Semua Bab SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN: Bab 61 - Bab 70

121 Bab

KENCAN ARINA ARKA

“Lalu bagaimana denganku?” Teriak Sunny dengan diiringi isak tangis dan derai air mata agar bisa menghentikan langkah kaki Liam.Liam langsung berbalik ke arah meja Sunny dan berlari menghampirinya. “Sttt! Kita di dekat rumahku. Jaga sikap kamu.” Ucap Liam.Sunny terus menangis tanpa peduli apapun. “Huhu Pak Arka menugaskan aku menangani La Fayare. Aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku masih membutuhkanmu. Kamu tahu aku masih pemula dalam bahasa Prancis. Pak Arka menugaskan ku, tapi bagaimana jika hasil kerjaku buruk? Aku harus bagaimana? Aku hanya pegawai kontrak. Huhu… uuu huuu..” Ucap Sunny“Itukah alasanmu ingin bertemu denganku?” Tanya Liam yang akhirnya paham alasan kenapa Sunny terus mendekatinya setelah Ia campakkan begitu saja.“Aku masih membutuhkanmu. Pak Liam! Aku takut mengacaukan semuanya. Aku membutuhkanmu.” Ucap Sunny.***“Aku bilang kemasi barang-barangmu untuk dibawa ke rumah sakit. Kenapa malah membentak Sera?” Ucap Felice sambil menyilangkan tangannya di depan
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-24
Baca selengkapnya

NASIHAT PANJANG MAMA YURI

Setelah pintu lift terbuka Felice bergegas mengecek siapa yang mencoba masuk ke rumahnya.“Mama? Ternyata itu mama?” Ucap Felice saat melihat Mama Yuri sedang berjongkok di depan rumahnya karena tidak tahu password rumah Felice.“Buka pintunya.” Ucap Mama Yuri.“Kenapa tidak menelepon?” Ucap Felice sambil membuka pintunya.Setelah masuk ke rumah Felice menyiapkan makanan untuk Mama Yuri. Mereka juga minum bersama malam ini untuk menghangatkan tubuhnya.“Kenapa Mama datang malam-malam begini tanpa menelepon aku dahulu?” Ucap Felice.“Aku ingin minum denganmu dan bermalam disini.” Balas Mama Yuri.“Bagaimana dengan Papa?” Tanya Felice.“Dia bukan anak kecil. Dia tidak takut pencuri atau hantu.” Balas Mama Yuri sambil menuangkan minuman untuk Felice.Felice meminumnya sambil melirik Mama Yuri yang terus minum dengan cukup cepat. “Ternyata Mama kuat juga minumnya.” Ucap Felice.“Mama biasa meminumnya dari botol langsung. Selama ini Mama hanya berpura-pura sopan karena Papahmu.” Ucap Mama Y
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-25
Baca selengkapnya

DIA BERNIAT MENGAKHIRINYA

Hari ini di kantor Felice disibukkan dengan pemilihan kain dengan perusahaan partner kain mereka. Felice meeting dengan Kathy dan Pak Budi di ruang meeting The Premiére.“Kami juga ingin memakai poliester atau suede buatan Indonesia. Tapi seringkali, kami tidak bisa karena kualitasnya.” Ucap Kathy.“Perusahaan mode lokal membawa sampel kain impor dan kami membuatkan yang sama persis dengan itu. Bukan hanya itu saja. Jangan menyebutkan kualitas saat kamu membayar sepertiga dan memberi kami waktu yang mepet.” Ucap Pak Budi.“Benar bisa buat tekstur baru atau motif baru?” Tanya Felice.“Ya! Kami punya teknologi terbaik. Ada banyak perusahaan di Bogor.” Ucap Pak Budi “Banyak yang tutup juga.” Ucap Kathy.“Tujuh puluh persen brand lokal menggunakan kain impor. Tidak ada ruang bagi pembuat kain lokal untuk berkembang.” Ucap Pak BudiFelice melihat jam di tangan kanannya. Waktu istirahatnya hampir tiba namun mereka masih berdebat saja. Tanpa memikirkan solusi.Kemudian Vareena datang membaw
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-26
Baca selengkapnya

POSE TERINDAH

Sesuai dengan janji Felice pada Keena, bahwa Felice akan mengajaknya untuk melakukan foto di tempat yang Felice pilih. Sebelum foto, Felice dan Arina mengajak Keena untuk pergi ke salon yang sudah Arina siapkan. “Aku kira aku harus memesan tempat. Terima kasih sudah membantu.” Ucap Felice pada Arina.“Jangan dulu berterima kasih. Kamu cenderung meremehkan ku.” Ucap Arina.“Ada lagi?” Sahut Felice.“Begitu dia selesai dirias, beberapa pakaian sampel yang mewah dari koleksi musim semi 2025 akan segera tiba.” Ucap Arina.“Ohh begitu!” Sahut Felice.“Aku cukup cekatan jika bukan soal pekerjaan. Aku berhasil merekrut beauty content creator pertama dan pelopor yang membuat K-Beauty populer. Nah itu, dia sudah datang.” Ucap Arina.“Hallo, Non Arina.” Ucap Ponny.“Hallo.” Ucap Felice. “Hallo!” Ucap Arina.“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Ucap Ponny.“Ya benar! Kita udah lama ga ketemu.” Ucap Arina sambil cipika cipiki.“Tolong urus temanku dengan baik.” Pinta Arina.“Halo. Ini pasti har
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-27
Baca selengkapnya

KULAKUKAN DEMI PUTRIKU

“Keena sangat bahagia. Dia ingin menjadi model sejak masih di sekolah, tapi dia berhenti setelah menikah. Dia tidak akan berhenti mengirim pesan bahwa dia menjadi model untuk Mr. X di usianya.” Ucap Felice sambil membantu Xavier membereskan studio foto.“Kamu memberitahu Keena bahwa aku tidak memotret sembarang orang?” Tanya Xavier.“Kebanyakan orang akan memilih untuk rendah hati saat baru membuka usaha.” Sahut Felice.“Hei! Aku Mr. X! Kamu lupa? Lagipula jika aku terampil dan rendah hati, itu sama sekali tidak menarik, bukan?” Ucap Xavier.Felice menyunggingkan bibirnya, “Aishh.. Haha ahaha…”“Hahaha.”Di saat mereka sedang berbahagia dengan semua yang mereka lalui hari ini. Mama Yuri datang dengan menggunakan taxi. Saat turun dari taxi, Yuri melihat Felice dan Xavier yang sedang tertawa bahagia dari balik jendela.“Apa itu yang terakhir?” Tanya Felice.“Ya, ini yang terakhir.” Balas Xavier sambil membereskan lampu-lampu.“Itu pasti sangat berat kan? Wajahmu mulai memerah. Hehe apa m
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-28
Baca selengkapnya

KERAGUAN YANG MENGHANTUI

Matahari sudah terbit dan menyinari bumi. Namun, Felice dan Xavier masih belum tidur juga. Felice terus terpaku pada layar ponselnya. Felice ragu untuk menghubungi kekasihnya itu.Begitupun dengan Xavier, semalaman dia menatap layar ponselnya sambil mempertimbangkan untuk menghubungi Felice atau tidak. Xavier mempertimbangkan sambil terus teringat perkataan dari Mama Yuri saat menemuinya kemarin malam.Flashback On“Apa aku salah? Ayahmu memiliki kamu bersama wanita lain.” Ucap Yuri.“Ya. Itu benar.” Balas Xavier.“Beraninya kamu berpikir bahwa kamu pantas mendapatkan putriku?!” Sahut Yuri.“Maafkan aku. Aku ingin minta maaf atas perilaku ibuku.” Ucap Felice.Flashback OffKeraguan mereka hanya membuat keduanya saling menunggu ketidakpastian dan gagal menemukan solusi yang tepat.***“Pabrik sudah setuju untuk menerima tawaran Nona Felice mengenai pembayaran di awal untuk pengembangan kain.” Ucap Kathy.“Apa aku tidak salah dengar?” Ucap Manajer Alano.“Kita tidak bisa meminta mereka m
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-29
Baca selengkapnya

MARI PUTUS SAMBIL TERSENYUM

Felice terus menunggu sampai klien Xavier pergi. Xavier sangat memperlakukan kliennya dengan baik dan ramah. Ia mengantar mereka sampai keluar studio.“Terima kasih sudah datang. Sampai jumpa lagi.” Ucap Xavier.“Ya. Terima kasih kembali!”“Datang lagi yah?!” Ucap Xavier.“Ya!”Setelah mereka pergi Xavier melihat Felice yang berdiam diri di seberang jalan. Dengan senyuman yang bahagia, Xavier segera memanggilnya.“Hei, Nona Felice. Kamu datang?” Ucap Xavier.Felice tersenyum terpaksa lalu berjalan menghampiri Xavier. Kemudian Xavier segera mengajaknya masuk ke dalam studio.Xavier segera menyiapkan meja dan kursi untuk Felice duduk.Felice melangkahkan kakinya dengan lesu dan tidak bersemangat.“Apa kamu sudah menunggu lama?” Tanya Xavier.“Kurasa pelanggan pertamaku kemarin memberiku keberuntungan. Berkat itu, aku kedatangan banyak pelanggan hari ini. Beberapa orang bahkan datang untuk mengambil foto keluarga.” Ucap Xavier.“Xavier. Kenapa kamu terlihat baik-baik saja?” Tanya Felice.
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-30
Baca selengkapnya

KEDATANGAN TIM EVALUASI TUNTAS

Pagi ini The Premiére kedatangan tim evaluasi yang akan memeriksa beberapa brand yang berada dalam naungan The Premiére. Hal ini membuat seisi perusahaan menjadi riuh dengan banyaknya spekulasi yang mereka ciptakan sendiri.“Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba terjadi seperti ini.”“Pak Arya dari departemen operasi bilang evaluasi tuntas datang.”“Hah? Kenapa?”“Apa perusahaan ini akan dibeli?”Brand yang menjadi pusat perhatian tim evaluasi adalah bran Lauré dan Viance.“Di sini?” Ucap Luna.“Begitu rupanya.”“Bagaimana dengan grafiknya?”“Ini akan aku tunjukkan.” Balas Vareena.“Seberapa besar persiapan untuk bazar di La Fayare?”“Kami sedang dalam proses mengkonfirmasi desainnya. Semua akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.” Balas Felice.“Banyak toko perusahaan yang kamu kelola mengalami kerugian. Boleh minta daftar brand dan daftar toko yang kamu kelola dan pedagang pengecer yang berwenang?”Tim operasional menganggukkan kepala tanda menyetujui permintaan tim evaluasi. Felice h
last updateTerakhir Diperbarui : 2024-12-31
Baca selengkapnya

BEDA LEVEL

“Aku berselingkuh?! Hah? Kapan?” Ucap Ezra.“Heah [menghela nafas]. Aku bahkan tidak punya tenaga untuk menjambak selingkuhanmu. Sejujurnya, aku tidak peduli. Aku menceraikanmu dengan mudah. Jadi, hiduplah dengan wanita itu.” Balas Yuri.“Wanita itu? Siapa yang kamu bicarakan?” Sahut Ezra.“Nona Xavina!” Ucap Yuri. “Nona Xavina?” Gumam Ezra.Flashback On“Ini nomorku. Silahkan hubungi aku jika kamu butuh bantuanku.” Ucap Xavier.Malam setelah kejadian itu Ezra mengganti nama “saksi” yang ditulis Xavier di kontak ponselnya menjadi nama Nona Xaviera agar Yuri tidak menyadari kesalahannya karena sudah tertipu oleh travel agent.Flashback Off“Oh rupanya itu..” Sahut Ezra.Yuri pergi tanpa permisi meninggalkan Ezra yang belum menjelaskan kejadian sebenarnya.“Tunggu! Astaga! Dengarkan dulu.” Ucap Ezra.Bugh [Pintu tertutup]“Hei! Tungg! Yang benar saja. Dengarkan aku dulu.” Panggil Ezra.Yuri tidak sedikitpun menoleh ke arah Ezra. Yuri langsung pergi tanpa ingin mendengarkan penjelasan d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-01
Baca selengkapnya

SEMUA ORANG PUNYA PENDERITAANNYA SENDIRI

Xavier datang ke ruangan Irene untuk menemui Camilla yang syok karena hinaan dari rekan-rekan komunitasnya. Xavier datang dengan wajah yang sangat kesal dan kecewa dengan ibu yang selalu dia hormati itu.Saat melihat Xavier sampai di depan pintu, Irene mencegahnya untuk tidak mengatakan hal-hal yang akan lebih menyakitkan pada Camilla. “Dia sangat syok. Bersikaplah dengan baik.”Xavier mengabaikannya dan memilih untuk menghampiri Camilla yang sedang memegang kepalanya yang terasa sangat pening itu.“Kenapa Ibu harus melakukan hal seperti itu?” Tanya Xavier.“Bukan aku yang memulainya. Dia yang memulainya lebih dahulu.” Balas Camilla.“Dia bersikap semaunya sendiri. Aku hanya berusaha membela harga diri keluarga kita.” Lanjut Camilla.“Mereka bukan orang yang akan bertindak semaunya.” Ucap Xavier.“Maksud kamu ini semua salah ibu?” Ucap Camilla.“Ibu adalah wanita bermartabat, tapi aku tidak seperti itu. Aku tidak elegan. Aku tidak berkelas seperti Ibu dan Calvin.” Ucap Irene.Irene ber
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-02
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
56789
...
13
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status