Begitu Sienna memasuki rumah, tampak seorang wanita berumur 28 tahun sedang duduk di sofa. Dia sedang menonton siaran televisi sambil menyilangkan kakinya. Sementara itu, bibinya Sienna, Berta, sedang memasak di dapur.Wanita yang duduk di sofa menyadari kedatangan Sienna. Dia langsung menurunkan apel yang sedang dimakannya.“Eh, ada kedatangan tamu dari kota. Rumah kami agak kotor, terserah kamu mau duduk di mana.”Terlihat rasa canggung di wajah Robert dan Berta. Hanya saja, mereka juga tidak berkata apa-apa.Berta menarik Sienna, mengamati tubuhnya, lalu bertanya dengan khawatir, “Kamu semakin kurus saja. Apa ayahmu cuma perhatian sama wanita itu? Dia telah mengabaikanmu, ya?”“Sudah pasti seperti itu. Ibunya sudah mati. Lelaki itu memang nggak punya hati. Kalau ketemu wanita yang lebih cantik, mana mungkin dia akan ingat dengan mantan istrinya lagi.”Orang yang berbicara itu adalah wanita yang berumur 28 tahun itu. Dia adalah kakak ipar dari Sienna, menantu dari keluarga kecil ini.
Ini pertama kalinya Robbin melihat mobil seperti ini. Dia pun memamerkannya, “Sienna, coba kamu lihat mobil ini. Dengar-dengar harganya mencapai puluhan miliar. Malam ini kita telah kedatangan bos besar. Penanggung jawab bahkan turun tangan sendiri untuk menjamunya.”“Bos itu yang mengatakan kalau dinding di dalam sana agak kosong. Jadi, aku pun teringat sama kamu. Bos itu sangatlah pemilih. Apalagi dia mengendarai mobil mewah seperti ini, sepertinya dia bukanlah orang yang gampang untuk dihadapi. Tapi, kamu tidak usah merasa tertekan.”Dapat terdengar rasa iri dari setiap kata yang diucapkan Robbin. Sienna pun tersenyum. “Kalau begitu, aku masuk dulu, ya. Paman, hati-hati di jalan.”Resor ini tergolong tempat penginapan terbagus di Kabupaten Armana. Konon katanya, penginapan ini dibangun dengan standar hotel bintang lima. Namun, resor ini tidak terbuka untuk umum, hanya khusus menjamu pebisnis yang datang untuk menginvestasi Kabupaten Armana saja.Ini adalah pertama kalinya Sienna men
Jacob tidak membalasnya. Hanya saja, hatinya terasa sangat penat. Semalam gara-gara anjing Sienna, Jacob dimarahi pengguna jalan. Hari ini, ketika jalan malam, pakaiannya malah dikotori Sienna dengan cat warna di tangannya.Dalam sesaat, Jacob merasa sepertinya dia berutang pada Sienna di kehidupan lampau. Sienna menatap wajah dingin si lelaki dalam beberapa waktu. Pada akhirnya, dia baru menyadari bahwa dirinya tidak sedang berhalusinasi.Sienna tahu dia telah membuat masalah baru. Dia hanya bisa berusaha untuk menebusnya saja. “Apa Pak Jacob ada pakaian ganti? Nanti aku akan cuci pakaianmu.”Jacob menatap piringan cat warna di tangan si wanita, lalu membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi.Sienna masih berdiri di tempat. Dia sendiri juga merasa sebal. Kenapa dia selalu ketemu dengan lelaki ini!Menyadari Sienna tidak mengikuti langkahnya, Jacob pun bersuara, “Bukankah kamu ingin mencuci pakaianku? Gara-gara kamu, pakaianku jadi kotor. Sudah seharusnya kamu bertanggung jawab.”Sienn
Suasana di dalam kamar menjadi hening dalam sesaat. Bahkan, tangan Jacob yang sedang menekan keningnya pun terkaku. Dia spontan mengangkat kepalanya untuk melihat Sienna.Selesai berbicara, Sienna juga merasa tidaklah bagus untuk berdua dengan lelaki di dalam kamar. Dia tersenyum sejenak, lalu berkata, “Aku hanya asal bicara saja.”Jacob menatap Sienna. Dia sungguh penasaran apakah dia juga begitu inisiatif terhadap lelaki lain atau tidak. Apa suami Sienna tahu perbuatannya ini?Alhasil, Jacob menunduk, lalu berkata dengan tidak sungkan, “Keluar.”Sienna mengira Jacob tidak suka berhubungan dengan lawan jenis. Mungkin dia hanya akan mengizinkan Elena untuk menyentuhnya.“Aku nggak bermaksud lain. Pak Jacob, kalau begitu, kamu istirahat dulu.”Sienna memang tidak bermaksud lain. Dia hanya melihat Jacob sedang sakit kepala akibat minum kebanyakan alkohol. Jadi, dia pun ingin membantunya untuk meninggalkan kesan bagus di benaknya.Hingga saat ini, Jacob masih belum membalas pesannya dan j
Gambaran malam itu kembali terbayang di benak Jacob. Jacob masih ingat dengan lekuk di belakang punggung, pinggang, bokong, bahkan kaki wanita itu. Tidak dipungkiri, tubuh Sienna tergolong seksi.Saat ini Sienna sedang membelakanginya sambil membungkuk untuk memadukan cat warna. Gerakan ini juga mengingatkan Jacob akan gambaran Jacob memeluk pinggangnya ketika bersetubuh di malam itu. Bulu mata Jacob bergetar dan tenggorokannya seketika terasa kering.Suasana mulai terasa hangat. Sienna memegang kuas mulai melukis. Hanya saja, dia merasakan hawa panas di tubuhnya.Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. Hawa panas kembali terasa di belakang punggungnya membuat Sienna tertegun di tempat. Namun, Jacob hanya melewati sisi Sienna, memiringkan tubuhnya untuk mengambil kuas yang satu lagi.Dada Jacob dan punggung Sienna tak sengaja bersentuhan dalam hitungan beberapa detik. Sienna tertegun di tempat tidak berani bergerak sama sekali. Tiba-tiba tampak Jacob meng
Sienna tidur hingga siang hari. Ketika bangun, kepalanya terasa sangat amat sakit. Saat ini, ponselnya tak berhenti bergetar. Dia segera mengangkatnya, lalu terdengar suara tergesa-gesa dari Berta, “Sienna, kenapa kamu baru angkat sekarang? Apa telah terjadi apa-apa sama kamu? Aku bahkan suruh pamanmu untuk pergi mencarimu.”Sienna melihat notifikasi panggilan tak dijawab, ternyata Berta telah meneleponnya sebanyak lima kali. Pantas saja, Berta begitu khawatir.“Aku baik-baik saja. Semalam aku bergadang, jadi aku baru saja bangun tidur.”Berta menghela napas lega. “Apa hari ini kamu sempat pergi memberi penghormatan kepada ibumu?”“Emm, aku sudah bangun. Aku akan segera ke sana.”“Kamu tidak perlu mempersiapkan apa-apa lagi. Semuanya sudah dipersiapkan pamanmu. Aku suruh dia menunggumu di depan resor. Nanti kamu suruh dia untuk mengantarmu.”Sienna mengakhiri panggilan. Lima menit kemudian, dia pun pergi menemui Robert.Robert berjalan menghampirinya. “Kata bibimu, semalam kamu bergada
Ketika mendengar suara ini, kening Jacob langsung berkerut. Dia mengangkat kepalanya, memalingkan kepalanya, lalu tampak Sienna yang sedang tersenyum.Pemandangan di Kabupaten Armana sangatlah indah. Saat ini, Sienna menunjukkan setengah wajahnya. Dapat terlihat cahaya kilau di dalam kedua matanya.Melihat gambaran ini, Jacob memegang dokumennya dengan semakin erat lagi. Kenapa dia selalu bertemu dengan Sienna?Sienna malah tidak merasa ada yang aneh. Dia kembali mengetuk jendela mobil. “Pak Jacob, boleh nggak?”Jacob menurunkan kepalanya, lalu membalas dengan suara ringan, “Naiklah.”Sienna membuka pintu mobil, segera memasuki mobil.Cahaya matahari di luar sana sangatlah terik, apalagi sekarang sedang siang. Ketika membuka pintu, tercium aroma matahari dan juga aroma wangi tubuh Sienna.Robert yang berdiri di belakang melihat Sienna telah memasuki mobil. Dia pun merasa tenang, lalu bergegas masuk ke dalam mobil.Baru saja mobil melaju sekitar tiga kilometer, tampak mobil BMW di depa
Juliana mengerutkan keningnya. Sepertinya memang tidak ada pilihan lain lagi.Robbin sungguh tidak sanggup melihatnya. Dia pun membujuk, “Robert, kamu sudah tua. Kamu mesti jalan dua jam baru bisa sampai ke rumahmu. Bukankah teman Juliana ada sepeda motor. Biarkan Juliana naik sepeda motor saja.”Begitu ucapan selesai dilontarkan, Juliana pun langsung membantahnya, “Aku nggak ingin naik sepeda motor, apalagi matahari siang hari ini terik banget, kasihan kulitku. Temanku itu juga nggak suka dempet-dempetan sama orang tua. Jadi, dia sudah pulang. Kondisi tubuh ayahku sangatlah bugar. Anggap saja dia lagi olahraga. Paman Robbin, ayo jalan.”Emosi Robbin hampir meluap. Namun, berhubung Robert sudah menuruni mobil, dia juga tidak bisa berkata lain lagi.Setelah menuruni mobil, Robert berjalan kaki di bawah pancaran terik sinar matahari. Beberapa saat kemudian, kepalanya terasa kliyengan. Hanya saja, dia tidak enak hati untuk meminta tumpangan lagi. Jadi, dia memaksakan diri untuk melanjutka
Ed melempar pisau itu ke tong sampah, lalu menyerahkan 00 kepada Hans dan berujar, "Tanya Bu Mae sekarang Fredie ada di mana."Orang abnormal seperti Fredie pasti tidak akan melepaskan wanita yang sangat mirip dengan Luna. Niat jahat Ed muncul, dia merasa seperti Sienna yang menderita jika 00 dinodai Fredie. Mana mungkin Fredie sama sekali tidak menyentuh Luna setelah mengurungnya selama bertahun-tahun?Jika Luna dan putrinya sama-sama dinodai Fredie, ini hal yang menarik. Ed merasa antusias begitu memikirkan hal ini.Sebelumnya 00 memang dilatih secara profesional, tetapi dia hanya berlatih untuk meniru Sienna. Kemampuan bertarung 00 tidak begitu hebat. Dia tidak bisa melindungi dirinya dari orang munafik seperti Ed.Sekarang kedua tangan 00 ditahan sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia berteriak, "Lepaskan aku!"Ed menyahut, "Aku bisa lepaskan kamu. Tapi, kamu harus beri tahu aku di mana Jacob dan apa tujuannya."Apa Jacob benar-benar masuk ke markas penelitian? Namun, un
Namun, sekarang mereka tidak bisa mengeluarkan Arlo. Begitu bahan eksperimen hilang, semua anggota markas penelitian akan menyadari ada orang yang menyusup. Nantinya semua orang di markas penelitian akan diperiksa.Jacob dan lainnya yang belum berhasil kabur akan terekspos. Mereka tidak akan bisa keluar lagi. Sekarang Jacob harus kembali ke ventilasi, lalu mengambil kembali botol-botol obat dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan begitu, Jacob baru bisa menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya."Bakti, kamu kembali ke tempatmu dulu," ucap Jacob.Bakti bertanya, "Bagaimana dengan Arlo?"Jacob memijat kening seraya menyahut, "Aku lihat dia masih bernapas. Seharusnya dia belum mati. Kalau kita mengeluarkannya, kita semua pasti mati."Tentu saja Bakti memahami hal ini. Kemudian, Bakti pergi. Jacob kembali ke ruang penelitian Sharon. Ruangan ini tidak terpengaruh, tetapi Sharon menghilang.Jacob tidak curiga. Dia langsung kembali ke kamarnya, lalu memanjat ke ventilasi dan mengambil
Jacob tahu itu adalah suara pria berseragam yang muncul di aula utama. Seharusnya dia mengikuti rapat di Armania, tetapi banyak kamera pengawas dipasang di berbagai sudut markas penelitian. Cepat atau lambat pria berseragam pasti akan mengetahui kekacauan di sini.Hanya saja, Jacob tidak menyangka pria itu akan mengetahuinya begitu cepat. Jacob terus memutar otak, lalu membuka pintu kandang binatang buas. Semua binatang buas pun keluar.Bakti yang berdiri di samping bertanya, "Memangnya ada gunanya? Kekacauan yang kita buat langsung digagalkan oleh suara bel yang aneh. Aku rasa orang-orang di sini sudah dihipnosis. Apa pun kondisinya, mereka akan segera bangun begitu mendengar suara bel itu."Jacob menjawab, "Ada. Sekelompok binatang buas ini sudah dijinakkan. Kalau mereka dilepaskan, mereka hanya ingin kabur. Binatang buas ini cuma berani makan orang yang dimasukkan ke kandang."Jacob melanjutkan, "Waktu melihat orang di luar kandang, semua binatang buas ini akan ketakutan dan mengamu
Dulu Ed memang ingin mendapatkan lencana itu, tetapi sekarang dia sama sekali tidak menyentuhnya. Hans yang mengambil lencana itu dan memainkannya sejenak sebelum menyematkannya di pakaian Ed.Ed tiba-tiba merasa sesak. Amarahnya hampir meledak. Ed menarik napas dalam-dalam, lalu melihat lencana di dadanya. Dia menepis tangan Hans.Hans melirik Ed dengan gugup dan berjalan ke pintu. Setelah pintu ditutup, Ed merasa gusar. Dia menarik napas lagi, lalu mengambil rokok. Begitu Ed menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras.Ed membuang abu rokok dan pergi ke aula utama untuk memeriksa kondisinya. Suasana di aula kacau balau. Pemuda di ruang eksperimen nomor 8 dilepaskan. Sekarang terdengar suara tembakan.Selain itu, asap putih mengepul dan menyebar dengan cepat. Seketika, seluruh ruangan diselimuti asap.Para staf penelitian di aula panik. Mereka meringkuk di sudut karena takut diincar senjata mematikan itu.Senjata mematikan itu paling membenci staf penelitian. Setida
Pria berseragam mengamati Sharon dan bertanya, "Sepertinya Bu Sharon nggak menyukai Ed. Padahal itu orang yang direkomendasikan Mae."Sharon lanjut menyusun tabung reaksi, lalu menjawab dengan datar, "Aku cuma nggak merasa cocok."Ketujuh petinggi tidak mengatakan apa pun. Mereka tahu sifat Sharon agak aneh. Jacob yang berdiri di depan Sharon bisa melihat layar dengan jelas.Seharusnya ruang rapat para petinggi tidak terletak di area ini. Desain ruangannya jauh berbeda. Yang membuat Jacob bingung adalah latar belakang tempat para petinggi berada tampak sangat familier. Namun, Jacob tidak bisa mengingatnya.Jacob yakin tempat itu bukan bagian internal markas penelitian. Dia mengernyit, mungkin mereka memang tidak berada di area ini. Bahkan, mereka tidak berada di Kango.Tidak ada yang tahu identitas ketujuh petinggi ini. Kemungkinan besar mereka adalah petinggi dari negara lain, jadi mereka memakai topeng. Mungkin juga mereka tidak mengetahui identitas satu sama lain dan hanya merupakan
Di Afrikan. Sienna terus memperhatikan berita di dalam negeri. Setelah memastikan Cristin dihujat habis-habisan, Sienna baru merasa puas.Sienna tidak menelepon Wanda. Nantinya Wanda pasti akan meminta maaf kepada Sienna lagi. Lebih baik dia tidak mengganggu Wanda dan membiarkannya istirahat untuk beberapa waktu.Sienna mengusap matanya, lalu meletakkan laptop di atas meja. Wanita di samping mengingatkan, "Ibu hamil harus batasi penggunaan peralatan elektronik."Sienna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ketika keluar, matanya tetap memerah. Belum ada kabar dari Jacob. Minggu ini Sienna kurang istirahat, dia sering terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.Sekarang Sienna merasa lelah sesudah mengurus masalah di dalam negeri. Setelah menunggu 1 hari lagi, Sienna sudah kehilangan kesabaran.Sienna menelepon Jero, mungkin saja Jero sudah mendapatkan petunjuk. Jero berucap, "Nggak ada, Sienna. Kamu nggak usah khawatir. Sistem di markas penelitian sangat rumit, kemungkinan merek
Keesokan harinya, Wanda baru mendengar kabar Cristin pergi ke luar negeri. Rebecca mengira Wanda akan merasa senang, tetapi Wanda tetap terlihat tenang. Wanda terus memandang ke luar jendela. Setelah beberapa saat, dia baru mengangguk.Wanda makin kurus. Wajahnya tampak tirus. Saat bermimpi di malam hari, Wanda akan memanggil, "Wanwan."Wanda tidak berani membayangkan bagaimana Wanwan mati. Setiap mengingat hal ini, Wanda akan membenci dirinya yang tidak berguna.Rebecca mengkhawatirkan kondisi mental Wanda, jadi dia ingin mengundang psikolog. Wanda menolak, "Nggak usah, cuma tubuhku yang sakit. Aku cuma butuh istirahat yang cukup."Wanda diantar pulang. Makanan anjing dan air di mangkuk masih ada, tetapi Wanwan sudah pergi. Wanda takut dirinya menangis di depan Rebecca. Dia segera tersenyum dan berujar, "Rebecca, jadwalmu sudah terganggu. Sebaiknya kamu kembali syuting. Kamu tenang saja, aku pasti istirahat di rumah."Rebecca mengangguk, lalu berpesan setelah berpikir sejenak, "Aku s
Cristin masih linglung ketika dibawa keluar dari kediaman Keluarga Salim. Dia sudah berlutut sambil memohon pada keluarganya, tetapi tidak ada yang membelanya. Bahkan, kakak Cristin juga menghindari adiknya. Semua orang tetap terdiam.Dulu, kehidupan Cristin sangat indah. Sekarang dia berakhir tragis. Sebelumnya, Cristin merasa Wanda sangat kasihan. Wanda dicampakkan orang tuanya dan semua orang, bahkan Benny juga tidak menginginkannya lagi. Biarpun Wanda memohon, Benny juga tidak memedulikannya. Namun, saat ini nasib Cristin sama seperti Wanda. Dia juga dicampakkan begitu saja.Cristin naik ke mobil, lalu dia dibawa ke sebuah vila. Sopir berkata, "Nona Cristin, cepat bereskan kopermu. Pesawat terbang 3 jam lagi. Ke depannya kamu nggak usah pulang."Ini adalah keputusan Keluarga Salim. Mereka juga telah mengumumkan keputusan ini di internet dan memberi keluarga siswa yang mati itu kompensasi sebesar 20 miliar.Namun, para netizen tetap menghujat Cristin dan Keluarga Salim. Semua masal
Tubuh Cristin lemas. Dia meremas ponselnya dan air matanya terus mengalir. Anggota Keluarga Salim masih mengetuk pintu kamar Cristin sambil berseru."Cristin, apa kamu sudah lihat berita di internet? Saham Keluarga Salim anjlok lagi. Sebaiknya kamu minta maaf. Tindakanmu memang keterlaluan.""Hujatan di internet terus bertambah. Para pemegang saham mulai marah-marah. Kalau kamu nggak bersuara, kemungkinan besar Keluarga Salim akan diperiksa petinggi."Cristin yang duduk di lantai memeluk kedua kakinya. Bahunya terus bergetar. Dia berteriak, "Aku nggak mau minta maaf pada wanita rendahan itu!"Anggota Keluarga Salim di luar berang setelah mendengar ucapan Cristin. Bisa-bisanya Cristin bersikap kekanak-kanakan pada saat-saat seperti ini!Salah satu anggota Keluarga Salim membalas, "Oke. Kalau kamu nggak mau minta maaf, Keluarga Salim akan segera mengumumkan bahwa kamu sudah diusir! Ke depannya semua tindakanmu nggak ada hubungannya dengan Keluarga Salim! Kamu pikirkan baik-baik!"Keluarg