Kebangkitan Pewaris Tertindas 의 모든 챕터: 챕터 21 - 챕터 30

170 챕터

Bab 21

Mendengar namanya disebut, Veronica sontak tersentak dan wajah cantiknya bersemangat. "Kamu mengingatku, Vincen?" tanyanya setengah berseru.Namun, Vincen menautkan alis dan tampak bingung. Kenapa pula dia mengetahui nama wanita itu?Akhirnya, ekspresi Veronica kembali berubah sendu. “Sepertinya, tidak ….” Dia tersenyum pahit. “Tidak masalah, kau bisa mengingatnya secara perlahan.”Vincen mengepalkan tangan, lalu berakhir bertanya, “Kenapa kau datang?” Dia menambahkan, “Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu membantuku sampai sejauh ini?”Veronica tersenyum lembut, pandangan mata merah bata-nya menatap lurus ke mata Vincen yang semakin curiga. "Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, seperti dulu," ujarnya pelan, mengalirkan kenangan indah di antara mereka berdua.Vincen mengernyitkan dahi, merasakan keanehan pada kata-kata Veronica. Seolah ada benang tak kasat mata yang menghubungkan mereka berdua. Namun, kenangan itu entah mengapa,
last update최신 업데이트 : 2024-07-03
더 보기

Bab 22

"Vincen ….” “Diam.” “Jangan … seperti ini ….” “Sudah kubilang diam, tidak bisakah kau diam?” gerutu Vincen selagi berusaha melepaskan tangan Veronica dari lehernya. Setelah beberapa saat lalu Veronica berusaha mencium dirinya, Vincen menghindar dan wanita itu pun kehilangan kesadaran untuk sesaat. Akhirnya, Vincen pun menggendong wanita tersebut dan membaringkannya di tempat tidur. Namun, saat Vincen ingin pergi, Veronica kembali terbangun dan tidak membiarkannya pergi! Lelah, Vincen hanya bisa menghela napas dan membiarkan Veronica memeluknya. “Aku tidak mau berpisah lagi darimu …” gumam wanita itu seraya menyandarkan kepalanya di dada Vincen. Melihat Veronica begitu tidak waspada di hadapannya, Vincen tak elak membatin dalam hati, "Wanita yang ceroboh. Padahal tidak kuat minum, lalu kenapa menghabiskan bergelas-gelas alkohol? Kalau orang lain yang melihatmu seperti ini, mau jadi apa kamu?” Saat Veronica akhirnya kembali tenang, Vincen pun membaringkan tubuh wanita itu di ra
last update최신 업데이트 : 2024-07-03
더 보기

Bab 23

Mendengar perkataan Vincen yang seolah menantang, Sarah dan kedua temannya mengerutkan dahi sambil berbalik menghadapinya. Dengan langkah penuh percaya diri, Vincen mendekati ketiganya, memandang mereka tajam dari atas ke bawah. Ia ingin memastikan dugaannya benar. "Mau apa kau, pecundang!" bentak Sarah keras, wajahnya memerah penuh kemarahan, sembari mundur menjauh dari Vincen. Lantunan suara Sarah membuat seisi kafe seakan berhenti sejenak, dengan karyawan dan pengunjung lain yang sedang berada di sana menoleh ke arah mereka. "Wah, bukankan itu Nona Sarah Loin, kekasih Tuan Samuel, HRD kita?" gumam salah satu karyawan pada rekan di sampingnya."Iya, kamu benar! Itu Nona Sarah!" sahut rekannya, matanya melotot terkejut. "Siapa pria itu? Berani sekali dia menyinggungnya!"Para karyawan yang melihat kejadian itu mulai berbisik-bisik, merasa kasihan dengan Vincen yang berurusan dengan orang yang salah. Mereka semua ta
last update최신 업데이트 : 2024-07-04
더 보기

Bab 24

"Ternyata benar itu kamu, Vincen," ujar pria sepuh yang ternyata adalah Solomon Rondon, sambil menatap tajam ke arahnya.Vincen tertunduk, matanya berkaca-kaca karena perasaan bersalah, lalu bersimpuh di hadapan Solomon sambil berkata, "Master, mohon maafkan saya."Dengan sigap dan penuh kasih, Solomon segera memapah Vincen untuk bangkit, tidak ingin muridnya terlihat direndahkan, terlebih mereka berada di tempat umum."Mari kita bicara sambil duduk saja," ucap Solomon dengan suara lembut, penuh kebijaksanaan.Vincen mengangguk, lalu menggiring Solomon menuju meja yang telah dipesan oleh Noel. Meski bergelar tuan muda Clark, Vincen sangat menghormati Solomon karena sosoknya yang merupakan guru bela dirinya dimasa lalu.Wajah Vincen terlihat bangga seiring mengenang saat dirinya berlatih bela diri dengan Solomon sejak masa SMP. Kisah itu bermula ketika Vincen tidak sengaja bertemu Solomon, saat ia sedang diganggu oleh teman sekelasnya.
last update최신 업데이트 : 2024-07-04
더 보기

Bab 25

Malam harinya, dikediaman keluarga Helas tampak Marko sedang bersiap untuk menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Veronica. Karena mereka juga salah satu keluarga terpandang di kota Aranka, sehingga mendapatkan undangan. Marko tampak gagah mengenakan setelan jas hitam yang rapi. Di sisi lain, Markus juga tampak berkarisma dengan pakaian formalnya. Di sudut ruangan, terlihat Lidia sedang merapikan rambutnya yang panjang dan berkilau. Ia menatap Marko dengan senyum tipis di wajahnya, namun ada sedikit kekhawatiran terpancar dari matanya. "Bagaimana, apa kau sudah menemui Kars?" tanya Markus sebelum memasuki mobil, menatap Marko dengan tajam. Marko tersenyum menenangkan, "Ayah jangan khawatir, Kars akan mengurus pecundang itu, aku sudah memberitahunya kalau dia kemungkinan akan datang ke acara pesta Nona Sanchez!" jawab Marko yakin, merujuk pada Vincen yang sebelumnya sempat menjadi masalah bagi mereka. Markus mengerutkan keningnya, mencoba menenangkan perasaan yang membara. "J
last update최신 업데이트 : 2024-07-05
더 보기

Bab 26

Ketika Vincen turun dari mobil, suasana menjadi hening sejenak. Semua orang menatap dengan penuh harap ke arahnya. Namun, ekspresi mereka berubah ketika sosok yang keluar dari mobil ternyata seorang pemuda mengenakan jas khas bodyguard, bukan Tuan Muda Clark yang mereka nantikan."Apa itu Tuan Muda Clark?" tanya seorang pria yang berdiri di dekat pagar."Sepertinya bukan," sahut seorang wanita yang berdiri di sampingnya, "mustahil cucu Tuan besar Clark mengenakan pakaian bodyguard!""Kalau bukan dia, terus mana Tuan Muda Clark?" tanya seorang wanita paruh baya dengan nada penasaran.Mereka tidak menyadari bahwa pemuda yang mengenakan jas serupa bodyguard itu sebenarnya adalah Tuan Muda Clark yang mereka cari. Noel yang mendengar perkataan orang-orang di sana hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah. Dengan senyum di bibirnya, Vincen menikmati kebingungan yang terpancar dari wajah-wajah orang di sekelilingnya. Matanya yang tajam memand
last update최신 업데이트 : 2024-07-05
더 보기

Bab 27

Marko mengernyitkan dahi saat mendengar Noel memanggil Vincen dengan sebutan 'Tuan Muda'. Dia yakin tidak salah dengar, dan melihat sikap patuh Noel terhadap Vincen membuat Marko terkesiap."Tidak mungkin, dia hanyalah seorang Bodyguard," gumam Marko, sambil melirik Noel yang tampak tak ragu.Lidia juga memperhatikan ekspresi Vincen yang berbeda kali ini. Seolah-olah bukan Vincen yang biasanya. Keresahan mulai mencuat dalam benak Lidia, merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Vincen yang biasanya tak berani seperti ini.Sementara itu, Noel sudah naik ke panggung dan membisikkan sesuatu pada pembawa acara yang sedang memulai acara.Pembawa acara tampak terkejut saat Noel selesai berbisik, memberi isyarat akan perubahan dalam acara.Pak Tua Clark, yang sedang bersama keluarga Veronica, melihat Noel dari kejauhan. Mereka penasaran dengan apa yang sedang dilakukan salah satu pengawal setianya itu."Tielman, bukankah itu Noel? Apa yang
last update최신 업데이트 : 2024-07-06
더 보기

Bab 28

Pengumuman yang disampaikan oleh pembawa acara membuat Marko dan Lidia terkejut, sulit mempercayai bahwa perkataan Vincen bukan omong kosong semata.Para tamu undangan terdengar mendesah kecewa, pasalnya mereka tidak akan bisa mendapatkan hotel Diamond sehingga tidak ada kesempatan dekat dengan tuan muda Clark."Tidak mungkin..." gumam Marko dengan masih merasa kaget.Tidak cukup hanya mendengar dari pembawa acara, Marko segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ayahnya. Wajahnya tampak terpaku saat mendengar bahwa ayahnya mengatakan hal yang sama. Ia menoleh ke arah Vincen yang berdiri di depannya, kepala menggeleng-gelengkan karena tak percaya."Bagaimana Marko? Sekarang kau tahu bukan, di atas langit masih ada langit," ujar Vincen dengan senyuman simpul. Ia mengangkat gelas anggur yang ada di tangannya, lalu meneguknya dengan mantap.Marko merasakan emosi marah yang mendalam, tangannya berkeringat saat mengepal erat.Segera dia merapatkan pandangannya pada wajah Vincen, mencoba
last update최신 업데이트 : 2024-07-06
더 보기

Bab 29

Marko, yang merasa terhina, telah berada di luar hotel dengan wajah merah padam dan napas tersengal-sengal karena dipermalukan oleh Vincen. "Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, Vincen Adama! Persetan kalau kau orang kepercayaan Tuan muda Clark!" amuknya, memandang langit dengan rasa penyesalan dan dendam. Dalam kekalutan amarah, Marko langsung mengambil ponselnya yang terdapat dalam saku celananya dan menekan nomor Kars. "Di mana kau, Kars?! Bukankah aku sudah bilang dia ada di acara penyambutan Nona Sanchez!" bentak Marko begitu Kars mengangkat panggilan, tubuhnya bergetar kesal. "Tenang, Marko. Percayalah padaku, aku sudah merencanakan semuanya," jawab Kars dari seberang dengan nada santai yang kontras dengan emosi Marko saat itu. Marko memijat pelipisnya, mencoba meredakan tekanan darah yang terasa naik. "Awas saja kalau kau sampai gagal!" ujarnya lirih, mematikan panggilan dan menghela napas sejenak. Tangannya erat mengepal ponsel dan kepalanya mendongak, berh
last update최신 업데이트 : 2024-07-07
더 보기

Bab 30

Vincen menatap sosok pria tersebut dengan saksama, mencoba mencari tahu siapa dia. Namun, tiba-tiba Veronica melangkah maju, menempatkan dirinya di antara Vincen dan pria itu. Vincen bisa melihat sorot mata Veronica yang tajam dan penuh kebencian saat menghadap pria tersebut. "Zaky, apa yang sedang kau lakukan di sini?! Aku tidak pernah mengundangmu!" ucap Veronica dengan suara yang ketus dan tegas. Mendengar pertanyaan Veronica, pria yang dipanggil Zaky tersebut tersenyum sinis. "Veronica, apa ini pria pilihanmu? Mungkin dia memang pewaris keluarga Clark, tetapi lihatlah penampilannya seperti orang rendahan." Zaky Adelray, dia adalah pewaris tunggal keluarga Adelray, yang merupakan orang terkaya kedua di negara Parszcak tempat Veronica kuliah. Zaky menoleh ke Vincen, menatap jijik pada penampilannya yang sederhana dan seperti orang rendahan. Dia merasa tak pantas Vincen, dengan penampilan seperti itu, menjadi pewaris keluarga kaya raya. "Zaky, tutup mulutmu!" bentak V
last update최신 업데이트 : 2024-07-08
더 보기
이전
123456
...
17
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status