Sepi, ruang makan juga dapur nampak sepi tak ada satu pun orang yang nampak. Tak seperti pagi sebelumnya meja makan kosong tak ada satu pun piring di sana. Hanya sebuah vas bunga dan kunci lengkap dengan gantungannya tergeletak begitu saja. Masih belum percaya, Satya berlari menuju kamar artnya yang ada di belakang dapur. Diketuk beberapa kali namun tak ada sahutan. Saat dibuka, kamar kosong. Dengan jantung yang bertalu-talu Satya berlari ke depan. Berharap Pak Yono berada di pos dekat pagar depan. "Pak Yono," panggilnya sambil membuka pintu pos lalu berlaih ke garasi. Mungkin Sopirmya itu ada di sana. Sayangnya garasi pun kosong. "Halo, kamu dimana?" Satya menghibungi Johan, bodyguard pemberian Ibra khusus untuk menjaga Tari. "Istri saya sama kamu?" tanyanya lagi menahan amarah karena Johan tidka mau menjawan pertanyaannya. "Berikan ponselnya pada Tari! Saya mau bic," Tut tut.... Sambungan telpon dimatikan. "Sh*T....." umpat Satya marah. Rahangnya mengeras
Last Updated : 2024-10-28 Read more