Bab 16Exel memarkir mobil di depan rumah Laras, lalu keluar dari mobilnya dan menekan tombol bel. Tak lama seraut wajah ayu keluar dengan senyum mengembang."Nak Exel, masuk." Dewi menghampiri gerbang membuka pintu kecil untuk Exel. "Laras lagi belajar di rumah Irma, mamih kira Nak Exel ikut, katanya tadi belajar bareng." Tanpa di tanya, Dewi menjelaskan pada Exel. "Ohh ... Ya udah Mih, saya ke sana aja ya," ujar Exel. "Nggak mau minum dulu?" tanya Mamih. "Mmm ... Sebenernya saya pengen ajak Laras jalan, Mih. Boleh nggak?""Loh, ini udah malam, Nak.""Bukan sekarang, Mih. Lain waktu.""kalo rame-rame, mamih bolehin, Nak. Tapi kalo berdua -" Dewi tak melanjutkan kalimatnya, wanita setangah abad ini mentaap Exel. "Duduk dulu yuk.""Nur, tolong buatkan minum." Perintah Dewi pada Asisten rumah tangganya. Dewi mempersilahkan Exel duduk."Gimana Mih?" tanya Exel sembari mendaratkan bokong."Gimana apanya?" "Saya mau ajak Laras jalan, sekedar jalan-jalan, menikmati udara malam hari."
Last Updated : 2025-02-05 Read more