Home / Urban / Kebangkitan Pewaris Tertindas / Chapter 41 - Chapter 50

All Chapters of Kebangkitan Pewaris Tertindas : Chapter 41 - Chapter 50

170 Chapters

Bab 41

Sementara itu, Jessica baru saja tiba di rumahnya dengan langkah gembira dan hati berbunga-bunga. Dari pintu masuk, ia terdengar bersenandung  dengan riang. John dan Helena, orang tua Jessica, yang sedang duduk santai di ruang tamu, menoleh ke arah putri satu-satunya itu, terkejut dengan semangat yang tak biasa darinya."Anak Ibu sepertinya bahagia sekali," tegur Helena dengan senyum lebar, merasakan kebahagiaan yang memancar dari wajah sang anak.Mendengar suara ibunya, Jessica menoleh dan menghampiri kedua orang tuanya. Wajahnya yang berseri-seri membuat orang tua Jessica semakin penasaran dengan apa yang membuat anak mereka begitu gembira. Jessica duduk di samping ibunya, menatap wajah kedua orang tuanya dengan mata berbinar."Ayah, Ibu, akhirnya aku berhasil mendapatkan nomor telepon penyelamat ku!" ungkap Jessica dengan semangat, hampir tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.Wajah John dan Helena saling beradu pandang, me
last updateLast Updated : 2024-07-13
Read more

Bab 42

Keesokan paginya, Vincen baru saja akan berangkat bekerja ketika ponselnya berdering. Dia melihat nomor asing di layar dan mengerutkan keningnya, penasaran siapa yang menelepon. Dengan ragu, Vincen mengangkat panggilan tersebut. "Halo....""Datanglah ke alamat yang aku berikan, jika ingin melihat sesuatu yang menarik tentang keluargamu," ujar suara di seberang sana dengan nada menggoda. Vincen yang mengetahui bahwa ini pasti berkaitan dengan konflik keluarga dan pebisnis yang mengincar kekuasaan kakeknya. Dia tahu harus segera bertindak untuk menghentikan mereka. "Mengapa aku harus percaya padamu?" tanya Vincen dengan berani tatapannya tampak sangat tajam. "Percaya atau tidak, terserah kamu. Tapi aku yakin, kamu tidak ingin melewatkan kesempatan ini," sahut suara tersebut sebelum menutup panggilan. Vincen merenung sejenak, mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan. Namun, dia tahu bahwa jika dia tidak menghadapi mereka, konflik ini akan terus berlanjut dan membahayakan kelua
last updateLast Updated : 2024-07-14
Read more

Bab 43

Seva Clarkson dan ayahnya berdiri dengan angkuh di samping Baron, memandangi Vincen dengan tatapan yang menilai. Seva tersenyum sinis saat melihat Vincen. Sedangkan ayahnya, seorang pria paruh baya berwibawa, hanya menatap diam-diam."Hoooh, kebetulan yang sangat bagus, ternyata kau cucu Pak tua Clark?" Seva menyeringai ke arah Vincen, merasa senang atas penemuan barunya. "Setidaknya kini aku tahu, tidak perlu ragu untuk melangkah ke depan."Noel, yang berdiri di samping Vincen, memandang Seva dan ayahnya dengan amarah yang membara.Ekspresi wajahnya menunjukkan betapa marahnya dia, namun sebelum ia sempat mengeluarkan kata-kata, Vincen memotong ucapannya."Sepertinya kamu tidak mengerti dengan peringatanku kemarin, Seva Clarkson?" ujar Vincen dengan tenang, namun suaranya tegas dan penuh otoritas. Matanya menatap Seva dan ayahnya dengan tajam, menunjukkan bahwa ia tidak takut pada mereka berdua. Seva terkekeh, langkahnya semakin percaya diri menatap Vincen. Ekspresi wajahnya beruba
last updateLast Updated : 2024-07-14
Read more

Bab 44

Dalam sekejap, tubuh Noel terhempas dengan keras, menabrak dinding akibat pukulan dahsyat Baron. Rasa sakit yang begitu hebat mendera seluruh tubuhnya, terutama di bagian punggung dan dada yang terasa seperti dihancurkan. Noel meringis kesakitan, tangannya menggapai wajahnya untuk menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya. "Lihatlah, kau masih seperti dulu, Noel. Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku," ucap Baron dengan tatapan sinis yang menusuk. Senyum jahatnya membuat Noel semakin membakar amarah dan keinginan untuk membuktikan bahwa dia bisa mengalahkan Baron. Noel menggertakkan giginya, menahan rasa sakit dan amarah yang memuncak. Dia menatap tajam Baron dengan mata yang berkobar, menunjukkan tekad yang tidak bisa dihancurkan oleh siapapun. Dengan perlahan, Noel menghentakkan tangan besinya ke tanah, mengumpulkan kekuatan yang tersisa dalam tubuhnya untuk bangkit berdiri kembali. "Hoooh, kau masih bisa berdiri ternyata," ejek Baron dengan na
last updateLast Updated : 2024-07-15
Read more

Bab 45

Kekuatan Vincen dan Baron tampak sama kuatnya, mereka saling menyerang satu sama lain dengan kecepatan luar biasa.SwuzzDuar! Duar!Vincen dan Baron terhempas bersamaan saat pukulan mereka saling mengenai satu sama lain, hingga keduanya terhempas kebelakang menabrak dinding.Vincen bergegas berdiri, dia menatap Baron dengan seksama. "Kekuatan yang luar biasa, bahkan kecepatannya hampir melampaui kecepatanku," gumamnya dalam hati sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.Baron juga tampak mengalami hal serupa dengan Vincen. "Darimana bocah ini mempelajari teknik pernapasan alam? Apakah dia murid Solomon?" gumam Baron dalam hati merasa Vincen lawan yang tangguh.Keduanya memasang kuda-kuda secara bersamaan, mereka berdua kemudian melesat dengan cepat ke arah satu sama lain.SwuzzGelombang angin tercipta saat hentakan kaki keduanya melesat begitu cepat. Menerbangkan debu-debu yang ada disekitar mereka.Duak! Duak!Pukulan dan tendangan mereka saling beradu lagi, keduanya m
last updateLast Updated : 2024-07-15
Read more

Bab 46

Vincen berjalan cepat, membuka pintu ruangan kerja Kakeknya dengan tiba-tiba. Tanpa menunggu, Vincen langsung menghampiri mereka berdua, wajahnya penuh kekhawatiran. "Apa kalian mengenal orang-orang itu?" tanya Vincen dengan nada penuh penekanan, ingin segera memastikan kebenaran. Sebastian tampak gugup, menundukkan kepalanya, dan tidak berani menjawab pertanyaan Vincen. Sementara itu, Pak Tua Clark menghela napas panjang sebelum membuka suara. "Sebastian, tinggalkan kita berdua," perintahnya dengan nada yang tegas namun lembut. "Baik tuan besar," jawab Sebastian patuh. Dengan langkah ragu, ia meninggalkan ruangan tersebut, menutup pintu di belakangnya. Setelah Sebastian telah meninggalkan ruangan, hanya Vincen dan kakeknya yang tersisa. Vincen segera bertanya dengan rasa ingin tahu yang mendalam. "Jelaskan semuanya Kek, siapa orang-orang yang memiliki kekuatan luar biasa dan siapa keluarga Clarkson!"
last updateLast Updated : 2024-07-16
Read more

Bab 47

Vincen tidak mengetahui kalau sekarang bukan hanya tahtanya saja yang sedang di incar, tetapi nyawanya juga dalam bahaya, mengingat Lehman memerintahkan seseorang yang sangat kejam.Di ruangan Vincen, tampak pria itu sedang duduk di kursinya sambil menatap keluar jendela, mencoba memahami apa yang sedang terjadi pada kehidupannya sekarang."Kenapa mereka baru muncul sekarang? Bukankah jika mereka ingin menguasai harta Kakek, harusnya sudah bergerak sebelum kemunculanku? Seharusnya itu lebih mudah untuk mereka," gumam Vincen yang penasaran dengan tindakan keluarga Clarkson. Mata Vincen membelalak. "Tunggu dulu, bukankah Kakek mencariku setelah di vonis hidupnya tidak lama lagi? Apa mereka mengetahuinya?"Vincen yakin jika keluarga Clarkson pasti mengetahui hal tersebut, sebelum semuanya jatuh ke tangannya, mereka mencoba untuk merebut terlebih dahulu.Karena itulah mereka butuh tanda tangan dirinya atau bukti lainnya, mereka sadar jika Vincenlah sumber masalah mereka untuk mendapatkan
last updateLast Updated : 2024-07-16
Read more

Bab 48

Vincen melangkah keluar dari ruangannya, ekspresi serius menghiasi wajahnya. Sebastian sudah siap menunggu di depan pintu, badannya membungkuk dalam hormat. "Apa Paman sudah menghubunginya?" tanya Vincen sambil melangkah, kepalanya menatap kedepan berpikir keras. "Sudah, Tuan Muda. Dia mulai menggerakkan bawahannya sesuai perintah Anda," jawab Sebastian mantap, langkahnya seirama dengan Vincen."Bagus," Vincen menggenggam tangannya erat, "Jika Red Channel berpikir bisa bermain-main denganku, akan kubuat dia terjebak dalam permainan ini."Ungkapan penuh tekanan itu membuat Sebastian merasa seperti terpental kembali ke masa lalu, saat Pak Tua Clark muda tak membiarkan siapa pun mengusik kehidupan mereka. Dia memandangi punggung Vincen sambil merasakan denyut kebanggaan mendalam. 'Tuan besar, darah Anda mengalir deras di tubuh Tuan Muda. Anda tak perlu khawatir soal perusahaan,' gumam Sebastian dalam hati, senyuman mengembang di sudut bib
last updateLast Updated : 2024-07-17
Read more

Bab 49

Vincen baru saja melangkah keluar dari lift lobi Central Clark Capital, langkahnya terhenti saat melihat Selena berdiri tak jauh dari situ. Ia bersikap biasa saja, melanjutkan langkahnya, berharap Selena tidak menyadari kehadirannya.Namun, nasib berkata lain. Selena menoleh dan menatap Vincen dengan tatapan tajam. Vincen merasa tidak nyaman dengan tatapan itu, namun ia tetap berusaha melanjutkan langkahnya.Tiba-tiba, Selena melangkah cepat menghadang Vincen, membuat pria itu terpaksa menghentikan langkahnya dan menatap Selena dengan muka cemberut.Selena menatap Vincen dengan tatapan tajam, lalu berkata, "untuk perkataanmu yang mengatakan semua wanita sama, memang itu benar adanya. Karena sejatinya wanita tidak mau diajak hidup susah. Namun, kamu juga harus tahu, di antara wanita yang seperti itu, masih ada wanita yang rela hidup susah demi pria yang mereka cintai."Vincen terdiam, menatap Selena dengan alis bertaut. Selena melanjutkan. "Jadi, sebelum kamu menghakimi dan menggeneral
last updateLast Updated : 2024-07-17
Read more

Bab 50

Negara Parszcak, tepatnya di ruang CEO Adelray Grup, terdapat tiga orang yang sedang saling berhadapan.Calvert Adelray, pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih, duduk dengan tenang di kursi CEO. Dia adalah Ayah Zaky Adelray. Di sebelahnya, terdapat seorang asisten yang sedang berdiri mengamati.Sementara di seberang, tampak Paman Veronica, Doma Sanchez, pria berusia 40-an yang memiliki jenggot tebal dan raut wajah yang tegas."Doma, aku sudah meminta anakku untuk pulang dari Aldasia, kita tidak perlu memperpanjang masalah ini, bukan?" tanya Calvert dengan nada dingin yang menusuk. Ia menatap Doma dengan ekspresi datar, seolah tak ada rasa takut sedikit pun terhadap pria yang berada di hadapannya.Doma mencibir, matanya menyala penuh amarah. "Jika aku tidak datang kemari, kau dan anakmu pasti akan bertingkah seolah dia yang terkuat di Parszcak, ingatlah Calvert, Keluarga Sanchez masih berkuasa di sini," ujarnya dengan suara yang keras dan
last updateLast Updated : 2024-07-18
Read more
PREV
1
...
34567
...
17
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status