All Chapters of SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN: Chapter 71 - Chapter 80

121 Chapters

HADIAH YANG MENGEJUTKAN

Siang ini Arka sangat bahagia karena kencannya bersama Direktur Arina kemarin malam dan pagi ini berjalan dengan lancar. Arka juga sangat bahagia karena hubungannya dengan Direktur Arina semakin berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu.Arka berjalan ke ruangannya dengan sedikit berjingkrak sambil menyeruput Americano di tangannya. Saat Arka membuka pintu hendak memasuki ruangannya, Arka terkejut dengan keberadaan Presdir Edward yang sudah berdiri di dalam ruangan kerjanya.“Ha.. Halo, Pak!” Sapa Arka. “Ada tamu. Jangan diam saja.” Ucap Presdir Edward.“Apa? Oh ya! Benar juga. Bodohnya aku. Silahkan duduk, Pak.” Ucap Arka. Lalu menutup pintu dan menghampiri Presdir Edward.“Mau kopi atau teh?” Tanya Arka.“Tidak perlu. Duduklah.” Ucap Presdir Edward.“Baiklah.” Balas Arka. Lalu Arka duduk dan menyimpan kopinya di atas meja.“Bagaimana keadaan Arina? Lancar?” Tanya Presdir Edward.“Kami baru saja berpisah setelah sarapan bersama di dekat sini.” Balas Arka.“Baguslah! Sejauh ini a
last updateLast Updated : 2025-01-03
Read more

MERELAKAN JUGA BENTUK KASIH SAYANG

Ting nong!“Ya, siapa?” Ucap Keena saat berjalan ke arah pintu sambil menggendong Sera.“Aku Arina.”Cklek!“Kalian? Ada apa? Masuklah!” Ucap Keena.Felice dan Arina masuk ke rumah Keena. Mulut Arina sudah tidak tahan ingin mengatakannya. Namun, pada akhirnya Ia tetap tidak tega mengatakannya.Melihat teman-temannya yang tiba-tiba datang di jam kerja membuat Keena bingung. Keena terus melihat ke arah Arina yang berdiri dengan bertolak pinggang dan Felice yang duduk disampingnya.“Ada apa?” Tanya Arina saat melihat Keena celingak celinguk.“Katakan saja! Ada apa kalian kemari?” Ucap Keena.“Hehe, aku kangen kamu jadi aku ajak Felice kemari, itu saja. Hehe!” Balas Arina lalu duduk dan meminum air yang disediakan oleh Keena.“Yakin hanya itu? Itu hal teraneh yang pernah kudengar darimu.” Ucap Keena.“Kenapa kamu menggendong Sera yang tertidur?” Tanya Felice.“Sera terlalu banyak menonton kartun kemarin malam. Dia ingin aku memeluknya lalu tertidur di pelukanku.”“Dia pasti berat. Aku akan
last updateLast Updated : 2025-01-04
Read more

MERELAKAN JUGA BENTUK LAIN DARI CINTA

Drrtt drtt [Ibu Camilla]“Kenapa tidak diangkat?” Tanya Felice.“Aku perlu keluar sebentar.” Ucap Xavier.Xavier keluar dari mobil Felice untuk mengangkat telepon dari ibunya.“Halo, bu?” Ucap Xavier.Felice terus memperhatikan Xavier yang sedang menelepon dari dalam mobil. Pembicaraan mereka sepertinya cukup serius sampai-sampai Xavier terus melihat ke arah Felice beberapa kali. Xavier terlihat gelisah saat menerima telepon dari Ibunya itu.“Ya. Aku sudah makan malam.”“Ya.”“Tidak usah khawatir.”Felice merasa bersalah dengan ini semua. Felice memutuskan untuk keluar dari mobil dan menghampiri Xavier di luar.“Baiklah.” Ucap Xavier lalu menutup teleponnya.“Inilah yang akan terus terjadi jika kita tetap bersama. Kamu bahkan tidak bisa menjawab telepon ibumu dengan nyaman.” Ucap Felice.Felice berjalan semakin dekat ke arah Xavier lalu menggenggam tangannya.“Itu bukan alasan yang cukup baik untuk merelakan hubungan kita.” Ucap Xavier.“Pada akhirnya, mereka menikah dan hidup bahagia
last updateLast Updated : 2025-01-06
Read more

WARNA HITAM

Hari-hari menuju pembukaan bazar La Fayare semakin dekat. Namun, revisi masih tidak kunjung menemukan solusi juga. Tim Lauré masih terus berusaha semaksimal yang mereka bisa agar acaranya berjalan sesuai dengan harapan mereka“Sepertinya, warnanya tidak trendi. Mereka ingin warna Navy atau pink fuschia. Itu tidak cocok dengan desain kita.” Ucap Luna.“Kita tidak bisa mengubah pakaian utamanya. Jadi, beri tahu mereka kita akan memilih dua gaun berwarna neon.” Balas Luna.“Baiklah, Nona Felice!” Balas Luna.Bahkan bukan hanya Tim Lauré saja yang kerepotan dengan acara ini. Tim yang mengurus brand Viance seperti Vareena dan Rosé juga turut membantu dalam mengurus acara La Fayare.“Periksa semua sampelnya setelah selesai. beri tahu Nona Felice begitu kamu melihat ada masalah.” Ucap Vareena sambil berjalan membawa berkas-berkas.“Baik, kak!” Balas Rosé.“Ini agak terlalu panjang. Jadi, kita harus memendekkannya sedikit.” Ucap Felice pada tim produksi.Tok tokSabrina masuk ke ruangan tim pr
last updateLast Updated : 2025-01-07
Read more

HARUSKAH KITA PERGI KE PARIS

Di saat semua orang sudah pulang dan kembali ke rumahnya, Felice masih harus berkutat dengan pekerjaannya sedikit lebih lama dari anggota timnya yang lain. Sebelum pulang Felice mematikan lampu di ruangannya tanpa minta bantuan petugas kebersihan.“Xavier!” Ucap Felice saat melihat Xavier berlari ke arah ruangannya.Tanpa menjawab panggilan Felice, Xavier langsung memeluk Felice tanpa melihat keadaan di sekitarnya.“Maafkan aku.” Ucap Xavier.“Maafkan aku.” Ucap Xavier sambil mengeratkan pelukannya.“Biar aku tambahkan satu hal lagi ke daftar hal yang ingin kulakukan.” Ucap Felice.“Aku ingin memelukmu di tempat kerja tanpa memperdulikan pendapat orang lain.” Lanjut Felice.“Dia menjawabku dengan sedih tapi aku membalas dengan bahagia.” Gumam Felice dengan senyuman namun matanya memerah dan perlahan meneteskan air mata.“Seperti hitam yang bisa dibuat dengan berbagai warna. Semoga perpisahan kami akan agak berbeda dengan perpisahan lainnya.” Lanjut Gumam Felice dalam pikirnya.***Demi
last updateLast Updated : 2025-01-08
Read more

FAKTA YANG TERPENDAM

Ckkk [Kertas terlempar]Yuri melempar lembaran kertas-kertas yang sudah Ia tulis tangan ke atas meja. Felice mengambil kertas itu lalu membacanya.“Mah, apa ini?” Tanya Felice.“Pengacaraku yang menyuruhku. Aku diminta menulis semuanya.” Balas Yuri.“Pengacara Mama?” Tanya Felice.“Ya….”Flashback On.Beberapa hari lalu Yuri mendatangi kantor pengacara perceraian. Saat berada di kantor pengacara Yuri merasa gugup dan bimbang dengan semua ini.“Bisa kita mulai?” Tanya Pengacara.“Tentu.” Yuri mengangguk.“Apa suamimu berselingkuh?” Tanya Pengacara.“Tidak.” Yuri menggeleng.“Apa dia menjadi kasar secara fisik saat minum? Apa dia tidak pernah berkontribusi secara finansial?” Tanya Pengacara.“Tidak, bukan begitu. Aku hanya tidak mau tinggal bersamanya lagi.” Ucap Yuri.“Kamu harus buktikan dia tidak bersalah atas perceraian ini agar dia bisa diperintahkan membayar tunjangan.” Ucap Pengacara.Flashback Off.“Tunjangan? Haha kamu bercanda?” Ucap Ezra.“Baiklah! Kita bicarakan ini di ruang
last updateLast Updated : 2025-01-09
Read more

JANGAN ADA YANG BERUBAH

“Bagus, yah!” Ucap Ibu Rami.Liam langsung melihat ke arah Ibunya, “Ibu?”Keena yang sedang tertidur dan masih harus istirahat jadi terbangun karena suara itu. Meskipun masih lemas, Keena memaksakan untuk bangkit dari tempat tidurnya.“Apa ibu bersusah payah membesarkan kamu hanya untuk melihat ini? Hah? Pria macam apa yang memasak di dapur? Lepaskan celemeknya sekarang juga!” Ucap Rami.“Bu, tenanglah!” Ucap Liam.“Apa ini? Astaga!” Ucap Rami sambil melemparkan celemek yang tadi dipakai Liam.“Bu!” Ucap Liam.Cklek! [suara pintu]Keena keluar dari kamarnya untuk menemui ibu mertuanya itu.“Sayang!” Ucap Liam.“Kamu sedang tidur?” Tanya Rami.Keena mencoba tersenyum meskipun terpaksa, “Halo, Ibu! Kenapa tidak menelepon kami dahulu?” Ucap Keena.“Aku tidak bisa karena aku bergegas kemari, aku terkejut dengan semua ini! Aku hampir pingsan dua kali hari ini. Aku menelpon Liam dengan nomor kantornya karena sedang kebetulan lewat sana. Lalu apa? Dia sudah berhenti kerja?! Aku bergegas ke si
last updateLast Updated : 2025-01-10
Read more

AKU MENCINTAI HIDUPKU

Kehidupan yang pelik membuat Felice merasa tertekan. Pandangan yang kosong di tengah keramaian, kehilangan fokus seharian karena terlalu banyak yang dipikirkan itulah yang Felice alami hari ini.Saat sedang di restoran bersama Xavier, Felice hanya memandangi pemandangan pepohonan di depannya dengan pandangan yang kosong. Sedangkan Xavier sedang mencari-cari tempat tinggal untuk mereka berdua.“Aku sudah mencari beberapa tempat tinggal di Paris dan di negara Eropa lain yang bisa kita tinggali.” Ucap Xavier sambil menunjukkan beberapa gambar di Ipadnya.“Ada tempat yang berdekatan dengan galeri, atau dengan infrastruktur bagus. Tempa ini lebih dekat dengan banyak taman. Ada juga tempat yang berdekatan dengan banyak cafe bagus.” Ucap Xavier.Felice tersenyum saat Xavier menjelaskannya. “Aku tahu tempat ini. Saat aku di sana untuk belajar, aku berniat menghasilkan banyak uang dan tinggal di situ kelak.” Ucap Felice.“Kamu bisa tinggal disitu sekarang. Bersamaku.” Ucap Felice.“Kedengarann
last updateLast Updated : 2025-01-11
Read more

INVESTOR

“Tim evaluasi tuntas yang membuat kalian cemas. Mereka itu dari investor.” Ucap Presdir Edward.“Apa?” Sahut Direktur Arina.“Wah!” Respon Arka sambil tersenyum bahagia.“Hah?” Respon Emilio.“Heah!” Felice menghela nafas lega setelah mendengarnya.Berita tentang perusahaan yang mendapat investor itu langsung tersebar di di grup chat. Para pegawai yang hendak wawancara kerja, menunda kegiatanya dan langsung menghubungi rekan kerjanya.“Halo?” Ucap Manajer Ellie.“Hallo! Ada berita penting. Perusahaan kita mendapatkan investasi. Apa Nona Ellie sudah melihat grup?” Ucap Sandrina.“Apa? Kita mendapatkan investasi?” Ucap Ellie.“Ya, tim evaluasi kemarin itu untuk investasi besar ini.” Ucap Sandrina.“Baiklah. Aku akan segera kembali.” Balas Ellie yang kembali memakai lanyard perusahaan The Premiére dan membatalkan wawancara kerjanya dengan perusahaan lain.“Ferinaf Private menginvestasikan 20 juta dolar di The Premiére”“Hah? Investor bukan uji kelayakan?”“Kudengar harga saham langsung na
last updateLast Updated : 2025-01-13
Read more

BEKERJA DENGAN ORANG YANG KUSUKAI

Saat Felice keluar dari lift untuk menuju apartemennya, Felice melihat Papa Ezra yang berdiri di depan pintu rumahnya. “Apa Mama mengusir Papa?” Tanya Felice.“Tidak sama sekali. Rumah itu atas nama Papa.” Balas Ezra.“Terus kenapa Papa disini?” Tanya Felice.“Kaki Papa sakit. Buka pintunya.” Pinta Ezra.Drtt drtt [Mama]“Hallo?” Ucap Felice.“Apa Papamu ada disana? Sudah dua hari dia tidak pulang.” Tanya Mama Yuri.“Jangan khawatir. Dia ada disini bersamaku.” Balas Felice.“Berikan dia makan makanan yang sehat dan jangan sampai penyakitnya kumat lagi.” Ucap Mama Yuri.“Jangan khawatir. Aku akan memberinya buah.” Balas Felice.“Baiklah. Selamat malam!” Ucap Yuri.“Ya, selamat malam!” Balas Felice.Setelah menutup teleponnya, Felice menghampiri Papa Ezra dengan membawakan teh hangat, air mineral dan anggur muscat. “Nikmatilah ini semua!” Ucap Felice.“Terima kasih.” Balas Ezra.“Papa tidur di mana semalam?” Tanya Felice.“Ada yang bercerai. Ada yang menjadi janda atau duda. Banyak teman
last updateLast Updated : 2025-01-14
Read more
PREV
1
...
678910
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status