Share

29. Hisaplah, Annelies!

Penulis: Inura Lubyanka
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-01 23:37:05
‘Sialan! Ternyata mereka bekerja keras menggali informasi Dan Theo!’ Annelies menatap tajam layar di atas podium itu.

Mungkin ini akan merugikannya, karena orang-orang pasti berasumsi negative. Bahkan sekarang Annelies bisa mendengar bisikan-bisikan jahat dari para tamu di belakangnya.

“Selera Bibi Annelies memang agak lain!” Samantha mencibir jijik. “Tidak heran, Bibi kan tidak waras. Jadi sangat cocok dengan seorang Gigolo!”

Namun, belum sempat Annelies membantah, Logan dan Grace sudah menghampiri mereka. Putra tertua mendiang Feanton itu menyeringai sinis melihat ekspresi gusar Annelies.

“Adikku, apa kau begitu tidak laku sampai memilih pria kotor sepertinya?!” decak Logan dingin, yang lantas melirik Dan Theo.

Mendengar itu sensasi panas langsung mendominasi dada Annelies. “Jaga bicaramu, Kak Logan! Dan Theo suamiku!”

“Suami?!” Logan menaikkan sebelah alisnya.

“Ya, suamiku. Kami menikah dan dia suamiku yang sah!” sambar Annelies amat tajam. “Aku tegaskan, Dan Theo adalah pri
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Inura Lubyanka
Happy reading semuanya ♡
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   30. Rasanya Jadi Manis, Istriku!

    “Istriku, aku bukan orang yang sabar menahan sesuatu. Aku terbiasa menyelesaikan sampai akhir jika sudah memulainya!” Dan Theo berkata selaras dengan sebelah alisnya yang terangkat. “Jadi, apa kau masih ingin berciuman?” Entah mengapa Annelies jadi sulit menelan saliva. Manik hazelnya menatap sang suami lekat-lekat seolah menemukan fakta baru. ‘Dia pria yang berbahaya. Aku mungkin akan terbakar jika bermain api dengannya, tapi … aku yang sudah menariknya ke duniaku. Aku harus bertanggung jawab atas dirinya ‘kan?’ batin Annelies dengan leher tegang. Dengan tatapan nanar, dia pun menyentuh pipi Dan Theo. Dirinya membelai lembut seraya bertutur, “mulai sekarang belajarlah bersabar.” Alis Dan Theo seketika menyatu. “Entahlah, permintaan ini … tergantung imbalannya.” “Ini bukan permintaan.” Annelies menyambar cepat. “Lalu?” “Perintah untuk suamiku!” sahut wanita itu yang lantas memicu Dan Theo menyeringai tipis. Alih-alih memberi jawaban, Dan Theo malah menjulurkan tangan dan menyen

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-03
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   31. Wanita Itu yang Menyerangku Dengan Sangat Buas!

    ‘Apa dia perampok?’ Cloe membatin dengan tatapan lebar. Dirinya celingukan, mencari penjaga keamanan, tapi sialnya tidak ada satu pun orang di sana. ‘Aish, kalau begitu aku harus menghubungi Polisi ‘kan?’ gemingnya merogoh ponsel dari tasnya. Namun, tanpa diduga lelaki berpakaian hitam itu malah berbalik dan tak sengaja melihat Cloe. “Ahh!” Cloe tersentak begitu melihat wajah lelaki matang dengan rambut panjang yang diikat itu.‘Sial! Dia menuju ke mari!’ batinnya tegang.Alih-alih meraih ponsel, Cloe malah mengambil papper spray yang selalu dia bawa ke manapun. Dengan sigap, dia langsung mengacungkan semprotan itu pada lelaki misterius tadi. “Berhenti di sana!” decaknya.Akan tetapi, lelaki tadi malah semakin gencar mendekati Cloe. Tanpa ragu, Cloe pun menekan papper spray ke arahnya. Sial, gerakan lelaki itu lebih cepat dari Cloe. Dia mencekal lengan wanita itu hingga semprotannya mengenai sembarang arah. “Kenapa malah kau yang muncul?!” dengus pria itu menyatukan alisnya. Di

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-03
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   32. Bagaimana Rasanya Jadi Istri Gigolo?

    *** ‘Aku tidak tahu dia akan datang atau tidak. Bisa gawat menemui Tuan Robert seorang diri karena dia orang yang mengedepankan keluarga. Kalau aku tidak membawa Dan Theo, padahal orang-orang tahu kami sudah menikah, Taun Robert pasti menganggapku tidak sopan,’ batin Annelies kepikiran sepanjang jalan. Wanita itu yang sedang mengemudi sendiri. Dia sesekali melirik ponselnya, tapi pesan yang dikirimnya pada Dan Theo belum juga dibaca. ‘Aish … sebenarnya pergi ke mana, Dan Theo?!’ sambungnya menginjak gas lebih dalam. Begitu tiba di Hotel Robert, Annelies jadi ragu untuk turun dari mobilnya. Dia mengamati tamu-tamu yang baru tiba, sembari bergumam, “kebanyakan dari mereka tidak ada yang aku kenal.’ Detik berikutnya perhatiannya pecah karena seseorang mengetuk jendela mobilnya. Annelies berpaling dan melihat lelaki paruh baya di sana. “Nona, bisa pindahkan mobil Anda? Mobil saya tidak bisa masuk,” tuturnya. Annelies baru sadar rupanya dia menghalangi jalan. “Ah, baikl

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-04
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   33. Ini Sedikit Memalukan, Tapi Tahanlah, Istriku!

    “Dia meninggal!” tukas seorang penjaga keamanan yang memeriksa tunangan putra Tuan Robert. Sontak, koaran itu langsung membuat semua orang tersentak. Bahkan tamu dari aula berbondong-bondong keluar karena kabar menyiar sangat cepat. Ini membuat Phillip dan Robert juga turun. Namun, beberapa orang heran saat melihat reaksi Robert dan putranya. Meski ekspresi mereka terkejut, tapi mata keduanya tampak dingin dan datar. “Dia … benar-benar mati?” Phillip bertanya tanpa kedip. Seorang Bodyguard keluarga Robert yang sempat memeriksa tunangannya pun menjawab, “sayangnya benar, Tuan Phillip. Nona sudah meninggal karena cedera fatal di belakang kepalanya. Nona jatuh dari lantai 15 dan tengkuknya tepat mengenai beton pembatas. Tapi, ada sesuatu yang mencurigakan.” “Katakan!” sahut Phillip mendorongnya terus bicara. “Saya lihat ada bekas luka, ah … lebih tepatnya lebam di belakang leher Nona, Tuan. Sepertinya itu bekas cekikan tangan seseorang. Saya menduga Nona sempat berkelahi den

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-05
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   34. Kau Lumayan Memuaskanku!

    “Bajingan! Beraninya tikus busuk mengganggu kesenanganku!” Dan Theo mengumpat ketika menoleh pada Bodyguard di depan pintu.Sorot matanya yang setajam pedang membuat bodyguard itu bergidik.“Ma-maaf, Tuan Phillip meminta kami menggeledah lantai lima belas untuk mencari pembunuh tunangannya.” Bodyguard itu menyahut terbata.Dan Theo hanya merespon dengan menaikkan sebelah alisnya. Dan itu membuat si bodyguard kikuk, terlebih saat tak sengaja bertatapan mata dengan Annelies yang tengah berantakan.“Tu-tuan Phillip meminta semua tamu untuk datang ke aula.” Bodyguard itu kembali berkata canggung.Wajah dingin Dan Theo kian muram saat membalas, “kami tidak tuli! Tapi haruskah kami keluar dengan penampilan seperti ini?!”“Ah, mo-mohon maaf!” Bodyguard itu buru-buru menutup pintu dengan gugup.Sementara di dalam kamar A3 itu, Annelies menyeringai melihat cara Dan Theo menghadapi masalah ini.Namun, belum sempat wanita itu berkata, Dan Theo lebih dulu berbisik, “apa aku keterlaluan, istriku?”

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-07
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   35. Aku Tidak Membunuhnya, Tapi Melihat Saat Dia Dibunuh

    ‘Bukankah dia gadis yang aku lihat di aula?’ batin Annelies mengamati bibir tipis dan manik ambernya. ‘Tidak salah lagi, ini memang dia!’ Ya, Annelies ingat benar saat gadis rambut pendek itu membual bahwa harusnya dia-lah yang bertunangan dengan putra Robert. “Phillip, to-tolong aku. Katakan pada mereka kalau aku tidak bersalah!” pekik gadis itu memohon. Dia berusaha bangun, lalu merangkak pada Phillip, tapi pria itu malah menendangnya kasar. Dengan sorot dingin Phillip mendecak, “kali ini hal gila apa yang kau lakukan? Apa kau yang membunuh tunanganku?!” Gadis rambut pendek tadi membeku merasakan tatapan tajam orang-orang padanya. ‘Sial, kenapa Phillip malah menuduhku? Dari semua orang, kenapa harus kau yang bilang begitu?!’ batinnya dengan rahang mengeras. Jelas sekali gadis itu marah, tapi Phillip hanya memandangnya dingin seolah tak peduli dia hidup atau mati. “Aku tidak membunuhnya, tapi melihat saat dia dibunuh!” dengus gadis rambut pendek itu yang seketika memicu ketega

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-08
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   36. Jika Kelamin Bisa Bekerja Maksimal, Kenapa Otak Tidak?!

    ***“Nona, mengapa Anda hobi sekali keluar masuk ruang interogasi ini?” Seorang Detektif yang bertugas menyidik Annelies malah mencibir sinis.Alih-alih menyambar, Annelies hanya memilih bungkam. Dan itu malah memicu sang detektif kesal.‘Aish, sial! Apa orang-orang kaya memang sombong semua?!’ batin Detektif itu menekuk wajahnya.Dia membuka laptop, lalu bertanya, “katakan, apa benar Anda bertemu Nona Duetche di kamar A2 lantai lima belas Robert Hotel?”Annelies tetap diam.“Nona Annelies, Anda tidak bisu! Jawab selagi saya masih bersabar!” decak Detektif itu meninggikan nadanya sebagai ancaman.“Apa benar kalian bertengkar, lalu Anda mencekik dan mendorong Nona Duetche sampai jatuh?” tanya Detektif tadi dengan gigi terkatup.Bahkan matanya menyorot dingin, tapi Annelies tetap tak mau buka suara.‘Merepotkan!’ geming Detektif tadi mulai geram.Dia melempar berkas laporan, lalu bangkit dengan amarah tertahan. Kakinya melangkah mendekati Annelies. Detektif itu membungkuk tepat di sebel

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-09
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   37. Akulah yang Paling Setia Padamu!

    *** “Brengsek!” Logan melempar ponsel sekali pakai ke arah almari kaca sampai pecah. Amarahnya masih meluap. Dia menyambar tongkat golf dari sudut ruangan, lantas menghantamkannya ke layar komputer di meja kerjanya. “Argh … dasar jalang! Bagaimana dia bisa lolos dari penjara? Itu mustahil, harusnya mustahil!” dengus Logan kembali mengayunkan stick golf-nya pada guci bernilai puluhan juta hingga pecah berhamburan ke lantai. ‘Sial! Hampir saja!’ Dave yang berdiri di ruangan yang sama nyaris terkena pecahan guci. Dia mengamati wajah sang kakak yang merah padam seraya membatin, ‘gila! Kak Logan memang gila kalau sudah murka! Apa aku pergi saja? Aku bisa mati kalau dia marah padaku juga.’ Diam-diam Dave mundur, tapi mendadak Logan mendecak sengit. “Kenapa kerjamu tidak becus?!” “Heuh? Ka-kakak bicara padaku?” sahut Dave terbata. Logan mengangkat pandangan dengan sorot tajam. “Memang di sini ada anjing bodoh lagi selain kau?!” Dave tersentak, ekspresinya pun berangsur mura

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-10

Bab terbaru

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   324. Aku Benar-Benar Menemukan Ibu

    “Dan Theo ….” Annelies berpaling pada sang suami.Maniknya yang gemetar seakan meminta kepastian pria itu bahwa dirinya tidak salah lihat.“Ya, istriku. Bukankah kau merindukan beliau?” tutur Dan Theo menaikkan kedua alisnya.Annelies mengerjap. Dia nyaris tak percaya, tapi pengelihatan dan ucapan Dan Theo benar-benar nyata.“Mari kita temui Ibu mertua!” Pria itu melanjutkan katanya sambil memandu sang istri melangkah ke depan.Mereka pun berjalan mendekati Serena yang kini berada di antara antek-antek geng Ceko. Wanita itu berdiri dengan suit putih tulang dan syal elegan yang melingkari lehernya.Benar, setelah berbulan-bulan menghilang akibat insiden penembakan di dermaga De Forte, akhirnya Serena kembali. Semua orang berpikir dirinya sudah tiada, tapi anak buah Velos berhasil menemukannya. Dan selama Annelies di Sociolla, Serena telah menerima perawatan hingga berhasil pulih.Serena menarik sudut bibirnya tipis begitu Annelies dan sang suami berhenti di hadapannya.“Lama tidak bert

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   323. Aku Sangat Merindukan San Carlo!

    “Menurutlah selagi aku belum berubah pikiran, Theodore!” Anthony berujar dengan tatapan tegas.Dan Theo tahu, mustahil jika melawan. Bahkan mungkin akan membuat posisinya dan Annelies dalam bahaya karena hal ini memang perjanjian awal.Dengan rahang berubah ketat, Dan Theo pun berujar, “baiklah, aku akan pergi bersama Annelies. Tapi Ayah harus menepati janji. Jangan pernah mengganggu kami lagi!”“Apa kau pernah melihatku berkhianat?!” sambar Anthony yang lantas meraih cerutunya.Tangan Dan Theo mengepal geram, sampai kapan pun dia tak rela meninggalkan satu putranya bersama Anthony.‘Tunggu Daddy, Dylan. Suatu hari, Daddy pasti menjemputmu!’ batin pria itu penuh tekad. Dirinya lantas menunduk hormat di hadapan sang ayah. Tanpa bertukar suara lagi, Dan Theo pun mangkir dari ruangan tersebut.Sialnya, Eugen masih menunggu di luar. Rasanya Dan Theo ingin menghajarnya, tapi Annelies pasti sudah menunggu. Dia tak akan membuang waktu untuk hal yang sia-sia.Namun, bukannya membiarkan Dan T

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   322. Perintahku yang Paling Mutlak!

    “Mohon maaf, Tuan Theodore. Tuan Eugen sudah membawa pergi bayi pertama Anda!” tukas sang Perawat menunduk.Dan Theo yang mendengarnya pun mengernyit geram. Belum juga Annelies dan dirinya menggendong bayi itu, tapi sang ayah sudah buru-buru mengambilnya. Bukankah bayi itu butuh Annelies untuk menyusu?‘Sial! Kenapa Ayah sampai bertindak seperti ini? Anak itu masih bayi dan butuh ibunya!’ batin Dan Theo meradang dalam dada.Dirinya tak sanggup menyampaikan perkara ini pada sang istri. Terlebih kondisi Annelies masih lemas. Dia tak mau wanita itu cemas, bahkan kesehatannya menurun jika memikirkan bayi pertamanya.‘Sebaiknya aku tidak membahas bayi dulu,’ geming Dan Theo dengan alis berkedut.Dia akhirnya kembali mendekati Annelies dan berupaya mengalihkan perhatian.“Istriku, para Perawat akan memandikan bayi-bayi kita dulu. Kau tenang saja, bayi-bayi kita sangat tampan dan memiliki mata yang indah sepertimu,” tutur Dan Theo merengkuh tangan Annelies.Sang wanita tersenyum binar, semba

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   321. Sudah Lahir!

    “Ah!” Annelies merintih sakit selaras dengan kontraksi yang mendominasi perutnya.Dia mundur, coba mencari pegangan untuk menyangga diri. Beruntung di sebelahnya ada nakas, hingga Annelies sigap berpegangan. Tapi tangannya yang asal menumpu, tak sengaja menyenggol vas bunga sampai jatuh ke lantai.Bunyi pekak beling yang pecah, seketika menyita perhatian dua bodyguard yang berjaga di depan pintu.“Apa yang terjadi?” tukas salah satu di antara mereka.Rekannya tampak bingung sembari menimpali, “Big Boss sedang keluar. Apa terjadi sesuatu pada Nyonya?”“Mari kita lihat!” Bodyguard berambut cepak bergegas mengetuk pintu.Keduanya memanggil Annelies bergantian, tapi tidak mendapat sahutan. Hanya suara rintihan samar yang terdengar menyakitakan.“Minggir!” tukas Bodyguard rambut cepak tadi.Dirinya mundur, mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu ruang tidur Annelies.Ya, dengan satu tendangan keras, pintu tersebut berhasil terbuka. Tapi begitu menilik ke dalam, kedua bodyguard tadi l

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   320. Aku Mencintaimu, Annelies.

    “Bukankah ini lebih baik dari ice cream?” bisik Dan Theo saat melepas pagutannya sejenak. Sang istri tersenyum tipis, lalu menimpali, “kau curang, Dan Theo!”“Apanya yang curang? Bukankah kau menyukainya?” Pria itu membalas sambil mengusap bibir bawah Annelies dengan ibu jarinya. Sentuhan itu membuatnya ingin menjajah kian dalam, hingga detik berikunya Dan Theo tak ragu mengulum bibir Annelies lagi. Kali ini Dan Theo melumatnya lebih manja, sengaja menyalurkan hasrat menggelora yang cukup lama ditahannya. Ya, sebab selama di mansion Caligo, Anthony lebih ketat mengawasi Annelies. Bahkan Dan Theo juga disibukkan dengan beberapa pekerjaan di organisasi. Malam ini Dan Theo ingin melipur diri dan membuat Annelies bahagia. Tangan pria itu menyusup ke belakang leher sang istri, seiring dengan lidah yang masuk ke mulutnya. Mereka saling beradu saliva dengan manik terpejam. Bahkan desiran ombak pantai itu, seakan lebih menghanyutkan keduanya dalam aliran gairah. “Ahh ….” Annelies meleng

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   319. Jadi Menurutmu Dia Memang Seksi?

    Dan Theo yang menyadari amukan di wajah istrinya, langsung mengangkat tangan kiri sebagai tanda penolakan pada wanita seksi tadi. “Are you serious, Sir?” tukas wanita itu seakan memberi kesempatan lagi. Entah mengapa dia menonjolkan payudara padat di balik bikini merahnya. Itu membuat Annelies semakin risih. Bahkan di manik hazelnya sudah menggantung amarah yang membara. Dan Theo mungkin akan sulit memadamkannya. Hingga dengan tegas, pria itu pun berkata, “sorry!” Sorot matanya yang tajam, seketika membuat wanita seksi tadi melepas pagutan. Dia lantas berlalu tanpa merasa bersalah. “Hah! Aku harus memberi pelajaran Eugen! Dia tidak bilang jika di tempat ini ada wanita seperti itu,” ujar Dan Theo tiba-tiba. Ya, dia inisiatif menjelaskan sebelum Annelies merajuk dan kesal. Terlebih suasana hati istrinya lebih sensitive akhir-akhir ini. Hanya dia yang Annelies punya. Jadi Dan Theo tak mau membuatnya sedih. Tapi bukannya menjawab, Annelies justru menggenggam garpu amat erat. Dia be

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   318. Tequila, Tuan?

    *** Di persimpangan jalan Etnea tiba-tiba pengemudi motor sport bermantel hitam mengejar Dan Theo. Dia melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan menyalip beberapa mobil yang ada di depannya. “Lebih cepat! Kita harus hentikan motor sport hitam di depan!” tukas P7 yang baru menerima perintah Eugen dari earpiece-nya.“Baiklah!” sahut K4-rekannya yang tengah mengemudi. K4 menginjak pedal gas amat dalam, memicu mobilnya melesat cepat menembus jalanan malam. Sementara P7, kini menekan tombol earpicenya, lalu berkata pada rekannya di mobil lain, “kejar bajingan itu dari berbagai sisi. Prioritas kita melindungi Big Boss dan Nyonya!”Di depan sana, pengemudi misterius tadi sudah lebih dulu mendekati Dan Theo. Dari jarak beberapa meter, dia mengeluarkan belati lipat dari sakunya dan terus memutar gas. ‘Tamatlah riwayat kalian!’ cecarnya dalam batin. Tangannya pun membelokkan setir agar lebih mepet motor Dan Theo, lalu bersiap menusuk Annelies yang duduk di jok belakang motor Harley itu. Nam

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   317. Ini Kencan Pertama Kita di Sociolla

    “Kau mau dengar?” Annelies berujar sambil tersenyum tipis. Dan Theo berkedip tak mengerti. Saat itulah Annelies merengkuh wajanya, lalu mengarahkan kembali ke perutnya. “Dia berbisik ‘kan? Aku tidak bohong,” sambung Annelies melebarkan sepasang manik hazelnya. Dan Theo menyeringai samar. Baru kali ini dia mendapati tingkah Annelies di luar kebiasaannya. Dan itu sungguh lucu. ‘Apa dia seperti ini karena bawaan bayi dalam kandungan? Hem … apa ya istilahnya?’ batin Dan Theo bertanya-tanya.“Dan Theo, kau tidak ingin bayi kita merajuk di perutku ‘kan?” tutur Annelies tiba-tiba manja. Sang suami mendongak dengan tatapan binar. Sungguh, wajah memohon istrinya benar-benar menggemaskan. Rasanya dia ingin memanggul wanita itu dan merebahkannya di ranjang. Tapi kewarasan masih menahannya. Tangan Dan Theo membelai pipi Annelies seraya berujar, “apapun keinginanmu, istriku.”Malam itu juga, Dan Theo meminta Eugen menyiapkan motor Harley yang selalu dia gunakan saat masih remaja. Ya, selain

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   316. Jatuhkan Senjata Anda!

    “Kau lihat? Ayahku tidak akan membiarkan Caligo begitu saja!” dengus Jesslyn yang diakhiri tawa ejekan. Eugen yang berada di hadapannya kembali menyelipkan pistol ke belakang pinggang. Dia tak menyangka Howard bergerak secepat itu. “Di mana dia sekarang?” tanya Eugen menyidik. “Ada di ruang tunggu mansion. Beliau ingin bertemu Big Boss, tapi saya rasa lebih baik memanggil Anda dulu,” tukas Bodyguard tadi.Eugen mengangguk paham. Dia pun beranjak dan berniat menemui orang yang dimaksud bawahannya tersebut. Namun, tiba-tiba saja Jesslyn memekik, “hei, Eugen! Jangan pergi sebelum kau melepaskanku. Hei, dasar sialan. Kau sengaja tidak mendengarku?!”Mau sekeras apapun Jesslyn menjerit, Eugen tetap tak peduli. Jika Dan Theo atau Anthony belum menurunkan perintah, Jesslyn tak akan dilepaskan. Begitu tiba di sana, rupanya Dan Theo sudah menemui orang suruhan dari Howard tersebut. ‘Hah! Ternyata yang datang Jackson Howard?!’ batin Eugen mengerjap tegang. Ya, tak disangka kakak angkat J

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status