Sesampainya di rumah, Abrisam membantu Rania untuk masuk ke kamar. Wanita itu terus mengeluh kepalanya pusing dan pandangannya kabur. Belum lagi, dia juga mengatakan jika melihat sesuatu semuanya menjadi dua, termasuk Abrisam. Sedangkan disini Abrisam hanya ada satu. Pria itu meminta Rania untuk membasuh wajahnya lebih dulu, mungkin dengan begitu efek dari alkohol yang diminum bisa hilang. Rania menurut saja dia masuk ke dalam kamar mandi, melepas bajunya dan membuangnya asal, digantikan dengan kimono berwarna putih. Tak lupa juga dia memasukkan wajahnya dengan harapan kalau rasa pusing yang dia cerita itu hilang. Nyatanya tidak sama sekali. Rasa pusing itu semakin kental, dan Rania semakin bingung dibuat untuk keluar dari pintu kamar mandi. Dia bahkan sampai menabrak dinding kamar mandi, hingga membuat Abrisam menyusulnya. "Rana kan dimana? Kamu nggak papa kan?" tanya Abrisam memastikan. "Aku pusing Mas. Ish, Mas dimana sih!!" "Aku di depan, Ran." Akhirnya wanita itu menemukan
Terakhir Diperbarui : 2025-03-25 Baca selengkapnya