"Tuh, kan. Makanya, jadi orang jangan sombong, Bu. Tuhan itu maha adil. Langsung deh kena karma. Udah ngerti dong, kalau karma sekarang, naik jet!" ejekku, mendekati Ibu Bang Jali, yang masih menangis."Memang si4lan, kamu! Udah jelas-jelas, liat orang kesusahan. Malah diem aja. Bukan ditolongin!" bentaknya.Udah kena karma, masih aja suka bentak-bentak orang. Begini lah, manusia yang tak sadar jika dirinya udah ditegur sama yang maha Kuasa."Minta tolong, ke kantor polisi lah, Bu. Jangan sama aku. Lagian, emas imitasi kok ditangisi!""Yang diambil, jambret, itu emas asli!" sungutnya."Lah, mana saya tau. Toh, semuanya kelihatan asli, tapi nyatanya palsu. Itu, buktinya dibuang sama jambretnya. Ya, wes. Jangan nangis, besok beli lagi. Aku mau pulang dulu, ya!" ucapku berpamitan. "Tunggu, aja. Nanti saya bakal lapor polisi. Dan kamu pasti keseret. Karena udah biarin orang tua kejambretan!" ancamnya, dengan wajah sinis.Seandainya, yang kejambretan bukan dia, pasti aku langsung menolong
Last Updated : 2022-09-28 Read more