All Chapters of SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN: Chapter 101 - Chapter 110

121 Chapters

BETAPA MENYEDIHKAN

Brtrtt [Suara kertas-kertas]“Heah! [menghela napas]” Ellie menghentakkan laporan penjualan La Cart dengan wajah kesal dan cemburu.“Perusahaan memberi Nona Felice dukungan untuk mengembangkan Lauré. Tapi begitu dia menyuruhnya mengambil alih dan mengelola Lauré…” Keluh Ellie.“Angka penjualan kita akan anjlok. Lauré adalah brand terlaris kita meskipun tidak baru dan tidak menarik lagi.” Ujar Michael.Bughhh [Suara pukulan meja]Manajer Alano kesal sampai memukul meja dengan sangat keras karena perdebatan mereka yang sungguh membosankan. Kehilangan Lauré dan Felice menjadi hal yang cukup menyedihkan bagi Manajer Al.“Kenapa kalian tidak membawa laporan penjualan bulanan Lauré? Apa kalian tentara yang menunggu dibebastugaskan? Di mana kedisiplinan kalian?” Ujar Manajer Alano.“Aku…”“Vareena kenapa kamu tidak membawanya?” Ujar Manajer Alano.“Aku sudah tidak mengelola Lauré lagi sejak dipindahkan untuk sepenuhnya mengurus Viance. Biar aku..” Ujar Vareena.“Sudahlah!” Protes Manajer Alan
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

JANGAN PERGI

“Kenapa kamu sendirian? Bagaimana dengan Pak Arka?” Ujar Felice.“Kita putus.” Ujar Arina sambil tersenyum lebar penuh keterpaksaan.“Apa?” Ucap Felice yang sangat terkejut dengan keputusan Arina kali ini.“Hehe.. Limited edition… Hehe.. hehe..” Ujar Arina.“Hei, mudah sekali menyerah pada edisi terbatas.” Ujar Arina sambil menuangkan gula ke dalam tehnya.Felice menatapnya dengan tajam. Arina tahu maksud dari tatapan itu.“Astaga, jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Dia tidak melamarku atau memesan gedung pernikahan.” Ujar Arina sambil menuangkan gula ke dalam tehnya.“Jangan khawatir. Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.” Ujar Arina sambil mengaduk tehnya. Lalu Arina kembali mengambil gula.“Kamu sadar itu yang kelima?” Ujar Felice.Arina tidak jadi memasukan gula itu ke dalam tehnya. Lalu meletakkan gula itu di tempat asalnya.“Kamu bilang kamu salah paham. Minta maaf saja kepadanya.” Ujar Felice.“Dia setuju untuk mengakhirinya seolah-olah sudah menantikannya.” Ujar Arina.“Mung
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

KAMU AKAN MERINDUKANNYA

Saat tubuhnya mulai merasa lebih baik dan tidak merasa sakit yang berlebihan, Keena menyempatkan untuk menamai semua peralatan sekolah Keena. Selain itu, Keena juga menulis nama Seraphina di lembar kertas label nama sebanyak-banyaknya. Label nama itu untuk nanti Sera gunakan saat Sera sudah membutuhkannya.Di saat yang bersamaan, Liam yang mengurus keperluan Seraphina untuk ke acara penerimaan nanti. Liam menjejerkan beberapa baju Sera di hadapan Keena.“Apa yang harus Sera pakai ke upacara penerimaannya?” Tanya Liam.Keena menunjuk baju berwarna biru dongker dengan kerah berwarna putih, “Yang itu, yang ditengah.” Balas Keena.“Yang ini?” Tanya Liam.“Ya!” Balas Keena“Hmm… dia juga harus memakai jepit rambut yang berwarna kuning.” Ujar Keena.Liam mengambil jepitan yang Keena maksud.“Ya, yang besar itu.” Ucap Keena.“Bagaimana menurutmu?” Tanya Liam.“Sempurna.” Balas Keena sembari tersenyum lebar.“Ini memang terlihat sempurna, bagus aku juga menyukainya.” Ujar Liam.“Mama, aku suda
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

BERKEMAS

Cklik [suara koper]Xavier membuka kopernya untuk memasukkan barang-barang yang akan dibawa ke Paris nanti.“Kamu bilang akan berkemas akhir pekan ini. Aku ingin membantumu.” Ujar Felice.“Aku bisa sendiri.” Balas Xavier.Felice melihat ke sekeliling kamar Xavier yang sudah berantakan dengan barang-barang yang akan dikemas.“Akan kamu apakan semua ini?” Tanya Felice.“Aku hanya akan mengambil yang kubutuhkan.” Ujar Xavier.“Aku pernah ke Eropa dan Korea. Aku terbiasa berkemas untuk perjalanan bisnis. Ambil yang kamu butuhkan dan kurangi volumenya. Itu adalah keterampilan, dan itu keharusan bagi semua desainer.” Ujar Felice sambil membantu Xavier merapikan pakaian.“Hehe.” Xavier hanya tertawa mendengarnya.“Apa yang akan kamu ambil?” Tanya Felice.“Aku belum bisa memastikannya.” Ujar Xvaier.Felice melihat-lihat ke sekeliling kamar, lalu melihat ada foto dirinya berserakan di meja. Felice menghampirinya dan mengambil foto itu.“Itu bukan latihan?” Ucap Felice.Xavier melihat ke arahnya
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

AKU AKAN MENELEPON

Pagi hari ini dimulai dengan Luna memberikan surat permintaan pemesanan kain pada Felice.“Nona Felice. Kita harus memesan kain untuk persiapan musim mendatang. Haruskah aku memesannya atas nama The Premiére atau Lauré karena kita sudah independen?” Tanya Luna.Semua orang penasaran dengan jawaban Felice. Mereka menantikan apa yang akan Felice katakan.“Prosesnya tetap sama untuk The Premiére, tapi jika memakai nama Lauré, kita harus menulis kontrak baru. Mereka ingin dikabari secepatnya.” Ujar Luna.“Sampaikan bahwa aku akan menelpon mereka.” Balas Felice.“Baiklah.” Balas Luna sembari menyerahkan suratnya. Lalu Felice mengambil surat itu untuk dia ambil alih.Kemudian Luna kembali ke meja kerjanya dan mereka yang menunggu jawaban sedikit kecewa karena tidak bisa mendengarnya secara langsung.Felice memang belum bisa menjawabnya karena masih belum terbiasan dengan ini semua dan Felice juga masih ragu untuk menjadikan Lauré sebagai brand independen.***Xavier masih harus merapikan beb
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

BERAPA LAMA LAGI

Tik tik tik [Suara tetesan infus]Keena sudah sadarkan diri setelah ditangani oleh dokter. Setelah Keena sadar dokter menemui Liam yang sudah bersama dengan Arina dan Felice.“Bagaimana kondisinya dok.” Ucap Liam.“Kankernya menyebar ke perutnya. Dari sanalah darahnya berasal. Kami mencoba menghentikan pendarahan dari perut dengan bronkoskopi untuk sekarang.” Ucap dr. Rayden.“Apa yang kita lakukan sekarang? Apa ada obat lain?” Ucap Arina.“Dia bisa kehilangan banyak darah. Itu akan sulit dihentikan.” Ucap dr. Rayden.“Dokter. Berapa lama lagi sisa waktunya?” Tanya Liam dengan mata yang memerah. “Jika dia harus berpamitan pada keluarga atau teman, kurasa sebaiknya hubungi mereka sekarang.” Ucap dr. Rayden.“Ahh…” Liam tertunduk dan menangis. Liam tidak bisa membayangkan jika Keena benar-benar pergi.“Keena.. haaa… Keena Angelica.. haaa Keenaaaa….” Tangis Arina semakin pecah. Arina menangis sambil menghadap ke tembok dan menutup wajahnya dengan tangannya.Air mata Felice juga tidak bis
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

PERPISAHAN

“Selamat malam, Nona Felice.” Panggil Xavier.“Hehe.. malam Mr. X!” Balas Felice.Seperti malam-malam kemarin, Xavier berjalan menemani Felice pulang ke rumahnya. Menyusuri jalanan yang sama dengan bergandeng tangan.“Kamu akan pergi besok?” Tanya Felice.“Ya.” Balas Xavier.Mereka berhenti berjalan di sebuah persimpangan. Kemudian saling berhadapan.“Kita berdiri di persimpangan jalan.” Suara hati Felice sambil menatap Xavier.Xavier terlihat bingung tatapan Felice padanya, “Ada apa?“Kenapa kamu tidak bertanya?” Tanya Felice.“Bertanya?” Ucap Xavier.“Kamu tidak bertanya apa yang akan kulakukan. Pergi atau tidak?” Ujar Felice.“Posisimu, situasimu, dan alasanmu. Aku mengerti dan menerima semuanya.” Ujar Xavier.“Aku tetap membelikan tiket untukmu dan memintamu ikut denganku karena kupikir aku harus memberitahumu bahwa aku masih merasakan hal yang sama.” Lanjut Xavier.“Maaf kamu harus pergi sendiri.” Ujar Felice.“Meskipun aku pergi sendiri, alasannya bukan karena aku pernah jatuh ci
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

MAAF AKU HARUS PERGI

Keena terus memandangi jarum jam yang sudah tidak berdentang lagi. Waktunya sudah berakhir.Cklek [Suara pintu terbuka]Dengan cepat Keena menyembunyikan jam yang sudah mati itu dan menutupi kesedihannya dengan senyuman.“Mama!” Panggil Sera yang baru saja pulang sekolah. “Hai, Sera sayang!” Ucap Keena sambil memeluk Sera yang langsung berlari ke arahnya.“Kamu bersenang-senang hari ini?” Tanya Keena.Liam melihat kondisi Keena sebentar lalu pergi menyimpan tas sekolah Seraphina.“Mama, aku pergi ke kamar mandi sendirian hari ini.” Ucap Sera.“Bagus dong. Anak Mama sudah bisa mandiri.” Balas Keena.“Aku juga memberitahu guru ku bahwa aku mengikat rambutku sendiri.” Ucap Sera.“Sera. Suatu hari nanti, saat kamu pulang dari sekolah, mungkin Mama tidak ada di rumah.” Ucap Keena.“Kenapa Mama tidak dirumah? Apa Mama pergi berbelanja atau pergi dengan tante Arina dan tante Felice?” Tanya Sera.“Itu bisa saja terjadi. Tapi, Mama sudah sangat lelah dan mengantuk. Jadi, maaf mungkin Mama haru
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

KEPERGIAN KEENA

Kesedihan yang kamu rasakan hanya sementara.Kesepian yang kamu rasakan tidak akan bertahan lama.Jangan terlalu emosional.-Haii’FerCklek [Suara pintu]Felice masuk ke dalam rumahnya yang masih gelap itu. Felice menghidupkan lampu di ruang tengah. Lalu hendak pergi ke kamar. Namun, saat akan melangkahkan kakinya, Felice terdiam saat melihat foto jalanan.Felice berbalik menghadap foto itu. Memandangi foto itu untuk beberapa saat. Kemudian Felice mengambil tiket pesawat pemberian Xavier dari dalam tasnya. Kemudian Felice menyelipkan tiket itu di sudut kanan bawah foto jalanan hasil karya Xavier untuk mengenang semua hal yang sudah dilakukan bersama Xavier.Felice tersenyum memandangi foto dan tiket yang penuh kenangan indah itu.“Jangan terlalu emosional. Aku hanya berharap kamu akan mengingatku dari waktu ke waktu. Lalu teruslah melanjutkan hidupmu.” Suara hati Felice.***Malam ini, Liam tidak bisa memejamkan matanya meskipun Keena sudah tertidur di pelukan Liam. Liam takut saat dia
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

BERPISAH UNTUK MEMULAI

“Felice! Maaf aku terus meminta bantuanmu. Aku ada rapat penting pagi ini.” Ucap Liam.“Pergilah. Ini janjiku pada Keena. Akan kupastikan Sera tiba di TK dengan selamat.” Ucap Felice.“Terima kasih!” Balas Liam.“Sera, jangan lupa memberitahu gurumu…” Ucap Liam.“Aku alergi telur. Aku tidak bisa makan telur goreng. Tolong jangan masukan telur di gimbap. Apa ada hal lain yang bisa kumakan selain kue bolu?” Ucap Sera.“Okay!” Ucap Liam.“Okay!” Ucap Sera.“Sampai nanti!” Ucap Liam sambil mencubit pipi sera dengan gemas.“Felice, terima kasih.” Ucap Liam.“Ya!” Ucap Felice.Liam segera pergi ke kantor melewati jalan yang berbeda dengan Felice dan Seraphina.“Ayo, Sera!” Ucap Felice sambil menggandeng tangan Seraphina.“Ayo tante!” Balas Sera.“Ahh!!! Cuacanya bagus hari ini. bukankah begitu, sera?” Ucap Felice.Felice dan Sera terus bergandeng tangan seperti Ibu dan anak bahkan saat sudah hampir dekat dengan sekolah mereka terus bergandeng tangan.“Sera, pita mu cantik sekali.” Ucap Feli
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more
PREV
1
...
8910111213
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status