Beranda / Rumah Tangga / MENCURI BENIH SUAMI MANDUL / Bab126# Semua Berjalan Lancar

Share

Bab126# Semua Berjalan Lancar

Penulis: Blue_Starlight
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-29 20:15:29

Setelah beberapa waktu yang lalu saham McKesson Group mengalami penurunan yang sangat drastis. Christ dan bagian divisi lainnya berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat agar saham perusahaan kembali stabil.

Helaan napas terdengar saat Christ melihat indeks pada layar monitor yang menampilkan catatan saham dari beberapa perusahaan terkenal di Italia. Nama McKesson Group kembali berada di puncak tertinggi.

"Hm, untung saja kita bergerak cepat, Sarah," ujar Christ membenahi kacamata.

Asisten Max masih berdiri dengan memasukkan kedua tangan di saku celana, menatap layar monitor besar di ruang rapat.

"Benar kata anda, Tuan. Mungkin Tuan Alexander bisa tenang sekarang. Saya tau kecemasan Beliau saat menghubungi saya kemarin. Menanyakan apa perusahaan sudah bergerak mengatasi hal ini," ungkap Sarah—Sekretaris Christ.

"Ya, begitupula dengan Tuan Max. Karena hari ini Nyonya Grace akan menjalani operasi lagi," balas Christ lagi. "Ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (47)
goodnovel comment avatar
Attin26
setuju nih kalo chelsea sama Kenan...
goodnovel comment avatar
bojone mas Rohmat
chelsea lebih baik nikah dama kennan aja biar ada yg melindungi mu
goodnovel comment avatar
sinkooky
udah lah sama Kenan aja chel
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab127# Darren Tak Jera

    Chelsea tersentak kaget mendengar penuturan sang kakak. Ia menggelengkan kepala, "Tidak, Max! Aku tidak ingin membuat masalah lagi.""Apa menurutmu menikah suatu masalah?""Itu untuk wanita sempurna. Sedangkan aku ..." Chelsea tidak mampu meneruskan ucapannya."Bila kamu tidak keberatan, pakailah dia sebagai penjaga. Mungkin itu lebih aman untukmu," usul Max.Di antara percakapan adik dan kakak, sosok wanita yang baru saja setengah sadar, menggerakkan jari jemarinya. "M-Max ..." lirih terdengar nama sang pria disebutnya.Grace perlahan menggerakkan kepalanya ke samping setelah kelopak matanya terbuka bebas.Max dan Chelsea senangnya bukan kepalang, menoleh, lantas bergegas mendekat di samping brankar."Ada apa, Baby? Jangan bicara banyak dulu," pinta Max agar Grace tidak banyak bergerak, "Aku bersyukur suaramu sudah kembali."Pria itu menatap teduh, menciumi kening sang wanita. Chelsea p

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-29
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab128# Kedua Paman

    Alika berbalik, bertepatan dengan salah satu dari kedua pria baru saja selesai menelpon. Sementara Leon menoleh."Siapa Kalian berdua, Paman?" tanya Alika polos. Namun, berani. "Hai, maaf jika Paman berdua mengejutkan Kalian, Anak-anak." Lelaki berkepala plontos itu mengangkat kedua tangan sebagai kode, jika mereka tidak berniat jahat."Tapi, kehadiran Kami berdua di sini adalah ingin bertanya pada Kalian. Apakah Kalian sedang tersesat?" Lelaki itu memindai wajah Alika dan Leon yang perlahan memutar kursi roda, hingga mereka berempat berdiri berhadapan. Alika merasa sedikit takut. Terlebih saat teringat banyaknya pemberitaan, perihal penculikan anak di televisi. Ia juga memegang erat pegangan kursi roda milik Leon, bersiap membawa anak itu pergi, jika kedua pria dewasa di hadapan mereka berniat jahat. Si lelaki berkepala plontos semakin mengangkat tinggi kedua tangannya, saat melihat ekspresi wajah Alika. "Hey! Hey!

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-30
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab129# Dua Paman Baik

    Sepeninggal Carlos dan Alfonso, Leon seperti mengingat sesuatu. Anak laki-laki itu bergegas menarik tangan Alika yang hendak berbalik. "Tunggu Lika, sepertinya aku pernah bertemu salah satunya!" seru Leon tiba-tiba, "ya, aku pernah bertemu dengan Paman Carlos di rumah sakit!"Alika terbeliak, "Hah, benarkah?! Kenapa kamu baru ingat sekarang?""Maaf, karena saat itu pun cuma sebentar saja. Dia mengatakan salah masuk kamarku.""Ah, ya sudahlah, Dia juga sudah pergi. Ternyata Mereka baik ya, Leon," celetuk Alika, membuat Leon menoleh ke arahnya. "Hu'um," sahut Leon sembari mengangguk kuat. Keduanya lantas sama-sama melempar senyum manis. Bertepatan dengan itu, terdengar langkah kaki mendekat, disusul teriakan lantang memanggil nama keduanya, "Leon! Alika!"Edward, Brian, dan Stella berlari ke arah dua anak itu dengan tatapan haru sekaligus senang. Bahagia karena anak yang sedari tadi membuat jantung mereka

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-30
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab130# Kepulangan Grace

    Setelah masa pemulihan berangsur membaik, Grace menatap terus layar ponselnya. Wanita itu sedikit kesal karena beberapa hari sejak dirinya berada di rumah sakit, Ia tidak bisa menghubungi sang anak. "Huh, ke mana lagi, Brian?" kesal Grace karena dokter sang anak justru menolak panggilannya. Tentunya Grace sudah sangat rindu pada anak laki-lakinya. Terakhir kali sebelum operasi, Grace mengabaikan telepon dari Leon. Terlebih Ia khawatir, Max bisa saja tau atau penasaran, kemudian membaca semua pesan singkatnya. "Sebaiknya aku minta pulang saja hari ini," batin Grace merasa dirinya cukup kuat. Dalam ruangan kamar VVIP, wanita itu turun dari ranjang, Grace mencari sang suami ke sana ke mari. Namun, Ia tidak menemukannya. "Ke mana dia? Kenapa Max tidak pamit padaku?" lirih Grace sendirian. Kemudian wanita cantik kembali ke atas ranjang. Hingga suara pintu terbuka mengejutkan Grace yang sontak men

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-30
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab131# Siapa Brian?

    Mendengar permintaan istri sang CEO yang baru saja keluar dari rumah sakit membuat Christ terkejut. Untungnya sang asisten tidak menginjak pedal rem tiba-tiba. Begitupun dengan Max. Ia melebarkan kedua mata seraya bersuara tegas, "Tidak Christ!" Suasana di dalam mobil seketika menjadi beku. Tidak ada yang berani bersuara bila Max sudah mengeram. Detik berikutnya Max menatap sang istri. "Baby, aku sudah bilang, kamu harus beristirahat. Jangan paksakan dirimu!" Kemudian ucapannya beralih pada sang asisten. "Tujuan tetap ke rumah, Christ. Aku tidak mengijinkannya!" Christ pun hanya mengangguk tanpa bersuara. Sementara Grace melihat Max dengan ekspresi tegas, wanita itu sedikit kecewa "Max, aku baik-baik saja. Pekerjaanku menumpuk, aku harus pergi. Aku tidak bisa membiarkan semuanya terbengkalai." Max menggeleng lirih dengan nada lebih lembut, tapi tetap serius, "Aku tahu kamu ingin bekerja, tapi k

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab132# Tawaran Untuk Kenan

    Semua saling diam antara Max dan Brian. Hingga Max menggertak lagi demi mendapatkan kebenaran."Siapa kamu? Ada apa menelpon istriku?"Mendengar pertanyaan Max, kini Brian tahu siapa yang menerima panggilannya. Sang dokter sontak menepuk dahinya. "Duh, gawat!" batinnya.Detik demi detik berlalu, Brian lantas bergegas menjawab pertanyaan pria di ujung sana, demi menutupi kebenaran."Uhm, maafkan saya, Tuan. Apakah ini benar nomor Nyonya Grace? Saya pikir ini nomor telepon teman saya," ucap Brian. Tentu saja itu hanya sebuah alibi."Lalu apa hubunganmu dengan istriku?" "S-saya karyawannya, Tuan. Apakah ini dengan Tuan Max?" Brian coba mengalihkan pembicaraan dengan gaya bicara santai, seolah Ia sudah mengenal dekat keluarga sang CEO. "Maafkan saya kalau begitu, Tuan. Selamat malam."Brian langsung mengakhiri panggilan tanpa menunggu balasan dari suami Grace. Pria itu langsung memegang dadanya, merasakan degub jantungnya y

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab133# Mungkinkah Positif?

    Sementara di tempat lain, Grace mengeluh merasakan sakit kepala, badannya pun juga terasa lemas. Berkali-kali ia pergi ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan dalam isi perutnya. Padahal, sedari pagi Ia belum juga makan apapun."Kenapa aku lemas sekali ..." keluh Grace. Wanita itu sekarang masih berada di atas kasur. Sedangkan Max sudah berangkat ke kantor sejak tadi, itulah yang membuat Grace enggan untuk bangkit dan bersiap ke kantor. Pasalnya, sudah lama sejak Ia di rumah sakit, dirinya mengetahui semua kejadian apa yang terjadi di Phoenix Enterprises.Akan tetapi, lamunannya sontak lenyap setelah mendengar bunyi pesan dalam ponselnya. Setelah itu, detik berikutnya di susul panggilan yang sama dari nama pria yang menghubunginya semalam."Brian?" lirihnya melihat ponsel bergetar di atas nakas.Grace langsung menggapai, dan tersenyum lirih meski wajahnya tampak pucat."Selamat pagi, Grace, "sapa Brian.Grace menyib

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab134# Bertemu Freya

    Tidak ingin terus berpikiran buruk, Grace terlihat fokus mengendarai mobilnya menyusuri jalan raya yang lengang, karena memasuki jam kantor beroperasi. Janji kontrol dengan sang dokter telah dibuat setengah jam yang lalu, dan Dokter Emily bersedia meluangkan waktu untuknya. Perlahan Grace membuka laci dashboard dan segera mengambil earphone. Tangannya terlihat lincah mengetik di layar tablet yang terpasang di dasbor tersebut, menekan angka satu yang langsung terhubung setelah dua kali nada sambung. "Hallo, Sayang. Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyanya lembut saat mendengar sapaan bernada riang dari seberang. "Aku baik, Mommy. Mommy kapan kembali? Aku rindu sama Mommy," sahut Leon dengan manja. Bibirnya bahkan mengerucut. Namun, ia tidak dapat menutupi rasa senangnya karena sang bunda menelepon di saat Alika tidak bisa menemaninya karena harus menjalani serangkaian terapi. Grace terenyuh.

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31

Bab terbaru

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab255# Happy Ending

    Sudah hampir satu bulan sejak Chelsea mulai melakukan pencarian terhadap suaminya secara mandiri. Meskipun pihak kepolisian Jerman sudah menutup kasus kecelakaan ini. Pencarian polisi berakhir, bersamaan dengan ditutupnya kasus itu dan menyatakan dua orang sebagai korban. "Kenapa harus berakhir dengan begini, Ken ..." Chelsea meratapi di tempat kejadian sebelum mobil Kenan masuk ke jurang. "Kembalikan suamiku wahai alam. Kembalikan dia meskipun itu hanya abu atau tulang belulangnya ... Ijinkan aku memeluknya sekali lagi. Aku tidak akan marah padamu. Bagaimana aku bisa marah, kalau kau adalah rumah suamiku sekarang, selamanya ...." Wanita itu bahkan tidak kuasa menahan isak tangis. Setiap hari, ia tak kenal lelah, menyerahkan segalanya untuk mencari keberadaan Kenan. "Maaf, Nyonya." Suara Christ yang tiba-tiba pun tidak menghentikan isakan Chelsea. Sang asisten yang telah setia membantu, bersama dengan beberapa orang yang dikerahkan untuk mencari, sudah melakukan segala cara

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab254# Aku Punya Mommy & Daddy

    Kelopak bulu mata lentik membuka matanya perlahan, samar-samar cahaya matahari menembus tirai jendela.Pusingnya pun masih terasa, dan tubuhnya juga masih lemah, namun Grace mencoba mengingat apa yang terjadi. Semua kenangan tentang operasi dan masa koma itu kabur, tapi ada satu hal yang sangat jelas di pikirannya. Anak laki-lakinya, Leon."Ergghhh ..." Grace memegangi kepalanya yang masih berdenyut.Dengan susah payah, ia mengangkat tubuhnya dan menoleh ke sekeliling ruangan. Namun, tak ada siapapun di sana. Kosong!"Apa aku masih hidup?" Grace sendiri hampir tidak percaya dirinya masih bernyawa. Kemudian mengusap perutnya yang seakan tidak ada apa-apa. "Ke mana bayiku?" tanyanya kebingungan, entah pada siapa.Wanita itu lantas menoleh. Di sana, di ranjang yang terpisah, Leon sedang tertidur pulas. Wajah kecilnya tampak damai, meskipun di hati Grace, ada kekhawatiran yang menggantung."Leon, Mommy b

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab253# Harapan Terakhir

    Reaksi Brian membuat Max menarik paksa hasil tes kesehatannya. Pria itu dinyatakan cocok menjadi pendonor tulang sumsum untuk Leon.Dengan wajah binar, Max langsung bangkit dari duduknya. "Ayo cepat, ke mana aku harus pergi, Brian!" "Ayo! Aku juga sudah tidak sabar menunggu waktu ini!" Brian langsung bangkit dari duduknya, kemudian melangkah keluar yang diikuti Max.Setelah kurang lebih satu jam proses pengambilan sel tulang sumsum Max, petugas Laboratorium mulai memprosesnya.Max keluar dari ruang periksa dengan langkah yang sedikit terhuyung. Udara dingin di ruang rumah sakit tak bisa mengurangi rasa lega yang perlahan merayap dalam dirinya. "Apapun yang terjadi, Daddy akan berusaha segala cara Leon," tekad Max lirih.Meski perasaan berat masih menggantung, setidaknya ia tahu bahwa tulang sumsum yang baru saja didonorkan untuk Leon, memiliki peluang besar untuk menyelamatkan hidupnya. Hasil tes genetik men

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab252# Kamu Yang Bisa Menolongnya

    Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu bergerak pelan. Aroma desinfektan membuat Chelsea sadar seketika. Kepala terasa berat, tubuhnya lelah, dan rasa sakit mulai merayapi seluruh tubuhnya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengingat apa yang terjadi. "Kenaann ..." Ia berharap semua yang baru saja ia lihat adalah sebuah mimpi. Namun, sayangnya itu adalah hal nyata yang baru saja dialaminya. Chelsea melihat bekas tanah yang terdapat di sela-sela pada kuku-kuku. "Ini bukan mimpi ..." ratapnya menahan isak. Melihat sang Nyonya sudah sadar, Christ mendekati Chelsea yang terbaring di atas brankar rumah sakit. "Apa yang Anda rasakan, Nyonya?" tanyanya. Chelsea menatap asisten sang kakak, "Katakan kalau semua ini hanya mimpi kan, Christ?" Chelsea berharap asisten itu menggeleng, namun nyatanya Christ menggangguk, hatinya tahu bahwa ini semua kenyataan.

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab251# Selamatkan Bayiku

    Kegelapan langit malam berubah merah menyala karena ledakan mobil Kenan yang masuk ke jurang. Serpihan body mobil pun berterbangan hingga menjadi bagian terkecil. Semua orang mengalihkan wajah, menutup mata dengan lengan masing-masing. "Tidak Keennn ..." Chelsea meratapi terduduk di atas tanah. Tatapannya kosong pada nyala api di angkasa. Arthur memegang pundak Chelsea, menguatkan wanita itu, "Semua akan baik-baik saja, Chel. Kenan pasti selamat ..." Meski sejujurnya Arthur juga ragu akan ucapannya. Jurang dan ledakan sebesar itu mana mungkin tidak menghancurkan tubuh seseorang. Christ berlari ke tepian jurang, lalu menatap ke bawah. Namun, tak ada siapapun di sana. Hanya ada pecahan puing yang berserakan dan masih menyisakan bara api yang berkobar. Kemudian ia berbalik badan lalu menggeleng lirih. Isyarat Christ semakin membuat Chelsea semakin histeris. "Tidak! Kembali padaku Kenaannn ...!" Tangisan Chelsea yang terdengar pilu makin tak terkendali, hingga tiba-tiba semu

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab250# Perbaiki Rumah Tangga Kita

    Setibanya di basecamp yang tersembunyi, Chelsea merasa ada sesuatu yang sangat salah. Tempat itu sangat kacau dan suasana mencekam memenuhi udara. "Apa ini tempatnya, Arthur?" tanya Chelsea penuh keraguan. "Hm, benar ini tempatnya." Belum juga kedua mata Chelsea memindai tempat itu, tiba-tiba ... Brak! Freya dan Kenan keluar dari bangunan sepi dengan pencahayaan minim. Meski demikian, sorot mata Chelsea mampu menangkap siluet bayangan sang suami. "Kenan ...?!" Chelsea hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seruan Chelsea ternyata mampu mengalihkan perhatian kedua orang itu, terutama Kenan. Ia lebih terkejut saat melihat Chelsea juga berada di sekitar tempat itu. Area yang tidak sebaiknya dituju. Namun, di balik semua rasa takut dan kecemasan Chelsea, hatinya semakin teriris saat kenyataan yang lebih pahit terbuka di hadapannya. Di sana, di tengah kekacauan, dia melihat Kenan—dengan jelas berdiri di sisi Freya. Sekarang tampak seperti musuh yang berdiri di samp

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab249# Bertahanlah

    Grace dengan suara penuh amarah, "Kenan! Kau datang kemari hanya untuk jadi pengkhianat! Tidak tahu malu!" Berdiri tegak, Kenan menatap Grace dengan dingin, "Aku memilih sisi yang benar, Grace. Ini bukan tentang kamu atau aku lagi, ini tentang apa yang seharusnya terjadi." Grace tertawa sinis, "Cih! Sisi yang benar? Kau menjual dirimu kepada Freya, itu yang kamu sebut benar? Jangan lebih rendah dari itu, Ken!" "Aku tidak membutuhkan pembenaran darimu, Grace. Semua ini sudah berjalan terlalu jauh. Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang." Freya, yang sejak tadi diam dan menyaksikan percakapan itu, akhirnya berbicara dengan suara penuh kebencian. Grace tertawa remeh pada Freya, seolah mengejek wanita ular itu. "Apapun yang kau lakukan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Karena kau tidak pernah dicintai sampai mati! Kau tak akan pernah tau apa itu cinta!" ucapnya penuh penekanan, "kasihan sekali!" Suasana di antara kedua wanita itu semakin mencekam. Freya ingin seka

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab248# Lokasi Ditemukan

    Max tampak berjalan mondar-mandir di ruang kantor yang gelap, ekspresinya tegang dan penuh amarah. Matanya yang tajam menatap beberapa anak buah Christ yang berdiri cemas di hadapannya."Bagaimana bisa kalian belum menemukan lokasi Freya?!" bentaknya, suaranya keras dan penuh amarah. "Kalian cuma membuang-buang waktu! Ini sudah terlalu lama, aku ingin jawaban sekarang!"Anak buah Christ, yang satu bernama Markus dan yang satunya lagi disebut Simon saling pandang, tampak bingung dan tertekan."Ma-Maaf, Tuan ... kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami belum menemukan petunjuk pasti," jawab Markus, suaranya terbata-bata.Max menggeram, berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan mereka. "Berusaha? Itu bukan jawaban yang aku cari! Jika kalian tidak bisa melaksanakan perintah sederhana ini, lebih baik aku cari orang lain yang bisa!"Simon mencoba menenangkan situasi. "Kami benar-benar sudah berusaha, Tuan. Kami akan terus menca

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab247# Menjadi Sekutu

    Kenan terlihat tegang, tapi mencoba menurunkan egonya. "Freya, aku tahu aku salah. Aku tidak mencari pembenaran. Aku hanya ingin tahu di mana basecamp-mu. Aku punya rencana ... rencana untuk melancarkan keinginanmu." Namun, diam-diam, tanpa melibatkan siapa pun. Kenan akan pastikan akan membebaskan Grace. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menebus semua kesalahan." Mendengar ketulusan Kenan, dan betapa pria itu juga memenuhi keinginannya mendapatkan lokasi Grace, Freya terdiam sejenak, mempertimbangkan kata-katanya. "Kau tidak akan menjadi pengkhianat di dalam basecamp-ku, kan?" "Kau bisa percaya padaku, Freya. Aku akan lakukan apa saja untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Kau akan dapatkan semua yang kau inginkan." Dalam hati Freya melewati banyak perdebatan. Kemudian suara Freya berubah, sedikit lebih lembut. "Baiklah, aku beri kau satu kesempatan lagi. Basecamp-ku ada di kawasan Charlottenburg, dekat Stasiun Zoologischer Garten. Tapi ingat, Kenan. Satu langkah s

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status