Semua Bab MENCURI BENIH SUAMI MANDUL: Bab 171 - Bab 180

255 Bab

Bab171# Menuju Rumah Sakit

Pagi itu, Max sedang berdiri di depan cermin besar di kamarnya. Jas berwarna abu-abu tua yang elegan melekat sempurna pada tubuhnya. Wajahnya yang tampan terlihat tenang, namun pikirannya sibuk mempersiapkan strategi yang akan disampaikan dalam rapat hari ini. "Aku harus fokus! Aku tak mau acara penting seperti ini terganggu oleh pikiran-pikiran yang sedari kemarin mengusikku!" batin Max segera menarik nafas panjang lalu mengembuskannya."Ah, sudah jam segini ternyata." Jam di dinding menunjukkan pukul 07:55 ketika ketukan di pintu kamar terdengar."Masuk," ujar Max singkat.Christ membuka pintu, mengenakan setelan formal dengan raut wajah profesional seperti biasa. "Tuan, kata sopir, mobilnya sudah siap. Kita bisa berangkat sekarang," katanya sembari melirik arloji."Oke, ayo kita berangkat."Max mengangguk kecil, mengambil berkas-berkas yang telah disiapkannya di meja, lalu berjalan keluar kamar. Keduanya menuju lift, lal
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-09
Baca selengkapnya

Bab172# Siapa Nama Temanmu?

Setelah makan siang yang memuaskan, Max mengikuti Anthony menuju mobil yang akan membawa mereka ke rumah sakit Chartie. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa lebih tenang. Max, yang biasanya penuh keyakinan, tampak berpikir. Sementara itu, Christ duduk di kursi depan, sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan segalanya berjalan lancar."Anthony ... bagaimana kondisi Tuan Elvis sekarang?" tanya Max, memecah keheningan.Anthony, yang duduk di sebelahnya di kursi belakang, menatap jendela mobil sebelum menjawab, "Cukup stabil, tapi beliau masih harus banyak istirahat. Ini sudah minggu kedua papa dirawat di sana. Jujur saja, papa selalu membicarakanmu sebelum aku bertemu denganmu, Max."Max sedikit tersenyum, mencoba merespons dengan sopan. "Aku merasa terhormat. Aku berharap pertemuan ini bisa membuatnya lebih semangat."Anthony mengangguk, wajahnya menunjukkan rasa syukur. "Haha ... aku juga berharap begitu."Ket
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab173# Aku Juga Mencintaimu

Langit malam yang gelap dihiasi oleh taburan bintang. Angin sepoi-sepoi menyapu halaman rumah besar tempat Kenan bertugas. Di teras, Kenan duduk di kursi kayu, tangannya menopang dagu, matanya menatap kosong ke arah pepohonan yang bergoyang perlahan.Pikirannya berputar-putar sejak perbincangan kemarin. Chelsea, majikannya, mengutarakan perasaannya dengan jujur. Bukan perasaan biasa, tapi perasaan cinta. Kenan menghela napas panjang, mencoba mencari jawab atas kebingungannya."Sebenarnya apa sih yang dipikirkan Nyonya Chelsea?" gumamnya pelan, hampir tak terdengar. "Kenapa harus aku? Bukannya Nyonya Chelsea banyak kenalan pria tampan dan mapan yang memiliki segalanya?"Kenan selalu mengagumi Chelsea. Sebagai majikan, Chelsea tak hanya cantik tetapi juga berhati baik. Ia memperlakukan semua orang dengan hormat, termasuk dirinya yang hanya seorang bodyguard. "Aku menghormati dia... tapi, ah ... perasaan apa ini? Saat nyonya berbuat baik dan perhati
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab174# Jalankan Misi

Max menggeleng lirih, saat panggilan Grace justru terputus begitu saja. Ia menatap lagi gadis kecil di depannya dengan penuh rasa iba, setelah melewatkan panggilan sang istri. Mata Alika sembab karena air mata yang terus mengalir. Max, meskipun tidak mengenal siapa anak kecil yang terbaring di ruang ICU itu, merasa harus memberikan sedikit semangat."Kamu harus sabar, ya. Doakan saja agar temanmu itu cepat sadar dan pulih kembali. Kadang doa itu jauh lebih kuat daripada yang kita kira. Paman juga akan mendoakan dia," kata Max lembut, mencoba menghibur.Alika mengangguk pelan, bibirnya gemetar. "Terima kasih, Paman. Aku pasti ... akan terus berdoa untuknya.""Kalau begitu, Paman tinggal dulu ya." Max tersenyum tipis.Alika mengangguk paham. "Iya, Paman."Max seketika menoleh ke arah Christ dan Anthony. "Kita pergi sekarang?"Anthony mengangguk sambil menepuk bahu Max. "Ya, mari kita pergi."Ketiganya berjalan me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab175# Keterkejutan Carlos & Alfonso

Di sebuah kedai kopi yang terletak di pinggir jalan, Alfonso dan Carlos duduk santai menikmati secangkir kopi yang masih hangat. Suasana pagi yang sejuk membuat keduanya sedikit terlena dalam obrolan santai. "Hari ini kita libur, ya?" Carlos berkata sambil mengaduk kopinya. "Akhirnya bisa istirahat tanpa perlu mikirin tugas-tugas aneh dari Jack." Alfonso tertawa kecil. "Kau benar. Sesekali kita perlu menikmati hidup." Namun, ketenangan itu terganggu ketika ponsel Alfonso bergetar di atas meja. Ia melirik layar, melihat nama Jack tertera di sana. Alfonso menghela nafas panjang lalu bergumam, "Astaga ... baru juga dibicarakan ..." Dengan cepat ia pun mengangkat teleponnya, "Ya, Bos? Ada apa?" Alfonso bertanya dengan nada waspada. "Dengar, aku punya tugas penting untukmu dan Carlos." Suara Jack terdengar tegas di ujung telepon. "Tugas apa?" tanya Alfonso penasaran. "Apa kau ingat target itu, pria yang fotonya pernah kau kirimkan padaku?" Jack terdengar sedang mengkonfirm
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab176# Perbedaan Kasta

Kenan duduk di balkon kamarnya yang kecil. Angin malam yang sejuk terasa menusuk kulitnya, tetapi pikirannya jauh lebih kacau dibandingkan udara dingin itu. Ia mengingat kembali momen saat ia menerima perasaan Chelsea. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah Chelsea, tetapi Kenan merasa dadanya sesak. "Apakah aku salah menerima perasaannya?" pikir Kenan.Bayangan tentang Max, kakak Chelsea yang berwibawa namun protektif, muncul dalam benaknya. Kenan bisa membayangkan tatapan tajam Max jika tahu adik perempuannya memilih seorang bodyguard untuk menjadi pasangannya.Lalu ada Alexander, ayah Chelsea yang terkenal sebagai pengusaha sukses sekaligus sosok yang tegas."Apakah Tuan Alexander akan merestui hubungan ini?"Dan Felly, ibu Chelsea yang anggun namun penuh perhitungan. Kenan tak yakin wanita itu akan menyukai ide anaknya berhubungan dengan pria yang memiliki kasta jauh di bawah mereka.Ia menghela napas panjang, menyandarkan tubu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab177# Anjing Pemburu

Suasana di restoran Jepang yang semula tenang berubah tegang ketika Darren, mantan suami Chelsea, memasuki ruangan. Darren mengenakan setelan kasual yang tetap menunjukkan gaya hidup mewahnya. Tatapannya langsung tertuju pada Chelsea dan Kenan yang duduk di salah satu sudut restoran. "Ha? Bukannya itu Chelsea?" batin Darren. "Dan ... bodyguardnya?" Ia tertegun sejenak. "Apa yang mereka lakukan di sini berdua? Ah, jangan-jangan ..."Darren berjalan mendekati mereka dengan langkah penuh percaya diri. Sorot matanya terlihat sayu dan terkesan merendahkan saat melihat mereka berdua. Chelsea yang tengah berbicara serius dengan Kenan terhenti seketika begitu melihat Darren berdiri di hadapan mereka."Hoho ... bukannya ini Chelsea ... mantan istriku," Darren memulai dengan nada sinis. Ia memandang Chelsea dari atas sampai bawah, lalu beralih ke arah pria yang bersamanya.Kenan mendongak dengan tatapan tak percaya. "Tuan Darren?" batin
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

Bab178# Membuka Sosok Leon

Alfonso dan Carlos masih duduk di mobil mereka yang terparkir di area rumah sakit. Dari tempat mereka mengintai, Edward kini terlihat tengah berbincang dengan Leon, Alika, dan Stella di dalam ruang rumah sakit. Leon tertawa kecil saat bercanda dengan Edward dan Stella, sementara Alika dengan gembira melompat-lompat di sekitarnya. Pemandangan itu membuat Alfonso menggigit bibir bawahnya, menahan perasaan yang berkecamuk. Ia melirik Carlos yang tampak termenung. "Kau tahu, Alfonso?" Carlos memulai, suaranya berat. "Anak itu, Leon... benar-benar mirip mendiang putraku..." Alfonso menoleh, menghela nafas kasar. "Iya, Carlos. Aku juga berpikir seperti itu..." Carlos mengangguk pelan. "Senyumnya, caranya bicara, bahkan sorot matanya. Leon seperti ... putraku saat masih hidup. Makanya, aku merasa agak berat untuk menjalankan tugas ini." Alfonso menghela napas panjang sekali lagi. "Aku bisa melihat itu. Tapi ini bukan tentang perasaan kita, Al. Kita punya tugas. Kau tahu siapa yan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya

Bab179# Freya Menyusun Rencana

Di ruangan kerjanya yang berlampu temaram, Freya nampak sedikit kesal dengan ucapan Jack yang terkesan mengulur-ulur waktu. Ia pun membentak anak buahnya tesebut. Jack di balik telepon hanya bisa terkekeh saat Bosnya itu mulai emosi."Haha ... oke-oke, Bos! Alfonso dan Carlos berhasil mengumpulkan informasi yang menarik. Dan kau tahu apa itu? Pria itu bernama Edward, ternyata bukan suami simpanan Grace, seperti yang kita duga sebelumnya," Jack memulai. "Dia hanyalah bawahannya. Selain itu, Grace memiliki seorang anak laki-laki bernama Leon.""Jadi, selama ini dugaanku salah ... Edward ternyata bukan suami simpanan Grace?" batin Freya seraya terdiam sejenak, lalu ia mendadak tertawa kecil. "Anak laki-laki bernama Leon, kau bilang?""Benar, Bos. Alfonso mendapati Edward bersama Leon dan seorang anak perempuan bernama Alika di rumah sakit Chartie. Dari informasi yang mereka peroleh, Leon mungkin adalah anak dari Grace," jelas Jack.Fre
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya

Bab180# Freya Menghadang Max

Setelah berkelut dalam kegalauan, Grace memutuskan menelpon Max kembali setelah sebelumnya membatalkan panggilan itu. Kini, Max yang sedang berada di kamar hotel melihat ponselnya berdering disertai nama sang istri terpampang jelas di layar datarnya.Sejenak Max memejamkan mata, mengingat ia begitu mencintai sang istri, namun kebohongan yang Grace ciptakan membuat Max sedikit ragu padanya. Pria itu menggapai ponsel yang ada di atas meja, kemudian menempelkan pada telinga."Hallo, Sayang ..." Max tidak bisa ingkar jika dia sangat menyayangi sang wanita.Sementara Grace tertegun mendengar sapaan hangat sang suami yang begitu menentramkan. Selama kepergian max dalam beberapa waktu ini, disertai keadaan terakhir keduanya yang sangat dingin, membuat Grace merasa tidak nyaman. Ia perlu memberitahu apa yang sebenarnya ia rasakan."Uhm ... Max," lirih Grace, ia menarik napas dalam, hatinya terasa getir, "Maafkan aku .... Aku rasa keadaan di
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1617181920
...
26
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status