"Laras udah gede, nggak usah di kawal melulu, nanti Laras ajak Irma kalo Emak nggak percaya.""Udah lah, Mih jangan terlalu di kekang anak-anak." "Bukan di kekang, Pih. Mamih khawatir, pergaulan anak jaman sekarang, apa-apa di bilang wajar, anak pacaran wajar, yang nggak pacaran di bilang nggak laku, kuper lah, ini lah, itu lah, pandangan negatif. Padahal pacaran itu mudharatnya banyak banget." Panjang lebar Dewi berbicara, menggebu.Laras dan Dani berpandangan. Mereka mulai menyiapkan telinga mendengarkan tausiah yang Laras sudah tau isinya. "Laras masuk kamar ya, Mak," Bibirnya tersenyum kikuk. "Mau belajar besok ada ulangan." Alasan lanjutan, karna netra Dewi berkilat, perlahan Laras bangun dari duduk. "Udah lah, Mih." Dani membantu Laras untuk bebas."Kebiasaan," ujar Dewi, menatap Laras kesal. Laras hanya menyunggingkan senyum, Dani menyuruh Laras pergi dengan mengibaskan telapak tangan. "Udah sana, Neng. N
Last Updated : 2025-03-25 Read more