Home / Romansa / Pernikahan Dadakan dengan CEO / Chapter 1641 - Chapter 1650

All Chapters of Pernikahan Dadakan dengan CEO: Chapter 1641 - Chapter 1650

3373 Chapters

Bab 1660

Daniel membawa Russel ke dalam rumah sambil menutup pintu di belakangnya. Dia tersenyum menjawab pertanyaan si kecil, "Om Daniel ini bos, jadi kalau nggak mau kerja ya nggak usah kerja, nggak ada yang bisa ngatur Om Daniel. Om Daniel juga nggak perlu khawatir gajinya dikurangi." Russel dengan polosnya bertanya lagi, "Tapi ‘kan Om Stefan juga bos, kenapa dia harus kerja tiap hari?" Daniel menjawab, "Perusahaan pamanmu itu lebih besar sedikit dari punya Om Daniel, jadi urusannya juga lebih banyak. Makanya dia harus kerja tiap hari." Russel tampak puas dengan jawabannya.Setelah menurunkan Russel, Daniel memanggil Odelina sambil membawa seikat bunga. Dia menatap Odelina dengan penuh kasih saat menyerahkan bunga itu. Odelina, dengan nada pasrah, berkata, "Pak Daniel, saya nggak suka bunga. Tolong lain kali jangan bawa lagi, ya?" Odelina sudah berkali-kali menolak, tapi Daniel tetap saja mengirim bunga. Karena Odelina tidak mau menerima bunga, Daniel mengambil vas dan meletakkan bung
Read more

Bab 1661

Odelina dan Yanti memang sempat berbicara, tapi Odelina tidak memberitahu Daniel sedikit pun. Daniel tetap mengetahui semuanya dari ibunya. Dia marah ketika mengetahui ibunya meminta Odelina untuk menghentikan sewa dan pindah dari Mambera, bahkan ingin Odelina membawa Russel pergi. Daniel sangat marah dan bertengkar hebat dengan ibunya.Yanti marah, begitu juga Daniel. Singkatnya, ibu dan anak ini sama-sama keras kepala, tidak ada yang mau mengalah. Odelina hanya melirik Daniel dan kembali sibuk dengan pekerjaannya sendiri, lalu berkata, "Ini bukan masalah saya. Saya nggak mau berkorban begitu banyak." Daniel tersenyum, Odelina yang seperti inilah yang Daniel sukaii.Russel, yang membawa ponsel ke dalam kamarnya, menelpon Olivia. Dia tahu nomor pertama di buku telepon ibunya adalah nomor Tante Oliv-nya. Olivia segera menjawab telepon. "Kak, ada apa?" Olivia mengira itu kakaknya yang menelpon. "Tante Oliv, ini aku, Russel." Mendengar suara kekanak-kanakan Russel, Olivia terse
Read more

Bab 1662

"Baik, baik banget," ucap Russel dengan tulus. Anak-anak memiliki hati yang murni. Meskipun usia mereka masih belia, mereka bisa merasakan siapa yang benar-benar tulus kepada dirinya. Terkadang, hanya karena keterbatasan usia, mereka kesulitan mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.Daniel dari awal memang menyukai Russel. Dari dulu dia selalu ingin menggendong Russel. Ketika itu, Russel yang masih kecil. Dia takut pada bekas luka di wajah Daniel dan selalu menolak untuk digendong. Namun, setelah mereka menjadi lebih dekat, Daniel akhirnya bisa menggendong Russel dengan leluasa. Karena kecintaannya pada Russel, Daniel mulai memperhatikan ibunya. Secara bertahap, Daniel pun jatuh cinta pada Odelina, ibu dari Russel."Om Daniel baik banget sama Russel. Suka banget sama Russel. Mana mungkin dia mau merebut Mama dari Russel?" ujar Olivia. "Jadi, percaya saja sama Om Daniel. Dia hanya mau sama mama kamu untuk menyayangi Russel. Bukan buat merebut mamamu." Russel merasa lega menden
Read more

Bab 1663

Russel melihat Daniel sebagai pelindungnya, dan tindakannya yang penuh kepercayaan ini membuat Daniel tertawa lebar, suatu pemandangan yang membuat Odelina tak tahu harus berkata apa."Om Daniel, Mama melotot sama aku," adu Russel sambil melirik ke Odelina.Daniel masih tertawa. Dia menggendong Russel dan bertanya padanya, "Coba cari tahu kenapa Mama melotot. Om Daniel yang besar ini ada di sini, tapi Mamamu malah marahnya sama kamu yang kecil, kenapa, ya?"Odelina mendekat.Russel dengan polos menjawab, "Setelah aku telepon Tante Oliv, aku main ponsel, terus Mama ambil ponsel Russel.""Itu bukan ponselmu, itu ponsel Mama," sahut Odelina.Russel tidak berani membantah karena memang ponsel itu milik ibunya. "Aku bilang, ‘Kok Mama boleh main ponsel, kenapa Russel nggak boleh?’ Terus Mama marah," ujar Russel dengan suara yang semakin pelan, menunjukkan ia juga menyadari bahwa bermain ponsel itu sebenarnya tidak baik.Daniel dengan lembut berkata, "Russel masih kecil, kalau terlalu sering
Read more

Bab 1664

Yanti menanyakan kepada Daniel dengan nada tegas dan khawatir, "Kamu pergi ke mana? Mama ada di kantormu, di ruang kerjamu, dan kamu nggak ada di sini selama jam kerja. Jangan bilang kamu keluar untuk urusan bisnis, ya! Sekretarismu saja masih di sini." Yanti curiga, "Kamu pasti lagi ke Odelina,’kan? Sudah berapa kali Mama bilang, Odelina nggak cocok buat kamu. Dia sudah bercerai dan punya anak laki-laki usia tiga tahun. Kamu mau bantu membesarkan anak orang lain, tapi Mama nggak mau jadi nenek dari anak yang bukan darah dagingku! Kamu yang nantinya harus membesarkan anaknya, bahkan sampai membelikan rumah dan mobil. Sementara ayah kandungnya nggak perlu modal apa-apa. Di Mambera ada banyak banget perempuan muda dan cantik, kenapa nggak pilih salah satu dari mereka saja sih daripada Odelina?" Yanti benar-benar kesal dengan sikap anaknya.Daniel, dengan nada serius, menjawab, "Hidupku, aku yang atur, Mama nggak perlu khawatir. Aku bukan saudara-saudaraku." Setelah berkata demikian, Da
Read more

Bab 1665

Russel bertanya dengan polos, "Mama, memangnya kenapa kita harus pindah ke tempat lain?" Russel sudah terbiasa tinggal di sana selama hampir setengah tahun.Odelina menjawab dengan sedikit berbohong, "Russel mulai sekolah TK bulan September nanti, kan. Tempat kita sekarang agak jauh dari TK itu. Jadi, kita pindah ke tempat yang lebih dekat, supaya lebih mudah buat Mama antar kamu ke sekolah." Seorang anak berusia tiga tahun tentu tidak punya banyak pendapat tentang hal seperti itu. Russel mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan ibunya.Kemudian, Odelina menelepon agen properti dan menjelaskan kebutuhannya untuk mencari tempat sewaan baru. Membeli rumah belum menjadi prioritas Odelina saat ini, karena yang terpenting adalah pendidikan anaknya. Russel akan bersekolah di TK terbaik di Mambera yang biaya tahunannya cukup mahal. Dari perceraiannya dengan Roni, Odelina mendapat sejumlah uang. Dia telah menginvestasikan sebagian di restoran ‘Makan Sepuasnya', yang meskipun bisnis
Read more

Bab 1666

“Ma!”“Mama sudah berbicara terus terang, ya. Kalau kamu bisa memutuskan hubungan ibu dan anak sama Mama, maka Mama nggak akan lagi peduli dengan siapa kamu jatuh cinta atau siapa orang yang kamu kejar.” Setelah Yanti mengucapkan itu, ia berbalik dan pergi dengan marah.Daniel juga merasa sangat marah pada sikap ibunya.Daniel tidak mengerti, ibunya jelas tidak membenci Odelina. Lalu mengapa ibunya itu begitu keras kepala dan tidak setuju dengan hubungannya dengan Odelina?Daniel bahkan belum berhasil menarik hati Odelina. Akan tetapi, ibunya sudah membuat keributan sebesar ini, menahan langkahnya.Odelina yang pada dasarnya tidak mencintai Daniel, akan menjadi lebih takut untuk mencintai atau menerima perasaan Daniel karena sikap ibunya.Daniel menoleh dan melihat ke belakang. Dia tidak kembali ke rumah sewaan Odelina, melainkan menuju ke mobilnya/ Setelah masuk mobil, dia menelepon Stefan dan Reiki, mengajak mereka keluar untuk minum.Tanpa peduli apakah kedua temannya itu setuju at
Read more

Bab 1667

Stefan terdiam sejenak.Mereka memang telah mengenal Daniel selama bertahun-tahun dan sangat memahaminya.Daniel tampak kasar dan cuek, seolah-olah tidak peduli dengan apa pun.Namun, sebenarnya dia sangat gigih dalam urusan perasaan.Jika Odelina tidak menikah lagi seumur hidupnya, maka kemungkinan besar Daniel akan tetap lajang demi dia.Jika Odelina menikah dengan orang lain, maka Daniel masih akan tetap melajang.Itulah sifatnya. Jika tidak bisa menikahi wanita yang diinginkannya, Daniel akan lebih memilih untuk tetap sendiri seumur hidup."Kalau kamu memang nggak bisa, biar aku yang pergi. Aku temani dia," Stefan menawarkan diri. Dia mengerti bahwa Reiki masih dalam cuti pernikahan dan Junia sedang hamil, jadi Reiki pasti tidak memiliki waktu untuk urusan lain.Reiki berkata, "Junia di toko buku, aku sudah atur pengawal untuk melindungi dia. Aku nggak masalah, ayo kita pergi bareng."Stefan mengangguk.Setelah menutup panggilan, Stefan menoleh ke istri tercintanya yang sedang memb
Read more

Bab 1668

Daniel selalu pergi ke "Makan Sepuasnya" untuk sarapan sebelum jam delapan pagi.Dengan mengatur waktu yang berbeda, Odelina bisa menghindari bertemu dengan Daniel.Odelina meminta bantuan Olivia..Setelah membaca pesan dari kakaknya, Olivia menghela napas dalam hati.Kakaknya terpaksa mengambil jalan menghindar.Jika tidak karena Olivia menikah dengan Stefan dan keluarga Adhitama tinggal di Mambera, dia mungkin juga tidak akan tinggal di Mambera. Mungkin kakaknya akan pergi dari Mambera dengan Russel, menjauh dari Daniel seperti yang diinginkan Yanti.Meskipun Daniel akan mencari Odelina ke penjuru dunia, tetapi itu membutuhkan waktu.Olivia membalas pesan kakaknya, menghormati keputusannya. Dia akan mendukung setiap keputusan yang diambil kakaknya.“Pesan dari kakak?" Stefan menebak itu adalah pesan dari kakak iparnya.Olivia mengangguk."Apa katanya? Wajah kamu kelihatan serius.""Kakakku pindah rumah sewa. Dia cari tempat sewa baru dengan terburu-buru, pindah ke kompleks East Hill.
Read more

Bab 1669

Odelina mengucapkan terima kasih kepada Stefan. Stefan menjawab dengan tulus, “Kak kita ‘kan satu keluarga, nggak usah sungkan-sungkan.”Tadinya Stefan sempat khawatir Odelina tidak akan menerima bantuannya. Namun, karena Odelina memang ingin buru-buru pindah, akhirnya dia pun bersedia menerima bantuan Stefan. Dengan bantuan dari sang adik ipar, Odelina berhasil pindah rumah dengan cepat saat Stefan sedang pergi menemani Daniel minum.Di sebuah ruangan VIP di hotel, meja dipenuhi dengan makanan yang Daniel pesan, termasuk beberapa botol minuman keras. Stefan dan Reiki duduk di sampingnya, menyaksikan Daniel yang terus menerus meneguk minuman kerasnya.“Daniel, makan dulu,” kata Stefan sambil menyodorkan beberapa hidangan kepada Daniel. Stefan merasa bersalah karena memilih berpihak pada kakak iparnya. Dia ingin membantu Daniel, namun kakak iparnya tidak memiliki perasaan terhadap Daniel, dan Yanti tampak sangat menentang.“Daniel, ini supnya diminum juga lah. Kamu langsung minum
Read more
PREV
1
...
163164165166167
...
338
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status