"Dixon, ada apa? Apa yang Luke latakan?" tanya Ainsley setelah Dixon selesai menelpon. Dixon terdiam cukup lama. Ia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, takut Ainsley marah atau kecewa. Dixon memaksakan untuk mengembangkan senyum. "Kita tunggu Luke datang, oke? Nanti kita bicarakan bersama. Sekarang kita lanjutkan membuat lasagnanya saja, ayo." Dixon berusaha mengalihkan perhatian. Dan beruntung kali ini Ainsley tidak keras kepala. "Heuh ... ya sudah, ayo. Kebetulan aku semakin lapar," celetuk Ainsley. Dixon tertawa kecil melihat ekspresi lucu Ainsley yang memanyunkan bibirnya dan terlihatt sedikit lesu. "Kau terlihat tidak bertenaga. Kalau begitu kau duduk saja, serahkan ini pada chef Dixon," kata Dixon membanggakan diri, memukul-mukul dadanya sendiri. "Hahaha ... kau seperti itu malah terlihat seperti kingkong, hahaha ...." Ainsley tertawa renyah, sangat menarik untuk dilihat. 'Kau memang harus selalu tertawa seperti ini, Ainsley,' batin Dixon. "Bagus, tertawalah, Ainsley,
Huling Na-update : 2021-05-10 Magbasa pa