Home / Romansa / Mereka Bilang Kakakku Pelakor / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Mereka Bilang Kakakku Pelakor: Chapter 21 - Chapter 30

68 Chapters

21. Ada Apa?

Ini lima belas menit yang menegangkan dan terasa sangat lama bagi Kia. “Mereka sudah terlalu lama di dalam,” kata Kia sambil menatap arlojinya dengan tidak sabar. “Mereka baru lima belas menit lebih, kalau kamu lupa,” jawab Biru sinis. “Itu lama, waktu yang cukup untuk Zafran menyakiti ibuku,” Ketus Kia. Biru langsung menatap Kia tajam, tapi mana mau gadis itu peduli, Biru bukan siapa-siapanya, hanya orang usil yang kebetulan adalah atasannya. Kia membuka ruang rawat ibunya tanpa mengetuk lagi dan dua orang yang ada di dalam sana menatap dengan kaget kehadiran Kia. “Waktu kalian sudah habis,” katanya tenang sambil menunjuka arlojinya. Baik sang ibu maupun Zafran hanya diam tak bergerak. “Di sini pintu keluarnya,” kata Kia lagi menekankan maksudnya, dan matanya menatap tajam pada Zafran. Laki-laki itu mengangguk dan berpamitan pada sang ibu, tapi saat Zafran mengambil tangan sang ibu untuk dicium, Kia bur
last updateLast Updated : 2024-10-07
Read more

22. Kejam

"Ada apa rame-rame di rumah kita, KI?" Kia menatap melongok ke luar jendela mobil dan matanya membulat sempurna saat beberapa tetangga telah berkerumun di depan rumahnya. Peraasaannya langsung tak enak, terakhir kali banyak orang di depan rumah kontrakannya adalah saat ibunya sedang sakit, tapi ibu sedang bersamanya sekarang dan dalam keadaan baik-baik saja. "Mungkin mereka ingin menjenguk ibu," kata Zaffan dari kursi pengemudi. Mereka memang akhirnya pulang bersama Zafran, karena sang ibu melarang Kia memanggil taksi dan dia terpaksa menuruti permintaan sang ibu.Perlahan KIa membantu sang ibu turun dari mobil, sedangkan Zafran tanpa diminta membawakan barang bawaan mereka. "Akhirnya bu Munaroh pulang juga dari rumah sakit," kata Bu RT yang mewakili ibu-ibu yang lain. "Ada apa, Bu?" tanya Kia dengan bingung matanya menatap semua orang yang hari ini memadati teras rumahnya. KIa buru-buru membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk, apapun yang mereka inginkan akan lebih baik
last updateLast Updated : 2024-10-08
Read more

23. Tanpa Harapan

Kau tahu rasanya saat sebuah harapan yang sedikit berkembang langsung menghilang dalam sekejap mata dan kita bahkan tak mampu untuk mencegahnya. Itulah yang saat ini terlihat di mata sang ibu, dan Kia sekali lagi menyesalkan harapan sang ibu yang kadung tersemai, meski dia tidak tahu harapan apa  yang Zafran berikan pada ibunya. "Kia membencinya... sangat membencinya," kata Kia tegas. Pandangan mereka bertemu dan tak perlu kata untuk mereka saling mengerti satu sama lain, mereka memikirkan orang yang sama yang kemungkinan mengalami ini semua. "Ki, kita dan mbak Nina berbeda posisi." "Benar, kita memang berbeda tapi kemungkinan mendapat perlakuan yang sama, satu hal  yang wajar memang," kata Kia dengan pandangan menerawang jauh, dia sama sekali tidak mengerti dengan pilihan mbak Nina, dan dia semakin yakin  ini bukan hanya soal cinta semata. "Apa yang tidak ibu ketahui tentang mereka tapi tidak KIa tahu?" "Apa maks
last updateLast Updated : 2024-10-08
Read more

24. Biang Gosip

Kia menyelesaikan laporannya dengan otak penuh, dia bahkan sangat khawatir kalau laporannya akan berantakan. Tapi tidak mungkin juga dia tidak mengerjakannya. “Aduh otakku mohon kerja samanya dong,” gerutu Kia kesal. Dia menengok Lita yang sudah asyik dengan komputernya sendiri, sama sekali tidak terganggu dengan cerita yang baru saja dia sampaikan. Sampai jam istirahat siang, Kia berusaha keras berkonsentrasi pada laporan yang sedang dia kerjakan, bahkan beberapa kali dia salah mengetikkan angka dan harus mengulang dari awal, baru saat atasannya muncul setengah jam sebelum makan siang, Kia baru mendapatkan moodnya untuk kembali ke laporannya. “Tumben kamu lama sekali mengerjakan laporan kecil itu,” komentar Lita, saat Kia buru-buru mengirim laporannya pada atasan mereka saat jam makan siang sudah hampir berlalu. Kia langsung cemberut melihat Lita, apalagi dia meliihat wanita itu meminum es buah yang segar dan dia yang kelaparan dan kehausan hanya bisa meminum air putih di meja
last updateLast Updated : 2024-10-09
Read more

25. Serakah

Hari ini Zafran kembali datang ke kontrakan mereka. Kia yang baru saja turun dari ojek langsung menghela napas kesal saat melihat mobil yang terparkir di halaman rumah. “Tu orang nggak ada kapoknya sudah aku usir,” gerutu Kia. “Kembaliannya, mbak.” Kia menoleh dan menatap uang kembalian yang disodorkan tukang ojek. “Buat bapak saja, terima kasih sudah diantar.” Kia yakin muka tersenyumnya pasti sedikit aneh saat melihat wajah melongo tukang ojek yang membawanya. “Oh... sama-sama, mbak,” katanya. Kia sudah akan mencapai pintu saat dia mendengar suara motor tukang ojek meninggalkan halaman rumahnya. “Ini tidak bisa menerima ini, Nak. Maaf sebaiknya kamu bawa pulang saja.” terdengar suara ibunya dan Kia buru-buru melepas sepatunya dan mengumumkan kehadirannya dengan mengucapkan salam. Kia sempat melirik tangan sang ibu yang menyembunyikan sebuah kertas di balik tubuhnya. Kia menyipitkan mata curig
last updateLast Updated : 2024-10-09
Read more

26. Dugaan Lain

Akhir minggu yang Kia tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kia sudah mandi dan berdandan, dia hanya tinggal menunggu Bi Asih yang katanya akan datang dari kampung. Anak-anak Bi Asih libur sekolah dan suaminya yang bekerja di salah satu penggilingan padi di desa mereka juga libur, dan rencana kedatangan Bi Asih di sambut baik. “Kamu jadi pergi, Ki. Bibimu jauh-jauh dari desa kamu malah tidak di rumah,” kata ibunya. Kia hanya nyengir, dia tidak mungkin mengatakan pada ibunya apa yang akan dia lakukan. Kia yakin ibunya tidak akan setuju. Bagi ibunya kasus meninggalnya mbak Nina sudah selesai dan mereka harus mengihlaskan kepergiaan mbak Nina dan bapak, tapi mengihlaskan bukan berarti melupakan bukan. “Maaf bu. Kia sudah janji mau main ke rumah teman, tidak enak kalau tiba-tiba dibatalkan, sebentar nanti pulang,” kata Kia dengan senyum semanis mungkin supaya ibunya luluh. Kia membantu ibunya menyiapkan beberapa makanan untuk menyambut kedatangan bi Asih dan keluarganya. Tepat puk
last updateLast Updated : 2024-10-10
Read more

27. Terlewat

“Sudah bibi duga dia dan keluarganya tinggal tak jauh dari rumah Nina, apa kamu sudah ketemu istri pertamanya?” Pandangan mata sang bibi yang pebuh selidiki membuat Kia menghela napas panjang. “Belum, untuk apa? Aku sebenarnya tak ingin lagi berhubungan dengannya, begitu pun ibu,” kata Kia. Awalnya dia memang ingin bicara dengan Zafran tapi setelah mengetahui bahwa laki-laki itu terlalu pengecut untuk mengatakan semua kebenarannya, maka dia memutuskan mencari tahu semua sendiri tanpa bersinggungan dengan Zafran, tapi laki-laki itu terlalu bebal dan datang seenaknya lagi seolah tidak pernah terjadi tragedi yang membuat dua orang anggota keluarga Kia kehilangan nyawanya. “Kok untuk apa? Ya tentu saja untuk memastikan semuanya,” kata sang bibi heran sekali. “Maksud bibi apa?” tanya Kia tak mengerti. Sang bibi berdiri dan masuk ke kamar Kia yang untuk hari ini dia dan keluarganya tempati, mengambil tas hitam yang dia bawa dari
last updateLast Updated : 2024-10-10
Read more

28. Siapa Dia?

Kia memegang kuat-kuat tepi tempat tidurnya mencegah dirinya untuk melompat keluar kamar dan menggedor kamarnya yang sekarang ditempati sang bibi. “Kenapa sih paginya lama,” keluhnya. Rasa kantuk sudah lenyap tak bersisa, meski dia berusaha memejamkan matanya rapat-rapat atau menghitung domba di kepalanya. Kia menggenggam tangannya memukul sisi tempat tidur dengan kesal, tanpa sadar tindakan konyolnya itu malah membuat sang ibu terbangun. “Apa yang kamu lakukan malam-malam begini, Nduk?” Kia meringis merasa bersalah karena telah mengganggu istirahat ibunya, “Ehm... tadi ada nyamuk makanya Kia pukul,” katanya sam bil neyngir, tapi sepertinya sang Ibu tahu Kia bohong. “Mungkin kamu butuh susu, atau coklat panas supaya bisa tidur nyenyak,” kata sang ibu perlahan bangkit, tapi buru-buru Kia mencegahnya. “Kia bisa buat sendiri, Bu,” katanya. “Kamu bisa?” Kia langsung mengerucutkan bibinya, ibunya selalu menga
last updateLast Updated : 2024-10-11
Read more

29. Detective Kia

“Kenapa sih satpam ini tidak kelihatan saat aku masuk perumahan ini,” gerutu Kia menatap sebal pada satpam yang sedang menelpon entah siapa di sana. Teriakannya membuat beberapa orang keluar rumah dan ikut menatap Kia, saat dia bilang ada orang asing ingin masuk rumah mbak Nina semua orang membantunya dengan ... menghubungi satpam perumahan. Akan tetapi sementara Kia berbicara dengan mereka orang itu sudah menghilang dan di sinilah Kia, berada di ruangan kecil sang satpam yang bukannya mengejar tapi sibuk menelpon ke sana kemari. Mungkin dia berharap orang asing itu tersangkut kabel telepon. “Tidak ada orang asing seperti yang mbak katakan,” kata sang satpam pada Kia setelah meletakkan gagang teleponnya. “Saya sudah tahu,” kata Kia ketus. Lah bagaimana bisa tahu ada orang atau tidak kalau berusaha mengejar saja tidak, masih mending kalau memantaunya lewat CCTV atau apa gitu, dia dari tadi hanya bertelepon ke sana kemari. 
last updateLast Updated : 2024-10-11
Read more

30. Dilabrak

"Jangan konyol kamu Ki, untuk apa kamu mengonsumsi obat ini, anak itu tidak berdosa." Kia melongo tak mengerti. Dia tadi sengaja salah satu temannya yang berprofesi sebagai apoteker, untuk menanyakan obat apa yang ada dia temukan. Tapi bukannya menjawab pertanyaan KIa, temannya yang bernama Dara itu malah membawanya ke bangku di samping apotek yang sepi pengunjuang."Emang itu obat apa?" tanya Kia bingung. "Siapa yang memberikan padamu?" Bukannya menjawab Dara malah balik bertanya dengan galak. "Ini obat apa emang, aku nemu kata Kia." Dara menatap Kia Seperti harimau yang ingin memakan mangsannya. "Baiklah... baiklah... aku akan ngaku, aku mendapatkan ini di kamar kakakku yang barusan meninggal, kamu ingat mbak NIna bukan." Kia yakin Dara tidak akan menjawab pertanyaannya jika dia tidak jujur. "Maksudmu kakakmu menggunakan itu? " KIa mengangguk dengan tidak sabar. "Jadi?" "Itu obat penggugur kandungan." Satu kalimat singkat itu sudah cukup untuk Kia, tubuhnya bergetar
last updateLast Updated : 2024-10-12
Read more
PREV
1234567
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status