Semua Bab Istri Pengganti Suami Buta: Bab 171 - Bab 180

186 Bab

Chapter-171

Setelah makan malam, Abrisam mengajak Rania untuk pergi sebentar cari angin. Lagian, mereka sudah lama banget tidak pernah keluar berdua setelah bertengkar. Walaupun hubungan mereka tidak harmonis seperti dulu, Abrisam juga ingin merasakan yang namanya malam mingguan. "Loh … ini malam minggu apa?" tanya Rania bingung. "Iya malam minggu. Kenapa?" "Mas pergi ke Expo yuk, ada diskon loh."Alis Abrisam mengkerut, dia pun memiringkan kepalanya pelan sambil memastikan jika istrinya baru saja mengatakan kata diskon. Sedangkan selama ini Abrisam saja kalau belanja tidak harus menunggu kata diskon seperti yang Rania katakan. "Kenapa harus diskon? Memangnya di sana jual apa?" "Banyak hal. Memangnya kenapa kalau ada diskon? Kan lumayan hemat Mas." Ya memang lumayan hemat, bahkan ini kali pertama untuk Abrisam jika dia belanja dengan kata diskon. Meminta Bagas untuk pergi ke expo, dia juga penasaran apa yang dijual disana hingga ada kata diskon dan membuat semua orang tertarik. Hingga tak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-22
Baca selengkapnya

Chapter-172

Menarik nafasnya dalam-dalam, Bagas pun menatap dirinya di depan cermin dengan mendesah. Mau membela dirinya kayak apapun juga tetap saja dirinya ikut imbasnya. Bagaimana tidak, sebagai hukuman dari Rania dan agar Abrisam dan mendapat maaf dari Rania, dua pria dewasa itu harus menggunakan baju serba merah muda penuh dengan pernak perniknya. Dan saat ini Bagas mengenakan kaos merah muda dengan jas merah muda juga, dipadukan dengan celana hitam. Hanya celananya saja yang bisa ditoleransi, karena Bagas tidak memberitahu berapa ukuran celananya pada Rania. Jika wanita itu tahu, sudah dipastikan kalau celana Bagas pagi ini juga akan berwarna merah muda. Belum lagi sandal unyu berwarna merah muda juga. Ini hari senin, dan dia pergi ke kantor dengan begini? Dimana rasa gagahnya Bagas hari selama satu minggu kedepan? Sekali lagi!! Bagas menghela nafasnya berat, dia pun langsung keluar paviliun dengan wajah cemberut. Mau di tutup kayak apapun juga percuma. Itu muka juga sudah hafal satu kant
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-23
Baca selengkapnya

Chapter-173

Sesampainya di kantor, semua orang langsung tertawa dengan apa yang mereka lihat. Baru kali ini Abrisam dan juga Bagas di permalukan di tempat umum dan itu semua karena Rania. Kalau saja bukan perkara mabuk dan membawa wanita pulang ke rumah tentu saja hal ini tidak akan terjadi sama mereka. Dan seisi kantor ini juga tidak mungkin menertawakan mereka, hanya karena baju warna merah muda yang mereka kenakan."Selamat pagi Pak." sapa salah satu diantara mereka dengan menahan tawanya. "Mau ketawa? Silahkan!! Jangan sungkan, dan jangan ditahan!!" seru Bagas kesal. "Maaf Pak, nggak bermaksud tapi ini terlalu kiyowo." Mata Bagas mendelik sempurna. Dia pun langsung menarik tangan Abrisam untuk pergi ke ruangannya, sebelum dia menjadi bahan gunjingan banyak orang. Sesampainya disana, Bagas malah dikejutkan dengan kedatangan Kara. Wanita itu sudah duduk anteng di kursi kebesaran Abrisam sebelum tertawa terbahak hingga membuat perutnya sakit."Siapa itu?" tanya Abrisam. "Si Kara datang." bis
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-23
Baca selengkapnya

Chapter-174

Mendadak Rania sesak nafas ketika melihat hadiah yang Kara berikan pada dirinya. Mungkin, adik iparnya itu tahu jika Rania tidak mungkin mengenakan pakaian seperti ini untuk pergi ke pesta. Sedangkan malam ini, katanya, pestanya diadakan di salah satu villa yang disewa oleh Kara dekat dengan kolam renang. Bukan dekat lagi, memang di kolam renang itu pestanya. Ada banyak orang, teman Kara mungkin dari bayi sampai dia sedewasa ini. Mengenakan baju seksi dan terbuka, menunjukkan aset-aset yang dia miliki. Ada juga yang mencari jodoh di sana dan juga membawa pasangan. Kara tak tanggung-tanggung, dua juga membeli beberapa botol minuman beralkohol dan juga menyewa satu disk jockey untuk menghibur mereka. Lampu warna warni yang membuat mata Rania sakit melihatnya karena pusing. Belum lagi, kedua mertuanya yang mendadak kembali muda berdansa di pinggiran kolam bersama dengan yang lain. Tidak salah jika Abrisam selalu bilang ibunya bar-bar sejak dari embrio."Mas ini pestanya?" tanya Rania mem
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-24
Baca selengkapnya

Chapter-175

Kepala Rania mendadak pusing berkunang-kunang, pandangannya mendadak kabur juga. Dia baru saja meneguk satu gelas minuman beralkohol sesuai apa yang Kara katakan. Yang dimana memiliki kadar alkohol cukup rendah, dan tidak akan membuat Rania mabuk meskipun hanya satu teguk. Tapi yang ada belum itu minuman habis, Rania susah merasakan pusing setengah mati. Tatapannya mulai kabur dan tidak jelas sama sekali. Rania takut, jika dia berdiri yang ada Rania akan jatuh dan masuk ke kolam. Sungguh, riasan kolam itu sudah bagus dan Rania tidak ingin merusaknya. Abrisam yang ada di sampingnya hanya diam, dia menikmati minuman yang ada ditangannya dan juga musik yang tengah berputar. Dia tidak menyadari jika Rania di sampingnya sudah mulai hilang kewarasannya. "Mas … " panggil Rania akhirnya. Abrisam memiringkan kepalanya sedikit. "Kenapa Ran? Butuh sesuatu?" Rania menggeleng. "Nggak. Ini loh, kepala aku mendadak pusing Mas. Terus pandanganku juga kabur semua. Ini orang kenapa pada jadi dua d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-24
Baca selengkapnya

Chapter-176

Sesampainya di rumah, Abrisam membantu Rania untuk masuk ke kamar. Wanita itu terus mengeluh kepalanya pusing dan pandangannya kabur. Belum lagi, dia juga mengatakan jika melihat sesuatu semuanya menjadi dua, termasuk Abrisam. Sedangkan disini Abrisam hanya ada satu. Pria itu meminta Rania untuk membasuh wajahnya lebih dulu, mungkin dengan begitu efek dari alkohol yang diminum bisa hilang. Rania menurut saja dia masuk ke dalam kamar mandi, melepas bajunya dan membuangnya asal, digantikan dengan kimono berwarna putih. Tak lupa juga dia memasukkan wajahnya dengan harapan kalau rasa pusing yang dia cerita itu hilang. Nyatanya tidak sama sekali. Rasa pusing itu semakin kental, dan Rania semakin bingung dibuat untuk keluar dari pintu kamar mandi. Dia bahkan sampai menabrak dinding kamar mandi, hingga membuat Abrisam menyusulnya. "Rana kan dimana? Kamu nggak papa kan?" tanya Abrisam memastikan. "Aku pusing Mas. Ish, Mas dimana sih!!" "Aku di depan, Ran." Akhirnya wanita itu menemukan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-25
Baca selengkapnya

Chapter-177

Di salah satu salon, Selena meminta rambut Rania di warnai. Meskipun dia sudah menolak dan tidak ingin mewarnai rambutnya karena takut Abrisam marah, tapi Selena malah ngeyel dan meminta tukang salonnya mewarnai rambut Rania dengan warna biru, dan juga dusty di bagian dalam rambutnya. Jadi diluar rambutnya masih kelihatan hitam, sedangkan yang dalam sudah berwarna. biar terlihat.enjadi istri masa kini. buknnya tidak suka dengan penampilan Rania, hanya saja Selena ingin suasana baru yang ada di diri Rania. dia ini istri seorang bos masa iya kalah dengan sekretaris dan juga karyawan kantor yang cantik dan modis? selena ini Rania seperti mereka itu pun jika mau, kalaupun tidak mau yaaa Selena paksa. "Nanti kalau mas Abri marah gimana, Mah?" tanya Rania memastikan. "Gak akan. Percaya deh sama Mami, nanti kalau marah urusannya sama Mami." jelas Selena. Mencoba mempercayai hal itu, Rania pun pasrah dan membiarkan para pegawai salon merubah warna ram
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-26
Baca selengkapnya

Chapter-178

Menutup sambungan telepon dari Rania, Bagas pun mendesah. Apalagi Abrisma yang hanya diam saja ketika ada salah satu wanita memeluknya. Ya, Claudia mantan kekasih Abrisam tiba-tiba saja datang ke kantor dengan alasan rindu ingin bertemu dengan Abrisam. Walaupun pria itu sudah mengatakan jika dirinya sudah menikah, dan tak sepantasnya Claudia mengatakan itu pada Abrisam. Tentu saja hal itu tak membuat masalah untuk Claudia, aku Abrisam susah menikah atau tidak nyatanya Claudia sama sekali tidak peduli. Dia masih yakin jika pria itu masih memiliki perasaan yang sama terhadap Claudia. Lagian, yang dia dengar jika pernikahan Abrisam dengan wanita itu dijodohkan oleh Selena. Bukan murni pilihan Abrisam, apalagi kekasih Abrisam setelah Claudia."Tolong jaga sikapmu." ucap Abrisam melepas pelukan itu. "Aku sudah menikah, seharusnya kamu tidak boleh memelukku." ujarnya. "Abri … aku cuma kangen aja sama kamu. Masa iya peluk aja nggak boleh?" "Claudia, posisiku saat ini suami orang. Tolong h
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-27
Baca selengkapnya

Chaptr-179

Abrisam pulang ke rumah tepat jam tujuh malam, dia merasa bersalah dengan Rania karena tidak bisa datang makan siang bersama dengannya. Dan kali ini Abrisam juga tidak bisa makan malam bersama dengan Rania kembali, karena dipaksa harus menemani Claudia makan malam. Tentang wanita itu, dia adalah tunangan Abrisam dulu, dia adalah wanita yang pernah Abrisam cintai dalam hidupnya. Dia adalah wanita yang pernah mengandung anaknya dulu. Dia adalah wanita yang paling beruntung karena memiliki Abrisam. Sayangnya, wanita itu meninggalkan dirinya demi pria lain, karena malu memiliki kekasih buta seperti Abrisam setelah mengalami kecelakaan. Tentu saja itu menyakitkan, hubungan mereka juga terbilang sangat lama sedangkan ingin ke jenjang yang lebih serius yang ada dia pergi. Dan sekarang dia kembali? Untuk apa? Mengacak rambutnya, Abrisam merasakan kasur sampingan melesak, sekolah ada seseorang yang duduk di samping Abrisam. "Mas ini kenapa bajunya ada
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-28
Baca selengkapnya

Chapter-180

Suara bel rumah ini membuat Rania yang baru saja turun dari tanggal menoleh. Dia menatap pintu putih tinggi di depannya yang lumayan jauh dengan kening yang mengkerut. Ini masih jam sembilan pagi, dan sudah ada tamu yang datang? Wanita itu ingin membuka pintu rumah ini yang terus saja berbunyi, seolah sangat tamu tidak sabaran untuk masuk ke dalam rumah. Namun, mbok Atun lebih dulu berlari ke arah pintu dan membuka pintu rumah besar ini dengan lebar. "Selamat pagi Mbok Atun." sapa orang itu, yang masih bisa didengar oleh Rania. Mbok Atun berdiri dengan kaku, ketika tahu siapa tamu yang datang ke rumah ini. Orang yang entah sudah berapa tahun, tidak pernah muncul dan sekarang kembali muncul. "Non Claudia … " Mendengar namanya, Rania yang penasaran pun mendekat. Berdiri di balik tubuh gemuk Mbok Atun dengan bingung. Dia menatap wanita di depan pintu itu dengan heran. Pagi begini bertamu ada apa? Bahkan kalau dilihat Rania seolah pernah melihatnya tapi dimana? "Maaf, mau cari siapa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-29
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
141516171819
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status