Share

Bab174# Jalankan Misi

Penulis: Blue_Starlight
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-10 10:37:59

Max menggeleng lirih, saat panggilan Grace justru terputus begitu saja. Ia menatap lagi gadis kecil di depannya dengan penuh rasa iba, setelah melewatkan panggilan sang istri. Mata Alika sembab karena air mata yang terus mengalir.

Max, meskipun tidak mengenal siapa anak kecil yang terbaring di ruang ICU itu, merasa harus memberikan sedikit semangat.

"Kamu harus sabar, ya. Doakan saja agar temanmu itu cepat sadar dan pulih kembali. Kadang doa itu jauh lebih kuat daripada yang kita kira. Paman juga akan mendoakan dia," kata Max lembut, mencoba menghibur.

Alika mengangguk pelan, bibirnya gemetar. "Terima kasih, Paman. Aku pasti ... akan terus berdoa untuknya."

"Kalau begitu, Paman tinggal dulu ya." Max tersenyum tipis.

Alika mengangguk paham. "Iya, Paman."

Max seketika menoleh ke arah Christ dan Anthony. "Kita pergi sekarang?"

Anthony mengangguk sambil menepuk bahu Max. "Ya, mari kita pergi."

Ketiganya berjalan me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (35)
goodnovel comment avatar
wieanton
Leon udah melalui masa kritis, bikin cemas banget keadaan Leon
goodnovel comment avatar
kurotul uyun i
syukurlah Leon udah sadar dan dalam keadaan yg baik
goodnovel comment avatar
SusiVikers
syukurlah Leon udh sadar dan dalam keadaan yg baik2 aja seneng deh rasanya, Alika Leon jangan nakal lagi ya pokoknya kalo main harus di temenin sama om Edward atau aunty Stella ok . aishhh Freya Freya terobsesi bgt sih PGN max sama Grace pisah gak sayang duit apa di buang cuma2 kayak gitu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab175# Keterkejutan Carlos & Alfonso

    Di sebuah kedai kopi yang terletak di pinggir jalan, Alfonso dan Carlos duduk santai menikmati secangkir kopi yang masih hangat. Suasana pagi yang sejuk membuat keduanya sedikit terlena dalam obrolan santai. "Hari ini kita libur, ya?" Carlos berkata sambil mengaduk kopinya. "Akhirnya bisa istirahat tanpa perlu mikirin tugas-tugas aneh dari Jack." Alfonso tertawa kecil. "Kau benar. Sesekali kita perlu menikmati hidup." Namun, ketenangan itu terganggu ketika ponsel Alfonso bergetar di atas meja. Ia melirik layar, melihat nama Jack tertera di sana. Alfonso menghela nafas panjang lalu bergumam, "Astaga ... baru juga dibicarakan ..." Dengan cepat ia pun mengangkat teleponnya, "Ya, Bos? Ada apa?" Alfonso bertanya dengan nada waspada. "Dengar, aku punya tugas penting untukmu dan Carlos." Suara Jack terdengar tegas di ujung telepon. "Tugas apa?" tanya Alfonso penasaran. "Apa kau ingat target itu, pria yang fotonya pernah kau kirimkan padaku?" Jack terdengar sedang mengkonfirm

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-10
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab176# Perbedaan Kasta

    Kenan duduk di balkon kamarnya yang kecil. Angin malam yang sejuk terasa menusuk kulitnya, tetapi pikirannya jauh lebih kacau dibandingkan udara dingin itu. Ia mengingat kembali momen saat ia menerima perasaan Chelsea. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah Chelsea, tetapi Kenan merasa dadanya sesak. "Apakah aku salah menerima perasaannya?" pikir Kenan.Bayangan tentang Max, kakak Chelsea yang berwibawa namun protektif, muncul dalam benaknya. Kenan bisa membayangkan tatapan tajam Max jika tahu adik perempuannya memilih seorang bodyguard untuk menjadi pasangannya.Lalu ada Alexander, ayah Chelsea yang terkenal sebagai pengusaha sukses sekaligus sosok yang tegas."Apakah Tuan Alexander akan merestui hubungan ini?"Dan Felly, ibu Chelsea yang anggun namun penuh perhitungan. Kenan tak yakin wanita itu akan menyukai ide anaknya berhubungan dengan pria yang memiliki kasta jauh di bawah mereka.Ia menghela napas panjang, menyandarkan tubu

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-10
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab177# Anjing Pemburu

    Suasana di restoran Jepang yang semula tenang berubah tegang ketika Darren, mantan suami Chelsea, memasuki ruangan. Darren mengenakan setelan kasual yang tetap menunjukkan gaya hidup mewahnya. Tatapannya langsung tertuju pada Chelsea dan Kenan yang duduk di salah satu sudut restoran. "Ha? Bukannya itu Chelsea?" batin Darren. "Dan ... bodyguardnya?" Ia tertegun sejenak. "Apa yang mereka lakukan di sini berdua? Ah, jangan-jangan ..."Darren berjalan mendekati mereka dengan langkah penuh percaya diri. Sorot matanya terlihat sayu dan terkesan merendahkan saat melihat mereka berdua. Chelsea yang tengah berbicara serius dengan Kenan terhenti seketika begitu melihat Darren berdiri di hadapan mereka."Hoho ... bukannya ini Chelsea ... mantan istriku," Darren memulai dengan nada sinis. Ia memandang Chelsea dari atas sampai bawah, lalu beralih ke arah pria yang bersamanya.Kenan mendongak dengan tatapan tak percaya. "Tuan Darren?" batin

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-10
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab178# Membuka Sosok Leon

    Alfonso dan Carlos masih duduk di mobil mereka yang terparkir di area rumah sakit. Dari tempat mereka mengintai, Edward kini terlihat tengah berbincang dengan Leon, Alika, dan Stella di dalam ruang rumah sakit. Leon tertawa kecil saat bercanda dengan Edward dan Stella, sementara Alika dengan gembira melompat-lompat di sekitarnya. Pemandangan itu membuat Alfonso menggigit bibir bawahnya, menahan perasaan yang berkecamuk. Ia melirik Carlos yang tampak termenung. "Kau tahu, Alfonso?" Carlos memulai, suaranya berat. "Anak itu, Leon... benar-benar mirip mendiang putraku..." Alfonso menoleh, menghela nafas kasar. "Iya, Carlos. Aku juga berpikir seperti itu..." Carlos mengangguk pelan. "Senyumnya, caranya bicara, bahkan sorot matanya. Leon seperti ... putraku saat masih hidup. Makanya, aku merasa agak berat untuk menjalankan tugas ini." Alfonso menghela napas panjang sekali lagi. "Aku bisa melihat itu. Tapi ini bukan tentang perasaan kita, Al. Kita punya tugas. Kau tahu siapa yan

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-11
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab179# Freya Menyusun Rencana

    Di ruangan kerjanya yang berlampu temaram, Freya nampak sedikit kesal dengan ucapan Jack yang terkesan mengulur-ulur waktu. Ia pun membentak anak buahnya tesebut. Jack di balik telepon hanya bisa terkekeh saat Bosnya itu mulai emosi."Haha ... oke-oke, Bos! Alfonso dan Carlos berhasil mengumpulkan informasi yang menarik. Dan kau tahu apa itu? Pria itu bernama Edward, ternyata bukan suami simpanan Grace, seperti yang kita duga sebelumnya," Jack memulai. "Dia hanyalah bawahannya. Selain itu, Grace memiliki seorang anak laki-laki bernama Leon.""Jadi, selama ini dugaanku salah ... Edward ternyata bukan suami simpanan Grace?" batin Freya seraya terdiam sejenak, lalu ia mendadak tertawa kecil. "Anak laki-laki bernama Leon, kau bilang?""Benar, Bos. Alfonso mendapati Edward bersama Leon dan seorang anak perempuan bernama Alika di rumah sakit Chartie. Dari informasi yang mereka peroleh, Leon mungkin adalah anak dari Grace," jelas Jack.Fre

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-11
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab180# Freya Menghadang Max

    Setelah berkelut dalam kegalauan, Grace memutuskan menelpon Max kembali setelah sebelumnya membatalkan panggilan itu. Kini, Max yang sedang berada di kamar hotel melihat ponselnya berdering disertai nama sang istri terpampang jelas di layar datarnya.Sejenak Max memejamkan mata, mengingat ia begitu mencintai sang istri, namun kebohongan yang Grace ciptakan membuat Max sedikit ragu padanya. Pria itu menggapai ponsel yang ada di atas meja, kemudian menempelkan pada telinga."Hallo, Sayang ..." Max tidak bisa ingkar jika dia sangat menyayangi sang wanita.Sementara Grace tertegun mendengar sapaan hangat sang suami yang begitu menentramkan. Selama kepergian max dalam beberapa waktu ini, disertai keadaan terakhir keduanya yang sangat dingin, membuat Grace merasa tidak nyaman. Ia perlu memberitahu apa yang sebenarnya ia rasakan."Uhm ... Max," lirih Grace, ia menarik napas dalam, hatinya terasa getir, "Maafkan aku .... Aku rasa keadaan di

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-11
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab181# Rencana Freya Berubah

    Wanita ular itu melangkah penuh percaya diri menghampiri Max yang juga turun dari mobil. Dengan wajah datar pria itu menggertak Freya. "Apa yang kau lakukan, Freya?" Namun bukannya takut, Freya justru tersenyum manis menampakan jika dirinya tidak terpengaruh oleh gertakan Max. "Max ... Apa kau baru saja datang dari luar negeri?" Freya berdiri sejajar dengan pria itu. "Hm, apa kau tau, karena kecerobohanmu bisa-bisa kita mendapat celaka!" Freya tersenyum lirih, seolah merasa tak bersalah. "Maaf Max, ini karena aku terburu-buru mau bertemu denganmu." "Ada apa mencariku?" Kening Max berkerut. Lagi, Freya tersenyum manis, "Apa kau ingin kita bicara di sini saja?" tanyanya melihat sekitar. Max mendengus, kemudian tanpa berkata, pria itu langsung masuk ke dalam gedung. Freya tampak percaya diri berjalan mensejajarkan dengan sang partner. Tiba

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-12
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab182# Kesenangan Darren

    Di kamar mewah beraroma parfum mahal, Darren tengah menikmati momen brutalnya bersama seorang wanita cantik tanpa busana yang terlihat sangat bergairah di hadapannya. Tawa puas mereka menggema di ruangan, diiringi suara pukulan dan tamparan yang sesekali terdengar. Wanita itu memohon kepada Darren untuk disiksa lebih keras lagi.Namun, ketukan pelan di pintu mengusik suasana. Sang ART berdiri di luar pintu dengan hati berdebar, memutar otak mencari alasan agar tidak menambah murka majikannya. "Apakah aku harus menunggu? Tapi, jika Tuan Darren marah, bisa-bisa aku dipecat," pikirnya.Ketukan kembali terdengar, lebih keras kali ini, membuat Darren berhenti tertawa. Ia menoleh tajam ke arah pintu, merasa terganggu."Siapa yang berani menggangguku?!" Darren bergumam kesal, bangkit dari sofa. Ia buru-buru mengenakan celana panjang hitam tanpa baju, otot-ototnya terlihat tegang karena amarah. Dengan langkah berat, ia membuka pintu dengan kasar.

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-13

Bab terbaru

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab255# Happy Ending

    Sudah hampir satu bulan sejak Chelsea mulai melakukan pencarian terhadap suaminya secara mandiri. Meskipun pihak kepolisian Jerman sudah menutup kasus kecelakaan ini. Pencarian polisi berakhir, bersamaan dengan ditutupnya kasus itu dan menyatakan dua orang sebagai korban. "Kenapa harus berakhir dengan begini, Ken ..." Chelsea meratapi di tempat kejadian sebelum mobil Kenan masuk ke jurang. "Kembalikan suamiku wahai alam. Kembalikan dia meskipun itu hanya abu atau tulang belulangnya ... Ijinkan aku memeluknya sekali lagi. Aku tidak akan marah padamu. Bagaimana aku bisa marah, kalau kau adalah rumah suamiku sekarang, selamanya ...." Wanita itu bahkan tidak kuasa menahan isak tangis. Setiap hari, ia tak kenal lelah, menyerahkan segalanya untuk mencari keberadaan Kenan. "Maaf, Nyonya." Suara Christ yang tiba-tiba pun tidak menghentikan isakan Chelsea. Sang asisten yang telah setia membantu, bersama dengan beberapa orang yang dikerahkan untuk mencari, sudah melakukan segala cara

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab254# Aku Punya Mommy & Daddy

    Kelopak bulu mata lentik membuka matanya perlahan, samar-samar cahaya matahari menembus tirai jendela.Pusingnya pun masih terasa, dan tubuhnya juga masih lemah, namun Grace mencoba mengingat apa yang terjadi. Semua kenangan tentang operasi dan masa koma itu kabur, tapi ada satu hal yang sangat jelas di pikirannya. Anak laki-lakinya, Leon."Ergghhh ..." Grace memegangi kepalanya yang masih berdenyut.Dengan susah payah, ia mengangkat tubuhnya dan menoleh ke sekeliling ruangan. Namun, tak ada siapapun di sana. Kosong!"Apa aku masih hidup?" Grace sendiri hampir tidak percaya dirinya masih bernyawa. Kemudian mengusap perutnya yang seakan tidak ada apa-apa. "Ke mana bayiku?" tanyanya kebingungan, entah pada siapa.Wanita itu lantas menoleh. Di sana, di ranjang yang terpisah, Leon sedang tertidur pulas. Wajah kecilnya tampak damai, meskipun di hati Grace, ada kekhawatiran yang menggantung."Leon, Mommy b

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab253# Harapan Terakhir

    Reaksi Brian membuat Max menarik paksa hasil tes kesehatannya. Pria itu dinyatakan cocok menjadi pendonor tulang sumsum untuk Leon.Dengan wajah binar, Max langsung bangkit dari duduknya. "Ayo cepat, ke mana aku harus pergi, Brian!" "Ayo! Aku juga sudah tidak sabar menunggu waktu ini!" Brian langsung bangkit dari duduknya, kemudian melangkah keluar yang diikuti Max.Setelah kurang lebih satu jam proses pengambilan sel tulang sumsum Max, petugas Laboratorium mulai memprosesnya.Max keluar dari ruang periksa dengan langkah yang sedikit terhuyung. Udara dingin di ruang rumah sakit tak bisa mengurangi rasa lega yang perlahan merayap dalam dirinya. "Apapun yang terjadi, Daddy akan berusaha segala cara Leon," tekad Max lirih.Meski perasaan berat masih menggantung, setidaknya ia tahu bahwa tulang sumsum yang baru saja didonorkan untuk Leon, memiliki peluang besar untuk menyelamatkan hidupnya. Hasil tes genetik men

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab252# Kamu Yang Bisa Menolongnya

    Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu bergerak pelan. Aroma desinfektan membuat Chelsea sadar seketika. Kepala terasa berat, tubuhnya lelah, dan rasa sakit mulai merayapi seluruh tubuhnya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengingat apa yang terjadi. "Kenaann ..." Ia berharap semua yang baru saja ia lihat adalah sebuah mimpi. Namun, sayangnya itu adalah hal nyata yang baru saja dialaminya. Chelsea melihat bekas tanah yang terdapat di sela-sela pada kuku-kuku. "Ini bukan mimpi ..." ratapnya menahan isak. Melihat sang Nyonya sudah sadar, Christ mendekati Chelsea yang terbaring di atas brankar rumah sakit. "Apa yang Anda rasakan, Nyonya?" tanyanya. Chelsea menatap asisten sang kakak, "Katakan kalau semua ini hanya mimpi kan, Christ?" Chelsea berharap asisten itu menggeleng, namun nyatanya Christ menggangguk, hatinya tahu bahwa ini semua kenyataan.

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab251# Selamatkan Bayiku

    Kegelapan langit malam berubah merah menyala karena ledakan mobil Kenan yang masuk ke jurang. Serpihan body mobil pun berterbangan hingga menjadi bagian terkecil. Semua orang mengalihkan wajah, menutup mata dengan lengan masing-masing. "Tidak Keennn ..." Chelsea meratapi terduduk di atas tanah. Tatapannya kosong pada nyala api di angkasa. Arthur memegang pundak Chelsea, menguatkan wanita itu, "Semua akan baik-baik saja, Chel. Kenan pasti selamat ..." Meski sejujurnya Arthur juga ragu akan ucapannya. Jurang dan ledakan sebesar itu mana mungkin tidak menghancurkan tubuh seseorang. Christ berlari ke tepian jurang, lalu menatap ke bawah. Namun, tak ada siapapun di sana. Hanya ada pecahan puing yang berserakan dan masih menyisakan bara api yang berkobar. Kemudian ia berbalik badan lalu menggeleng lirih. Isyarat Christ semakin membuat Chelsea semakin histeris. "Tidak! Kembali padaku Kenaannn ...!" Tangisan Chelsea yang terdengar pilu makin tak terkendali, hingga tiba-tiba semu

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab250# Perbaiki Rumah Tangga Kita

    Setibanya di basecamp yang tersembunyi, Chelsea merasa ada sesuatu yang sangat salah. Tempat itu sangat kacau dan suasana mencekam memenuhi udara. "Apa ini tempatnya, Arthur?" tanya Chelsea penuh keraguan. "Hm, benar ini tempatnya." Belum juga kedua mata Chelsea memindai tempat itu, tiba-tiba ... Brak! Freya dan Kenan keluar dari bangunan sepi dengan pencahayaan minim. Meski demikian, sorot mata Chelsea mampu menangkap siluet bayangan sang suami. "Kenan ...?!" Chelsea hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seruan Chelsea ternyata mampu mengalihkan perhatian kedua orang itu, terutama Kenan. Ia lebih terkejut saat melihat Chelsea juga berada di sekitar tempat itu. Area yang tidak sebaiknya dituju. Namun, di balik semua rasa takut dan kecemasan Chelsea, hatinya semakin teriris saat kenyataan yang lebih pahit terbuka di hadapannya. Di sana, di tengah kekacauan, dia melihat Kenan—dengan jelas berdiri di sisi Freya. Sekarang tampak seperti musuh yang berdiri di samp

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab249# Bertahanlah

    Grace dengan suara penuh amarah, "Kenan! Kau datang kemari hanya untuk jadi pengkhianat! Tidak tahu malu!" Berdiri tegak, Kenan menatap Grace dengan dingin, "Aku memilih sisi yang benar, Grace. Ini bukan tentang kamu atau aku lagi, ini tentang apa yang seharusnya terjadi." Grace tertawa sinis, "Cih! Sisi yang benar? Kau menjual dirimu kepada Freya, itu yang kamu sebut benar? Jangan lebih rendah dari itu, Ken!" "Aku tidak membutuhkan pembenaran darimu, Grace. Semua ini sudah berjalan terlalu jauh. Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang." Freya, yang sejak tadi diam dan menyaksikan percakapan itu, akhirnya berbicara dengan suara penuh kebencian. Grace tertawa remeh pada Freya, seolah mengejek wanita ular itu. "Apapun yang kau lakukan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Karena kau tidak pernah dicintai sampai mati! Kau tak akan pernah tau apa itu cinta!" ucapnya penuh penekanan, "kasihan sekali!" Suasana di antara kedua wanita itu semakin mencekam. Freya ingin seka

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab248# Lokasi Ditemukan

    Max tampak berjalan mondar-mandir di ruang kantor yang gelap, ekspresinya tegang dan penuh amarah. Matanya yang tajam menatap beberapa anak buah Christ yang berdiri cemas di hadapannya."Bagaimana bisa kalian belum menemukan lokasi Freya?!" bentaknya, suaranya keras dan penuh amarah. "Kalian cuma membuang-buang waktu! Ini sudah terlalu lama, aku ingin jawaban sekarang!"Anak buah Christ, yang satu bernama Markus dan yang satunya lagi disebut Simon saling pandang, tampak bingung dan tertekan."Ma-Maaf, Tuan ... kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami belum menemukan petunjuk pasti," jawab Markus, suaranya terbata-bata.Max menggeram, berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan mereka. "Berusaha? Itu bukan jawaban yang aku cari! Jika kalian tidak bisa melaksanakan perintah sederhana ini, lebih baik aku cari orang lain yang bisa!"Simon mencoba menenangkan situasi. "Kami benar-benar sudah berusaha, Tuan. Kami akan terus menca

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab247# Menjadi Sekutu

    Kenan terlihat tegang, tapi mencoba menurunkan egonya. "Freya, aku tahu aku salah. Aku tidak mencari pembenaran. Aku hanya ingin tahu di mana basecamp-mu. Aku punya rencana ... rencana untuk melancarkan keinginanmu." Namun, diam-diam, tanpa melibatkan siapa pun. Kenan akan pastikan akan membebaskan Grace. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menebus semua kesalahan." Mendengar ketulusan Kenan, dan betapa pria itu juga memenuhi keinginannya mendapatkan lokasi Grace, Freya terdiam sejenak, mempertimbangkan kata-katanya. "Kau tidak akan menjadi pengkhianat di dalam basecamp-ku, kan?" "Kau bisa percaya padaku, Freya. Aku akan lakukan apa saja untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Kau akan dapatkan semua yang kau inginkan." Dalam hati Freya melewati banyak perdebatan. Kemudian suara Freya berubah, sedikit lebih lembut. "Baiklah, aku beri kau satu kesempatan lagi. Basecamp-ku ada di kawasan Charlottenburg, dekat Stasiun Zoologischer Garten. Tapi ingat, Kenan. Satu langkah s

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status