แชร์

21. Menyerahkan Diri

ผู้เขียน: ReyNotes
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-12-30 14:28:12

"Aku langsung pulang, ya. Kebetulan Anya sedang menginap di rumah." Ian berkata pada Brandon saat mereka telah sampai di mansion.

"Oke." Brandon menjawab singkat dan turun dari mobil.

"Terima kasih sudah menjemput dan mengantarku, Ian." Kelly tersenyum manis sebelum turun dari mobil.

Kelly lalu membuntuti Brandon masuk ke mansion. Namun Kelly tidak langsung ke kamar, ia menuju dapur untuk mengisi perutnya.

"Memangnya tadi tidak makan?" Tiba-tiba suara Brandon menegurnya.

Kepala Kelly menoleh pada asal suara dan menggeleng. "Tidak sempat."

Sebenarnya, Brandon juga kurang makan. Tetapi, rasanya setelah bertemu banyak orang barusan, ia jadi tidak selera makan.

"Mau?" Kelly menawarkan salad buah pada Brandon.

Berpikir sejenak, lalu Brandon mengangguk. Ia duduk di depan Kelly dan menerima satu mangkuk salad.

Saat makan, ponsel Brandon berdeting. Lelaki itu mengabaikannya. Tak lama kemudian, Kelly menerima satu notifikasi pesan. Wanita itu langsung membaca.

"Granny Eliza minta kamu membuka
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
ReyNotes
ternyata ada yg nungguin unboxing yaa. hehe. makasii, kak. salam kenal ...
goodnovel comment avatar
Tiana
Finally unboxing hahahhahaha….
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   22. Gaya Baru

    Sejak dulu, Brandon menyukai wanita yang tidak berisik namun cerdas. Awalnya, ia menemukan itu pada diri Gracia. Namun dua tahun Gracia pergi, ia sadar dirinya tidak terlalu membutuhkan tunangannya tersebut.Sambil menyesap kopinya, memori Brandon kembali berputar pada kebersamaannya semalam bersama Kelly. Baru kali ini ada wanita yang ia ajak ke ruang pribadinya. Brandon frustasi memikirkan ada apa dengan dirinya sekarang.“Kamu belum berangkat?”Brandon menoleh sedikit dan menjawab, “Menunggu kamu.”“Eh, kenapa?”“Makan lah dulu. Kita ke kantor bersama.”Perubahan sikapnya pasti gara-gara mereka telah berbagi kehangatan ranjang. Kelly mendesah dalam hati. Tetapi, ia juga malas membahas apa yang terjadi dengan mereka tadi malam. Selama makan, mereka sama sekali tidak bicara hingga Kelly selesai.Begitu juga saat mereka di dalam mobil. Brandon sama sekali tidak mengajaknya mengobrol. Lelaki itu menyetir sambil sesekali membalas pesan di ponsel hingga Kelly akhirnya protes.“Kalau kamu

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-12-30
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   23. Rasa Panas di Hati

    Tidak mau Kelly menjadi bulan-bulanan kekesalan Gracia, Brandon menutupi identitas istrinya. Ia hanya mengatakan bahwa wanita itu berasal dari negara lain.Wajah Gracia masih mengeras. Ia tak terima Brandon menikah tanpa sepengetahuannya meski itu karena dijodohkan oleh Granny Eliza."Kamu berselingkuh, Brandon.""Pernikahan ini hanya demi cairnya dana tersebut.""Bohong!" Gracia mulai menjerit. "Sejak aku kembali, aku sudah merasa ada yang berbeda denganmu.""Sudah lah. Semua sudah terjadi.""Tapi, Brandon, aku dan keluargaku membutuhkan uang itu." Gracia mengaku sambil terisak.Gracia kembali berbohong. Ia mengatakan sudah mempersiapkan renovasi besar-besaran untuk yayasan."Kenapa tidak menjual aset kalian?" Brandon bertanya.Sebenarnya, Brandon juga sudah menyelidiki bahwa keluarga Gracia ternyata memang telah bangkrut. Yayasan sosial itu bahkan hanya kedok mereka agar masih menerima donasi."Jual aset tidak bisa cepat." Gracia berkilah."Barang-barang brandedmu juga bisa kamu jua

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-12-31
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   24. Ditampar

    Brandon mondar-mandir di ruangannya. Barusan ia berniat mengobrol dengan Ian untuk meredakan rasa galau. Tetapi, bukannya mereda, ia malah melihat Ian, Kelly dan Anya tertawa-tawa dengan akrabnya.Kenapa ia memiliki rasa panas yang menjalar di seluruh tubuh? Brandon sungguh tak mengerti. Dan ia sangat tau, perasaan ini bukan karena Gracia yang telah mengetahui rahasianya.“Tok, tok.”“Masuk.” Brandon berdiri di tengah ruangan dengan dada masih berdebar tak karuan.“Hai.” Kelly masuk dan menyapa Brandon. “Ian memintaku ke sini dan memberikan ini padamu.”Bukannya menerima berkas yang Kelly berikan, Brandon menatap lekat wajah Kelly. Bayangan kebersamaan mereka semalam muncul kembali. Apa semalam tidak berarti apa-apa bagi wanita di depannya ini?“Ehm.” Kelly berdehem dan mengibas pelan berkas di tangannya.Brandon berusaha menguasai diri. Ia mengambil berkas tersebut dan membaca cepat apa yang tertera di sana.“Terserah kamu.” Brandon berkata saat telah selesai membaca perjanjian antar

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-12-31
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   25. Menyesal

    Gracia berhasil merayu Brandon untuk pergi dengannya. Karena sedang merasa kesal, Brandon menurut. Ia memang perlu menenangkan perasaannya.“Maaf, ya. Aku sempat kesal padamu karena masalah uang itu.” Gracia memandang Brandon dengan tatapan memohonnya.“Hem.” Brandon hanya menjawab singkat, lalu mengendurkan ikatan dasi.Segera, Gracia membantu. Ia melepas dasi dan membuka dua kancing atas kemeja Brandon. Lalu, menciumi pipi Brandon.“Kamu janji, setelah enam bulan akan bercerai dan menikah denganku.”“Kita lihat nanti.”Wajah Gracia langsung memberengut. “Kenapa begitu? Kamu mencintai wanita itu?”Cinta? Brandon mendengus pelan. Ia tidak pernah percaya kata tersebut.“Maksudku, kita lihat nanti setelah enam bulan, setelah dana perwalian itu cair.”“Ya, sudah.” Gracia mengangguk mengerti lalu merebahkan kepalanya di dada Brandon.Mereka sedang berada di apartemen Gracia. Tempat tinggal mewah yang selama ini dibayari Brandon untuk sang tunangan. Bahkan kebutuhan hidup Gracia pun, Brand

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-01
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   26. Perhatian

    Tanpa tidur, pagi harinya, Brandon menunggu Granny dan Kelly di ruang makan. Tak sabar, akhirnya Brandon mendatangi kamar Kelly. Baru akan mengetuk, pintu tersebut terbuka.Kelly tersentak kaget melihat Brandon berdiri di depan pintu. Sesaat keduanya berdiri canggung. Brandon akhirnya menyapa lebih dulu.“Pagi.”Kelly membalas singkat, “Pagi.” Mata Kelly lalu teralih pada buku-buku jari Brandon yang berdarah.“Kenapa tanganmu?” Kelly bertanya dengan khawatir.Brandon malah ikut menatap tangannya. Bingung karena tiba-tiba Kelly malah memperhatikannya. Bukankah seharusnya Kelly masih kesal padanya?“Tidak apa-apa.” Brandon menyembunyikan tangannya di punggung. “Hmm ... aku mau bicara denganmu.”“Ada apa?”Setelah mengambil napas panjang dan mengembuskannya perlahan, Brandon berkata, “Maaf, atas kejadian kemarin. Terus-terang, aku sedang kesal karena kamu lebih memilih pergi dengan Ian. Apalagi, Gracia memprovokasi.”Baru kali ini, Kelly mendengar Brandon bicara panjang lebar. Ia sampai

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-01
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   27. Jual Diri

    Dengan gaya sok tau dan tenang, Gracia berkata bahwa ia mengerti situasi yang Brandon hadapi. Bahkan merasa ikut bertanggung jawab karena tidak segera menikahi Brandon hingga akhirnya keluarga menjodohkannya dengan wanita lain.“Jadi, aku rasa tidak perlu tau tentang wanita itu pun tak apa. Aku percaya pada Brandon.” Gracia berkata manis sambil mengusap punggung tunangannya.Brandon mengerutkan kening mendengar ucapan Gracia. Wanita ini pun mulai tidak konsisten. Kemarin, ia bilang akan protes keras pada Granny karena menikahkannya dengan wanita lain.“Bukannya kamu mau marah pada Granny?” Brandon berkata datar.Pernyataan Brandon membuat Gracia tegang. “Ituu ... karena aku belum tau cerita sebenarnya dan aku sangat emosi. Wajar, bukan?”“Tak apa jika kamu memang sangat ingin tau.” Granny Eliza menimpali.“Grannyy .... “ Brandon mengingatkan sambil menatap lurus Granny-nya.Granny Eliza mengibaskan tangan mengabaikan peringatan Brandon. Ia sudah sejak lama gusar dengan sikap dan sifat

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-02
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   28. Kita Putus!

    Setelah Kelly pergi, Brandon menarik tangan Gracia. Ia melewati para karyawan yang menonton dan berteriak, “Kembali bekerja!”“Apa yang kamu lakukan pada Kelly?” Brandon mendelik pada Gracia saat mereka telah berada di ruang kerja Brandon.“Hah? Pertanyaanmu salah.” Gracia protes keras. “Yang benar, apa yang Kelly lakukan padaku!”“Kamu menyiramnya dengan air dingin, Gracia.”“Dia kurang ajar padaku.”“Aku sudah menamparnya untukmu. Apa itu belum cukup?” Suara Brandon bergetar saat mengingat saat yang ia sesali itu.“Dan ternyata ia belum juga jera.”Brandon menghempas bokongnya ke sofa. Lelaki itu menggeleng mengingat bagaimana Kelly bisa saja terserang flu karena tubuhnya kedinginan. Apalagi, saat ini cuaca memang sedang bersuhu rendah dengan angin cukup kencang.“Kenapa kamu sangat membencinya?” Brandon menoleh pada Gracia.Mendengar pertanyaan itu, Gracia menyahut cepat. “Karena kalian terus membela wanita itu. Dia jadi tidak tau diri.”Detik berikutnya, Gracia menyerocos sendiri.

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-02
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   29. Kamu Cemburu!

    "Kamu bohong, 'kan?""Tidak, dong!" Ian langsung menyangkal cepat sebelum Brandon menjawab. "Aku salah satu saksi pernikahan Brandon dan Kelly."Gracia menoleh ke belakang dan baru sadar Ian masih ada di ruangan. Wanita itu langsung mengumpat kesal. "Wanita sialan!""Keluarlah, Gracia. Lanjutkan pekerjaanmu.”“Tapi .... ““Kita sudah selesai bicara,” potong Brandon.Dengan seringai senang di wajah, Ian membuka pintu dan mempersilahkan Gracia keluar. Wanita itu pergi dengan menghentak kaki dan wajah memberengut. Ian menutup pintu kembali lalu bertepuk tangan untuk Brandon.“Prok, prok, prok.”“Bravo, My man.”Brandon hanya merespon dengan mengembuskan napas panjang. Ternyata ia bisa juga menyingkirkan Gracia dari hidupnya. Dan sekarang, ia merasa hatinya lebih lega.“Aku mau pulang untuk melihat keadaan Kelly.”Kepala Ian menggeleng. “Tidak bisa. Ada meeting penting setengah jam lagi.”“Aku tidak akan tenang sebelum tau keadaannya.”“Tadi aku sudah minta supir kantor mengantar Kelly. S

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-03

บทล่าสุด

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   215. Kembar Tiga Pulang

    Setelah satu minggu, Kelly dan Brandon bolak-balik ke rumah sakit untuk mengunjungi bayi-bayi mereka, akhirnya si kembar tiga diperbolehkan pulang. Mommy Keyna menggendong Mimi, sementara si kembar Arsen dan Reno duduk di kereta dorong.Kelly dan Brandon mengucapkan terima kasih pada tim dokter dan perawat yang telah membantu mereka. Brandon tentu saja menolak keinginan direktur rumah sakit yang ingin foto keluarganya dipajang di dinding rumah sakit.“Maaf. Demi privasi keluarga Brandon Richmont, saya tidak dapat menuruti permintaan anda.” Ian menolak tegas.“Apa anda sudah mengatakannya pada Nyonya Kelly? Saya pikir Nyonya Kelly tidak akan keberatan.” Tetap saja, direktur memaksa.“Untuk urusan ini, saya yang bertanggung jawab.”Ian melunasi biaya rumah sakit, lalu keluar dari ruang direktur. Audrey yang sejak tadi menemani kagum pada ketegasan Ian.“Memangnya, Brandon sudah bilang tidak mau didokumentasikan?” Audrey bertanya seraya mengiringi langkah Ian.“Tidak. Tapi, aku tau watak

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   214. Tak Ada Ruang Menyendiri

    "Iihhh... jangan disentuh! Sakit!" Kelly memindahkan tangan suaminya yang mengenai dada."Sakit?" Spontan, Brandon mengamati dada Kelly."Ini sedang bengkak. Perlu dipompa ASI-nya." Kelly berkata santai sambil menatap langit malam yang dihiasi gemerlap kembang api."Kenapa nggak dipompa sekarang kalau sakit?""Aku tunggu Mommy Key.""Mau aku bantu?"Kelly menggeleng. Bukan membantu namanya jika Brandon yang membimbing. Yang ada suaminya itu malah khawatir berlebihan."Nanti kalau aku sudah mahir, kamu boleh lihat. Sekarang, masih belajar.""Kenapa masih belajar aku nggak boleh lihat?""Aku malu, Brad."Meskipun masih ingin membahas masalah pompa ASI ini, Brandon memilih diam. Salah bicara bisa berakibat istrinya ngambek dan Brandon tidak ingin itu terjadi.Entah berapa uang yang dihabiskan Marc malam ini untuk pesta kembang api. Kalau dipikir-pikir, keluarga Dalton memang sering merayakan moment bahagia dengan cara seperti ini.Sambil memeluk pinggang Kelly, Brandon mengamati sekitar.

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   213. Keajaiban

    “Kak Dheena , kakak itu lagi... hamil?” Kelly bertanya lembut sambil menatap mata kakak ipar-nya.Dheena tersentak sedikit. Ia dan Della berpandangan, hingga Della memberi Kelly senyum.“Beneran, Kak?” Brandon mendesak jawaban.“Nggak papa. Sudah terlanjur ketauan.” Della terkekeh pada Dheena.Detik berikut Kelly menjerit dan memeluk Kak Dheena. Membuat semua anggota keluarga menatap mereka. Tentu saja akhirnya, kini mereka dikerubungi keluarga.“Kak Dheena hamil!” Kelly berteriak membuat semua orang melongo terutama Daddy Donald dan Mommy Florence.“Dheena! Kenapa kamu tidak bilang-bilang? Sudah berapa bulan?” Mommy Florence menghampiri putrinya dan mengelus perutnya. “Ya Tuhan, ini sudah cukup besar.”Dheena tersenyum lalu mengusap perutnya. Clark mendampingi istrinya dan mengusap-usap punggung Dheena.“Usia kandungannya sudah hampir enam bulan, Mom.” Clark yang menjawab pertanyaan Mommy Florence.Detik berikutnya, banyak pelukan yang didapat Dheena dan jabatan tangan yang harus dib

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   212. Kembali Ke Mansion

    Dengan raut bahagia, Kelly menunjukkan pada keluarganya tentang hadiah dari Brandon. Mommy Florence menatap putranya dan mengacungkan jempol karena bangga sang putra begjtu menyayangi istrinya."Meski bentuknya berbeda, aku harap semua cincin itu memiliki harga yang sama." William berbisik pada Keyna.Cepat, Keyna menyikut pinggang sang suami. "Kenapa kamu mempermasalahkan nilai-nya? Yang penting adalah makna-nya."Namun, William tetap membalas, "Takut nanti anak-anak itu merasa dibedakan.""Pasti sebelum cincin itu diserahkan, Arsen, Reno dan Mimi sudah diberi pengertian." Keyna balas berbisik."Apa yang kalian bicarakan?" Daddy Donald tiba-tiba mencondongkan tubuh dan ikut berbisik pada William dan Keyna.Tanpa malu, Keyna bertanya pada Donald. Tak lama kemudian, lelaki itu permisi untuk menelepon.Tak lama kemudian, Donald kembali. Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada William. Lalu ponselnya berpindah ke Keyna, terakhir ke Florence."Aku tau putraku memesan perhiasan dari RichJ

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   208. Salah Paham Paling Buruk

    Netra Ian berputar ke sekeliling kafe, mencari sosok yang ia tunggu. Lalu, lelaki itu melirik arlogi mewahnya.Sudah terlambat lima belas menit dari janji yang ditetapkan.Untuk membuang waktu, Ian menatap ponsel. Beberapa hari ini tidak pernah ada pesan dari Brandon. Padahal sebelumnya, sahabatnya itu bisa mengirim pesan dua sampai lima kali sehari.Apa Brandon semarah itu padanya? Sungguh, Ian merasa cukup tersiksa dengan keadaan ini."Hai, Yan.""Oh." Ian tersentak kaget saat melamun. Ia langsung tersenyum pada wanita yang menyapanya. "Hai, Jasmine.""Maaf menunggu lama." Jasmine membalas dan duduk di depan Ian.Ian tersenyum penuh pengertian. "Itu tandanya, pasienmu banyak, bukan?"Jasmine terkekeh. "Lumayan lah."Ian memandang wanita di depannya yang sedang menyeduh teh. Jasmine lebih kalem saat ini. Boleh dibilang ia telah menjelma menjadi wanita dewasa yang lebih elegan."Terima kasih mau menemuiku, ya." Ian berucap.Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertama mere

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   207. Luar Biasa

    “Tuan Brandon?” Seorang perawat lelaki membangunkan Brandon dengan memberikan aroma menyengat di hidungnya.Brandon mengendus, lalu membuka mata. Ia langsung sadar bahwa sekarang berada di ruang rumah sakit.“Kenapa aku di sini? Mana istriku?” Brandon bertanya panik.“Anda pingsan di ruang operasi, Tuan.”“Sial!” Brandon memijat keningnya dan teringat kala dokter akan membedah perut Kelly, ia langsung merasa lunglai. “Apa istriku sudah melahirkan?”“Nyonya Kelly minta ditunda sampai anda sadar.”Kembali ke ruang operasi, Brandon segera menghampiri Kelly.“Babe, maaf.” Brandon menciumi wajah Kelly. “Kita mulai sekarang agar kamu tidak kesakitan lagi, ya.”Dokter tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya anda fokus pada istri anda saja, Tuan. Proses mengeluarkan bayi ini memang tidak nyaman.”Pernyataan dokter membuat Brandon menatap wajah Kelly. Keduanya berbincang, meski sesekali Kelly meringis kecil.“Sakit, Babe?” Brandon mencium genggaman tangan Kelly.Kelly menggeleng. “Tidak, sih. Hany

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status