Home / Rumah Tangga / MENCURI BENIH SUAMI MANDUL / Chapter 121 - Chapter 130

All Chapters of MENCURI BENIH SUAMI MANDUL: Chapter 121 - Chapter 130

255 Chapters

Bab121# Max Di Tahan?

Kenan berhasil membawa Chelsea kembali ke rumah. Sebab, Max pun harus menemui, melihat bagaimana keadaan Grace yang baru saja terbebas dari kematian."Bawa Chelsea kembali, Ken! Aku percaya kamu bisa menjaganya!" ucap Max sebelum berpisah. Bagaimana mungkin Max langsung percaya begitu saja pada Kenan yang hanya seorang supir? Kesetiaan Kenan mengabdi pada Chelsea tak diragukan lagi. Tentu saja Max sangat yakin Kenan bisa melindungi sang adik."Baik, Tuan. Saya akan melindungi Nyonya Chelsea," balas Ken tertunduk sekilas.Setelah mendapat kepastian jawaban Kenan, Max langsung masuk ke dalam mobilnya sendiri, dan melajukan menuju rumah sakit.Sementara Kenan pun langsung masuk ke dalam mobil Chelsea yang dikemudikannya. "Perlu kita ke rumah sakit, Nyonya?" tanya Ken dari balik kemudi. Ia tadi melihat ada sayatan pada paha sang majikan.Chelsea duduk meringkuk dalam balutan selimut, tersentak kemudian mendongak,
last updateLast Updated : 2024-12-24
Read more

Bab122# Kebebasan

Keluarga Anderson menuntut CEO McKesson Group atas tuduhan penganiayaan atas anak tunggal, yaitu Darren Anderson.Max enggan ditahan karena Grace pasti sedang menunggunya. Sementara pengacara McKesson Group sedang bernegosiasi dengan kepala kepolisian."Aku tidak akan menghabisinya bila dia tidak melukai istriku dan melecehkan adikku! Apa kau juga akan diam bila itu terjadi dengan keluargamu!" sarkas Max dengan wajah dingin. Namun, ucapannya terdengar ketus. "Untung saja aku tidak membunuhnya!"Petugas polisi yang mengintrogasi Max menatap nanar karena menghadapi dilema. Kasus dua keluarga konglomerat yang tidak kunjung usai itu benar-benar menarik atensi masyarakat."Tetapi Anda tidak bisa menghakiminya sendiri, Tuan. Anda bisa menghubungi kami.""Bila aku menghubungi kalian, apa kalian bisa bergerak cepat sebelum adikku terluka, hah? Bisa-bisa bukan hanya terluka, Chelsea mungkin saja sudah dia bunuh bila aku tidak cepat datang! Ce
last updateLast Updated : 2024-12-25
Read more

Bab123# Keputusan Tepat

Mobil yang di tumpangi Leon dan yang lainnya ternyata berpapasan dengan anak buah Jack. Entah mengapa Edward saat itu membuka kaca mobilnya sebentar sehingga Carlos mengenalinya. Carlos memekik terkejut saat melihat Edward berada di dalam mobil itu. Meskipun kejadian yang sangat singkat itu membuat Alfonso tidak yakin. "Ah, yang benar saja kamu! Mana mungkin dia di mobil itu? Bukannya dia sedang di rumah sakit?" balas Alfonso. Carlos berdecak kesal karena rekannya tidak mempercayainya. "Kenapa kau tidak percaya padaku? Kau kira mataku sudah buta, hah?! Itu dia! Suami target kita!" "Diamlah! Lagi pula bagaimana cara kita mengejar. Lampu di depan masih merah!" Alfonso mengeram. Perdebatan di dalam mobil belum juga menemukan solusi, hingga bunyi klakson dari mobil belakang berbunyi sangat nyaring. "Cepat jalan! Kita kejar mereka!" Alfonso bergegas menginjak pedal gas
last updateLast Updated : 2024-12-26
Read more

Bab124# Leon Hilang!

"Berita hari ini. Saham Mckesson grup perhari ini telah menurun hingga 50%. Ini terjadi semenjak meledaknya berita penyerangan brutal yang dilakukan oleh Putra tunggal keluarga Mckesson kepada mantan adik iparnya—keluarga Anderson. Kami juga melapo—" Alexander bergegas mematikan televisi yang menayangkan berita sembari menghela napas berat. Kesal karena berita tersebut telah membuat mereka rugi miliaran dolar. Kemudian, melempar asal remote ke atas meja. Tak lama berselang, pintu kamar dibuka seseorang dari luar, membuat Alexander mendongak. Pria itu melambaikan tangan, meminta sosok itu mendekat. "Hey, ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu terlihat begitu kusut?" tanya Felly sembari menelusup dalam pelukan. Tak lupa membubuhkan kecupan manis di pipi. "Entahlah, Mi." Alexander menggendik dengan kening berkerut, tampak begitu banyak beban di pundaknya. "Ada apa, Pi?" Felly melepaskan pelukan. Ia menatap dalam wa
last updateLast Updated : 2024-12-27
Read more

Bab125# Tepukan Pundak

Brian, Stella, Edward berpencar mencari Leon dan Alika. Brian khawatir dengan kondisi Leon. Sementara Stella dan Edward justru lebih takut bila kedua anak itu bertemu dengan orang jahat.Ketiganya berpencar mencari sekeliling arena taman bermain. Brian mencari di sekitar permainan ayunan, dan bianglala. Edward dan Stella bersatu mencari di sekitaran taman bunga dan cafetaria."Bagaimana bila mereka diculik, Edward!" "Omong kosong! Jangan bicara sembarangan kamu, Stella! Terus cari sampai ketemu!" sergah Edward justru menggertak Stella yang berbicara asal. "Kamu yang menyebabkan semua ini!""Apa katamu? Kamu pikir aku tidak bisa menjaga Leon! Kalau perutku tidak sakit, aku juga tidak akan meninggalkan anak itu sendiri!"Perdebatan sengit terjadi di antara Edward dan sang perawat. Masing-masing membela diri sendiri."Berhentilah mengoceh, Stella! Atau Nyonya Grace akan marah!" bentak Edward kemudian memisahkan diri dari Stella.
last updateLast Updated : 2024-12-28
Read more

Bab126# Semua Berjalan Lancar

Setelah beberapa waktu yang lalu saham McKesson Group mengalami penurunan yang sangat drastis. Christ dan bagian divisi lainnya berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat agar saham perusahaan kembali stabil. Helaan napas terdengar saat Christ melihat indeks pada layar monitor yang menampilkan catatan saham dari beberapa perusahaan terkenal di Italia. Nama McKesson Group kembali berada di puncak tertinggi."Hm, untung saja kita bergerak cepat, Sarah," ujar Christ membenahi kacamata.Asisten Max masih berdiri dengan memasukkan kedua tangan di saku celana, menatap layar monitor besar di ruang rapat."Benar kata anda, Tuan. Mungkin Tuan Alexander bisa tenang sekarang. Saya tau kecemasan Beliau saat menghubungi saya kemarin. Menanyakan apa perusahaan sudah bergerak mengatasi hal ini," ungkap Sarah—Sekretaris Christ."Ya, begitupula dengan Tuan Max. Karena hari ini Nyonya Grace akan menjalani operasi lagi," balas Christ lagi. "Ya
last updateLast Updated : 2024-12-29
Read more

Bab127# Darren Tak Jera

Chelsea tersentak kaget mendengar penuturan sang kakak. Ia menggelengkan kepala, "Tidak, Max! Aku tidak ingin membuat masalah lagi.""Apa menurutmu menikah suatu masalah?""Itu untuk wanita sempurna. Sedangkan aku ..." Chelsea tidak mampu meneruskan ucapannya."Bila kamu tidak keberatan, pakailah dia sebagai penjaga. Mungkin itu lebih aman untukmu," usul Max.Di antara percakapan adik dan kakak, sosok wanita yang baru saja setengah sadar, menggerakkan jari jemarinya. "M-Max ..." lirih terdengar nama sang pria disebutnya.Grace perlahan menggerakkan kepalanya ke samping setelah kelopak matanya terbuka bebas.Max dan Chelsea senangnya bukan kepalang, menoleh, lantas bergegas mendekat di samping brankar."Ada apa, Baby? Jangan bicara banyak dulu," pinta Max agar Grace tidak banyak bergerak, "Aku bersyukur suaramu sudah kembali."Pria itu menatap teduh, menciumi kening sang wanita. Chelsea p
last updateLast Updated : 2024-12-29
Read more

Bab128# Kedua Paman

Alika berbalik, bertepatan dengan salah satu dari kedua pria baru saja selesai menelpon. Sementara Leon menoleh."Siapa Kalian berdua, Paman?" tanya Alika polos. Namun, berani. "Hai, maaf jika Paman berdua mengejutkan Kalian, Anak-anak." Lelaki berkepala plontos itu mengangkat kedua tangan sebagai kode, jika mereka tidak berniat jahat."Tapi, kehadiran Kami berdua di sini adalah ingin bertanya pada Kalian. Apakah Kalian sedang tersesat?" Lelaki itu memindai wajah Alika dan Leon yang perlahan memutar kursi roda, hingga mereka berempat berdiri berhadapan. Alika merasa sedikit takut. Terlebih saat teringat banyaknya pemberitaan, perihal penculikan anak di televisi. Ia juga memegang erat pegangan kursi roda milik Leon, bersiap membawa anak itu pergi, jika kedua pria dewasa di hadapan mereka berniat jahat. Si lelaki berkepala plontos semakin mengangkat tinggi kedua tangannya, saat melihat ekspresi wajah Alika. "Hey! Hey!
last updateLast Updated : 2024-12-30
Read more

Bab129# Dua Paman Baik

Sepeninggal Carlos dan Alfonso, Leon seperti mengingat sesuatu. Anak laki-laki itu bergegas menarik tangan Alika yang hendak berbalik. "Tunggu Lika, sepertinya aku pernah bertemu salah satunya!" seru Leon tiba-tiba, "ya, aku pernah bertemu dengan Paman Carlos di rumah sakit!"Alika terbeliak, "Hah, benarkah?! Kenapa kamu baru ingat sekarang?""Maaf, karena saat itu pun cuma sebentar saja. Dia mengatakan salah masuk kamarku.""Ah, ya sudahlah, Dia juga sudah pergi. Ternyata Mereka baik ya, Leon," celetuk Alika, membuat Leon menoleh ke arahnya. "Hu'um," sahut Leon sembari mengangguk kuat. Keduanya lantas sama-sama melempar senyum manis. Bertepatan dengan itu, terdengar langkah kaki mendekat, disusul teriakan lantang memanggil nama keduanya, "Leon! Alika!"Edward, Brian, dan Stella berlari ke arah dua anak itu dengan tatapan haru sekaligus senang. Bahagia karena anak yang sedari tadi membuat jantung mereka
last updateLast Updated : 2024-12-30
Read more

Bab130# Kepulangan Grace

Setelah masa pemulihan berangsur membaik, Grace menatap terus layar ponselnya. Wanita itu sedikit kesal karena beberapa hari sejak dirinya berada di rumah sakit, Ia tidak bisa menghubungi sang anak. "Huh, ke mana lagi, Brian?" kesal Grace karena dokter sang anak justru menolak panggilannya. Tentunya Grace sudah sangat rindu pada anak laki-lakinya. Terakhir kali sebelum operasi, Grace mengabaikan telepon dari Leon. Terlebih Ia khawatir, Max bisa saja tau atau penasaran, kemudian membaca semua pesan singkatnya. "Sebaiknya aku minta pulang saja hari ini," batin Grace merasa dirinya cukup kuat. Dalam ruangan kamar VVIP, wanita itu turun dari ranjang, Grace mencari sang suami ke sana ke mari. Namun, Ia tidak menemukannya. "Ke mana dia? Kenapa Max tidak pamit padaku?" lirih Grace sendirian. Kemudian wanita cantik kembali ke atas ranjang. Hingga suara pintu terbuka mengejutkan Grace yang sontak men
last updateLast Updated : 2024-12-30
Read more
PREV
1
...
1112131415
...
26
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status