Sedangkan saat ini Rania harus membuka pintu kamar ini dan menemui wanita itu kembali. Dia harus mencari tahu apakah benar jika mereka tidak melakukan apapun. Sedangkan selama ini, jika Abrisam melakukan hubungan suami istri dengan Rania selalu meninggalkan bercak merah di leher atau di bagian mana pun sepakat hatinya. Rania hanya memastikan jika bercak merah itu tidak ada di bagian tubuh mana pun di wanita itu. "Ini kuncinya dimana?" geram Rania. Mendengar hal itu Abrisam pun mengedikkan bahunya. Dia sendiri juga tidak tahu dimana kunci kamarnya. Bukannya tadi yang menutup kamarnya itu Rania? Masa iya harus tanya sama Abrisam? "Kunci cadangan!!" seru Rania kembali. Abrisam menunjuk salah satu laci di dalam kamar ini, jika disana ada banyak kunci cadangan kamar ini. Dia suka menduplikat banyak kunci, karena dirinya saja juga lupa dimana kunci
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

Chapter-169

Seorang pria baru saja turun dari mobilnya, dia menatap satu bangunan di depannya dengan mata memicing. Kakinya berjalan pelan menghampiri bangunan itu dan menatap banyak orang, menatap dirinya heran. "Kamar lima kosong enam, ada ada orangnya?" tanyanya pada salah satu resepsionis di sini. Wanita itu tampak gugup dan ketakutan, mungkin karena bajunya yang hitam dan semuanya serba hitam membuat dia memiliki pemikiran yang buruk. Bahkan wanita itu juga sempat melirik security untuk mengawasi tamu yang baru saja datang. "Orangnya tidak ada." jawabnya dengan terbata.Alis pria itu terangkat sebelah, dia menatap jam tangannya dengan heran. "Dia memintaku datang jam tujuh malam, lalu kenapa dia meninggalkan hotel?" "Aku-aku tidak tau. Tapi dia sudah meninggalkan hotel ini sejak jam empat sore." Pria iri heran. Dia membalik badannya dan memilih pergi, kembali masuk kedalam mobil dan mencoba untuk menghubungi wanita itu. Nyatanya ponsel wanita itu tidak dapat dihubungi. Sungguh, dia baru
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-21
Baca selengkapnya

Chapter-170

Setelah kejadian itu, hubungan Abrisam dan juga Rania memang renggang. Wanita itu tidak mau disentuh, jangankan sentuh diajak bicara saja tidak mau. Bahkan Abrisam tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Bisa duduk berdampingan saja sudah membuat Abrisam senang apalagi berbicara dengannya. Belum lagi isu-isu tentang Rania yang dekat dengan Leon. Entah benar atau tidak, nyatanya Abrisam tidak peduli dengan semua itu."Hadeh … ya begitu, kalau tanah di kasih nyawa, suka bikin ulah. Dikasih spek bidadari milihnya malah spek trotoar." cibir Selena. Mendengar hal itu Abrisam hanya mampu mendengus saja. Dia juga tidak mau beradaptasi di posisi begini dengan Rania. Sungguh, kalau saja bisa diputar kembali Abrisam akan menyangkal dan juga menjelaskan pada Rania apa yang terjadi. Bisa jadi ini ulah Leon, yang tidak suka dengan Abrisam dan Rania yang memiliki hubungan baik-baik saja. Mungkin pria itu iri, dan ingin menghancurkan rumah tangga Abrisam dan juga Rania. "Nyalahin ora
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-22
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
141516171819
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status