Semua Bab Dewi Kultivator Langit: Bab 121 - Bab 130

177 Bab

121. BAI YUN

Malam terasa pekat, angin dingin berembus membawa aroma tanah lembap dan dedaunan yang mulai membusuk. Xian Ling berdiri di tepi perkemahan, tubuhnya tegap namun tak menunjukkan tanda-tanda ancaman. Pijar obor yang berkedip-kedip di kejauhan menyoroti bayangan tajam di wajahnya. Dengan napas teratur, ia mengangkat tangannya, telapak terbuka, menunjukkan bahwa ia tidak bersenjata."Aku tidak ingin melawan," suaranya jernih namun terbungkus ketenangan yang penuh kehati-hatian. Matanya menatap pria di depannya, penjaga yang menggenggam busur dengan erat, ujung anak panahnya mengarah tepat ke jantungnya. "Aku datang untuk berbicara dengan Bai Yun."Mata pria itu menyipit, kecurigaan menguar dari setiap pori tubuhnya. “Siapa kau, dan bagaimana kau tahu nama itu?”Xian Ling menelan ludah, memilih kata-katanya dengan hati-hati. “Aku adalah sekutu, meski saat ini aku harus menyembunyikan identitasku.” Suaranya tetap tenang, seperti angin yang membelai permukaan sungai. “Aku menyamar di dalam
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

122. KEMUNCULAN SUN WU LONG

Malam itu, bulan menggantung rendah di cakrawala, cahaya pucatnya berpendar samar di antara kabut tipis yang melayang di pegunungan Negeri Shu. Udara dingin membelai kulit, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang mengering. Di dalam markas Sekte Api Neraka, Xian Ling melangkah memasuki kamarnya, derap kakinya nyaris tak bersuara di atas lantai batu dingin. Jemarinya masih berdebu setelah berjam-jam menelusuri gulungan naskah kuno di ruang arsip—catatan tentang ritual terlarang yang membuat darahnya berdesir.Ritual Pengorbanan Seribu Jiwa.Dada Xian Ling terasa sesak saat mengingat isi gulungan itu. Sebuah rencana jahat yang dirancang untuk membuka portal ke alam kegelapan dan memanggil entitas mengerikan—Raja Iblis Baizhu. Jika mereka berhasil, makhluk itu akan menghancurkan seluruh Benua Timur dalam sekejap.Ketika pikirannya masih dipenuhi kegelisahan, tiba-tiba, sebuah getaran halus menyentuh indranya. Sebuah kehadiran—familiar namun penuh misteri—menyelinap di tepi persepsiny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

123. ESENSI KEGELAPAN BUATAN

Xian Ling menghela napas panjang, matanya menatap redup ke arah tembok batu yang lembap di gua persembunyian mereka. Sorot obor di dinding hanya memperjelas kegelisahan yang tersirat dari wajahnya. Tangannya mengepal, seolah berusaha menahan perasaan yang berkecamuk di dadanya."Aku tahu," suaranya terdengar serak, hampir berbisik. "Tapi aku belum cukup dekat untuk mendapatkan akses ke Ruang Kegelapan Abadi. Mereka masih mengujiku... Kesetiaanku belum sepenuhnya dipercaya."Sun Wu Long, yang duduk bersila di hadapannya, menyeringai lebar. Mata elangnya bersinar tajam, penuh dengan perhitungan yang hanya bisa dimiliki oleh seseorang yang terbiasa bermain di bayangan. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding, mengusap dagunya dengan jemarinya yang ramping."Itu berarti kita harus menciptakan alasan agar mereka mempercayaimu lebih cepat," ujarnya, suaranya terdengar penuh rencana. "Aku punya ide... Tapi ini berisiko."Xian Ling menoleh, alisnya bertaut. "Apa maksudmu?"Sun Wu Long menyelip
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

124. SERANGAN KE MARKAS SEKTE

Pagi itu, suasana di markas Sekte Api Neraka terasa ganjil. Udara diselimuti hawa panas yang menyesakkan, seperti bara yang menyala di bawah tanah. Langit di atasnya tidak bersinar biru seperti seharusnya, melainkan kelam dengan gumpalan awan hitam yang bergerak perlahan, seolah menunggu sesuatu yang mengerikan terjadi. Anggota sekte, berselubung jubah hitam berhiaskan simbol-simbol gelap, berlalu-lalang dengan kesibukan yang tak biasa. Bau dupa menyengat bercampur dengan aroma darah segar dari persembahan yang disiapkan untuk ritual. Desiran mantra terdengar pelan, bergema di antara dinding batu yang mengelilingi markas.Di tengah hiruk-pikuk itu, Xian Ling melangkah tanpa menarik perhatian. Penyamarannya sempurna, posisinya sebagai anggota baru yang berstatus lebih tinggi memudahkan aksesnya ke bagian terdalam markas ... Ruang Kegelapan Abadi. Ia mengatur napasnya, menekan debaran jantung yang terasa semakin keras saat ia mendekati gerbang besar berukir naga berkelok yang seakan hid
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-20
Baca selengkapnya

125. KETAHUAN

Di dalam Ruang Kegelapan Abadi, aroma dupa ritual bercampur dengan hawa pekat energi hitam yang berputar liar di udara. Cahaya remang dari obor yang terpajang di dinding hanya mampu menyoroti bayangan-bayangan yang menari dengan liar, seakan menertawakan kebiadaban yang tengah berlangsung.Di tengah ruangan, altar ritual berdiri megah, diukir dengan simbol-simbol kuno yang berdenyut dalam cahaya merah gelap. Master Agung berdiri di depan altar, tangannya bergerak perlahan namun pasti, merapal mantra dalam bahasa kuno yang terdengar berat dan penuh kekuatan. Para tetua di sekelilingnya ikut merapalkan doa, mata mereka terpejam dalam konsentrasi. Mereka tidak menyadari bahwa di antara mereka, seorang penyusup telah menyelinap.Langkah ringan Xian Ling mendekat, jubah hitam panjangnya menyapu lantai batu yang dingin. Namun, sebelum ia bisa mencapai altar, suara berat dan dingin menghentikannya.“Shui Ling.”Nada suara itu tajam, mengiris udara seperti mata pisau. Xian Ling mengangkat waj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

126. SUN WU LONG VS MASTER AGUNG

Ruangan ritual yang hancur menjadi arena pertarungan yang mencekam. Dinding-dindingnya bergema oleh energi spiritual dan kegelapan yang bertabrakan. Master Agung berdiri di tengah kepulan asap, auranya seperti badai yang berputar liar, menciptakan tekanan yang membuat udara sulit dihirup. Di depannya, Sun Wu Long berdiri dengan gagah, pedang panjang berwarna biru di tangannya bergetar dengan energi spiritual yang nyaris tak terbendung.“Apa yang membuatmu berpikir kau bisa mengalahkanku, bocah?” suara Master Agung bergema, seperti gaung ribuan suara di dalam gua. Ia mengangkat tangannya, menciptakan bola energi hitam raksasa yang melayang di atasnya. “Aku telah mempelajari kegelapan selama puluhan tahun. Kau hanyalah sebutir debu di mataku!”Sun Wu Long tidak menjawab. Ia hanya mengarahkan pedangnya, dan seketika, cahaya biru terang menyelimuti tubuhnya. Langit-langit ruangan yang hancur mulai bergetar, dan serpihan batu melayang akibat benturan energi mereka.“Aku mungkin hanyalah de
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

127. AKSI XIAN LING

Wu Long mengerjapkan mata, menyadari bahaya yang mengancamnya. Detik itu, waktu seolah melambat. Napasnya tertahan, dadanya berdebar kencang, dan hawa kematian menyelimutinya saat serangan mematikan Master Agung meluncur ke arahnya dengan kecepatan yang mustahil untuk dihindari. Mata Wu Long membelalak, tangannya refleks mencoba mengangkat pedang, tetapi dia tahu itu sia-sia.Namun, sebelum serangan itu menembus tubuhnya, kilatan emas melesat di hadapannya. Sebuah pedang berpendar cahaya menyambar, memblokir pukulan mematikan itu dengan dentuman keras yang mengguncang udara. Wu Long tersentak, menyadari bahwa sosok yang berdiri di hadapannya adalah Xian Ling."Jangan anggap aku hanya penonton!" suara Xian Ling menggema lantang, penuh amarah dan keteguhan. Napasnya tersengal, keringat mengalir di pelipisnya, tetapi matanya membara seperti nyala api yang tak akan padam.Pedangnya yang bersinar emas bertemu dengan tangan Master Agung yang dipenuhi energi kegelapan. Dentuman energi terjad
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

128. SIASAT TERSEMBUNYI SELIR SONG YIN

Langit di atas Negeri Shu yang semula muram dan kelabu, kini perlahan merona biru. Cahaya mentari yang sempat tersembunyi di balik awan kelam, kini menyapu daratan dengan kehangatan yang menghidupkan. Angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah basah bercampur dengan wangi rerumputan yang baru tumbuh, menandakan kehidupan kembali setelah sekian lama terbelenggu kutukan.Lahan yang tadinya gersang dan membusuk, kini dihiasi hamparan hijau yang segar. Kuncup-kuncup bunga mulai bermekaran, mewarnai tanah yang semula mati dengan semburat merah, kuning, dan ungu. Kicauan burung terdengar merdu di antara pepohonan yang dulunya layu, kini menjulang gagah seolah menyambut kebangkitan Negeri Shu.Di atas punggung kudanya, Xian Ling menatap pemandangan itu dengan helaan napas lega. Tugasnya di negeri ini telah selesai. Dengan kepuasan yang membuncah di dadanya, ia menarik tali kekang dan mengarahkan kudanya kembali menuju istana di Benua Timur. Hatinya bersiap untuk menyampaikan kabar baik ini kepada
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-21
Baca selengkapnya

129. RENCANA LICIK PRAMURIA DAN MUCIKARI

Cahaya bulan merayap lembut di atas paviliun kerajaan Ching, memantulkan kilau perak di permukaan genting yang tertata rapi. Angin malam berembus membawa aroma garam dari lautan luas di selatan, menyapu kehangatan obor yang berpendar di sepanjang gerbang istana. Di dalam tembok megah yang menjulang, pasukan kavaleri dan infanteri yang terkenal dengan disiplin serta kekuatan mereka berjaga dalam keheningan, siap menghadapi segala kemungkinan.Kerajaan Ching, yang dipimpin oleh Raja Shang Fu, adalah kerajaan yang makmur dan tak tertandingi dalam kemegahan. Tanahnya subur, rakyatnya hidup berkecukupan, dan kapal-kapal perangnya berlayar dengan gagah di lautan. Namun, di balik kejayaan itu, terselip desas-desus yang menggema di istana Kekaisaran Benua Timur. Selir Song Yin, dengan kecemasannya yang berlebihan, mencurigai bahwa Kerajaan Ching memiliki niat memberontak. Padahal, Raja Shang Fu adalah sahabat karib Kaisar Xian Shen, persahabatan mereka sudah seperti saudara kandung. Bahkan, P
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-22
Baca selengkapnya

130. KESALNYA PUTRI PERDANA MENTERI

Langit senja memancarkan semburat jingga keemasan di atas Istana Kerajaan Ching. Di sepanjang koridor istana, para pelayan sibuk menggantungkan lampion merah yang berayun lembut diterpa angin musim semi. Aroma dupa khas istana bercampur dengan wangi bunga peony yang ditata rapi dalam vas porselen berlapis emas. Ornamen-ornamen khas Kerajaan Ching, seperti ukiran naga dan burung phoenix, menghiasi dinding, menciptakan suasana megah yang menyambut tamu istimewa.Tak banyak yang tahu bahwa tamu yang akan datang bukan sekadar putri dari negeri asing, melainkan Putri Mahkota Xian Ling dari Benua Timur. Dengan alasan menjaga identitasnya, ia memilih menyamar sebagai Putri Shui Ling."Hanya keluarga Raja Ching yang boleh mengetahui identitasku sebagai Putri Mahkota," ujar Xian Ling dengan suara tegas namun tetap anggun. Ia berdiri di hadapan Kaisar Xian Shen dan Selir Song Yin di ruang pertemuan pribadi mereka. Lilin-lilin di meja kayu jati menerangi wajahnya yang penuh tekad."Untuk para ba
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-23
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
1112131415
...
18
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status