Share

Chapter 213

Author: MISTERIOUS
last update Last Updated: 2025-02-23 22:39:36

Seorang pria dengan jubah gelap berdiri di barisan depan, Feng Han, salah satu anggota berpengaruh dalam kelompok perampok itu.

Meskipun dikelilingi oleh musuh dengan tingkat kultivasi menengah hingga kelahiran jiwa, Xuan Li tetap berdiri tanpa gentar. Dia memandang mereka dengan tenang, seolah jumlah mereka yang banyak hanyalah angka tanpa makna.

Di dunia kultivasi, jumlah bukanlah faktor penentu kemenangan. Yang menentukan adalah kualitas kekuatan dan kecerdikan dalam bertarung.

"Sudah lama aku tidak menggunakan teknik ini," gumam Xuan Li dalam hati.

Di hadapannya, para perampok bersiap menyerang, beberapa menghunuskan senjata spiritual mereka yang memancarkan aura tajam. Xuan Li bisa merasakan energi mereka, kuat tetapi tidak cukup untuk mengancamnya.

Alih-alih bertarung dengan serangan fisik, Xuan Li memilih cara yang lebih efisien.

Dia perlahan mengangkat satu tangan, dan seketika energi spiritual mengalir keluar, membentuk riak tak kasat mata yang menyelimuti area itu.

Teknik Pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 214

    Feng Rui menghentikan langkahnya beberapa meter dari Xuan Li. Matanya menyapu ke sekeliling."Kau yang melakukan semua ini?" tanyanya dengan nada datar.Xuan Li tidak menjawab. Tatapannya tetap tenang, seolah kehadiran orang-orang ini sama sekali tidak penting baginya.Sang pembesar kerajaan, Menteri Wei, tersenyum tipis dan melangkah maju."Aku adalah Menteri Wei dari Kerajaan Naga Bumi," katanya dengan nada ramah tetapi tetap penuh kehormatan. "Kami telah melacak kelompok perampok makam kuno ini selama berminggu-minggu, tetapi tampaknya kau sudah menyelesaikan semuanya lebih cepat dari kami."Xuan Li tetap diam, membiarkan mereka melanjutkan pembicaraan.Menteri Wei menatapnya penuh minat sebelum akhirnya berkata, "Tuan Muda, kemampuanmu luar biasa. Aku tidak tahu siapa dirimu, tetapi Kerajaan Naga Bumi selalu menghargai individu berbakat. Bagaimana jika kau ikut ke istana? Yang Mulia pasti ingin bertemu denganmu."Suasana menjadi hening.Di belakang Menteri Wei, beberapa orang dari

    Last Updated : 2025-02-23
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 215

    Balai pengobatan yang tadinya dipenuhi suara keluhan dan bisikan pasien kini terdiam sepenuhnya. Tatapan orang-orang terarah pada sosok pemuda berjubah hitam yang berdiri di depan loket."Berapa harga nyawa seseorang di tempat ini?"Suara Xuan Li terdengar tenang, tetapi dingin seperti es.Penjaga loket yang sebelumnya bersikap kasar kini menelan ludah. Ia tidak tahu siapa pemuda ini, tetapi instingnya memberitahu bahwa orang ini bukan seseorang yang bisa dipermainkan.Di belakang Xuan Li, wanita tua yang sebelumnya diabaikan masih berdiri gemetar, matanya berkaca-kaca. Bocah kecil di pelukannya terlihat semakin lemah.Namun, sebelum penjaga bisa menjawab, tabib utama balai pengobatan keluar dari ruangannya.Ia adalah pria berusia sekitar lima puluh tahun dengan janggut rapi dan pakaian bersih, tanda bahwa ia bukan sekadar tabib biasa. Ia melirik sekilas ke arah Xuan Li, lalu ke arah pasien-pasien miskin yang mengantri."Tuan Muda, kami menjalankan pengobatan di sini berdasarkan atura

    Last Updated : 2025-02-24
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 216

    Sebelum tabib utama bisa melanjutkan amarahnya, suara tenang terdengar."Baiklah."Semua mata langsung tertuju pada Xuan Li.Tabib utama, Bai Wen, bahkan para pasien di sekitar mereka menatapnya dengan penuh keterkejutan.Bai Wen sendiri hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "T-Tuan… kau menerimaku?""Tapi hanya untuk sehari," jawab Xuan Li dengan tenang. "Sehari cukup bagimu untuk memahami perbedaan antara seorang tabib biasa dan seseorang yang benar-benar memahami esensi penyembuhan."Kata-kata itu terdengar seperti pernyataan biasa, tetapi Bai Wen merasakan sesuatu yang lebih dalam di baliknya.Tabib utama mendengus. "Hmph! Omong kosong! Kau pikir kau siapa? Apa kau lebih hebat dari kami yang telah mengabdi selama puluhan tahun?"Xuan Li menatapnya sekilas. "Kalian hanya mengoleskan salep di luka tanpa memahami sumber penyakitnya. Itu bukan penyembuhan, itu hanya perbaikan sementara."Mata tabib utama menyipit. "Berani sekali kau meremehkan kami! Jika kau me

    Last Updated : 2025-02-24
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 217

    Xuan Li berdiri di kejauhan, mengamati balai pengobatan yang masih dipenuhi ketegangan. Ia bisa mendengar suara lantang tabib utama, penuh amarah dan ancaman. Namun, ia tidak bergerak untuk membantu."Mari kita lihat seberapa jauh kau bisa bertahan, Bai Wen."Xuan Li bukanlah orang yang akan menyelamatkan seseorang setiap kali mereka dalam kesulitan. Ia percaya bahwa seseorang hanya bisa tumbuh melalui perjuangan dan rasa sakit. Bai Wen harus menghadapi masalahnya sendiri, tanpa bergantung pada orang lain."Kau benar-benar berani, bocah!" Tabib utama mendengus, matanya berkilat marah. "Berikan pil itu kepadaku, dan aku mungkin akan mempertimbangkan untuk tidak menghancurkan hidupmu sepenuhnya."Bai Wen mengangkat kepalanya, menatap pria tua itu dengan mata yang kini penuh keteguhan."Tidak," jawabnya dengan suara mantap. "Aku akan menelannya."Sejenak, ruangan menjadi sunyi. Tabib utama terdiam sebelum wajahnya berubah ganas."Dasar bocah bodoh!" bentaknya. "Jika kau menelannya, aku

    Last Updated : 2025-02-24
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 218

    Bai Wen duduk bersila di atas batu datar di tengah hutan yang sunyi. Udara di sekitarnya terasa segar.Energi spiritual dari pil penerobosan masih mengalir dalam tubuhnya, memperkuat meridian dan membentuk fondasi kultivasinya yang baru.Sudah berhari-hari sejak ia meninggalkan kota, mencari tempat yang aman untuk menenangkan diri dan menyesuaikan tubuhnya dengan kekuatan barunya. Gunung terpencil ini, yang dipenuhi tanaman obat langka dan dikelilingi oleh energi spiritual alami, adalah tempat yang sempurna untuk memulihkan diri.Ia menarik napas dalam, merasakan energi mengalir dengan lebih stabil. "Sepertinya aku sudah menyesuaikan diri dengan perubahan ini," gumamnya pelan.Namun, sebelum ia bisa kembali bermeditasi, suara gemerisik dari semak-semak di belakangnya menarik perhatiannya. Bai Wen segera berdiri, waspada.Tak lama kemudian, seorang pria dengan pakaian lapis baja muncul dari balik pepohonan. Tubuhnya dipenuhi luka, dan darah segar menodai jubahnya yang robek.Bai Wen m

    Last Updated : 2025-02-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 219

    Bai Wen berdiri tegak di depan gerbang megah Istana Kerajaan Naga Bumi. Di balik dinding istana yang kokoh, kehidupan di dalamnya pasti jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Ada intrik, kekuatan, dan perebutan pengaruh yang sudah pasti tidak bisa dihindari.Dia menerima tawaran menjadi tabib kerajaan bukan hanya karena iming-iming sumber daya medis yang melimpah, tetapi karena ada tujuan lain di dalam benaknya, menemukan gurunya, Xuan Li.‘Jika aku berada di tempat di mana para ahli berkumpul, peluang untuk mendapatkan informasi tentangnya akan lebih besar,’ pikirnya.Seorang pelayan berpakaian formal datang menghampiri."Yang Mulia sudah menunggu Anda. Silakan ikuti saya," ucapnya dengan hormat.Bai Wen mengangguk tanpa banyak bicara, lalu melangkah mengikuti pelayan itu memasuki istana.Begitu melewati gerbang utama, pemandangan kemegahan istana menyambutnya. Lorong-lorong panjang dengan lantai marmer berkilau, ukiran naga emas yang terukir di setiap dinding, serta aura para k

    Last Updated : 2025-02-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 220

    Xuan Li telah mencoba berkali-kali untuk merasakan esensi elemen air, namun setiap kali ia mencoba mengendalikannya, hasilnya selalu nihil.Ia mengulurkan tangannya, merasakan energi dingin yang mengalir di sekelilingnya. Dalam pikirannya, air adalah sesuatu yang lembut, fleksibel, namun juga memiliki kekuatan yang tak tertandingi. Ia kembali mengingat kata-kata gurunya."Air tidak bisa dipaksa untuk mengikuti kehendakmu. Kau harus menyelaraskan dirimu dengannya. Biarkan ia mengenalmu, dan baru kemudian kau bisa menuntunnya."Xuan Li menarik napas dalam-dalam, lalu mencoba sekali lagi. Ia membayangkan energi dalam tubuhnya mengalir seperti sungai, berusaha menyatu dengan aliran air di hadapannya. Dalam sekejap, ia merasakan sedikit resonansi, getaran halus yang seolah-olah menyambutnya.Namun, begitu ia mencoba mengendalikan aliran itu, semuanya langsung terputus. Air di danau tetap diam, seolah tidak mau tunduk padanya.Xuan Li mengerutkan alisnya. "Sial... Ada yang salah. Aku bisa m

    Last Updated : 2025-02-25
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 221

    ‘Jika aku terus melawan, aku hanya akan kehabisan tenaga.’Xuan Li menutup matanya dan membiarkan tubuhnya mengikuti arus. Untuk pertama kalinya, ia berhenti melawan dan saat itu juga, sesuatu yang aneh terjadi.Tekanan yang tadi begitu menyesakkan perlahan berubah. Bukan karena air melemah, tapi karena ia kini memahaminya. Ia bisa merasakan bagaimana arus sungai berputar, bagaimana tenaga yang sebelumnya ia lawan sebenarnya memiliki irama tersendiri.‘Air tidak melawan. Air mengikuti.’Xuan Li perlahan menggerakkan tangannya, menyesuaikan diri dengan aliran sungai. Ia tidak lagi mencoba berenang ke permukaan, tetapi membiarkan tubuhnya bergerak seiring dengan tarian arus dan kemudian, ia mulai naik.Di tepi sungai, para penjaga yang berjaga tampak kebingungan."Dia… Dia masih hidup?!"Salah satu dari mereka menunjuk ke tengah sungai. Sekarang, alih-alih terseret, Xuan Li muncul di permukaan. Namun yang lebih mengejutkan, ia tidak sekadar mengambang.Ia berdiri di atas air.Langkahnya

    Last Updated : 2025-02-26

Latest chapter

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 321

    Xuan Li menyipitkan mata. Energi di tempat ini begitu pekat dengan aura kematian dan penderitaan. Ribuan roh berkeliaran di sekitar formasi, terperangkap dalam siklus abadi yang mengerikan. Mereka berbisik dalam bahasa yang tidak bisa dipahami, namun isinya jelas: keputusasaan, kesakitan, dan kebencian."Kau benar-benar ingin menembus inti formasi ini?" suara Wu Hei terdengar di benaknya, dipenuhi nada skeptis."Jika tidak dihentikan sekarang, ritual ini akan selesai, dan kita akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar." Xuan Li tetap tenang. "Aku tidak punya pilihan lain."Wu Hei terkekeh. "Kau tahu ribuan roh ini tidak akan membiarkanmu begitu saja, bukan?""Aku tahu. Karena itu, aku akan menggunakan kekuatan pengendalian jiwa untuk menekan mereka." Xuan Li menarik napas dalam-dalam, memusatkan kesadarannya. Ia merasakan gulungan pengendalian jiwa yang tersimpan dalam kesadarannya mulai bergetar, seakan merespons niatnya.Saat ia mulai merapal mantra kuno, cahaya biru keperakan

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 320

    Qing Peng langsung bersiaga. Napasnya sedikit tertahan, tubuhnya menegang. Ia melirik ke sekeliling, tetapi yang terlihat hanya reruntuhan sunyi dan bayangan yang merayap di balik rumah-rumah setengah roboh.Xuan Li tetap diam, sorot matanya tajam. Ia mengamati satu titik di ujung desa, tempat bayangan samar terlihat sekilas sebelum lenyap."Tuan, apakah itu... orang dari Alam Bayangan?" tanya Qing Peng dengan suara tertahan.Xuan Li tidak menjawab. Ia melangkah perlahan, menyelidiki energi yang meresap di udara.Bayangan itu kembali bergerak, lalu menghilang di balik bangunan yang nyaris ambruk.Seketika, Xuan Li berkelebat. Tubuhnya melesat bagai kilat, mendekati tempat bayangan itu menghilang. Qing Peng, meski ragu, segera mengikuti di belakangnya.Begitu tiba, Xuan Li menekan telapak tangannya ke tanah. Gelombang energi merambat dalam keheningan, menyapu setiap celah dan ruang tersembunyi di sekitar mereka.Rintihan lirih terdengar dari dalam reruntuhan.Xuan Li mengangkat alis. I

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 319

    Di Alam Manusia, Qing Peng telah pulih sepenuhnya setelah mengalami luka dalam pertempuran sebelumnya. Meski begitu, Xuan Li tidak memberinya banyak waktu untuk bersantai. Hari ini, mereka harus kembali bergerak.Tanpa banyak bicara, Xuan Li melangkah ke depan, matanya menatap datar ke cakrawala. Ia lebih nyaman menyusun rencana dalam diam, menimbang langkah yang harus diambil tanpa harus menjelaskan semuanya pada Qing Peng. Bukan karena ia tidak mempercayai pemuda itu, tetapi karena ada batasan dalam seberapa banyak orang lain boleh mengetahui dirinya.Qing Peng, yang mengikuti di belakangnya, sesekali melirik ke arah Xuan Li. Ia ingin bertanya sesuatu, tetapi melihat ekspresi datar di wajahnya, ia mengurungkan niatnya.Mereka melayang di udara menggunakan artefak perahu terbang milik Xuan Li. Di sepanjang perjalanan, pemandangan yang mereka saksikan sungguh mencengangkan. Bukannya kehidupan yang semarak, melainkan kehampaan yang mencengkeram setiap sudut tanah yang mereka lintasi

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 318

    Tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari Dewa Langit Surgawi, Liang Zheng menggunakan segel formasi teleportasi untuk mengantarkan Liang Xue yang masih tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Cahaya keunguan berkedip samar sebelum sosok mereka lenyap dari tempat itu.Begitu tiba, Liang Zheng membaringkan tubuh Liang Xue di atas ranjang berlapis sutra, memperhatikan wajahnya yang tenang dalam tidurnya. Namun, sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam, hasrat, ambisi, dan keinginan yang berakar kuat di hatinya.Tanpa ragu, ia mencabut beberapa helai rambut Liang Xue dan menggenggamnya erat di antara jemarinya. Sebuah sihir kuno segera tertanam dalam helai-helai itu, mengikat emosi dan pikirannya agar Liang Xue tidak akan pernah membencinya, tidak peduli apapun yang terjadi."Xue'er…" bisiknya pelan, suaranya sarat dengan obsesi yang semakin mendalam.Ia menundukkan kepala, menyentuhkan bibirnya ke bibir Liang Xue. Begitu bibir mereka bersentuhan, sebuah gelombang energi dahsyat m

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 317

    Liang Zheng mengejar Liang Xue bukan sekadar karena cinta. Ada alasan lain yang jauh lebih mendalam dan mendesak.Ratu Langit Liang Xue bukan wanita biasa. Ia terlahir dengan tubuh unik, tulang kristal, sebuah anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam beberapa ribu tahun. Wanita dengan tulang kristal memiliki takdir yang berbeda dari kebanyakan makhluk di dunia ini. Jika ia melahirkan keturunan dari ras iblis, maka anaknya akan menjadi Dewa Azura, makhluk yang lebih kuat dari iblis biasa. Jika keturunannya berasal dari manusia, anak itu akan mewarisi kekuatan iblis dan dewa sekaligus. Ia akan menjadi entitas yang melampaui batas dua dunia, seorang yang ditakdirkan untuk mendominasi.Dan Liang Zheng menginginkan itu. Ia ingin keturunan dari Liang Xue.Di hadapan Liang Xue, ia tetap mempertahankan sikap lembut dan perhatian. Liang Xue masih kehilangan ingatan, dan itu adalah celah yang bisa ia manfaatkan. Ia hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk menanamkan kebohongan-keboh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 316

    Dewa Langit Surgawi melangkah keluar dari ruangan megah itu dengan aura mendominasi. Para pembesar klan iblis segera mengikuti di belakangnya, meninggalkan ruangan dalam keheningan yang menyesakkan. Setelah kepergian mereka, Ratu Langit Liang Xue melangkah keluar dengan ekspresi kosong. Ia merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya, meskipun ingatannya masih kabur.Tiba-tiba, sesosok bayangan bergerak cepat dari sudut gelap ruangan. Sebelum Liang Xue sempat bereaksi, sebuah tangan kuat membekap mulutnya, menahan kemungkinan ia berteriak. Liang Xue terkejut, tubuhnya menegang, namun sebelum ia bisa melawan, simbol formasi teleportasi muncul di bawah kaki mereka, mengeluarkan cahaya gelap keunguan.Dalam sekejap, keduanya menghilang dari istana klan iblis.Mereka muncul di sebuah tempat yang jauh dari pusat kekuasaan iblis. Liang Xue terhuyung ketika teleportasi selesai, napasnya sedikit tersengal. Ia memandang sekeliling, mencoba memahami di mana ia berada.Di hadapannya terbentang se

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 315

    Di luar alam manusia, ancaman gelang pengendali semakin meluas. Bukan hanya membelenggu para kultivator tingkat rendah, tetapi juga mengincar penguasa dan eksistensi kuat di berbagai dunia. Dewa Langit Surgawi semakin agresif dalam memperluas kekuasaannya, mengincar sekutu baru agar tak ada satu pun yang bisa menentang kehendaknya.Di Istana Iblis, Liang Xue, Ratu Langit yang dulu disegani, masih terjebak dalam ingatan yang kabur. Sebagai keturunan langsung Dewa Langit Surgawi, ia mendapatkan perlakuan istimewa. Namun, meski berbagai metode telah dicoba, ingatannya tetap tidak kembali.Di sebuah ruangan luas yang diterangi lampu spiritual berwarna ungu, Dewa Langit Surgawi duduk di atas singgasananya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya penuh perhitungan. Di hadapannya, beberapa pemimpin klan iblis berdiri dengan kepala tertunduk.“Kita telah kehilangan terlalu banyak utusan di alam manusia.” Suara Dewa Langit Surgawi bergema, mengguncang udara. “Sudah saatnya kita mengubah strateg

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 314

    Dua anggota Alam Bayangan itu tersungkur di tanah, napas mereka tersengal-sengal. Di bawah tekanan spiritual Xuan Li, tubuh mereka bergetar hebat, wajah mereka penuh luka, dan darah segar mengalir dari sudut bibir mereka.Xuan Li menatap mereka dingin. "Katakan. Apa rencana Alam Bayangan?"Pria tinggi berkulit gelap itu menggertakkan giginya, matanya menyala dengan kebencian. "Kau pikir kami akan mengkhianati Alam Bayangan? Hahaha... Kau hanya buang-buang waktu."Xuan Li tidak menanggapi. Dia mengangkat tangannya, jari-jarinya membentuk segel yang segera melepaskan tekanan spiritual yang lebih besar. Tanah di sekitar mereka bergetar, udara seolah-olah tertarik ke satu titik, menciptakan hisapan yang mengerikan. Pria bercodet mengerang, tubuhnya melengkung kesakitan."Jawab atau mati," ujar Xuan Li datar, matanya setenang dan sedalam jurang tak berdasar.Namun, sepertinya harapannya sia-sia. Kedua pria itu tiba-tiba menegang, tubuh mereka membeku seperti patung. Mata mereka yang penuh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 313

    Xuan Li dan Qing Peng tetap berdiri di tempat, tidak menunjukkan tanda-tanda panik meskipun tekanan dari pertarungan yang terjadi di kejauhan mulai terasa hingga ke titik mereka berada. Xuan Li menyipitkan mata, mengaktifkan mata spiritualnya untuk melihat lebih jelas.Yang bertarung di sana bukanlah orang biasa. Kedua sosok itu memiliki aura yang serupa, gelap dan mencekam, penuh dengan dendam."Alam Bayangan..." gumam Xuan Li pelan, nyaris tanpa suara.Qing Peng, yang berdiri di sampingnya, langsung merasakan perubahan kecil dalam ekspresi Xuan Li. "Kita tidak seharusnya terlibat. Mari kita pergi," usulnya tanpa ragu.Xuan Li mengangguk. Tidak ada keuntungan dalam ikut campur urusan orang-orang Alam Bayangan, apalagi jika mereka berasal dari faksi yang sama dan sedang bertarung satu sama lain. Tetapi, sebelum mereka sempat bergerak, angin tajam menerjang, disertai suara robekan udara yang mengancam.Dalam sekejap, dua sosok yang tadi bertarung telah muncul di hadapan mereka. Mereka

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status