Share

Sistem Pewaris Terhebat
Sistem Pewaris Terhebat
Author: Ramdani Abdul

01

Author: Ramdani Abdul
last update Last Updated: 2024-01-04 17:19:21

Rumah megah keluarga Anderson tampak berbeda malam ini. Suara tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan saat seorang wanita dan seorang pria bergantian memasangkan cincin.

Di sisi lain, Davis tersenyum saat memasuki ruangan. Ini kali pertama dalam hidupnya sepanjang 25 tahun menghadiri sebuah pesta. Pria itu mempersiapkan penampilannya sebaik mungkin meski harus menguras tabungannya.

“Selamat atas pertunangan kalian, Ethan, Susan.”

Davis tiba-tiba terdiam ketika mendengar suara tersebut. Pria bertubuh tinggi itu seketika membeku saat melihat dua orang yang dikenalnya tengah berciuman di atas panggung. Senyum bahagianya lenyap dan berganti menjadi rasa sakit hati yang mendalam.

“Apa maksudnya semua ini?” Davis berkata cukup keras hingga perhatian semua orang tertuju padanya. Kerumunan tamu seketika terbelah dua ketika ia berjalan mendekat.

Semua keluarga Anderson tersenyum saat melihat Davis. Mereka sudah sejak lama tidak menyukai pria itu karena menganggapnya sebagai benalu tidak berguna. Malam ini adalah malam terakhir pria itu berada di keluarga mereka.

“Kau datang di saat yang tepat, Davis,” ujar Drake, pemimpin keluarga Anderson, “segera bawa piring-piring kotor itu ke dapur untuk kau cuci.”

Davis mengepalkan erat-erat. “Apa maksud semua ini?”

Drake berjalan mendekat pada Davis. “Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan barusan? Segera bawa piring-piring kotor itu ke dapur sekarang juga.”

Davis tidak menanggapi ucapan Drake. Ia masih terkejut dengan Susan dan Ethan yang tengah bergandengan tangan di atas panggung dengan busana senada. “Apa mereka berdua baru saja bertunangan?”

“Seperti yang kau lihat, putriku Susan baru saja bertunangan dengan Ethan. Mereka adalah pasangan yang sangat cocok dari segi apa pun. Siapa pun akan setuju dengan perkataanku.” Drake tersenyum lebar.

Davis menatap Susan dan Ethan bergantian. “Tapi kakek mengatakan kalau aku akan menikah dengan Susan satu bulan lagi. Aku yakin kau dan semua anggota keluarga Anderson mendengarnya saat kakek mengatakan hal itu.”

“Dasar brengsek! Siapa yang akan menikahkanmu dengan purtiku Susan?” Drake berteriak, mendekat pada Davis dengan langkah lebar. “Bercerminlah untuk tahu siapa dirimu dan di mana posisimu! Kau hanyalah sampah yang beruntung karena dibawa oleh ayahku ke keluarga Anderson. Apa kau pikir aku akan sudi menikahkan Susan dengan pria tidak berguna  dan tidak memiliki apa pun sepertimu?”

Davis menatap semua orang yang tertawa dan menatapnya penuh benci, kecuali Susan yang menoleh ke arah lain. “Aku tidak menerima pertunangan ini. Aku—”

Drake melayangkan tamparan pada Davis. Hampir semua orang menahan tawa saat melihat peristiwa itu, kecuali Susan yang hanya diam. “Apa kau pernah berpikir siapa dirimu di dunia ini? Ethan jauh lebih baik darimu dalam segala hal. Kau bahkan tidak memiliki kekayaaan, kedudukan maupun keluarga. Ucapan ayahku tempo hari tidak lain hanya karena dia sedang melantur sebab penyakit yang dideritanya. Siapa pun tahu jika kau tidak pantas untuk putriku Susan.”

Davis sudah terbiasa dipermalukan dan ditatap dengan penuh kebencian. Akan tetapi, ia tidak bisa menerima pertunangan ini.

Davis mencintai Susan sejak pertama kali bertemu wanita itu lima belas tahun lalu, tepatnya saat ia pertama kali datang ke keluarga Anderson sebagai anak adopsi. Susan adalah wanita yang memperlakukannya dengan baik meski beberapa bulan ini sikapnya jauh berubah.

Davis menoleh pada Ethan yang tengah menahan tawa. Ia belum lama mengenal pria bernama Ethan itu. Ethan beberapa kali berkunjung ke rumah ini dan berbicara dengan Drake. Akan tetapi, ia tidak menduga pria itu memiliki hubungan dengan Susan.

Davis berusaha mengingat di mana ia pernah melihat Ethan selain di rumah ini. Setelah berpikir keras, ia mengingat jika Ethan adalah pria yang pernah memukuli seseorang di pinggir jalan hingga tidak sadarkan diri. Ethan jugalah yang pernah pergi ke dalam hotel bersama empat wanita sekaligus.

“Enyahlah dari pesta ini secepatnya, Davis! Kau hanya menganggu kebahagian kami,” ucap Emmely, salah satu sepupu Susan.

“Satu-satunya alasan kenapa kau diizinkan datang ke pesta ini adalah karena kami ingin kau sadar siapa kau dan di mana posisimu. Kau sama sekali tidak pantas untuk Susan.” Rebecca, sepupu Susan yang lain, menambahkan.

“Pergilah sebelum aku menghajarmu, brengsek!” ancam Romeo meski ia tidak yakin dengan ucapannya karena Davis memiliki postur lebih tinggi dan lebih besar darinya.

Davis mendekat ke arah panggung. “Pria bernama Ethan itu tidak lain hanya ingin mempermainkan Susan. Aku pernah melihatnya memukuli seseorang di pinggiran jalan. Dia juga pergi bersama beberapa wanita ke hotel.”

“Apa maksudmu, sialan?” Ethan berteriak kencang, menuruni panggung dengan langkah terburu-buru. “Sampah sepertimu sama sekali tidak pantas berbicara apa pun tentangku.”

“Susan, tolong percayalah padaku. Ethan hanya ingin mempermainkanmu. Dia—”

“Brengsek!” Ethan melayangkan pukulan, tetapi serangannya dapat ditahan oleh Davis. Ia meringis karena Davis meremas pergelangan tangannya dengan kuat. “Lepaskan tanganku sialan! Kau tidak tahu siapa yang kau hina!”

“Lepaskan tangan kotormu dari Ethan!” Drake menampar Davis.

Romeo mengambil gelas, lalu menuangkan isinya pada Davis. “Pergilah sekarang juga!”

Davis menatap Susan yang sama sekali tidak menoleh padanya. Tubuhnya beberapa kali menerima tersiram air. Ia melepas genggamannya pada tangan Ethan, menatap satu per satu orang yang tengah menyiram air dan menatapnya penuh kebencian.

“Kau harus menerima akibat dari perbuatanmu, sampah!” Ethan bersiap memukul Davis.

Davis menangkis tangan Ethan, menarik kerah baju pria itu dengan kuat hingga Ethan sedikit terangkat. “Apa yang sebenarnya kau rencanakan, Ethan? Aku tahu kau hanya ingin mempermainkan Susan. Susan adalah wanita baik yang tidak boleh kau permainkan.”

Semua orang tampak terkejut, tetapi tidak ada yang berani mendekat.

Ethan bisa melihat kemarahan dari pancaran mata Davis. “Lepaskan aku sampah! Kau akan membayar mahal tindakanmu padaku!”

 “Hentikan, Davis! Kau sudah keterlaluan!” Susan tiba-tiba berteriak, menuruni panggung dengan langkah terburu-buru.

David perlahan melepas cengkeraman, melihat Susan yang menatapnya dingin. Saat akan bicara, Susan tiba-tiba menamparnya.

“Susan,” gumam Davis tak percaya. Dibandingkan tamparan Drake, tamparan Susan jauh lebih menyakitkan karena membuat hatinya terluka. “Susan, aku—”

“Davis, dengarkan aku baik-baik.” Susan mengembus napas panjang. “Aku dan Ethan sudah resmi bertunangan dan kami akan menikah satu bulan lagi. Aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun padamu. Aku juga tidak akan menikah denganmu sekalipun kakek memintaku. Aku tidak membencimu, tapi kau bukanlah pria pilihanku. Aku berhak memilih pria yang terbaik untukku, begitupun denganmu.”

“Davis, kau sudah keterlaluan karena menuduh Ethan, tapi kau sama sekali tidak bisa membuktikan tuduhanmu.”

Ethan tersenyum, mengandeng tangan Susan. “Apa kau dengar apa yang dikatakan tunanganku? Dia sama sekali tidak menyukaimu. Jadi, aku harap kau tidak menganggu hubungan kami.”

Davis menunduk, mengepal tangan erat. Semua bayangan kedekatannya dengan Susan seketika bermunculan. Susan memang tidak pernah menunjukkan ketertarikan padanya. Susan hanya memperlakukannya lebih baik dibandingkan anggota keluarga Andreson yang lain.

“Susan, percayalah padaku kalau Ethan bukan pria yang baik untukmu. Dia—”

Susan membelakangi Davis. “Pergilah, Davis. Aku tidak ingin melihatmu lagi.”

“Susan, aku ….” Davis mendapati semua orang tersenyum ketika melihatnya hancur. Ia berbalik perlahan, melirik Susan sekilas, berjalan meninggalkan ruangan.

Davis tidak memedulikan suara tawa dan hinaan dari orang-orang. Ia datang dengan senyum bahagia, tetapi pulang dengan hati dan harga diri yang terluka. Wanita yang dicintainya memilih pria lain dan ia sama sekali tidak bisa melakukan apa pun.

Davis berhenti ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Begitu berbalik, ia mendapati Drake sudah berdiri di depannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mieza Mohd
perlukan MC merendah diri demi seorang perempuan. kalau udah ngak suka tinggalkan usah ba bi bu..
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Sistem Pewaris Terhebat   02

    “Dengarkan aku, brengsek. Malam ini adalah malam terakhir kau menjadi benalu di keluarga Anderson. Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke keluarga ini untuk selamanya. Kau beruntung karena aku tidak menuntut ganti rugi sepeser pun atas biaya hidupmu selama ini. Jika kita kembali bertemu di suatu tempat, jangan pernah berbicara padaku dan keluargaku. Kau hanya memiliki waktu setengah jam untuk mengemas barang-barangmu,” ujar Drake. “Izinkan aku bertemu dengan kakek sebagai salam perpisahan. Aku tidak akan mengatakan apa pun soal masalah tadi. Aku … hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya.” Davis menunduk sesaat, menoleh ke sisi lain.Drake berdecak. “Jangan mengambil barang apa pun milik ayahku atau milik siapa pun di rumah ini. Jika kau melakukannya, aku akan menyeretmu ke dalam penjara sampai kau membusuk di sana.”“Aku mengerti.” Davis berjalan menuju kamarnya yang berada di belakang rumah.“Sampah sepertimu memang pantas hidup di jalanan.” Drake tersenyum mengejek, menutup pi

    Last Updated : 2024-01-04
  • Sistem Pewaris Terhebat   03

    [Peringatan!][Host dalam keadaan darurat. Sistem penyelamatan segera diaktifkan][Memulai proses penyembuhan dengan menggunakan MP yang tersedia]Tubuh Davis tiba-tiba diselimuti cahaya hijau selama hampir dua menit. Cincin di tangannya bersinar hijau selama proses penyembuhan. Tubuhnya kembali ke sedia kala setelah penyembuhan selesai seperti tidak pernah mengalami kecelakaan apa pun.[Proses penyembuhan selesai]Davis mulai membuka mata, mengerjap beberapa kali sampai pandangannya menjadi jelas. “Apa aku sudah mati?”Davis duduk di jalan, mengamati tubuhnya, menyenuth kepala, dada, tangan dan betis bergantian. Ia mendapati jejak darah di sebagian besar bajunya, tetapi anehnya ia tidak merasakan sakit apa pun.Davis mengamati keadaan sekitar. “Aku masih berada di tempat kecelakaan. Apa aku benar-benar sudah mati sekarang?”Davis berdiri, kembali mengawasi keadaan sekitar. “Aku tidak melihat jasadku terbaring di tempat ini. Apa seseorang sudah membawa jasadku ke rumah sakit? Jika iya

    Last Updated : 2024-01-04
  • Sistem Pewaris Terhebat   04

    Davis terkejut ketika melihat informasi di layar hologram, membaca saksama. “Quest pertama sudah muncul dan termasuk quest yang mudah. Aku hanya harus berpakaian seperti keluarga kelas atas. Tapi masalahnya aku tidak memiliki uang untuk membeli barang-barang mewah. Aku menyimpan dompetku di bawah jok sepeda listrikku. Dompetku mungkin sudah hangus terbakar.”[Anda bisa menggunakan Money Power yang Anda miliki untuk membeli barang-barang yang Anda dibutuhkan]“Aku memiliki $999.000.000 Money Power dalam sistem. Jika Money Power itu bisa digunakan, maka aku sangat kaya sekarang. Bahkan, aku mungkin lebih kaya dari siapa pun di kota ini.” Davis tersenyum. “Tapi bagaimana cara menggunakan Money Power?”[Katakan “cetak” jika Anda menginginkan sistem mencetak kartu khusus milik Anda]“Semudah itu?” Davis masih belum mempercayai hal ini sepenuhnya. “Tidak ada salahnya mencoba. Cetak.”Sebuah cahaya putih tiba-tiba muncul di depan Davis. Saat cahaya menghilang, sebuah kartu hitam yang bertul

    Last Updated : 2024-01-04
  • Sistem Pewaris Terhebat   05

    Davis terdorong mundur hingga terdesak ke dinding bangunan. Saat penjaga akan melumpuhkannya, ia menendang bagian vital si penjaga, menarik kerah baju pria itu, lalu melemparkannya ke bawah dengan kuat.[Ding][Sub Quest : Kalahkan Keempat Penjaga dalam Waktu Dua Menit : 4/4][Host berhasil menyelesaikan Sub Quest][Hadiah 5 EXP + $50.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda][Nama Host : Davis][Keluarga : Miller][Status Pewaris : Level 1 (15/100)][Health Point : 16/20][Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12][Money Power : $999. 040.000][Waktu penyelesaian Quest Utama : 42 menit 30 detik]Davis tersenyum ketika melihat empat penjaga terbaring tak jauh darinya. “Aku bisa mengalahkan keempat penjaga tepat waktu. Tubuhku bergerak dengan sangat ringan.”Davis menatap keempat penjaga, tersenyum. “Sesuai janji, kalian harus membiarkanku memasuki Heavan Hall.”Davis berjalan melewati orang-orang yang mengurumuni jalan. Saat akan memasuki pintu,

    Last Updated : 2024-01-04
  • Sistem Pewaris Terhebat   06

    [Selamat atas kebersilan Quest Utama pertama Anda, Host][Anda memulai dengan sangat baik]“Kenapa aku tidak melihat pantulan layar hologram di kaca jendela?” tanya Davis.[Layar hologram hanya bisa dilihat oleh Anda][Perhatian][Jika Anda ingin berbicara dengan sistem, Anda perlu menyebut nama “sistem” lebih dahulu agar Anda tidak terlihat sedang berbicara seorang diri. Orang lain hanya akan melihat Anda sedang diam ketika Anda berbicara dengan sistem]“Aku mengerti.” Davis bangkit dari kursi, berjalan hingga ke batas balkon, menatap pemandangan kota Leaventown yang bertabur cahaya. Ia masih berpikir bahwa semua yang terjadi padanya adalah mimpi.“Aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku sejak tadi. Sistem, kenapa kau tiba-tiba muncul dan memilihku?”[Sistem sudah disiapkan untuk Anda sejak dahulu, Host. Alasan sistem muncul karena Anda sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sistem]“Disiapkan untukku? Siapa yang mempersiapkannya?”[Orang tua Anda yang sudah memp

    Last Updated : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   07

    “Baiklah, aku akan memilih rumah yang akan aku beli. Aku sebaiknya membeli rumah yang memiliki pemandangan bagus, memiliki fasilitas lengkap, dan tidak terlalu luas.”Davis duduk di meja, membuka laptop, membuka satu per satu website agen properti. Setelah memilih beberapa rumah, pilihannya jatuh pada sebuah rumah mewah yang berada di dekat pantai. “Aku tidak memiliki ponsel untuk menghubungi agen properti. Aku sebaiknya bergegas sebelum waktu quest berakhir.”Davis keluar dari hotel. Ia tercengang ketika melihat biaya yang dikeluarkannya untuk menginap selama satu hari. Para pelayan mengantar kepergiannya di halaman depan.“Aku menghabiskan $200.000 hanya untuk menginap satu hari. Aku bisa membeli sebuah mobil bahkan rumah dengan jumlah uang tersebut.”Davis memeriksa berkas pembayaran. Hanya tertulis “Davis” tanpa tambahan nama keluarga “Miller”. Meski cukup bingung, ia mengabaikan hal tersebut.[Money Power : $999. 391.000][Catatan : $200.000 sudah digunakan untuk pembayaran Para

    Last Updated : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   08

    “Apa yang mereka lakukan di sini?” tanya Davis sembari bersembunyi.Davis melihat Ethan menggandeng tangan Susan. Ingatannya mengenai kejadian semalam kembali hadir. Amarahnya tiba-tiba meluap.“Setelah kita menikah nanti, kita akan tinggal di rumah ini, Susan.” Ethan berkata dengan senyum lebar. “Bukankah rumah ini luar biasa? Selain berada di kompleks perumahan mewah, rumah ini juga memiliki pemandangan yang sangat bagus.”“Ethan dan Susan akan tinggal di samping rumahku?” Davis menggertakkan gigi, berusaha menahan amarah.“Ya, rumah ini sangat luar biasa,” balas Susan dengan senyum yang agak terpaksa.Ethan menyentuh bahu Susan. “Susan, apa yang terjadi? Apa kau tidak senang kalau kita akan tinggal di rumah semewah ini? Apa kau ingin aku mengajakmu tinggal di rumah lain? Aku bisa mencari rumah—”“Rumah ini bagus. Aku menyukainya.” Susan mengamati rumah di depannya saksama, berjalan selangkah, mengembus napas panjang.Ethan diam sejenak, menyejajarkan langkah dengan Susan. “Susan, a

    Last Updated : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   09

    [Waktu Penyelesaian Quest : 3 hari 11 Jam 55 Menit]“Aku penasaran dengan kabar kematianku yang aku dengar dari Susan.” Davis mengetikkan kata kunci kecelakaan semalam di kolom pencarian. Beberapa judul artikel seketika bermunculan.Davis membaca artikel paling atas. Ia menemukan gambar seorang pria yang terbakar di sisi jalan dengan sepeda listrik yang juga sudah hangus terbakar. Selain itu, di bagian tengah artikel, ia mendapatkan kartu identitasnya dalam keadaan setengah terbakar.“Susan dan yang lain pasti mengira jika pria yang terbakar itu adalah aku. Aku penasaran siapa pria malang yang hangus terbakar itu?”Davis membaca artikel kedua. Ia menemukan keterangan jika pria itu mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak pembatas jalanan saat hujan besar.Davis teringat saat sebuah mobil tiba-tiba menabraknya dari belakang. “Mobil itu seperti dengan sengaja menabrakku. Saat aku terbaring tak berdaya di jalan, aku juga tidak melihat pengemudi mobil turun untuk menolongku. Aku harus

    Last Updated : 2024-01-11

Latest chapter

  • Sistem Pewaris Terhebat   724

    Red terkurung di dalam kota. Penglihatannya memudar hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Lampu merah di dadanya meredup hingga akhirnya mati. “Dia sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri sekarang,” ujar Dustin sembari mengamati informasi di layar. “Sial, aku masih merasa tegang.”Dylan mengamati Dariel. “Apakah dia melihatku?”Dariel masih berada di tempatnya, menoleh ke sekeliling. “Apa yang terjadi? Aku seperti melihat Dylan barusan.”Dariel menggelengkan kepala beberapa kali. “Aku sepertinya terlalu lelah sehingga meliha yang tidak-tidak.”Dariel meninggalkan halaman, mengelus leher belakangnya sesaat. “Aku merasakan leherku sangat berat. Aku sebaiknya kembali ke ruang olahraga sekarang.”Dariel menoleh ke arah halaman sebelum memasuki rumah kembali. Ia menggaruk leher beberapa kali, mengembus napas panjang. “Kita sebaiknya segera membawa pergi orang ini sebelum teman-temannya menyadari hal ini. Keadaan kita akan semakin terdesak jika musuh berdatangan,” ujar Dustin. “Aku harus ber

  • Sistem Pewaris Terhebat   723

    Red tersenyum saat melihat Dylan terjebak di dalam kotak. Ia tetap berada di tempatnya, memastikan Dylan sudah tidak mampu bergerak dan melakukan perlawanan. Dylan berontak, tetapi ia justru tersengat aliran listrik hingga ambruk. Red mengitari Dylan, tidak mengalihkan senjata dari pria itu. “Kau tampaknya tidak berada dalam kondisi prima, Dylan. Aku pikir kau akan memberikan perlawanan tangguh. Kau mungkin pandai bersembunyi, tetapi kau tidak pandai berkelahi.”“Kepintaran lebih berbahaya dibandingkan dengan kekuatan. Dylan sangat cerdik sehingga dia tergolong dalam incaran kelas S. Aku tidak boleh lengah sedikit pun.”Dylan terbaring di dalam kotak. Red terbang lebih tinggi, mengeluarkan empat robot untuk menjaga Dylan. “Dia tidak mungkin memindahkanku ke tempat ini tanpa rencana. Dia pasti sudah menyusun rencana sejak kemunculannya. Tidak, dia pasti sudah membuat rencana sejak lama jika pertarungan terjadi.”Red menekan sebuah tombol. Sebuah kotak besar mendadak muncul dan mengu

  • Sistem Pewaris Terhebat   722

    “Ini seharusnya tidak akan memakan waktu lama.”Red berdiri di samping Darius, mengamati pria itu yang terbaring di ranjang. Ia sontak terdiam ketika merasakan firasat buruk. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Sebuah robot mendadak muncul, memindai Darius dari ujung kepala hingga kaki. Red mengamati informasi di layar, mengamati keadaan sekeliling. Red memeriksa deretan informasi, melakukan pemindaian hingga berkali-kali. Ia kembali mengamati keadaan sekeliling, tercenung agak lama. “Tidak ada informasi aneh,” gumam Red. Red mengulurkan tangan pada Darius. Saat akan mendaratkan tangannya di dahi pria itu, ia merasakan kehadiran seseorang. Red menoleh ke belakang, bersiap untuk menyerang. Saat ia menoleh Darius, sebuah bola putih sudah berada di depan wajahnya. “Sial!” Red melompat ke belakang. Sebuah pelindung seketika aktif saat cahaya terang muncul dari bola putih itu. Sebuah kotak mendadak mengurung Red dari berbagai arah. Ia sontak berteriak saat listrik menye

  • Sistem Pewaris Terhebat   721

    Jack duduk di sofa, mengamati Jeremy yang masih tidak sadarkan diri hingga sekarang. Ia sangat lelah, tetapi matanya sangat berat untuk tertutup.Jack tercenung selama beberapa waktu, teringat dengan pertarungan tempo hari. “Dasar brengsek! Aku sangat kesal setiap kali mengingat pertarungan itu! Aku sudah berlatih sangat keras, tetapi aku justru berakhir seperti orang bodoh.”Jack melirik Tommy sekilas. “Sialan! Jika Tommy tidak membantuku, aku pasti akan semakin terlihat bodoh!”Jack mengembus napas panjang, mengamati keheningan ruangan. “Emir, Russel, yang lain terluka karena pertarungan tempo hari, begitu pun dengan ayah mereka. Meski aku tidak merasa menjadi orang paling bodoh, tetapi aku tetap saja merasa kesal.”“Ayah, Tuan Henry, dan anggota aliansi lain terluka parah. Evan Mulikas bahkan tewas dalam pertempuran. Sialnya, Lucas, Liam, dan Levon menghilang. Aliansi benar-benar kalah dalam pertarungan itu.”Jack menggertakkan gigi, mengamati langit-langit ruangan. Keheningan ruan

  • Sistem Pewaris Terhebat   720

    “Sammy, Don, dan yang lain berada di lokasi kejadian. Apa mungkin mereka sudah tahu jika aku adalah bayi laki-laki itu?”“Tunggu!” Davis memejamkan mata erat-erat. “Apa yang mereka lakukan di sana? Apa mungkin mereka bekerja untuk ayah dan ibuku?”“Tapi, mereka masih remaja saat itu. Mereka terlalu muda untuk bekerja.”Davis sontak terdiam. “Sammy mengatakan dia dan yang lain pernah bergabung di sebuah pasukan milik sebuah keluarga. Pasukan itu bubar karena sebuah insiden yang menimpa keluarga bosnya. Apa mungkin Sammy, Don, dan yang lain adalah anggota pasukan keluargaku?”“Jika benar, itu berarti mereka mengenal orang tuaku.” Davis tersenyum. “Ya, mereka pasti mengenal orang tuaku. Mereka mungkin saja menyadari jika aku adalah anak dari master mereka. Aku harus bertanya pada mereka.”[Peringatan!][Host tidak boleh bertanya soal keluarga Miller pada siapa pun]“Sistem masih melarangku untuk bertanya.”Davis mengamati keadaan sekeliling, mengembus napas panjang, berbaring di ranjang.

  • Sistem Pewaris Terhebat   719

    Davis tengah mengamati hujan di dekat jendela. Meski ia sudah menanti informasi mengenai keluarga Miller sejak lama, tetapi ia nyatanya belum membuka informasi tersebut. Davis keluar dari kamar, terdiam saat melihat Sebastian, Eric, Sammy, dan yang lain di ruangan utama. “Apa yang sedang mereka bicarakan?”Davis mengamati Sebastian saksama. “Kakek tampaknya sangat serius saat berbicara dengan Eric, Sammy, dan yang lain. Dia bahkan berdiri dari kursi roda.”Davis tiba-tiba teringat dengan pertarungan di hutan tempo hari. Perhatiannya tertuju pada pria bertopeng serigala. “Aku tidak bisa memindai mereka. Tidak, saat kejadian itu aku tidak sempat memindai mereka saking terkejut.”“Aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai pria bertopeng serigala dan wanita bertopeng angsa hingga sekarang. Mereka mendadak muncul dan menolongku. Mereka bergegas pergi untuk mengejar orang-orang itu.”Sebastian menyadari kehadiran Davis. Ia segera memberi tanda pada Sammy, dan yang lain untuk pergi.

  • Sistem Pewaris Terhebat   718

    Hujan mengguyur deras sejak sore hingga waktu makan malam. Petir menggelegar berkali-kali, disusul oleh angin kencang. Media terus memberitakan kejadian bom, teroris, dan para tahanan kabur. Situasi di beberapa kota tampak masih belum aman. Beberapa kerusuhan terjadi sehingga pemerintah belum mencabut status darurat. Di tengah hujan yang masih mengguyur, Red baru saja tiba di sebuah bangunan. Ia memasuki rumah, merenggangkan badan beberapa kali. “Dasar brengsek! Kau pasti bermalas-malasan sehingga kau datang terlambat,” ketus Blue. “Aku sudah membaca detail informasi darimu. Saat aku dalam perjalanan, aku bertemu Ryan Buldone. Aku mendapatkan informasi darinya. Dia memang pernah bertemu dengan Dylan secara langsung dan berbincang dengannya. Dylan memberikan sebuah alat penyamaran padanya.”Red mengamati Lucas, Liam, Levon, Logan, dan Ludwig, yang tidak sadarkan diri di sofa. Ia memanggil sebuah robot, mengamati informasi di layar hologram. “Informasi yang kau kirimkan padaku ter

  • Sistem Pewaris Terhebat   717

    “Davis, apa yang terjadi?” tanya Sebastian. Sebastian, Sammy, Don, Trex, dan yang lain sontak terkejut saat melihat cahaya menyelimuti tubuh Davis. Cahaya itu perlahan menghilang dan menunjukkan sosok berbeda. Seorang pria bertopi dan bermasker seketika muncul, menggantikan sosok Davis. Sebastian segera menyadari keanehan itu dan memberi tanda pada Eric, Sammy, dan yang lain untuk menyerang. Eric, Sammy, Don, dan yang lain seketika mengepung sosok itu, bersiap menyerang. Sosok itu masih berdiam diri di tempatnya, tersenyum. Ia menggumamkan sesuatu dan sebuah sinar putih seketika merambat ke arah Eric, Sammy, Don, dan yang lain. Eric, Sammy, Don, dan yang lain sontak tersengat listrik, ambruk di lantai. Sebastian bergegas melompat dari kursi roda, bersiap menghantam tendangan. “Sungguh sebuah sambutan yang tidak ramah,” ujar sosok itu. Sesuatu seketika menarik Sebastian hingga pria itu terjatuh kembali ke kursi roda. Ia melihat sebuah cahaya merah mengelilingi kaki dan tanganny

  • Sistem Pewaris Terhebat   716

    Daniel terdiam saat melihat Darius di kursi roda. Semua kenangan masa lalunya seketika bermunculan. Bara dendam kembali menyala, membakar hati dan logika. “Semua dosaku berasal dari ketidakadilanmu, Ayah. Kaulah yang paling bersalah sehingga aku harus menyingkirkan Damian dan keluarganya!” batinnya. Darius melihat pantulan Daniel di jendela, terdiam selama beberapa waktu. Ia sebenarnya tidak ingin bertemu dengan putra sulungnya itu sekarang, tetapi ia harus memastikan sesuatu. “Aku di sini, Ayah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Daniel sembari mendekat, mengepalkan tangan erat-erat. Darius perlahan berbalik, mengembus napas panjang. Ia sudah mendapatkan informasi mengenai hubungan Daniel, Donald, dan yang lain dari Chris dan Adrian. “Aku bermimpi buruk akhir-akhir ini, Daniel. Kau dan adik-adikku saling berkelahi satu sama lain hingga kalian hancur karena ulah kalian. Aku sungguh tidak ingin mimpiku menjadi kenyataan. Di usiaku sekarang, aku tidak ingin melihat hal b

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status