Home / Romansa / Tuan Miliarder Mengejar Cinta Istri / Chapter 221 - Chapter 230

All Chapters of Tuan Miliarder Mengejar Cinta Istri: Chapter 221 - Chapter 230

349 Chapters

NS 28– Selama–lamanya

"Maafkan Papa dan Mama, Nak."Agatha kembali menanggukkan kepala. Dia lagi-lagi tertegun, ayah mertua yang ia pikir arogan ternyata bersedia meminta maaf. "Syakila bilang kau mendengar pembicaraan Nail dan Stella. Nail menunggu bosan--" Zein menjeda sejenak, melayangkan tatapan membunuh ke arah putranya. Sedangkan Nail, masih mempertahankan raut muka dingin yang tak bersahabat, "padamu barulah kau dilepas olehnya," lanjut Zein. Agatha diam seketika. Yah, dia mendengar obrolan Stella, di mana Nail mengatakan hal seperti itu pada Stella. Akan tetapi Agatha sudah tahu sebenarnya apayang terjadi. Agatha yang salah, dia membiarkan kemarahan menguasai dirinya sehingga memilih kabur tanpa sudi mendengar penjelasan suaminya. "Papa awalnya tak percaya jika Nail mengatakan hal itu pada Stella, Papa menyaksikan sendiri betapa hancurnya dia saat ditinggal olehmu. Tetapi mengingat Nail dan Stella memiliki anak, Papa rasa Nail memang melakukannya. Jadi … keputusan ada di tanganmu, Agatha." Agat
last updateLast Updated : 2024-10-17
Read more

NS 29–Fakta Yang Sebenarnya (Terungkap)

"Jadi kau bersedia menjadi istriku, selama-lamanya?" Gluk' Agatha meneguk saliva secara kasar, menatap gugup ke arah Nail. Dari smirk Nail, Agatha sudah merasakan ancaman. Dia yakin Nail akan melakukan sesuatu hal yang akan menjerat Agatha, membuat Agatha tidak bisa lepas dari pria ini. Nail sangat gila! 'Aku tak boleh langsung luluh. Pak Nail memang baik. Akan tetapi … Pak Nail tak bisa ditebak. Siapa tahu ini hanya kamuflase darinya.' batin Agatha, menatap Nail dengan was-was. "Ya … kenapa tidak? Mon Tresor kan artinya harta karun ku. Artinya Pak Nail adalah hartaku, ATM berjalanku. Kalau Pak Nail kulepas, aku mana punya uang lagi," jawab Agatha sengaja, supaya Agatha terlihat jahat dan tergila-gila uang. Dengan begitu, Nail berpikir dia perempuan matre. "Bagus." Nail meletakkan tangan di atas kepala Agatha, menepuk pelan pucuk kepala Agatha, "berpikirlah jika aku sangat berharga, Tata. Dengan begitu, kau tak akan lepas dariku," ucap Nail, menyunguingkan smirk tipis ke ara
last updateLast Updated : 2024-10-19
Read more

NS 30– Aku Bukan Pengasuh

Agatha meregangkan otot tubuhnya, dia baru saja selesai melukis–di mana lukisan tersebut akan ia tunjukan pada Almira, sang idola, pada acara seni beberapa hari yang akan datang. Setelah Nail pergi bekerja dan Sagara pergi ke sekolah, Agatha langsung memutuskan untuk melukis. Hampir tujuh jam ia habiskan di ruangan baca putranya, tempat sementara ia melukis. "Lukisan ku bagus juga. Huaaahhh … semoga Kak Almira suka lukisan ku dan semoga aku cepat menjadi seorang seniman yang populer," ucap Agatha, bermonolog sendiri sembari berjalan keluar dari ruangan putranya. Agatha sejujurnya ingin kembali ke kamar untuk istirahat. Akan tetapi karena kamarnya dan Nail ada di lantai atas, Agatha cukup malas. Dia memutuskan untuk tidur di sofa yang berada di ruang tamu. "Nyonya, apa ingin kami pijat atau buatkan minuman segar?" ucap salah satu maid, buru-buru menghampiri Agatha yang berbaring dengan lesu di atas sofa. "Tidak perlu, Bu." Agatha menjawab pelan. "Tetapi Tuan memerintah kami untu
last updateLast Updated : 2024-10-20
Read more

NS 31–Kedatangan Dia

"Stella!" geram Nail, tiba-tiba wajahnya berubah marah–rahang mengatup kuat dan mata membidik tajam. Stella tergelonjak kaget, reflek mundur dan berakhir terduduk di sofa karena kakinya tersandung sisi sofa yang berada di belakangnya. Namun, Stella buru-buru duduk karena takut pada Nail. "Tu-tuan, jangan salah paham padaku. Aku hanya ingin membantu anda dalam proyek di luar kota. Sedangkan Agatha-- agk …." Ucapan Stella berhenti seketika karena tiba-tiba saja Nail mencekik lehernya. Dia sungguh kaget. Semenjak Kinara ada, Nail selalu menjaga sikap padanya. Dia menganggap jika Nail telah membuka hati padanya. Akan tetapi setelah Agatha kembali-- lihat?! Bahkan Naik berani jauh, pria ini mencekiknya seolah ingin membunuhnya. Agatha adalah sumber masalah bagi Stella. "Nyonya!" Nail memperkuat cekikannya pada Stella, "panggil istriku dengan sebutan Nyonya. Posisimu sama dengan para maid di sini, hanya pekerja!" dingin Nail, melepas cekikannya dengan menghempas Stella ke samping sehin
last updateLast Updated : 2024-10-21
Read more

NS 32 – Kau Lucu Nail

"Ah, ternyata di sini ramai," ucap seseorang tersebut, membuat Stella spontan menoleh. Stella menoleh karena dia sangat mengenali suara seseorang tersebut. Orang tersebut adalah orang yang …-"Berisik sekali anak ini. Ck." Aiden berdecak pelan, melayangkan tatapan tajam ke arah Kinara–agar anak itu berhenti menangis. Aiden memang tak suka pada Kinara. Menurutnya anak itu sangat manja, cengeng dan luar biasa nakal. Andai Nail tak mempertahankan Stella dalam artian melindungi perempuan itu, mungkin Aiden sendiri yang akan mengusir Stella serta putrinya yang cengeng ini. Menyebalkan! "Kau tidak boleh seperti itu. Kinara hanya anak-anak," bela Nail tiba-tiba, membuat Agatha bingung. Bagaimana tak bingung? Sebelumya Nail membentak Kinara. Akan tetapi ketika Aiden yang mengatai Kinara–padahal dengan nada yang lembut, kenapa Nail menegur? 'Pak Nail seolah tak terima jika Kinara dikatai. Kan … aku jadi overthinking. Jangan-jangan benar jika Kinara adalah anak dari Pak Nail.' batin Agath
last updateLast Updated : 2024-10-21
Read more

NS 33– Putriku

"Tapi kau tidak tahu bukan siapa ayah kandung Kinara?" ucap Zein dengan nada datar. Aiden menggelengkan kepala. Dia memang tak tahu siapa ayah kandung Kinara. Dia tak pernah penasaran karena baginya Stella adalah perempuan penghibur, bisa saja Kinara adalah anak dari pria langganan Stella. "Baca ini." Zein menyerahkan sebuah laporan medis pada Aiden, merupakan hasil tes DNA yang sengaja Zein ambil agar bisa ia tunjukkan pada Aiden. Aiden meraih kertas tersebut, membaca sebuah hasil tes di sana. Matanya seketika membelalak saat melihat itu adalah hasil tes DNA dirinya dan Kinara. Hasil tersebut menyatakan jika Kinara adalah anak kandung Aiden. Wajah Aiden seketika muram, menjatuhkan kertas di tangan karena saking tak percaya dan syok. Bagaimana bisa Kinara anaknya? "Pa-Papa, aku tidak pernah bermain-main dengan perempuan. Apalagi Stella," ucap Aiden dengan nada bergetar, dia takut. Dia hanyalah anak angkat di keluarga ini. Aiden sangat tahu diri akan hal itu. "Humm." Zein berde
last updateLast Updated : 2024-10-22
Read more

NS 34– Jujur Suka Pada Aiden

"Bukan hanya tidak berhak pada Kinara, kau juga akan ku jebloskan dalam penjara!" ucap Aiden tiba-tiba, membuat Stella dan orangtuanya memebalak terkejut. Mereka semakin panik. Lucas juga terlihat sangat kaget, tak percaya dengan apa yang Aiden katakan. Mungkinkan Aidenelakuoan ini untuk melindungi Nail? Supaya Nail tidak menceraikan Agatha, dan Nail juga tak harus menikahi Stella. Yah, Lucas yakin begitu karena Aiden selalu mencintai saudara-saudaranya. Posisinya sebagai kakak membuatnya selalu ingin melindunhi. Namun, Lucas tak akan membiarkan ini. Nail harus menikah dengan Stella karena Stella perempuan yang cocok untuk Nail. Dia berpendidikan dan punya karir yang bagus. Tak seperti Agatha yang masih dalam proses mencari jati diri. Nail menatap Aiden sekilas kemudian memperhatikan papanya. Nail yakin papanya yang telah mengungkap ini pada Aiden. Nail cukup khawatir pada Aiden, akan tetapi melihat papanya tenang, Nail berusaha menghapus kekhawatiran tersebut. "Jangan asal bic
last updateLast Updated : 2024-10-25
Read more

NS 35 – Bertemu Lagi

Lengah sedikit saja, perempuan ini bisa-bisa menghilang. "Aiden sudah punya anak dengan Stella, jadi biarkan …-" Ucapan Lucas dipotong oleh Zein. "Tidak akan kubiarkan putraku menikahi wanita licik itu. Dia yang telah menjebak Aiden, dan Aiden tidak harus menikahinya. Mengenai Kinara, seperti yang Aiden katakan, Kinara akan bersama Aiden." "Kali ini Ayah tidak akan kubiarkan terlalu mencampuri urusan putra-putraku lagi. Nail-ku ditinggalkan istri terkasihnya karena ulah Ayah yang keukeuh menjodohkan Nail dengan Stella. Sekarang Aiden jauh dari putrinya sendiri juga karena Ayah yang terus melindungi Stella. Aku tidak mau Ayah, kehidupan putraku rusak karena wanita itu," ucap Zahra, ikut bersuara karena sudah tak tahan. Putra-putra-nya dikorbankan karena keegoisan ayahnya. Zahra memang menyayangi ayahnya, tetapi dia tak akan membuat putranya dalam posisi sulit hanya karena kasih sayangnya pada sang ayah. "Nak, maafkan Ayah …." Lucas berkata dengan nada gemetar, "Ayah tak tahu jik
last updateLast Updated : 2024-10-25
Read more

NS 36– Kepergok

Mata Agatha membelalak kaget, berakhir panik karena Nail tak berada jauh darinya dan Alka. Nail tengah menggendong Sagara–kedua laki-laki beda zaman itu menatap Agatha dengan muka lempeng dan tatapan yang sama-sama menghunus tajam. Agatha menyengir tak enak entah pada siapa. Dia merasa terancam oleh tatapan suami dan putranya. Entah kenapa keduanya mendadak kompak mengintimidasi Agatha. "Akhirnya kita bertemu kembali, Agatha. Aku sangat senang," ungkap Alka senang, masih berpelukan dengan Agatha. Di sisi lain, Syakila langsung menghampiri keduanya. Dia menarik Alka supaya menjauh dari Agatha. "Paci, ada Kak Nail," bisik Syakila pelan pada Alka, setelah dia menarik sahabat sekaligus paman kecil-nya tersebut. Alka menoleh tak enak pada Nail, menyengir lebar sembari merangkul Agatha. "Aku dan Agatha berteman baik, Kakak. Best friend," lanjutnya sembari cengengesan. Walau Nail adalah keponakannya, tetapi Alka memanggil Nail dengan sebutan 'kakak, begitu juga pada Aiden. Karena kedu
last updateLast Updated : 2024-10-26
Read more

NS 37–Mengejutkan

"Daddy kenapa tidur di lantai?" Nail terdiam dan sama sekali tak menjawab, menatap dingin ke arah Agatha yang menendangnya sehingga dia berakhir terjatuh dari ranjang. Agatha buru-buru merapikan pakaian serta penampilan. Setelah itu menatap tak enak dan penuh perasaan bersalah pada Nail. Dia meneguk saliva secara kasar, takut oleh tatapan tajam suaminya. "Da--Daddy sedang pendinginan, Saga. Daddy kegerahan dan marmer kan dingin," jawab Agatha, cengengesan pada putranya tetapi mendadak muram serta tegang saat Nail menatapnya dengan penuh peringatan. "Aneh." Sagara berkomentar pelan, berjalan masuk ke dalam kamar orangtuanya–membawa ransel yang ia jinjing. "Mommy, Sagara punya tugas menggambar dari huruf c. Mommy bisa membantu Sagara?" pinta Sagara, melewati daddynya secara santai kemudian naik ke atas ranjang. Dia duduk di depan sang mommy. "Sangat bisa, Bos Kecil." Agatha menganggukkan kepala secara bersemangat. Dia sangat suka menggambar, tentu dia excited. Sagara tersen
last updateLast Updated : 2024-10-27
Read more
PREV
1
...
2122232425
...
35
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status