Beranda / Rumah Tangga / Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya / Bab. 23. Pak Herman, Bikin Heran Deh! Skenario Murahan

Share

Bab. 23. Pak Herman, Bikin Heran Deh! Skenario Murahan

Penulis: Kurnia
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-23 22:00:38

“Kamu itu ngomong apa sih, Ni? Kapan aku mencuri uangmu? Memangnya kamu punya uang?” kelit Mas Irawan. Enggan mengaku.

“Kamu pasti kena omongan suamimu yang bohong itu!” Malah balik menuduh, dan memfitnah Han.

Mas Irawan justru berusaha memanipulasi Cani. Akan tetapi, Cani bukan orang yang mudah. Wanita manis itu lebih percaya dengan sang suami.

“Yang tukang bohong itu kamu, Mas!” bentak Cani muak.

“Sudah! Jangan halangi aku lagi! Aku mau nyusul suamiku!” hardik Cani.

Mas Irawan sama sekali tidak membiarkan Cani beranjak dari tempat. Bahkan Mas Irawan sengaja merebut Roni dari gendongan Cani.

“Kamu nggak kasihan sama Roni? Masih kecil sudah kamu ajak ke kantor polisi. Lagian, Roni ‘kan lagi tidur siang. Malah diajak keluar,” cerca Mas Irawan.

Mas Irawan tahu persis jika Cani sangat menyayangi Roni.

“Yaudah, kalau kamu mau nyusul suamimu, silakan. Tapi, Roni sama aku. Bakal aku bawa. Terus tinggal di rumahku. Aku yang ngasuh,” tantang Mas Irawan.

Cani gelagapan. Dan sesuai den
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 24. Terima Kasih, Marci Ganteng

    Malam hari setelah aksi pemukulan Mas Irawan. Mas Irawan berjalan tertatih memasuki kediamannya yang lumayan besar. Istrinya yang membuka pintu langsung memarahi Mas Irawan yang akhir-akhir ini tak pulang berhari-hari. Mas Irawan tak mau ambil pusing. Pria penuh keriput itu memilih untuk membersihkan tubuhnya yang penuh luka akibat digebuki anak buah Han. Mas Irawan sangat kesal dengan Han. Dan timbullah kebencian untuk sang adik ipar. Setelah membersihkan tubuh. Mas Irawan langsung bergegas pergi menemui Indra. Meskipun harus melakukan perjalanan lumayan jauh, dengan mengendarai sepeda motor. Mas Irawan tak mengeluh. Biarpun seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Sampainya di kediaman mewah Indra. Mas Irawan langsung mengadu. Awalnya Indra enggan percaya. Namun, setelah Mas Irawan menunjukkan tubuhnya yang penuh luka. Barulah Indra percaya. “Bagus! Luka di tubuhmu sudah cukup untuk memasukkan Han ke dalam penjara,” tandas Indra senang. “Han bakal masuk penjara? Terus, gimana n

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-24
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 25. Han Pulang, Pengen Jadi WNI

    Roni tersentak mendengar suara pintu utama rumah digedor oleh seseorang. Roni pun segera menghampiri Buleknya yang sedang mengaji di ruangan khusus sembahyang. Beribadah, atau berserah diri kepada Sang Pencipta merupakan kegiatan favorit Cani ketika dalam suasana kacau seperti saat ini. Sejak ditangkapnya Han tadi. Hati Cani tak bisa tenang. Dia merasa sangat cemas akan keselamatan Han. “Bulek ....” panggil Roni menghampiri Cani. Cani otomatis menghentikan aksinya. Kini, dia memfokuskan diri pada Roni. “Iya, Roni. Ada apa? Roni sudah mengantuk?” tanya Cani penuh perhatian. “Enggak ngantuk! Ada yang pukul pintu. Aku kaget, Bulek,” jawab Roni memberi tahu, dengan tatapan polos. Cani tersenyum lembut kemudian berjalan menuju ke arah pintu rumah. Masih dengan mengenakan mukena. “Siapa yang bertamu? Apa Bu RT mau bagi-bagi makanan?” batin Cani menduga-duga. Begitu pintu rumah Cani terbuka. Rasa lega bercampur senang menyelimuti hati Cani. Bagaimana tidak? Sosok yang berdiri di had

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-25
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 26. Siapa Sih Han? Kok Serem?

    “Kenapa aku tidak bisa?” tanya Han penasaran dengan jawaban yang akan Marci lontarkan. “Mau tidak mau. Anda harus kembali ke Colorado. Posisi Godfather tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama,” jelas Marci menatap Han intens. Godfather dalam dunia mafia merujuk pada sosok pemimpin tertinggi, atau figur otoritas yang sangat dihormati dalam hierarki mafia.“Untuk saat ini, Keluarga Ditmer masih memegang kuasa tertinggi. Mereka selalu melindungimu. Tapi, perselisihan antar Kartel masih berlangsung,” urai Marci. Suasana yang santai. Kini berubah menjadi tegang, dan sedikit memanas. “Ah ... Sial. Kalian yang memintaku untuk pergi menghindari konflik,” gerutu Han cemberut. “Semua demi keselamatanmu, Godfather. Bersabarlah sampai saudara perempuanmu menjadi Presiden,” tutur Marci kembali mencairkan suasana. Entah mengapa, Han merasa hampa saat mendengar sebutan ‘Godfather’. Gelar tertinggi yang selama ini ia emban. Tak lagi menarik baginya. “Jika Cani tahu siapa aku. Apa yang akan d

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-26
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 27. Malam Takbir Pertama Han

    Han langsung membantu Cani yang sedang membersihkan toko. Cani merasa sangat terkejut atas kehadiran Han. Cani pun segera meraih tangan Han. Lalu mencium punggung tangan suaminya.“Mas kok sudah pulang? Bukannya, Mas bilang kalau pulang jam lima sore?” tanya Cani heran.“Hari ini pabrik tutup lebih awal. Kamu tahu sendiri ‘kan? Besok sudah lebaran,” jawab Han tersenyum tipis.“Oh ... Yaudah, Mas Han mandi dulu gih. Terus istirahat,” pinta Cani mengelus pundak Han.“Dan membiarkanmu membersihkan rumah sendirian? Jangan bercanda, Sayang. Aku tidak ingin melihatmu kelelahan,” tolak Han bersikukuh untuk membantu Cani.“Baiklah ... Mas ganti baju dulu. Baru boleh bantu aku. Ini tinggal nyapu lantai aja kok, Mas,” tutur Cani memberi tahu. “Nanti, Mas Han bantuin bersih-bersih rumah saja,” tambah Cani.“Iya, Sayang. Aku ganti baju dulu.” Han pamit undur diri.Setelah Han masuk untuk berganti pakaian. Cani lanjut membersihkan toko. Karena besok hari raya idul fitri. Jadi, semua harus serba

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-27
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 28. Surat Cerai Dari Mas Irawan

    Di tengah kebahagiaan keluarga kecil Cani. Selalu saja ada yang mengganggu. Contohnya, ya satu ini. Kedatangan Mas Irawan yang tiba-tiba. Tanpa undangan, atau pemberitahuan terlebih dahulu.“Loh? Kok ada Han?” Mas Irawan tampak sangat terkejut. Kedua matanya melotot. Seperti ingin mengeluarkan isinya.Cani masih kesal terhadap kakak pertamanya. Bagi Cani, kelakuan Mas Irawan tidak bisa diampuni. Terlalu melampaui batas jahatnya.“Ada perlu apa, Mas Irawan datang ke sini?” ketus Cani.Mark sedikit terkejut melihat respons Cani. Han pikir, Cani akan letoy seperti yang sebelum-sebelumnya. Ternyata Han salah besar. Di sini Cani begitu tegas. Tidak menunjukkan sifat lembutnya.“Haduh, kamu jangan galak-galak dong, Ni,” protes Mas Irawan.Perhatian Cani tertuju pada sebuah map berwarna biru yang ada di genggaman Mas Irawan. Dengan kasar, Cani merebut map tersebut. Cani amat sangat murka, setelah mengetahui lembaran apa yang ada di dalam map itu.Cani pun menunjukkannya kepada sang suami. Ha

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-28
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 29. Rencana Manis Untuk Mas Irawan

    “Sth ... Jangan menyebutnya begitu. Nanti Bosku bisa ngambek,” goda Han menakut-nakuti Cani.“Eh? Aduh! Aku nggak maksud ngatain Pak Marci kok, Mas. Barusan refleks aja,” kilah Cani gelagapan.“Mas Han nggak bakal aduin aku ‘kan?” Cani mulai khawatir.Han tersenyum tipis, kemudian menjawab, “Enggak kok, Sayang. Kamu tenang saja. Lagi pula, aku tidak sedekat itu dengan Bosku.”Cani merasa lega. “Oh ya, Mas. Aku belum merayakan hari raya ketupat. Rencanaku sih besok. Kebetulan, Mas hari ini sudah gajian,” ujar Cani. “Hari raya ketupat? Itu seperti apa? Aku tidak mengerti,” tanya Han bingung sekaligus penasaran.“Mas ini orang Indonesia atau bukan, sih? Mas bukan orang Jawa ya?” Bukannya menjawab, Cani justru balik bertanya dengan mengeluarkan nada penuh curiga.Ekspresi Cani yang menyipitkan kedua matanya, membuat Han tergelitik.“Mas Han ih ... Jawab dong! Kok malah ketawa!” desak Cani tidak sabaran.“Waktu kita menikah. Keluarga, Mas nggak ada yang datang. Sampai sekarang, aku nggak

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-30
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 30. Insiden Penusukan Han

    “Assalamualaikum, Mbak Melati,” ucap Cani begitu sampai di kediaman di mana istri Mas Irawan bekerja.Mbak Melati bekerja di rumah Bos pemilik peternakan bebek. Bukan untuk menjadi pembantu. Melainkan hanya menjadi juru masak di sana.Cani mengunjungi Mbak Melati di waktu senggang. Itulah mengapa, Mbak Melati bisa menemui Cani.“Ada apa, Cani? Kok tumben kamu datangi aku di tempat kerja?” tanya Mbak Melati. “Kamu ‘kan bisa, mampir di rumah saja. Oh ya, kamu datang ke sini sama siapa?” lanjutnya.“Aku tadi diantar suamiku, Mbak. Aduh, maaf ya, Mbak Melati. Kalau aku datang ke rumah. Nanti ketahuan Mas Irawan,” jelas Cani agak takut.Mbak Melati menaikkan sebelah alisnya.“Memangnya kenapa kalau suamiku tahu? Hubungan kalian masih belum membaik, setelah urusan warisan itu?” Mbak Melati penasaran.“Eh? Kok masalah warisan? Itu sudah lewat loh, Mbak. Ini ada masalah baru. Mbak Melati enggak tahu?” Cani cukup terkejut dengan respons Mbak Melati.Mbak Melati langsung menggelengkan kepala d

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-31
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 31. Trauma Cani Muncul

    Mas Irawan tertawa penuh kemenangan saat melihat Han terkapar di atas lantai. “Sekarang gimana? Masih bisa sombong?” ejek Mas Irawan merasa puas. Sebelah tangan Han menutupi bekas tusukan dari Mas Irawan. Sebenarnya Han ingin bangkit. Namun, niatnya ia urungkan setelah mendengar suara gaduh dari beberapa orang yang masuk ke dalam rumah. Para polisi yang dihubungi oleh Cani rupanya telah tiba. Dengan sigap. Para polisi menangkap Mas Irawan yang hendak kabur. Mereka mengamankan Mas Irawan beserta pisau yang digunakan untuk melukai Han.Cani makin mengkhawatirkan suaminya setelah melihat Mas Irawan keluar dari dalam rumah, dengan diborgol oleh polisi. Ditambah tubuh Mas Irawan terdapat noda berwarna merah. Tak lama kemudian mobil ambulans tiba. Namun, para medis tak mendekati Mbak Melati. Melainkan langsung masuk ke dalam rumah. “Loh? Yang terluka ada di sini,” ujar Cani memanggil-manggil mereka yang melewatinya. Tubuh Cani langsung lemas. Begitu melihat suaminya berbaring di ata

    Terakhir Diperbarui : 2024-08-01

Bab terbaru

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 157. Tak Goyah Sedikitpun

    Beberapa hari berlalu, Han melangkah pelan ke sisi ranjang, tangannya terulur untuk meraih tangan Cani yang dingin. Han tahu istrinya masih bersedih, masih terombang-ambing dalam kenyataan pahit tentang siapa ayah dari bayi di perutnya.Tanpa berkata apa pun, Han menggenggam tangan Cani, memberikan ketenangan yang hanya bisa diberikan oleh sentuhan lembut seorang suami.Cani terisak, sesekali mengusap perutnya yang masih tampak rata. Kehamilannya, seharusnya menjadi kabar gembira, namun malah membuatnya hancur."Sayang ...." bisik Han lembut. "Percayalah, aku tak peduli siapa ayah bayi kita. Yang penting, bayi ini akan tumbuh dalam keluarga kita, dengan cinta dan kasih sayang kita berdua. Aku akan menjadi ayahnya, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya."Air mata Cani kembali menetes, kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan haru. Han bersungguh-sungguh, Cani dapat melihatnya dari sorot mata Han yang penuh kasih sayang."Kenapa? Aku telah mengkhianatimu, Mas," lirih Cani mengalihka

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 156. Kenyataan Pahit Dari Hime

    Senja menyelimuti kediaman keluarga Albert. Di ruang kerjanya yang luas, Albert, kepala keluarga yang disegani, duduk termenung dengan ditemani secangkir kopi yang masih hangat di tangannya. Pikiran Albert dipenuhi oleh cerita Eila, pelayan pribadi sekaligus sahabat Nyonya Ditmer, tentang kecurigaan Eila terhadap sikap aneh Hime.Setelah beberapa saat berpikir, Albert mengambil keputusan. Ia bangkit dari kursinya, wajahnya dipenuhi dengan keraguan. Ia memanggil anak buahnya yang berada tak jauh darinya. "Ya, Tuan?"“Aku perlu kau melakukan sesuatu. Awasi Hime. Laporkan setiap gerak-geriknya kepadaku. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai ia menyadari hal ini.” Suara Albert terdengar tegas. Pria tinggi tegap itu mengangguk hormat, menerima perintah tanpa bantahan.***Di sisi lain, angin yang berhembus sepoi-sepoi, membawa aroma tanah basah dan sedikit bau anyir dari kandang buaya raksasa.Hime memandang Han yang berdiri sambil memperhatikan buaya peliharaannya, beberapa ekor buay

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 155. Kehamilan Yang Disembunyikan

    Cani terbangun dengan kepala yang terasa pusing. Cahaya redup menyinari wajahnya. Bau disinfektan klinik memenuhi hidungnya. Ia mengerjapkan mata, pandangannya masih kabur. Sebuah tangan hangat menggenggam tangan Cani. Ia menoleh dan melihat Hime duduk di sampingnya, wajah Hime tampak lelah namun dihiasi senyum lembut.“Cani ... Kamu sudah sadar,” bisik Hime, suaranya lembut seperti sutra.Cani mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan. Kenangan samar-samar berkelebat, perkebunan yang luas, aroma tanah basah, lalu gelap.“Mbak Hime ... Aku dimana? Apa yang terjadi?” tanya Cani, suaranya masih lemah.“Kamu pingsan di perkebunan,” jawab Hime, “Untungnya, tidak terjadi apa-apa yang serius.”Hime meraih tangan Cani, matanya berkaca-kaca. Ia memiliki raut wajah yang serius."Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Cani,” lirih Hime, suaranya sedikit gemetar. Ia menggenggam tangan Cani lebih erat. “Dokter sudah memeriksakanmu tadi ....” Ia berhenti s

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 154. Kehamilan Cani

    Semakin Hime mendekati Han, semakin Hime tahu bahwa yang ada di otak dan pikiran Han hanyalah Cani seorang. Hime seperti tidak ada celah untuk merebut hati Han. "Jika aku tidak bisa merebut Han, maka akan aku buat hubungan mereka berdua berantakan." Janji telah meluncur dari bibir Hime. Membangkitkan gairah amarah pada diri Hime. Seiring berjalannya waktu, Hime berhasil mengambil hati Cani, dan menjadikannya sebagai orang paling dipercaya Cani, menggeser posisi Eila. Hime juga memutuskan untuk membantu Cani mengurus segala keperluan dan masalah di kediaman Keluarga Ditmer. Hal tersebut membuat Hime mengetahui seluk beluk kegiatan di rumah. Termasuk sektor perkebunan yang nilainya fantastis. Hime begitu takjub, selama ini ia hanya membantu pekerjaan Han tanpa mengetahui kegiatan sesungguhnya di rumah Keluarga Ditmer. "Hasil perkebunan langsung dijual ke pemerintah?" tanya Hime pada Cani. Cani yang sedang membawa catatan menoleh ke arah Hime. "Iya, Mbak. Katanya untuk membantu ra

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 153. Usaha Hime

    Rio menatap tajam Xander yang sudah ketakutan melihat Rio mengayunkan katana. "Tuan Rio! Tolong ampuni saya!" mohon Xander bersujud di kaki Rio. Rio mendesis, "Orang sepertomu, yang mengkhianati kartelmu."Xander mendongak guna melihat wajah Rio. "Terlebih kelakuanmu, yang membuat Kania bersedih, tak akan pernah termaafkan!" tandas Rio penuh penekanan di nada bicaranya. Ketika Rio hendak menebas leher Xander, kedatangan Mizu membuatnya berhenti. Mizu meminta agar Xander tak dilenyapkan, sebab, Xander masih bisa digunakan untuk kepentingan Kartel. Karena Rio sangat percaya pada Mizu, dan mempertimbangkan perkataan Mizu, akhirnya Rio lebih memilih menurut pada Mizu. Ia menyerahkan Xander pada Mizu.Rio juga menegaskan jika Xander melakukan hal-hal yang berhubungan dengan Cani, maka Mizu harus menyerahkan nyawa Xander padanya. "Baik, Tuan. Aku pastikan, Xander berada di bawah kendaliku," tegas Mizu mantap. Rio menyembunyikan katanya, lalu bergegas keluar dari ruang bawah tanah, m

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 152. Penyelamatan Hime

    Pencarian Rio membuahkan hasil, ia benar-benar terjebak ke dalam skenario yang telah diciptakan oleh Albert. Rio menangkap anak buahnya Mizu dalam kasus pelenyapan Haily. Tentu Mizu tak mengakui sesuatu yang memang tidak ia perbuat. Bahkan Mizu siap mati demi itu. Karena melihat kesungguhan yang ditampilkan Mizu, Rio lebih memilih untuk mempercayai Mizu dan mengarang cerita mengenai kematian Haily. Lagi pula, bagian tubuh Haily yang lain tidak ditemukan, maka Rio melapor kepada Pemimpin Kartel jika Haily telah meninggal karena sebuah kecelakaan. Untungnya, Pemimpin Katel percaya pada Rio, dan memutuskan untuk menghapus nama Haily dari daftar keanggotaan elit. “Pembunuh yang sebenarnya sengaja menjadikanku sebagai kambing hitam. Sialan! Aku tidak akan memaafkannya,” geram Mizu mengepalkan kedua tangannya. “Tutup kasus ini. Semua sudah dilaporkan kepada Pemimpin, tidak perlu diungkit lagi,”

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 151. Hime Disekap?

    Ketika mereka bertiga sedang menyusuri dermaga, Eila tak sengaja menemukan sebuah chip yang tergeletak di kabin dengan darah kering yang menghiasi. Albert meraih benda kecil tersebut, bibirnya berdecap, menyadari jika benda itu merupakan alat pelacak milik Hime yang telah dikeluarkan dari punggung Hime. "Xander sengaja ...." gumam Albert. "Pantas saja, Hime tidak bisa dilacak," gerutunya membalut chip di sapu tangannya. Han mengendus, ia memperhatikan Eila yang terlihat tidak nyaman. Ia pun menghentikan pencarian, dan mengajak Eila untuk pulang. Sampainya di rumah, Eila tidak diperbolehkan untuk bernapas lega, karena Albert memintan Eila untuk menemuinya di paviliun pribadi milik Albert. Tentu saja Eila tidak bisa menolak. Jadi, setelah membersihkan tubuh, serta berganti pakaian yang layak dan sopan, Eila segera menemui Albert. "Tuan ... Maaf," ucap Eila lirih. Eila duduk di depan Albert setelah dipersilahkan oleh lelaki muda itu. "Bayangmu yang dicium oleh Rio masih terngiang

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 150. Petunjuk Dari Hilangnya Hime

    Karena keteledoran Han, Albert yang dulu diam-diam membantu Hime untuk meninggalkan jejak kejahatan pun, harus turun tangan lagi untuk membuat skenario kematian Haily supaya orang yang disuruh Rio tidak merujuk ke Hime. Kendati menambah pekerjaan, Albert tetap senang, dengan ini, ia bisa menjadikan seseorang sebagai kambing hitam, dan Albert memilih anggota Kartel nomor satu. Albert tidak bermaksud jahat, ia hanya ingin mereka sedikit berselisih. Dalam waktu singkat, Albert berhasil mengurus segalanya. Kini, ia hanya cukup menunggu pihak Rio tertipu olehnya.***Hari ini Cani diajak pelayan pribadi Albert berkeliling melihat perkebunan, dan segala fasilitas yang dimiliki oleh keluarga Ditmer, untuk pertama kalinya. Mengingat, Cani yang sekarang memiliki gelar ‘Nyonya Ditmer’. Itu artinya, Cani merupakan wanita utama di Keluarga Ditmer, statusnya bisa dikatakan sebagai pendamping Albert, yang merupakan Kepala Keluarga Ditmer.

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 149. Karena Han Lupa

    “Sebenarnya siapa kau?” Albert mendesak Eila supaya lekas menjawab pertanyaannya. Eila yang gelagapan pun menjelaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan khusus dengan Rio. Soal dirinya dan Rio yang berciuman mesra, itu hanya sekedar keisengan yang dilakukan Rio untuk mempermainkan harga diri dan memberinya tekanan. “Aku adalah mantan pelayan di rumah Tuan Rio, sebelumnya aku pernah membuatnya ingin membunuhku. Untungnya, aku diselamatkan oleh Nyonya Cani,” imbuh Eila menundukkan kepala. Albert memandang Eila dengan menyipitkan mata. “Jadi, kamu bukan mata-mata yang dikirim Rio?” tanyanya. “Mata-mata? Saya tidak berani macam-macam, Tuna ....” Eila menyanggah dengan cepat. “Hidup saya, saya dedikasikan seluruh hidup saya untuk mengabdi pada Nyonya Cani,” tandasnya menggebu sambil menepuk dadanya. Tak mendapati gelagat kebohongan dari Eila, Mau tak mau Albert melepaskan cengkeram

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status