Share

Wanita Simpanan
Wanita Simpanan
Author: Aspasya

Bab 1

Author: Aspasya
last update Last Updated: 2021-10-05 12:41:17

Lan Xiang gemetar menatap surat di tangannya. Dia tak percaya setelah membaca isi surat itu. Surat keputusan pengadilan. Surat perceraian dari Qi Feng suaminya.

Dia bisa menerima perceraian itu. Namun, dia tidak percaya suaminya menjual rumah tempat tinggal mereka dan mengharuskannya keluar dari rumah saat ini juga.

Dia tidak bisa menolak atau mengulur waktu lagi. Meski sakit hati, bingung dan marah, Lan Xiang memutuskan untuk segera berkemas. Dengan dibantu putrinya, Qi Rou, dia mengemas barang-barang dan membawanya ke mobil bak terbuka.

"Ibu, kita mau ke mana? Rou'er tidak mau pergi, aku mau Ayah." Putrinya merengek kebingungan. Dia hanya bocah berumur lima tahun. Dia tidak mengerti yang sedang terjadi. Lan Xiang hanya bisa membujuknya dengan lembut agar anak itu berhenti menangis.

"Rou'er, kita harus pindah. Mulai hari ini kita tidak akan tinggal di sini, juga tidak tinggal bersama ayah." Lan Xiang berjongkok di depan putrinya dan membujuknya dengan lembut.

"Kenapa ibu? apakah Ayah marah padaku?" Rou'er mengusap matanya yang memerah.

"Tidak sayang, jadilah baik. Ayo kita cari rumah baru. Untuk sementara kita tinggal di toko bunga dulu." Dipeluknya putri semata wayangnya itu dengan erat. Mulai malam ini mereka berdua akan saling bergantung untuk menjalani kehidupan di masa depan.

Malam itu ibu dan anak meninggalkan rumah tempat tinggal mereka. Dengan sedikit uang di tangannya, Lan Xiang membawa putrinya ke toko bunga. Mereka bisa tinggal di situ untuk sementara. Toko dua lantai itu cukup layak ditinggali. Namun, lingkungannya jelas bukan lingkungan tempat tinggal.

Hanya ada deretan toko, cafe, resto dan perkantoran saja. Tidak ada rumah tinggal di kawasan yang merupakan pusat bisnis kota ini. Itu sebabnya, Lan Xiang berpikir hanya untuk sementara saja tinggal di toko. Setidaknya sampai dia mendapatkan tempat tinggal baru yang layak.

Sesampainya di toko, Lan Xiang meminta bantuan supir dan asistennya untuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam toko. Tidak terlalu banyak, hanya beberapa koper pakaian dan keperluan pribadi, alat-alat rumah tangga dan beberapa koleksi pribadi miliknya.

Perabotan rumah dan barang-barang elektronik dia tinggalkan semua. Hanya barang yang dibelinya secara pribadi saja yang dia bawa.

Setelah semua barang masuk, Lan Xiang membawa Rou'er ke kamar di lantai atas. Dia menidurkan gadis kecil yang telah tertidur lelap itu. Untungnya dia memiliki kamar dengan perabotan lengkap di toko ini.

Biasanya dia beristirahat di kamar ini saat sedang bekerja di toko bunga. Lan Xiang kembali membereskan barang-barang, setelah meyakinkan Rou'er tertidur nyenyak. Dia harus menyelesaikan beres-beresnya agar tidak mengganggu aktivitas toko keesokan harinya.

Sudah larut malam saat semua barang ditempatkan dengan rapi. Lan Xiang mencuci muka dan gosok gigi sebelum bergabung dengan putrinya di tempat tidur. Meski lelah, dia tidak bisa memejamkan mata. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini.

Lan Xiang telah menikah selama enam tahun dengan Qi Feng. Semua baik-baik saja. Karir Qi Feng sangat bagus. Begitu juga dengan toko bunganya. Mereka hidup bahagia meski hidup mereka tidak mewah. Namun, setahun yang lalu semua berubah, saat putri pemilik perusahaan tempat Qi Feng bekerja, bergabung dengan perusahaan sekembalinya dari luar negeri.

Mereka berdua terlibat affair dan pada akhirnya Qi Feng memilih menceraikannya. Bahkan dia tidak mempertahankan hak asuh putri mereka. Dia menyerahkan sepenuhnya pada Lan Xiang.

Lan Xiang berusaha untuk tidak memikirkan semua itu lagi. Dia memilih untuk memikirkan masa depannya dan putrinya. Perlahan kantuk pun datang dan dia pun terlelap.

Di saat yang sama, di tempat yang berbeda. Seorang pria tengah duduk dengan malas di kursinya. Dia memutar kursinya hingga menghadap jendela ruangan tersebut.

Dari atas dia bisa melihat pemandangan di sepanjang jalan di depan gedung di mana saat ini dia berada. Tatapannya jatuh pada sebuah toko tepat di seberang gedung. Sesaat tadi nampak ada kesibukan di toko tersebut.

Dari tempatnya duduk dia bisa membaca papan nama toko tersebut. Toko bunga Violet Florist & Garden. Dia tersenyum membacanya. Ada banyak hal yang dipikirkannya setelah melihat lampu-lampu di lantai atas toko tersebut padam dan aktivitas di toko itu pun tidak ada lagi.

"Chen, mulai besok pesanlah bunga untuk ruanganku di toko bunga Violet. Minta mereka mengirimnya setiap pagi. Dan revisi kembali kontrak kita dengan mereka." Pria itu berbicara pada asistennya.

Chen, yang tengah duduk di sudut ruangan sambil membaca beberapa dokumen, mendongak menatapnya. Wanita itu tertegun tetapi tidak membantah pria yang tak lain adalah atasannya.

"Baik Tuan Muda! Apakah ada yang lain?" Chen merapikan dokumen-dokumen yang tengah dibacanya.

"Katakan pada pemilik toko untuk mengantarkan bunga ke ruanganku setiap pagi di hari kerja. Ingat harus dia sendiri." Pria itu memejamkan mata dan memberi isyarat pada wanita itu untuk pergi.

Chen mengerti dan segera pergi meninggalkan ruangan itu. Dia segera pulang ke apartemennya. Chen telah bekerja pada pria itu hampir sepuluh tahun lamanya. Dia tahu persis watak, sikap, dan temperamen tuannya.

Tuannya, Gao Yiyang adalah pewaris sah grup Gao. Saat ini dia berusia tiga puluh delapan tahun. Di usianya yang tidak muda lagi dia masih melajang. Bukan tidak ada wanita yang mau menikahinya. Justru ada banyak wanita di sekelilingnya.

Namun, dia tidak mau terikat dengan para wanita itu. Dia hanya menganggap wanita seperti pakaian atau perhiasan. Bisa diganti setiap dia mau atau ketika mode berganti. Dia tidak pernah terikat dengan wanita lebih dari tiga bulan. Dan sekarang tuannya tertarik dengan pemilik toko Violet garden & florist. Wanita yang baru saja diceraikan suaminya. Dan penyebab perceraian mereka adalah adik tiri tuannya.

Sedikit yang mengetahui, pemilik Violet garden & florist memiliki keberanian yang menarik perhatian tuannya. Wanita pemilik toko bunga itu memiliki kepribadian dan temperamen yang berbeda dari kebanyakan wanita yang mengelilingi tuannya.

Dia tenang dan penuh perhitungan tetapi tidak terkesan licik. Chen ingat saat pertama kali tuannya melihat wanita itu.

Saat itu grup Gao atas perintah Gao jingyan memutuskan kontrak Violet garden & florist tanpa alasan yang jelas. Wanita itu datang ke gedung grup Gao untuk memperoleh penjelasan yang masuk akal atas pemutusan kontrak tersebut.

Namun, Gao Jingyan telah memerintahkan resepsionis untuk mengusirnya dari area gedung. Menghadapi masalah seperti itu, dia tetap tenang tanpa lepas kendali. Dia hanya mengatakan beberapa hal yang membuat resepsionis kebingungan.

"Nona Sun harap sampaikan pada CEO anda, like mother like daughter, itu saja. Dia akan mengerti." Dia mengatakannya dengan pelan, tenang dan tegas. Namun, itu cukup terdengar di seluruh lobby.

Kalimat sederhana itu cukup membingungkan bagi sang resepsionis. Namun, justru kalimat ini yang di dengar CEO mereka, yang sedari tadi menyaksikan keributan itu.

Tanpa menunggu reaksi resepsionis, wanita itu pergi begitu saja. Saat itu barulah, resepsionis melihat CEO Gao, yang kemudian memintanya untuk menjelaskan tentang insiden itu di ruangannya.

Chen tahu tuannya sangat marah. Dia baru saja kembali dari kantor cabang grup Gao di Eropa dan kepulangannya disambut dengan keributan di lobby kantornya.

Yang membuatnya lebih marah, pemicu keributan itu tak lain Gao Jingyan, adik tirinya. Bagi yang tidak mengetahuinya, Gao Jingyan mungkin nona muda keluarga Gao. Namun, bagi kakak tirinya, gadis itu tak lebih dari perusak pemandangan. Di matanya dan juga di mata keluarga besar Gao, hanya ada satu nona muda yaitu Gao Ling, saudara sepupunya.

Kini perhatian Tuan Muda Gao tertuju pada wanita pemilik toko bunga itu. Setahu Chen, grup Gao memiliki kemitraan yang telah berlangsung cukup lama dengan Violet garden & florist. Mungkin ada alasan khusus di balik perhatiannya terhadap wanita itu. Namun, Chen tahu itu bukan urusannya.

Dia tidak berhak bertanya apa rencana dan tujuan Tuannya, dia hanya menjalankan perintahnya dengan sebaik mungkin. Karena sikap tidak banyak tanya dan acuh inilah, yang membuatnya bertahan sebagai asistennya selama bertahun-tahun.

Related chapters

  • Wanita Simpanan   Bab 2

    Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Lan Xiang terbangun. Dia langsung mengurusi bunga-bunga di tokonya. Selain bunga potong, yang setiap tiga hari sekali didatangkan dari perkebunan bunga langganannya, ada juga bunga hidup di tokonya. Karena itu tokonya memiliki lahan yang cukup luas. Di belakang toko ada kebun dan juga rumah kaca. Ada banyak bunga koleksinya. Dari bunga yang umum tumbuh di daerah itu sampai bunga langka dan bunga dari luar negeri ada di toko bunganya. Semua terawat dan terlihat indah. Itu sebabnya banyak pelanggan yang setia pada toko ini. Meski relatif lebih mahal, tapi bunga di toko ini memang berkualitas bagus. Selain itu Lan Xiang tak pernah pelit berbagi tip dalam merawat bunga. Pagi ini Lan Xiang merapikan toko dan menyiapkan beberapa rangkaian bunga pesanan pelanggan terlebih dahulu. Dia memiliki bakat alami dalam merangkai bunga, selain itu dia juga kursus untuk mendalami seni ikebana dan merangkai bunga klasik cina. Setelah itu dia melanjutkan dengan meraw

    Last Updated : 2021-10-05
  • Wanita Simpanan   Bab 3

    Setelah Chen meninggalkan toko, Lan Xiang mulai merangkai buket untuk pesanan wanita tadi. Dia merangkai bunga lily of valley, dan beberapa bunga lain disertai beberapa ranting.Dia tidak tahu selera Tuan Muda Gao, namun yang pasti dia adalah pria. Jadi Lan Xiang memutuskan merangkainya dengan gaya minimalis dengan sentuhan maskulin namun indah.Lan Xiang mencurahkan kemampuannya untuk merangkai bunga pesanan Tuan Muda Gao. Entah mengapa dia ingin memberikan perhatian lebih pada buket bunga itu.Mungkin itu terpengaruh dengan perceraiannya dengan Qi Feng. Dia ingin menghibur dirinya sendiri dengan merangkai bunga yang benar-benar sesuai untuk Tuan Muda Gao. Bukankah pria itu adalah calon kakak ipar mantan suaminya?Lan Xiang tersenyum, "Qi Feng dan Gao Jingyan, anda belum tahu sisi liarku bukan? Mari kita lihat apakah kalian bisa menghentikan keliaranku?" Ada sekilas dingin di senyuman indahnya.

    Last Updated : 2021-10-05
  • Wanita Simpanan   Bab 4

    Begitu keluar, dia disambut tatapan kebencian Gao Jingyan. Sementara Qi Feng mengerutkan kening menatapnya. Namun Lan Xiang mengabaikannya.Mereka berdua masuk ke dalam ruangan CEO. Sedangkan Lan Xiang yang hendak meninggalkan tempat itu dihentikan Chen."Nyonya Lan ini kontrak kerja yang baru, silakan anda pelajari. Jika ada yang kurang dimengerti, anda bisa menghubungi saya." Chen mengulurkan sebuah map padanya dan Lan Xiang menerimanya dengan senang."Terimakasih. Nyonya Chen anda sudah lama bekerja bersama Tuan Muda Gao bukan?" Lan Xiang bertanya dengan santai pada asisten Gao Yiyang itu."Betul Nyonya Lan. Apakah ada masalah?" Chen terlihat bingung dengan pertanyaannya."Apakah dia pernah menawari seorang wanita untuk menjadi wanitanya?" Lan Xiang berbisik di telinga Chen."Itu …. Setahu saya tidak pernah. Apakah anda ditawari oleh Tuan Muda Gao?" tanpa

    Last Updated : 2021-10-05
  • Wanita Simpanan   Bab 5

    Toko bunga tutup pukul lima sore. Kecuali ada pesanan yang harus mereka selesaikan, mereka akan tutup lebih malam.Setelah toko tutup, Lan Xiang memutuskan untuk mempelajari kontrak kerja yang baru dengan Gao grup. Kontrak itu mirip dengan yang lama, hanya ada beberapa perubahan yang disesuaikan seperti nominal harga bunga dan hal-hal yang dapat memutuskan atau membatalkan kontrak.Salah satunya adalah jika ada kelalaian atau unsur penipuan yang dapat mengakibatkan kerugian di salah satu atau kedua pihak. Di kontrak itu juga tercantum pemutusan atau pembatalan kontrak harus sepengetahuan CEO Gao grup dan Lan Xiang sebagai pemilik toko.Lan Xiang puas membaca kontrak itu. Adil dan menguntungkan dua belah pihak. Kontrak itu sangat berarti bagi Lan Xiang. Karena Violet Florist & garden akan memasok kebutuhan bunga untuk gedung perkantoran, event, pesta dan gala dinner, hotel, villa dan resort, serta rumah

    Last Updated : 2021-11-04
  • Wanita Simpanan   Bab 6

    Keesokan harinya, seperti biasanya Lan Xiang merawat bunga dan merapikan tokonya. Kemudian dia menyiapkan sarapan.Setelah para karyawannya datang, dia mengajak mereka sarapan dan membicarakan beberapa hal mengenai kondisi toko mereka.Karena sempat kehilangan beberapa klien besar mereka, Lan Xiang sempat mengurangi pemesanan bunga potong dari para petani bunga. Namun kini dia harus menambah pasokan untuk memenuhi permintaan dari Gao grup.Dia memerintahkan Lin Che untuk menghubungi petani bunga yang telah menjadi rekanan mereka sejak lama. Sedangkan Duo Duo dimintanya untuk menghubungi beberapa orang di grup Gao yang berhubungan dengan pemesanan bunga untuk penjadwalan pengantaran bunga. Dan dia juga meminta Duo Duo memanggil kembali karyawan serabutan mereka untuk bekerja Lagi.Lan Xiang sempat hampir menutup tokonya, ketika Gao Jingyan memutuskan kontrak grup Gao dengan tokonya. Dia hampir kehilangan toko yang merupakan warisan dari orangtuanya. Kalau

    Last Updated : 2021-11-04
  • Wanita Simpanan   Bab 7

    Beberapa hari kemudian berlalu dengan tenang. Setiap hari Lan Xiang mengantarkan bunga dan menghabiskan waktu satu atau dua jam bersama Gao Yiyang.Kadang dia hanya menemani Gao Yiyang bercakap-cakap sambil merangkai dan merawat bunga-bunga di ruangan itu. Dia telah menambahkan beberapa tanaman lagi untuk menghijaukan ruangan tersebut.Namun tak jarang percakapan mereka berakhir dengan sesi cumbu rayu yang menghanyutkan. Meski begitu baik Lan Xiang maupun Gao Yiyang selalu bisa berhenti di waktu yang tepat.Pada dasarnya mereka berdua adalah dua makhluk dewasa yang masuk akal. Mereka bukan dua anak muda yang sedang dimabuk asmara. Mereka Lebih tepat disebut partner yang saling memahami.Lan Xiang selalu bisa membuat Gao Yiyang merasa nyaman. Dia teman yang menyenangkan untuk berbincang-bincang dan berdiskusi.Dia memiliki wawasan yang luas.Terkadang Gao Yiyang akan menemukan ide dan i

    Last Updated : 2021-11-04
  • Wanita Simpanan   Bab 8

    Pagi ini seperti biasa, Lan xiang mengantarkan bunga untuk Gao Yiyang. Saat tiba di lobi, dia dihentikan seseorang yang tidak ingin dia temui."Lan jiejie kebetulan kita bertemu disini," Gao Jingyan menyapanya dengan ramah. Gadis itu mengulurkan sesuatu padanya."Lan jiejie ini undangan pernikahanku dengan Qi feng. Aku harap anda dan Rou 'er bisa hadir dalam pesta pernikahan kami."Gao Jingyan tampak begitu bahagia saat memberikan undangan itu. Apalagi dia melihat ekspresi tidak senang diwajah Lan Xiang."Nona Gao anda sepertinya senang sekali bercanda. Saya dan Rou'er sudah pasti tidak akan menghadiri pesta pernikahan anda. Anda tidak perlu repot-repot mengundang kami."Lan xiang tidak menerima undangan itu. Dia berniat untuk mengabaikan Gao Jingyan dan meneruskan langkahnya menuju lantai atas.Namun Gao Jingyan tidak berniat melepaskannya. Sepertinya gadis itu bertekat untuk membuatnya menerima undangan dan hadir di

    Last Updated : 2021-11-04
  • Wanita Simpanan   Bab 9

    Sementara itu setelah membawa Gao Jingyan kembali ke ruangannya, Qi Feng pun kembali ke ruangannya sendiri. Qi Feng merasa ada yang salah dalam hubungan asmaranya dengan Gao Jingyan.Entah mengapa dia merasakan kebosanan dan hambar. Belum lagi sikap manja dan arogannya kerap membuat Qi Feng sakit kepala.Kejadian hari ini membuat Qi Feng sadar perbedaan besar diantara Gao Jingyan dan Lan Xiang.Harus dia akui Gao Jingyan memang masih muda, cantik, seksi juga kaya. Namun semakin lama bersama gadis itu dia semakin merasa biasa-biasa saja.Sementara Lan Xiang adalah seorang wanita dewasa yang matang dan tenang. Dan pastinya Qi Feng juga pernah menikmati kemudaan bahkan keremajaan Lan Xiang.Mereka saling mengenal semenjak sekolah menengah dan menjalin hubungan saat di universitas. Mereka dianggap sebagai pasangan emas yang sangat serasi.Pernikahan mereka murni berdasarkan cinta. Selama enam tahun pernikahan, mereka hamp

    Last Updated : 2021-11-04

Latest chapter

  • Wanita Simpanan   Bab 12

    Semenjak ditegur kakak tirinya, Gao Jingyan tidak berulah lagi. Dia juga tidak pernah mengganggu Lan Xiang seperti biasanya. Dan media sosialnya pun tidak lagi dipenuhi dengan aneka status yang biasanya selalu terupdate setiap beberapa jam."Ibu apakah benar yang dikatakan Yang Gege?" Kini gadis cantik itu tengah duduk berhadapan dengan Nyonya Gao, ibunya, di depan meja makan selepas menghabiskan sarapan mereka."Jingyan, ibu rasa itu hanya bualan Yang'er saja. Ayahmu tidak pernah berkata seperti itu," Nyonya Gao menghibur putrinya."Tapi ibu, tidak mungkin Yang Gege berani berucap seperti itu padaku jika memang tidak ada penyebabnya." Kembali rasa cemas menghinggapi hati Gao Jingyan."Tentu saja dia berusaha menekanmu. Dia memang tidak menyukai kita," Nyonya Gao berkata dengan tenang.Perempuan paruh baya itu tahu benar kebencian putra tirinya itu terhadap mereka berdua. Tak dipungkirinya, ada sedikit takut dan cemas akan masa depan mereka jika Ga

  • Wanita Simpanan   Bab 11

    Gao Ling mengajak Gao Yiyang untuk makan siang di salah satu restoran favorit mereka. Bukan termasuk restoran mahal yang menjadi langganan kaum kaya seperti umumnya.Hanya sebuah restoran kecil yang menyajikan berbagai jenis dimsum dan makanan tradisional lainnya. Meski begitu hidangan di restoran ini terkenal dengan kelezatan dan autentiknya. Mengingatkan masakan dari kota asal mereka. Itulah sebabnya mereka berlangganan di restoran kecil ini meski bukan restoran mewah."Gege, akhir-akhir ini Jingyan kerap menjadi berita utama di media massa, terutama media sosial," Gao Ling membuka percakapan disela-sela menikmati makan siangnya."Ehhmm, begitukah? Aku kurang memperhatikan gosip murahan semacam itu," Gao Yiyang menjawab asal-asalan pertanyaan sepupunya itu."Ya, dia sepertinya memanfaatkan media sosial untuk membangun citranya, dan dia bekerja keras untuk itu," Gao Ling tersenyum penuh arti."Citra? Citra seperti apa yang diharapkan dari seorang

  • Wanita Simpanan   Bab 10

    Qi Feng dan Gao Jingyan meninggalkan ruangan itu dengan pikiran yang berantakan. Gao Jingyan jelas mengkhawatirkan rencana pesta pernikahannya dan juga masa depannya.Tanpa nama keluarga Gao melekat pada namanya dia bukanlah apa-apa dan juga bukan siapa-siapa. Dia tidak mengerti bagaimana bisa ibunya terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan ini. Dia mengira ibunya telah mengamankan posisinya di hati Gao Zhuang maupun di tengah keluarga Gao.Sedangkan Qi Feng juga tengah berkutat dengan banyak hal yang berkecamuk dalam hatinya. Dia tidak mengira skandalnya dengan Gao Jingyan hampir membuatnya terjebak dalam masalah yang tak ada hentinya.Pada mulanya dia hanya menganggap hubungannya dengan gadis itu sebagai intermezo saja. Namun pada akhirnya dia terlibat semakin dalam dan semakin sulit untuk melepaskan diri.Qi Feng mendesah pelan. Ditatapnya gadis yang berdiri di sebelahnya dengan linglung. Mer

  • Wanita Simpanan   Bab 9

    Sementara itu setelah membawa Gao Jingyan kembali ke ruangannya, Qi Feng pun kembali ke ruangannya sendiri. Qi Feng merasa ada yang salah dalam hubungan asmaranya dengan Gao Jingyan.Entah mengapa dia merasakan kebosanan dan hambar. Belum lagi sikap manja dan arogannya kerap membuat Qi Feng sakit kepala.Kejadian hari ini membuat Qi Feng sadar perbedaan besar diantara Gao Jingyan dan Lan Xiang.Harus dia akui Gao Jingyan memang masih muda, cantik, seksi juga kaya. Namun semakin lama bersama gadis itu dia semakin merasa biasa-biasa saja.Sementara Lan Xiang adalah seorang wanita dewasa yang matang dan tenang. Dan pastinya Qi Feng juga pernah menikmati kemudaan bahkan keremajaan Lan Xiang.Mereka saling mengenal semenjak sekolah menengah dan menjalin hubungan saat di universitas. Mereka dianggap sebagai pasangan emas yang sangat serasi.Pernikahan mereka murni berdasarkan cinta. Selama enam tahun pernikahan, mereka hamp

  • Wanita Simpanan   Bab 8

    Pagi ini seperti biasa, Lan xiang mengantarkan bunga untuk Gao Yiyang. Saat tiba di lobi, dia dihentikan seseorang yang tidak ingin dia temui."Lan jiejie kebetulan kita bertemu disini," Gao Jingyan menyapanya dengan ramah. Gadis itu mengulurkan sesuatu padanya."Lan jiejie ini undangan pernikahanku dengan Qi feng. Aku harap anda dan Rou 'er bisa hadir dalam pesta pernikahan kami."Gao Jingyan tampak begitu bahagia saat memberikan undangan itu. Apalagi dia melihat ekspresi tidak senang diwajah Lan Xiang."Nona Gao anda sepertinya senang sekali bercanda. Saya dan Rou'er sudah pasti tidak akan menghadiri pesta pernikahan anda. Anda tidak perlu repot-repot mengundang kami."Lan xiang tidak menerima undangan itu. Dia berniat untuk mengabaikan Gao Jingyan dan meneruskan langkahnya menuju lantai atas.Namun Gao Jingyan tidak berniat melepaskannya. Sepertinya gadis itu bertekat untuk membuatnya menerima undangan dan hadir di

  • Wanita Simpanan   Bab 7

    Beberapa hari kemudian berlalu dengan tenang. Setiap hari Lan Xiang mengantarkan bunga dan menghabiskan waktu satu atau dua jam bersama Gao Yiyang.Kadang dia hanya menemani Gao Yiyang bercakap-cakap sambil merangkai dan merawat bunga-bunga di ruangan itu. Dia telah menambahkan beberapa tanaman lagi untuk menghijaukan ruangan tersebut.Namun tak jarang percakapan mereka berakhir dengan sesi cumbu rayu yang menghanyutkan. Meski begitu baik Lan Xiang maupun Gao Yiyang selalu bisa berhenti di waktu yang tepat.Pada dasarnya mereka berdua adalah dua makhluk dewasa yang masuk akal. Mereka bukan dua anak muda yang sedang dimabuk asmara. Mereka Lebih tepat disebut partner yang saling memahami.Lan Xiang selalu bisa membuat Gao Yiyang merasa nyaman. Dia teman yang menyenangkan untuk berbincang-bincang dan berdiskusi.Dia memiliki wawasan yang luas.Terkadang Gao Yiyang akan menemukan ide dan i

  • Wanita Simpanan   Bab 6

    Keesokan harinya, seperti biasanya Lan Xiang merawat bunga dan merapikan tokonya. Kemudian dia menyiapkan sarapan.Setelah para karyawannya datang, dia mengajak mereka sarapan dan membicarakan beberapa hal mengenai kondisi toko mereka.Karena sempat kehilangan beberapa klien besar mereka, Lan Xiang sempat mengurangi pemesanan bunga potong dari para petani bunga. Namun kini dia harus menambah pasokan untuk memenuhi permintaan dari Gao grup.Dia memerintahkan Lin Che untuk menghubungi petani bunga yang telah menjadi rekanan mereka sejak lama. Sedangkan Duo Duo dimintanya untuk menghubungi beberapa orang di grup Gao yang berhubungan dengan pemesanan bunga untuk penjadwalan pengantaran bunga. Dan dia juga meminta Duo Duo memanggil kembali karyawan serabutan mereka untuk bekerja Lagi.Lan Xiang sempat hampir menutup tokonya, ketika Gao Jingyan memutuskan kontrak grup Gao dengan tokonya. Dia hampir kehilangan toko yang merupakan warisan dari orangtuanya. Kalau

  • Wanita Simpanan   Bab 5

    Toko bunga tutup pukul lima sore. Kecuali ada pesanan yang harus mereka selesaikan, mereka akan tutup lebih malam.Setelah toko tutup, Lan Xiang memutuskan untuk mempelajari kontrak kerja yang baru dengan Gao grup. Kontrak itu mirip dengan yang lama, hanya ada beberapa perubahan yang disesuaikan seperti nominal harga bunga dan hal-hal yang dapat memutuskan atau membatalkan kontrak.Salah satunya adalah jika ada kelalaian atau unsur penipuan yang dapat mengakibatkan kerugian di salah satu atau kedua pihak. Di kontrak itu juga tercantum pemutusan atau pembatalan kontrak harus sepengetahuan CEO Gao grup dan Lan Xiang sebagai pemilik toko.Lan Xiang puas membaca kontrak itu. Adil dan menguntungkan dua belah pihak. Kontrak itu sangat berarti bagi Lan Xiang. Karena Violet Florist & garden akan memasok kebutuhan bunga untuk gedung perkantoran, event, pesta dan gala dinner, hotel, villa dan resort, serta rumah

  • Wanita Simpanan   Bab 4

    Begitu keluar, dia disambut tatapan kebencian Gao Jingyan. Sementara Qi Feng mengerutkan kening menatapnya. Namun Lan Xiang mengabaikannya.Mereka berdua masuk ke dalam ruangan CEO. Sedangkan Lan Xiang yang hendak meninggalkan tempat itu dihentikan Chen."Nyonya Lan ini kontrak kerja yang baru, silakan anda pelajari. Jika ada yang kurang dimengerti, anda bisa menghubungi saya." Chen mengulurkan sebuah map padanya dan Lan Xiang menerimanya dengan senang."Terimakasih. Nyonya Chen anda sudah lama bekerja bersama Tuan Muda Gao bukan?" Lan Xiang bertanya dengan santai pada asisten Gao Yiyang itu."Betul Nyonya Lan. Apakah ada masalah?" Chen terlihat bingung dengan pertanyaannya."Apakah dia pernah menawari seorang wanita untuk menjadi wanitanya?" Lan Xiang berbisik di telinga Chen."Itu …. Setahu saya tidak pernah. Apakah anda ditawari oleh Tuan Muda Gao?" tanpa

DMCA.com Protection Status