Tidak pergi ke kantor, Abrisam memilih menghabiskan waktu di salah satu rumah yang pernah dibeli beberapa tahun yang lalu. Rumah hanya dimana ketika Abrisam suntuk, bosan, atau memikirkan banyak hal, atau mungkin ingin sendiri dia selalu datang ke rumah ini untuk menenangkan diri dari dunia yang membuat dirinya pusing. Ini sudah masuk hari ke tujuh, Rania dan Abrisam berdiam diri. Tidak ada yang membuka ucapan atau obrolan seperti dulu. Dimana Abrisam pulang dari kantor, Rania yang selalu menyiapkan semuanya. Ada sapaan, ada yang membawakan tas, melepas jas Abrisam, menuntun dirinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri, menyiapkan semua kebutuhan Abrisam, ditambah lagi omelan, dumelan dan juga cerewet Rania tak lagi dia dengar dalam seminggu ini. "Rindu." lirih Abrisam. Bagas yang mendengar hal itu langsung tersenyum. "Udah cinta ya? Atau suka? cuma nggak mau mengakui?" "Bukan. Cuma kangen aja, seminggu gak di bawelin. Aneh rasanya." Tertawa terbahak, Bagas pun menepuk bah
Last Updated : 2025-03-12 Read more