Siang itu, Sean dan Lila membawa Brilian ke rumah Rangga dan Nadya untuk melihat bayi kedua mereka yang baru lahir. Bayi mungil itu diberi nama Mikhaila, dan wajahnya yang cantik membuat Brilian terpikat sejak pertama kali melihatnya.Brilian mendekat, tangannya pelan-pelan menyentuh selimut putih yang membungkus tubuh Mikhaila. Matanya berbinar.“Mama, aku mau adik seperti ini. Yang cantik.”Lila terkesiap sejenak, lalu tersenyum kecil. “Doakan saja, Nak.”Di sudut ruangan, Malika, kakak Mikhaila yang berusia empat tahun, memperhatikan Brilian dengan tatapan kesal. Sejak tadi, Brilian terlalu sibuk dengan adiknya, seolah keberadaannya tidak penting.“Mikhaila adikku!” kata Malika tiba-tiba, melipat tangan di dadanya.Brilian menoleh, bingung. “Iya, aku tahu.”“Jangan dekat-dekat, nanti dia lebih suka sama kamu daripada aku.”Nadya tertawa kecil sambil mengelus kepala putrinya. “Malika, adikmu tidak akan ke mana-mana. Brilian cuma mau melihatnya.”Tapi Malika tetap cemberut, lalu mend
Last Updated : 2025-02-10 Read more