Home / Rumah Tangga / MENCURI BENIH SUAMI MANDUL / Kabanata 161 - Kabanata 170

Lahat ng Kabanata ng MENCURI BENIH SUAMI MANDUL: Kabanata 161 - Kabanata 170

255 Kabanata

Bab161# Rasa Hampa

Malam itu, Grace baru saja tiba di rumah setelah menghabiskan waktu di mall. Langkah kakinya terdengar pelan di lantai marmer rumah besar yang sunyi. Ia menghela napas dan melepaskan sepatu hak tingginya. Namun, rasa lelahnya sirna seketika ketika ia melihat Max duduk di ruang tamu, wajahnya diterangi lampu gantung yang redup."Max? Kamu sudah pulang?" Grace mencoba menyapa dengan suara lembut, menyembunyikan rasa terkejutnya.Max hanya mengangkat pandangan sekilas tanpa senyum, lalu kembali menatap layar tablet di tangannya. Di atas meja, sebotol red wine dan gelas burgundy tersaji. Suasana yang biasanya hangat di antara mereka kini terasa dingin, seperti ada sesuatu yang tidak terucapkan menggantung di udara."Bagaimana pekerjaanmu di kantor?" Grace mencoba mencairkan suasana, berjalan mendekat sambil melepas tasnya."Baik, tidak ada masalah," jawab Max singkat, tanpa mengalihkan pandangan dari tablet.Grace terdiam sejen
last updateHuling Na-update : 2025-01-06
Magbasa pa

Bab162# Penculikan

Siang itu, matahari bersinar cerah, tapi hati Grace terasa mendung. Setelah kepergian Max yang begitu mendadak dan penuh tanda tanya, ia hanya bisa menghela napas panjang. Rasa dingin dalam sikap Max masih menghantui pikirannya."Kenapa Max tiba-tiba berubah seperti itu" gumamnya lirih sambil memandangi jendela ruang tamu. "Yah.... setidaknya semoga dia selamat sampai tujuan."Setelah beberapa saat termenung, Grace memutuskan untuk pergi ke kafe langganannya, tempat di mana ia biasa menenangkan pikiran dan sekedar mencari udara segar.Grace mengenakan gaun kasual berwarna pastel, memadukannya dengan tas kecil dan sandal berhak rendah. Ia mencoba tersenyum di depan cermin, meskipun hatinya terasa berat."Udara segar mungkin bisa membantuku menjernihkan pikiran," katanya pada dirinya sendiri sebelum melangkah keluar rumah.Setelah tiba di kafe, Grace memilih meja outdoor yang menghadap ke jalan. Ia memesan secangkir teh lemon dan sepir
last updateHuling Na-update : 2025-01-06
Magbasa pa

Bab163# Cepat Cari Dia!

Mobil SUV hitam melaju kencang di jalanan kota yang agak lengang sore itu. Nampak jalanan penuh daun kering yang berguguran dan berhamburan saat roda mobil yang membawa Grace menerpanya. Di dalam mobil, dua pria tengah memasang wajah tegang seraya sesekali melirik ke kursi belakang tempat Grace berada."Tambah kecepatannya!" titah Ruben dengan dahi yang berkerut."Ini sudah paling cepat, Ruben!" sergah Diego sedikit kesal.Grace mencoba mengingat-ingat apa yang sudah ia lakukan di masa lampau. "Apa aku pernah berurusan dengan orang lain? Atau apa aku pernah menyakiti hati orang terdekat sehingga orang itu ingin membalas dendam kepadaku? Ataukah ini penculikan biasa yang hanya menginginkan uang tebusan?" batinnya.Dengan hati-hati, Grace mencoba meraih ponsel di saku bajunya, mencoba menekan tombol untuk mengirimkan lokasinya ke Arthur meskipun kedua tangannya terikat. Namun, nampaknya itu semua sia-sia. Diego tiba-tib
last updateHuling Na-update : 2025-01-06
Magbasa pa

Bab164# Suara Mobil

Grace terengah-engah, keringat mengalir deras di dahinya saat ia berlari menembus kegelapan malam. Suara deru mobil semakin mendekat, menandakan bahwa ada seseorang yang dekat dengan dirinya. Sementara Ruben dan Diego tidak akan membiarkan Grace pergi begitu saja. "Grace! Kamu tidak bisa lari selamanya!" teriak Diego di dalam mobil. Tatapannya seakan pembunuh yang sedang memburu mangsa. Jeritan alam, bisikan angin, dan desahan napas Grace menyatu dalam kegelisahan yang hampir mematikan. Setiap detik adalah perjuangan hidup dan mati. Ia tahu, jika mereka menangkapnya, segalanya akan berakhir. Wanita itu terus berlari lebih cepat, melirik ke belakang sejenak. Wajah pucat itu diliputi ketakutan. "Aku ... tidak bisa ... berhenti sekarang. Aku harus keluar dari sini!" tekad Grace terengah-engah. Suara deru mesin mobil semakin dekat. Grace seolah bisa mendengar Diego yang tertawa sinis di belakangnya. "Tidak! Aku tidak akan menyerah!" Grace hampir putus asa. Di negara lain, Br
last updateHuling Na-update : 2025-01-07
Magbasa pa

Bab165# Trauma Benturan

Arthur melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya terus melirik Grace yang terbaring lemah di kursi penumpang. Nafasnya berat, tubuhnya berkeringat, dan wajahnya pucat. Arthur menekan gas lebih dalam, mempercepat laju menuju rumah sakit kenalannya."Grace ... bertahanlah! Sebentar lagi kita akan sampai. Tahan dulu ...," ucap Arthur sesekali melirik ke arah spion mobilnya."I-iya ... urgh," rintihnya sembari menekan perutnya yang terasa semakin nyeri.Tak berselang lama mereka berdua tiba juga di depan rumah sakit. Arthur segera keluar dari mobil, menggendong Grace dengan hati-hati. "Tolong! Ada pasien darurat!" serunya kepada petugas medis "Iya, Pak. Tunggu sebentar!" sahut salah satu petugas medis sembari membawa sebuah ranjang beroda untuk pasien.Setelah itu, Grace dibaringkan dibantu oleh Arthur, dan mereka segera mendorongnya ke ruang IGD. Arthur mengikuti di belakang, wajahnya tegang. Tak lama kemudian, seorang wanita
last updateHuling Na-update : 2025-01-07
Magbasa pa

Bab166# Takut Bos Marah

Malam semakin larut, langit gelap menyelimuti kawasan kota, dan angin dingin bertiup menusuk tulang. Di sebuah jalan sepi yang dikelilingi oleh pepohonan rindang, Diego dan Ruben berdiri di samping hamparan ilalang setinggi pinggang, terlihat gelisah dan frustrasi. Wajah Diego memerah, matanya menyala penuh amarah."Lari ke mana dia?!" bentak Ruben, suaranya menggema di malam yang sunyi. Ia berkacak pinggang seraya mengatur nafasnya.Diego mengangkat bahu dengan ekspresi tak peduli. "Mana aku tahu? Kita mengejarnya bersama-sama tadi!"Ruben berjalan mondar-mandir, menendang kerikil di depannya dengan kesal. "Seharusnya kau lebih teliti memperhatikan arah larinya.""Bagaimana mungkin dia bisa berlari dalam kondisi seperti itu?" tanya Diego mengalihkan "Bukan persoalan larinya, dasar bodoh! Tapi, kau seharusnya memperhatikan!" sanggah Ruben dengan ekspresi marah, seolah semua ini kesalahan Diego.Diego mendengus sambil melipa
last updateHuling Na-update : 2025-01-07
Magbasa pa

Bab167# Penyesalan Alika

Di Rumah sakit Chartie, Brian menatap bingung dengan ponselnya yang menghitam kembali. Ia tidak bisa menelpon Grace meskipun Brian sudah melakukannya berulang kali.Brian melangkah lebih dekat ke ruang ICU, melihat Alika menatap nanar pada sosok yang sedang terbaring di dalam sana. Pria itu menghela napas berat, "Sudah. Alika paham kan, kenapa Om melarang Leon pergi keluar?" tanya Brian penuh ketegasan.Tatapan Alika kosong, melihat sahabatnya dengan kedua mata berkaca-kaca. Gadis itu tidak mampu menjawab bahkan bersuara. Sejujurnya Bryan pun merasakan kesedihan melihat Alika yang terlihat syok saat mengetahui Leon keadaan yang seperti itu namun hal itu perlu ia lakukan agar kedua anak itu bisa mengambil makna dari kejadian yang sudah terjadi. Terkadang anak-anak memang perlu untuk pendidikan yang lebih keras untuk mendisiplinkan. Bukan karena orang tuh orang dewasa kejam namun mengingatkan bahwa keselamatan lebih utama dan t
last updateHuling Na-update : 2025-01-08
Magbasa pa

Bab168# Tak Bisa Ingkar

Kediaman Chelsea tampak sunyi, hanya suara jarum jam di dinding yang terdengar berirama, memecah keheningan malam. Di dalam kamar Chelsea, lampu tidur yang redup menerangi ruangan dengan cahaya lembut. Chelsea duduk di tepi ranjangnya, memegang bantal kecil sambil memeluknya erat. Ia merasa gelisah, pikirannya dipenuhi oleh satu nama yakni Kenan, bodyguard yang selalu menemaninya."Astaga ... kenapa aku tidak bisa tidur?" Chelsea bertanya pelan pada dirinya sendiri. Ia mendongak menatap langit-langit kamar, berharap menemukan jawaban di sana. Namun, pikirannya tetap berputar tanpa henti."Apa yang sebenarnya terjadi padaku?"Ia bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah jendela. Tirai tipis melambai lembut karena angin malam yang masuk dari celah jendela. Chelsea memandang keluar, matanya menatap kosong ke kegelapan malam yang dipenuhi gemerlap lampu kota."Kenan," ia berbisik, namanya terasa asing tapi begitu akrab di bibirnya. "Kenapa a
last updateHuling Na-update : 2025-01-08
Magbasa pa

Bab169# Waktu Untuk Berpikir

Restoran itu dipenuhi nuansa mewah dan dekorasi elegan membuat suasana romantis yang menenangkan. Para pelayan berseragam hitam putih bergerak dengan lihai, melayani tamu-tamu yang berbincang santai. Chelsea masuk lebih dulu, mengenakan senyum percaya diri yang menutupi kegugupan yang menggerogoti hatinya."Di sini, Nyonya?" tanya Kenan seraya memandangi sekeliling.Chelsea menoleh lalu tersenyum. "Iya, Kenan. Kenapa?"Kenan menggeleng. "Ah, tidak apa-apa." Namun, pikiran Kenan berputar sesaat. "Kesannya ... restoran ini seperti tempat untuk berkencan ... apa nyonya Ingin bertemu dengan seorang pria?" batinnya.Kenan mengikutinya dari belakang, merasa sedikit tak nyaman berada di tempat seperti ini. Sebagai seorang bodyguard, ia terbiasa bertindak sebagai pelindung, memastikan keamanan majikannya, bukan duduk sebagai tamu di tempat mewah seperti ini.Chelsea berhenti di sebuah meja dekat jendela besar yang menawarkan pemandangan kota
last updateHuling Na-update : 2025-01-08
Magbasa pa

Bab170# Ketakutan Ruben & Diego

Langit kota sore itu dipenuhi awan kelabu, seperti suasana hati Freya yang gelisah. Duduk di kursi berlapis kulit di ruang kerjanya, ia menekan pelipisnya dengan keras, mencoba mengusir rasa sakit kepala yang tak kunjung reda. Pikiran tentang Grace, Ruben, dan Diego terus berkecamuk di benaknya, membuatnya semakin frustrasi."Sial!" Freya mengumpat sambil memukul meja. "Akhir-akhir kepalaku terus-menerus sakit! Pasti gara-gara aku terlalu banyak pikiran! Belum lagi punya dua anak buah yang bodoh dan menyebalkan!"Freya tahu sesuatu tidak beres. Ia sudah memberi perintah yang jelas kepada kedua anak buahnya. Tapi mengapa semuanya terasa salah? Seolah kedua anak buahnya memang tak begitu kompeten untuk urusan seperti ini. "Ah, yang penting mereka berdua sudah menyekap Grace. Untuk sekarang aku bisa sedikit santai dan ... aku harus ke dokter dulu untuk memeriksa kepalaku."Ia akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter langganannya. Freya
last updateHuling Na-update : 2025-01-08
Magbasa pa
PREV
1
...
1516171819
...
26
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status