Lahat ng Kabanata ng SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN: Kabanata 81 - Kabanata 90

121 Kabanata

FASHION SHOW KEENA

Bunga bermekaran. Musim baru akan datang. Bunga mekar. Musim berlanjut. Bunga mulai turun dari langit. Itu indah, tapi menyedihkan. Tapi bunga tidak layu. Habis bunga datanglah buah. Ini awal yang baru yang memberimu kenangan hangat yang akan bersemayam dalam dirimu selamanya.Felice Chiara FarfallaDi samping batu nisan yang bertuliskan nama Calvin dan Calvin di dekat batu nisan itu, Xavier hanya bisa merenungkan semua hal yang terjadi padanya.“Kak!”“Apa kamu sangat membenci itu?”“Apa kamu begitu menentang… hubunganku dengan Felice?”Air mata perlahan mulai menetes meskipun Xavier sudah mencoba untuk menahannya. Namun, kesedihannya terlalu dalam dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya.***Hari yang dinantikan sudah tiba. Hari ini adalah hari dimana Keena kembali menjadi model.“Pak Liam, ini hampir selesai.” Ucap Luna“Baiklah. Mari mulai latihan begitu kita memeriksa urutannya.” Balas Liam.“Ya, baiklah!” Balas Luna.“Kita akan segera mulai latihan.” Teriak Luna.“Ba
last updateHuling Na-update : 2025-01-15
Magbasa pa

CUACA YANG SEMPURNA

Segelas air tidak setara dengan yang lainSeseorang mungkin hanya memuaskan dahagaNamun, manfaat lainnya bisa kamu nikmati sepenuhnya.Menonton pertunjukan acara Fashion show yang disertai rasa khawatir akan keberlangsungan acara membuat Manajer Alano tidak nafsu makan atau minum. Namun, setelah acaranya berlangsung dengan baik rasa haus perlahan mulai dirasakan.Saat Presdir Edward akan menyentuh gelas minumnya, Manajer Alano juga hendak mengambil gelas itu. “Aku agak haus. Maaf, Pak!” Ucap Manajer Alano saat bertatapan dengan Presdir Edward.Emilio masuk ke ruangan Presdir Edward dengan sedikit terburu-buru karena semangatnya yang sedang menggebu-gebu.“Para tamu pembeli mulai melakukan pemesanan.” Ucap Emilio sambil tersenyum penuh semangat.“Good Job!” Ucap Manajer Alano sambil loncat kegirangan. Lalu mengambil gelas Presdir Edward dan meminumnya tanpa rasa bersalah.Presdir Edward langsung melirik sinis pada Manajer Alano.Setelah menyadari bahwa salah mengambil gelas, Manajer Al
last updateHuling Na-update : 2025-01-16
Magbasa pa

TAWARAN YANG PENUH GODAAN

Hidup itu penuh dengan godaan,Tapi kita harus selalu kuat.Haii’fer “Ya, ini Felice Chiara Farfalla.”“Ya.”“Oh begitu rupanya.”“Ya, terima kasih.”“Ya.”Semua anggota tim yang sudah hadir di kantor hanya bisa melihat Nona Felice yang sibuk dengan teleponnya sejak memasuki ruangan. Luna menghampiri untuk memberikan secarik kertas pada Nona Felice.“Mereka memintamu menelepon mereka kembali. Kami mendapat banyak telepon untukmu pagi ini.” Bisik Luna.Lalu Luna pergi ke mejanya setelah meninggalkan Felice yang masih menerima telepon dari seseorang. “Oh ya. Terima kasih atas tawarannya. Baiklah sampai jumpa.” Ucap Felice lalu menutup teleponnya.Anggota tim yang lain hanya bisa tersenyum bahagia melihat Nona Felice yang memperlihatkan aura bahagia meskipun mendapat banyak panggilan telepon masuk.Baru menutup telepon, Felice sudah mendapat telepon lagi dari pihak yang berbeda.Drtt drtt“Halo, ini Felice Chiara Farlalla.”***Saat sedang break untuk makan siang, anggota tim Viance dan
last updateHuling Na-update : 2025-01-17
Magbasa pa

LAYAKNYA PEMANDANGAN YANG INDAH

Bughhh! [Suara pukulan meja]“Tentu saja Nona Felice harus melakukannya.” Ucap Elijah.“Menurutmu mereka juga akan memasukan foto pakaian kita? Uhhh Luar biasa!!!” Ucap Vareena.“Wahh luar biasa!”“Luar biasa! Biasanya, harganya ribuan dolar untuk menambahkan foto di majalah mereka.” Ucap Luna.“Menurutmu pakaian kita akan tampil di sampul majalah?” Tanya Sabrina.“Itu tidak akan terjadi. Butuh berapa ratus juga untuk membuatnya di sampul. Lagi pula, itu mungkin sudah dipesan selama setahun penuh.” Balas Luna.“Bagaimana kalau kita minta Nona Felice memakai salah satu pakaian kita saat menghadiri wawancara itu.” Ucap Rosé.“Itu ide bagus.” Ucap Luna.“Benar, bukan?” Ucap Rosé.“Kurasa tanpa diminta Nona Felice pasti akan memakainya.” Balas Elijah.“Benar juga.” Balas Vareena.“Aku tahu majalah tidak sepopuler dahulu, tapi mereka masih mengunggah artikel di platform online dan media sosial. Ini akan memberikan dampak pemasaran yang besar.” Ucap Luna.“Tunggu. Aku ingin desainku masuk ma
last updateHuling Na-update : 2025-01-18
Magbasa pa

KAMU SUDAH BERLATIH

“Hai, namaku upin dan aku ipin….”Tayangan kartun yang sedang ditonton itu membuat senyum Seraphina terpancar jelas di wajahnya. Seraphina sangat senang jika Keena dan Liam membiarkannya menonton kartun-kartun kesukaannya.“Kau nak kemane?”“Nak ikut boleh?”Kebahagiaan Sera juga menjadi kebahagiaan Keena. Meskipun Keena hanya bisa menemaninya sambil rebahan di sofa sambil sesekali menahan rasa sakitnya.Saat rasa sakitnya mulai datang lagi, Keena teringat kata dokter yang mengatakan bahwa, “Rasa sakitnya akan memburuk. Kankernya sudah menyebar ke saraf di sekitar pankreas mu. Kamu akan merasa sangat sakit di perut bagian atas mu.”Sebisa mungkin Keena terus menahan rasa sakitnya. Namun, jika tidak kuat menahannya, Keena hanya bisa merintih kesakitan.Ketika Keena sedang merintih kesakitan, Seraphina melihatnya. Seraphina langsung inisiatif untuk mengambilkan air minum dan obat yang biasa Keena minum.“Mama, minum obat dahulu.” Ucap Seraphina.“Astaga, bukan tugas kamu memastikan Mama
last updateHuling Na-update : 2025-01-20
Magbasa pa

HIDUP HARUS BERLANJUT

“Selamat, Nona Felice. Aku kirakamu ceroboh. Melompat kedalam sesuatu yang semua orang tidak ada gunanya.” Ucap Irene.“Aku tidak melakukannya untuk membuat pakaian kami laris atau semakin dikenal di luar negeri. Kami ingin mematahkan prasangka bahwa kami akan gagal, dan tunjukkan kepada para penentang bahwa bias mereka tentang kami itu salah.” Ucap Felice.“Kamu pikir kamu berhasil?” Tanya Irene.“Sampai batas tertentu.” Ucap Felice sambil mengangguk.“Hasil positif ini mungkin tidak akan bertahan lama.” Ucap Irene.“Tetap saja, kamu meminta bertemu denganku lagi di ruangan mu ini. Tanpa harus membayar komisi yang meningkat atau aku harus menyembahmu, kamu mengulurkan tanganmu kepada kami lebih dahulu. Itu saja membuatku berpikir upayaku amat berarti sampai bisa menggoyahkan mu.” Ucap Felice.“Jika kamu tidak tampil baik di musim mendatang, kita harus menegosiasikan kembali perpanjangan kontrak Lauré.” Ucap Irene.“Mengenai hal itu, kamu bisa menghubungi perusahaanku saja.” Ucap Felic
last updateHuling Na-update : 2025-01-21
Magbasa pa

SUDAH BANYAK PERPISAHAN

Andai kami tidak perlu berpamitanAku tidak akan tahu betapa berharganya momen ini. Betapa terbatasnya waktu yang kami miliki.-Felice Chiara Farfalla.“Kamu tidak akan memperpanjang kontrak mu dengan kami? Perpisahan tanpa pemberitahuan macam apa ini?” Tanya Arka.“Katamu aku bisa membatalkan kontrak sesukaku. Jadi, jangan menuntutku.” Ucap Xavier.“Ada apa? Apa ada yang menginginkanmu? Siapa itu? Di mana?” Tanya Arka.“Aku dapat telepon dari Paris.” Balas Xavier.“Tentang apa?” Tanya Arka.“Asosiasi foto ingin mengadakan pameran untukku.” Balas Xavier.“Pameran? Benarkah? Haha!” Ucap Arka.“Ya.” Balas Xavier.“Akhirnya kamu bisa mengadakan pameran yang selalu kamu inginkan itu?” Ucap Arka.“Ya.”“Jadi, kapan kamu mulai bekerja? Tidak. Kapan kamu akan kembali?” Ucap Arka.Xavier diam dan tidak menjawab sepatah katapun.“Tunggu. Apa kamu memikirkan…” Ucap Arka.***“Kami memutuskan untuk putus.” Ucap Felice.“Kamu tidak keberatan?” Tanya Keena.“Tidak.” Balas Felice.“Sudah ada banyak
last updateHuling Na-update : 2025-01-22
Magbasa pa

JADI SEMAKIN PENASARAN

Setelah Felice pergi, Adriana mengajak Irene bertemu di tempat yang sama. “Menurutmu seperti apa Felice Chiara Farfalla?” Tanya Adriana.“Dia? Dia seseorang yang membuatku iri.” Ucap Irene lalu menyeruput kopinya.“Kamu iri terhadap seseorang?” Ucap Adriana.“Aku sudah lama mengaguminya. Tapi kali ini, dia memenangkan rasa hormatku.” Balas Irene.“Kini kamu menghormatinya? Aku jadi makin penasaran.” Ucap Adriana.Irene hanya membalas dengan senyuman pada Adriana.***Setelah bertemu Adriana, Felice langsung mendatangi studio Xavier.“Pekerjaan hari ini tidak butuh waktu lama seperti dugaanku. Jadi, aku sudah tidak ada pekerjaan lagi.” Ucap Felice.“Maaf, aku ada satu janji temu lagi.” Ucap Xavier.“Tidak apa-apa. Aku akan menunggu.” Balas Felice.“Permisi! Aku yang menelponmu kemarin.”“Halo.” Ucap Felice lalu Felice pergi ke meja.“Kamu yang butuh foto untuk paspor, bukan?” Ucap Xavier.“Oh ya!”“Silahkan duduk.”“Ini cermin pakailah jika kamu butuh.”“Terima kasih.Xavier menyiapkan
last updateHuling Na-update : 2025-01-23
Magbasa pa

MALAM YANG DINGIN

Pulang kerja kali ini Direktur Arina hendak pulang dengan Arka. Saat sedang menunggu Arka di lobby kantor, Arina melihat seseorang yang sepertinya sedang memanggil dirinya sambil melambaikan tangan. “Nona!” Panggil Luca sambil melambaikan tangan kepada Direktur Arina. “Nona Arina.” Ucap Luca.“Ngapain dia disini. Beraninya dia datang lagi ke dalam kehidupanku.” Gumam ArinaLuca lari menghampiri Arina yang sedang berdiri di depan Lobby. “Nona!” Ucap Luca lalu hendak memeluk Arina.Arina mendorongnya dengan kedua tangannya, “Kamu tidak lihat aku menolakmu?” Ucap Arina sambil tangannya terus berusaha menjaga jarak dengan Luca.“Aku ingin meluruskan kesalahpahaman.” Ucap Luca.“Baru sekarang? Haha. Kenapa tidak menunggu sampai tahun depan sekalian?” Ucap Arina lalu pergi menghindar.Luca mencegahnya, “Aku berjanji itu tidak akan terjadi lagi. Kamu tahu, kan? Hatiku sangat lembut. Dia tidak punya tempat tujuan. Jadi, aku tidak bisa menolaknya.” Ucap Luca.“Aku bahkan tidak ingin tahu apa y
last updateHuling Na-update : 2025-01-25
Magbasa pa

PENAWARAN DARI ANTHONY

Sungai, jembatan, pepohonan, burung-burung terbang dan keindahan alam yang dilihat hari ini harus menjadi kenangan manis yang akan selalu diingat oleh Xavier dan Felice. Momen ini bukan hanya akan terekam dalam memori yang ada di kamera Xavier. Namun, momen ini juga akan selalu ada dalam rekaman ingatan Felice dan Xavier.Melihat Xavier memotret merupakan hal yang sangat Felice suka akhir akhir ini. Bagi Felice, melihat Xavier yang fokus dengan keahliannya jadi terlihat sangat tampan baginya.Setelah memotret di sekitar jembatan, Xavier dan Felice pergi berpiknik sambil memotret beberapa spot yang ada di sana. Selain itu mereka juga sambil melihat-lihat beberapa hasil foto yang sudah didapatkan.“Itu indah.” Ucap Felice.“Bukankah ini bagus?” Ucap Xavier.“Kamu fotografer yang hebat. Semuanya terlihat luar biasa.” Ucap Felice.“Hehe. Lihat lah yang ini.” Xavier tersenyum melihat Felice yang terus memujinya.Saat Xavier fokus menunjukkan fotonya, Felice terus melihat wajah Xavier yang s
last updateHuling Na-update : 2025-01-27
Magbasa pa
PREV
1
...
7891011
...
13
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status