Davis terdorong mundur hingga terdesak ke dinding bangunan. Saat penjaga akan melumpuhkannya, ia menendang bagian vital si penjaga, menarik kerah baju pria itu, lalu melemparkannya ke bawah dengan kuat.
[Ding]
[Sub Quest : Kalahkan Keempat Penjaga dalam Waktu Dua Menit : 4/4]
[Host berhasil menyelesaikan Sub Quest]
[Hadiah 5 EXP + $50.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda]
[Nama Host : Davis]
[Keluarga : Miller]
[Status Pewaris : Level 1 (15/100)]
[Health Point : 16/20]
[Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12]
[Money Power : $999. 040.000]
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 42 menit 30 detik]
Davis tersenyum ketika melihat empat penjaga terbaring tak jauh darinya. “Aku bisa mengalahkan keempat penjaga tepat waktu. Tubuhku bergerak dengan sangat ringan.”
Davis menatap keempat penjaga, tersenyum. “Sesuai janji, kalian harus membiarkanku memasuki Heavan Hall.”
Davis berjalan melewati orang-orang yang mengurumuni jalan. Saat akan memasuki pintu, tiba-tiba sepuluh penjaga keluar dari pintu.
“Cepat bawa pengemis itu dan seret dia ke penjara. Dia sudah melakukan kekerasan pada penjaga lain,” kata salah satu penjaga.
“Aku sudah memenangkan pertarungan dan kalian harus membiarkanku masuk. Kalian harus menepati janji,” protes Davis.
“Kami tidak pernah berjanji akan membiarkanmu masuk.” Salah seorang penjaga yang dikalahkan Davis berbicara.
[Waktu penyelesaian quest utama : 42 menit]
Davis menggertakkan gigi karena amarah yang menggebu-gebu. Ia sudah berjuang untuk mengalahkan para penjaga, tetapi mereka justru ingkar janji. Davis mengembuskan napas panjang. Meski tidak adil, ia sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
“Kalian tidak perlu mengusirku. Aku akan pergi.”
Davis berbalik, melewati kerumunan pejalan kaki. Ia melihat sebuah bangunan yang tidak kalah mewah dengan Heavan Hall di seberang jalan. Tanpa pikir panjang, ia menyebrang jalan, tak memedulikan pegendara mobil yang memakinya dan juga beberapa penjaga yang sedang mengejarnya.
Davis berhenti tak jauh dari bangunan bertuliskan Paradise Street. Ia tidak terlalu hapal tempat ini, tetapi dilihat dari catatan di bawah plang toko, bangunan ini menawarkan hal yang sama dengan Heavan Hall.
Seorang wanita yang berjaga di depan bangunan seketika mendekat. Wajahnya tampak tidak ramah. “Apa yang kau butuhkan?”
“Apa yang bisa kalian berikan padaku?” Davis balik bertanya.
Wanita itu memutar bola mata, membalas ketus, “Pergilah sebelum aku mengerahkan penjaga untuk mengusirmu.”
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 41 menit]
Davis memberikan kartu hitamnya pada wanita itu. “Aku menginginkan fasilitas terbaik dari tempat ini sekarang.”
Pegawai wanita itu menerima kartu Davis dengan kasar. Ia tiba-tiba membulatkan mata lebar-lebar saat mengetahui jika kartu itu adalah kartu khusus terbatas yang hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan ekslusif di dunia.
Pegawai wanita itu mengamati Davis dan kartu di tangannya bergantian. “Dari mana kau mendapatkan kartu ini? Apa kau mencurinya dari seseorang?”
“Itu kartu milikku. Aku tidak mencurinya dari siapa pun.”
“Tunggu sebentar.” Pegawai wanita itu dengan memasuki bangunan dengan terburu-buru, lalu kembali dengan seorang wanita tua yang merupakan manajer Paradise Street.
“Selamat datang, Tuan Davis. Sebuah kehormatan bagi kami karena Anda berkunjung ke tempat kami. Kami siap melayani Anda dengan sebaik mungkin.” Seorang wanita yang merupakan Manajer Paradise Street dan pegawai wanita tadi membungkuk hormat.
Davis terkejut ketika mendapati hal itu. Ia hanya bertindak asal ketika memberikan kartu itu pada pegawai tadi. Jika ia diusir, ia bisa mencari tempat lain.
Penjaga yang akan menangkap Davis tiba-tiba berhenti dengan wajah erkejut.
“Kenapa kalian membungkuk padaku?” tanya Davis kebingungan.
“Tuan Davis, Anda adalah pemilik kartu khusus terbatas yang hanya dimiliki oleh orang-orang dengan level ekslusif di dunia. Kami tentu harus memberikan pelayan terbaik pada Anda,” jelas si manajer.
“Jadi kartu itu sungguhan?” gumam Davis, “seharusnya aku langsung memberikan kartuku pada penjaga di Heaven Hall. Tapi, jika aku melakukannya, aku tidak akan mendapat 5 EXP dan uang sebesar $50.000.”
“Apa yang Anda butuhkan, Tuan Davis?”
“Aku membutuhkan beberapa baju baru, penampilan baru, makan malam dan tempat menginap sekarang. Bisakah kalian menyediakannya?”
“Tentu, Tuan Davis. Silakan ikuti kami.” Si manajer dan pegawai wanita memasuki bangunan lebih dahulu.
Davis menoleh pada para penjaga yang masih terkejut dan menunduk ketika tidak sengaja menatapnya. “Aku yakin kalian mendengar apa yang dikatakan wanita tadi. Kalian beruntung karena aku tidak menyeret kalian ke penjara. Pergilah dari hadapanku sekarang sebelum aku berubah pikiran.”
Davis merasa sangat puas setelah mengatakan hal tersebut, terlebih ketika melihat wajah pucat para penjaga. “Jadi inikah rasanya memiliki uang?”
Davis memasuki bangunan Paradise Street, terkagum-kagum dengan dekorasi bangunan yang luar bisa indah. Ini kali pertama ia memasuki sebuah bangunan mewah. Para pegawai berbaris rapi dan membungkuk saat menyambutnya.
“Jadi sistem yang kuterima benar-benar sungguhan. Ini luar biasa.”
“Tuan Davis, kami sudah menyiapkan semua kebutuhan Anda.”
“Aku ingin mandi lebih dulu, merapikan penampilanku, lalu makan malam.”
Davis mengikuti lima pegawai wanita ke sebuah kamar yang sangat luas. Ia kembali terkejut ketika melihat dekorasi ruangan yang begitu mewah dan fasilitas yang sangat lengkap.
“Anda bisa meminta kami untuk membersihkan tubuh Anda, Tuan Davis,” ujar salah satu pegawai wanita.
“Apa?” Davis terkejut hingga pipinya memerah. Mandi dengan bantuan para pelayan wanita akan menjadi pengalaman menyenangkan, tetapi ia belum siap untuk hal itu. “Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri.”
Davis memasuki kamar mandi, mengunci pintu. Ia menatap dirinya di cermin. “Aku terlihat sangat buruk. Tapi aku senang karena sistem yang kumiliki sungguhan. Dengan uang sebanyak itu, aku bisa hidup dengan layak di kota ini. Aku juga bisa melakukan apa pun.”
[Waktu penyelesaian Quest Utama : 38 menit 30 detik]
“Aku harus bergegas.”
Lima menit kemudian, Davis keluar dari kamar mandi. Ia mengikuti kelima pelayan wanita ke sebuah barber. Untuk sekali lagi, Davis terkagum-kagum melihat dekorasi bagunan. Ia seperti berada di alam mimpi ketika mendapatkan perlakuan istimewa seperti sekarang.
Davis tersenyum sepanjang seorang pria memotong dan menata rambutnya. Ia sangat puas dengan hasilnya. “Aku benar-benar terlihat berbeda.”
[Waktu penyelesaian quest utama : 20 menit ]
Davis berpindah ke outlet pakaian. Ia mencubit perut di sela-sela memilih beberapa baju, sepatu, jam tangan dan kacamata untuk memastikan jika semua ini bukan mimpi.
Davis memakai satu pakaian, sepatu, dan jam tangan yang baru saja dibelinya. Ia terlihat sangat tampan, berbanding jauh dengan saat ia pertama kali datang ke tempat ini.
[Waktu penyelesaian quest utama : 10 menit ]
“Makan malam Anda sudah siap, Tuan.”
Davis mengikuti lima pegawai ke rooftop gedung. Sebuah meja dengan makanan dan minuman lezat sudah tersedia. Beberapa pemain musik tengah memainkan sebuah lagu merdu. Ini tempat sempurna untuk menikmati makan malam, pikirnya.
Davis duduk di kursi, menatap satu per satu pegawai wanita di dekatnya.
“Apa Anda menginginkan seorang rekan untuk menemani Anda makan malam, Tuan Davis?” tanya salah satu pegawai dengan lembut.
Tawaran itu terdengar sangat menarik, tetapi Davis ingin menikmati makan malam sendirian. “Tinggalkan aku sendiri. Aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan sesuatu.”
Kelima pegawai wanita itu tetap tersenyum meski kecewa dengan perkataan Davis. Wanita mana yang tidak tertarik dengan pria yang memiliki banyak uang. Mereka meninggalkan Davis sendirian.
Davis mencubit pahanya dengan keras, menampar pipi beberapa kali. “Ini benar-benar kenyataan. Aku diperlakukan seperti orang kaya sungguhan. Siapa sangka jika sebelumnya aku hanyalah seorang pria yang diperlakukan seperti sampah. Aku harus berterima kasih pada kakek Sebastian untuk hal ini.”
Davis menikmati makan malam dengan bahagia. Setelah melewati deretan peristiwa menyakitkan, ia justru mendapatkan hal tidak terduga.
[Ding]
[Host berhasil menyelesaikan Quest Utama]
[Waktu penyelesaian quest utama : 5 menit]
[Host mendapatkan tambahan 1 exp + $1.000 Money Power karena berhasil menyelesaikan quest lebih cepat dari waktu yang ditentukan]
[Hadiah 51 exp + $501.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda]
[Nama Host : Davis]
[Keluarga : Miller]
[Status Pewaris : Level 1 (66/100)]
[Health Point : 20/20]
[Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12]
[Money Power : $999. 541.000]
“Aku berhasil menyelesaikan quest.” Davis tersenyum saat melihat deretan informasi di layar hologram. Ketika menoleh ke kaca jendela, ia terkejut karena tidak melihat pantulan layar hologram.
[Selamat atas kebersilan Quest Utama pertama Anda, Host][Anda memulai dengan sangat baik]“Kenapa aku tidak melihat pantulan layar hologram di kaca jendela?” tanya Davis.[Layar hologram hanya bisa dilihat oleh Anda][Perhatian][Jika Anda ingin berbicara dengan sistem, Anda perlu menyebut nama “sistem” lebih dahulu agar Anda tidak terlihat sedang berbicara seorang diri. Orang lain hanya akan melihat Anda sedang diam ketika Anda berbicara dengan sistem]“Aku mengerti.” Davis bangkit dari kursi, berjalan hingga ke batas balkon, menatap pemandangan kota Leaventown yang bertabur cahaya. Ia masih berpikir bahwa semua yang terjadi padanya adalah mimpi.“Aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku sejak tadi. Sistem, kenapa kau tiba-tiba muncul dan memilihku?”[Sistem sudah disiapkan untuk Anda sejak dahulu, Host. Alasan sistem muncul karena Anda sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sistem]“Disiapkan untukku? Siapa yang mempersiapkannya?”[Orang tua Anda yang sudah memp
“Baiklah, aku akan memilih rumah yang akan aku beli. Aku sebaiknya membeli rumah yang memiliki pemandangan bagus, memiliki fasilitas lengkap, dan tidak terlalu luas.”Davis duduk di meja, membuka laptop, membuka satu per satu website agen properti. Setelah memilih beberapa rumah, pilihannya jatuh pada sebuah rumah mewah yang berada di dekat pantai. “Aku tidak memiliki ponsel untuk menghubungi agen properti. Aku sebaiknya bergegas sebelum waktu quest berakhir.”Davis keluar dari hotel. Ia tercengang ketika melihat biaya yang dikeluarkannya untuk menginap selama satu hari. Para pelayan mengantar kepergiannya di halaman depan.“Aku menghabiskan $200.000 hanya untuk menginap satu hari. Aku bisa membeli sebuah mobil bahkan rumah dengan jumlah uang tersebut.”Davis memeriksa berkas pembayaran. Hanya tertulis “Davis” tanpa tambahan nama keluarga “Miller”. Meski cukup bingung, ia mengabaikan hal tersebut.[Money Power : $999. 391.000][Catatan : $200.000 sudah digunakan untuk pembayaran Para
“Apa yang mereka lakukan di sini?” tanya Davis sembari bersembunyi.Davis melihat Ethan menggandeng tangan Susan. Ingatannya mengenai kejadian semalam kembali hadir. Amarahnya tiba-tiba meluap.“Setelah kita menikah nanti, kita akan tinggal di rumah ini, Susan.” Ethan berkata dengan senyum lebar. “Bukankah rumah ini luar biasa? Selain berada di kompleks perumahan mewah, rumah ini juga memiliki pemandangan yang sangat bagus.”“Ethan dan Susan akan tinggal di samping rumahku?” Davis menggertakkan gigi, berusaha menahan amarah.“Ya, rumah ini sangat luar biasa,” balas Susan dengan senyum yang agak terpaksa.Ethan menyentuh bahu Susan. “Susan, apa yang terjadi? Apa kau tidak senang kalau kita akan tinggal di rumah semewah ini? Apa kau ingin aku mengajakmu tinggal di rumah lain? Aku bisa mencari rumah—”“Rumah ini bagus. Aku menyukainya.” Susan mengamati rumah di depannya saksama, berjalan selangkah, mengembus napas panjang.Ethan diam sejenak, menyejajarkan langkah dengan Susan. “Susan, a
[Waktu Penyelesaian Quest : 3 hari 11 Jam 55 Menit]“Aku penasaran dengan kabar kematianku yang aku dengar dari Susan.” Davis mengetikkan kata kunci kecelakaan semalam di kolom pencarian. Beberapa judul artikel seketika bermunculan.Davis membaca artikel paling atas. Ia menemukan gambar seorang pria yang terbakar di sisi jalan dengan sepeda listrik yang juga sudah hangus terbakar. Selain itu, di bagian tengah artikel, ia mendapatkan kartu identitasnya dalam keadaan setengah terbakar.“Susan dan yang lain pasti mengira jika pria yang terbakar itu adalah aku. Aku penasaran siapa pria malang yang hangus terbakar itu?”Davis membaca artikel kedua. Ia menemukan keterangan jika pria itu mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak pembatas jalanan saat hujan besar.Davis teringat saat sebuah mobil tiba-tiba menabraknya dari belakang. “Mobil itu seperti dengan sengaja menabrakku. Saat aku terbaring tak berdaya di jalan, aku juga tidak melihat pengemudi mobil turun untuk menolongku. Aku harus
[Peringatan!][Keadaan berbahaya!]Davis segera mengambil jalan lain, bersembunyi di balik dinding, memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang akan memasuki bar. Sistem terus memberinya peringatan berkali-kali.“Layar sistem tiba-tiba berubah menjadi warna merah. Siapa pria itu dan kenapa pria itu sangat berbahaya?”[Sistem belum bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Host]Davis menarik tubuhnya dengan cepat ketika pria itu menoleh ke arahnya.[Peringatan!][Segera keluar dari bar secepatnya]Davis perlahan berjalan mundur, menjauh dari dinding dan lorong. Ia setengah berlari dengan sesekali menoleh ke belakang. Ketika Davis sudah sepenuhnya menghilang dari lorong, pria tadi berjalan ke arah tempat persembunyian Davis tadi.Pria itu menoleh sekeliling, memutuskan memasuki bar.Davis keluar dari bar, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia menoleh ke belakang beberapa kali untuk memastikan jika pria tadi tidak mengikutinya.[Keadaan sudah aman][Host tidak diperkenankan m
[Waktu Penyelesaian Quest : 2 hari 3 jam 30 menit]Davis sedang berada tak jauh dari kamar apartemen Ethan. Hampir setengah jam lamanya ia menunggu, tetapi belum ada tanda-tanda Ethan keluar. Saat menoleh ke samping, ia mendapati seorang pria tinggi berjalan menuju kamar Ethan.“Siapa pria itu? Apa mungkin pria itu pria yang bernama Felix?”Pintu kamar apartemen tiba-tiba terbuka. Ethan keluar bersama dua orang wanita.“Sialan, kenapa kau masih belum bersiap-siap, Ethan? Bukankah kau memintaku pergi ke tempat keluarga Anderson siang ini?” tanya pria tinggi itu.Ethan menguap, memberi tanda pada dua wanita itu untuk pergi. “Wanita bodoh bernama Susan itu dan keluarganya tidak akan memarahiku hanya karena aku sedikit terlambat. Masuklah. Kita akan membicarakan rencana kita di dalam.”Ethan dan Felix memasuki kamar. Davis segera mendekat, mengawasi keadaan sekeliling, menempelkan sebuah kamera di lubang bagian atas pintu ketika situasi sudah aman. Ia memeriksa posisi kamera dari ponsel,
“Aku hanya bertanya mengenai pekerjaannya.” Sebastian melajukan kursi roda menuju ke dalam rumah, mendekat pada seorang pengawal. “Antarkan aku ke kamarku sekarang dan jangan biarkan siapa pun mendekat tanpa seizinku.”Susan dan Drake mengawasi Davis.“Hei, jika kau sudah selesai dengan pekerjaanmu, pergilah dengan segera dari rumah ini,” ucap Drake agak berteriak.Davis mengangguk.“Ayah, kenapa kau terkesan mengusirnya?” Susan bertanya.“Aku tidak menyukai pria itu. Dia langsung mengingatkanku pada Davis.” Drake memasuki rumah.“Pria itu memang mirip dengan Davis.” Susan mengamati Davis sesaat, mendekat pada Sebastian. “Kakek, izinkan aku mengantarmu ke kamar.”Susan mengambil alih tugas pengawal, berjalan di belakang kursi roda. “Kakek, kenapa kau terus tersenyum? Apa ada sesuatu yang membuatmu bahagia?”Sebastian melirik Susan sekilas. “Aku hanya sedang bahagia, Susan.”Susan dan Sebastian menaiki tangga khusus.“Kakek, bisakah aku bertanya sesuatu padamu? Ini mengenai Ethan.”Sen
“Sistem tidak memberi peringatan bahaya padaku,” gumam Davis seraya menoleh pada Susan, Romeo, Rebecca, dan Emmely yang datang mendekat ke arahnya.“Segera buka topi, masker, dan maskermu. Aku akan memeriksamu,” perintah pengawal.Davis melakukan seperti yang diperintahkan. Ia sudah mempersiapkan penyamaran sebaik mungkin jika pemeriksaan seperti ini terjadi.Davis memakai rambut dan kumis palsu serta menambahkan beberapa tahi lalat palsu.Susan, Romeo, Rebecaa, dan Emmely mengamati Davis dari atas hingga bawah, menatap satu sama lain sesaat.Pengawal itu mulai memeriksa semua bagian tubuh Davis, lalu beralih pada tas Davis.“Bukankah itu ponsel mewah keluaran terbaru?” Romeo menunjuk ponsel yang dikeluarkan oleh pengawal dari tas Davis.“Kau benar. Harganya mencapai $10.000 di pasaran. Bahkan, ponsel bekasnya pun berharga $8000,” sahut Rebecca dengan wajah terkejut.“Bagaimana mungkin seorang petugas kebersihan sepertimu bisa memiliki ponsel semahal itu?” Emmely menimpali.Romeo sege
“Ayah,” ujar Deric saat melihat Donald sudah berada di dekatnya. Donald mencengkeram tangan Deric. “Kau tidak perlu repot-repot menolong Dariel, Deric. Kau harus ingat jika dia adalah musuhmu. Jika kau menolongnya, kau hanya akan memberikan kesempatan padanya untuk menghabisimu.”Deric mengamati Dariel, termenung cukup lama. Ia akhirnya menarik kakinya kembali, mengembus napas panjang. “Aku mengerti, Ayah.”Donald dan Deric meninggalkan ruangan olahraga. “Kita akan bertemu dengan orang itu hari ini. Kau harus mempersiapkan semuanya dengan baik.” Donald tersenyum. “Satu per satu orang kepercayaan Daniel sudah memihak kita. Kita akan segera memulai rencana kita.”Donald mengepalkan tangan erat-erat. “Apa aku harus benar-benar memusuhi Dariel? Kenapa semua ini harus terjadi?”“Deric!” Donald mencengkeram bahu Deric sangat kuat. “Kau masih saja ragu. Aku sudah mengatakan berkali-kali jika keraguan hanya akan mencelakai dirimu sendiri. Setelah kau melangkah dalam pertarungan ini, kau tid
Red terkurung di dalam kota. Penglihatannya memudar hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Lampu merah di dadanya meredup hingga akhirnya mati. “Dia sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri sekarang,” ujar Dustin sembari mengamati informasi di layar. “Sial, aku masih merasa tegang.”Dylan mengamati Dariel. “Apakah dia melihatku?”Dariel masih berada di tempatnya, menoleh ke sekeliling. “Apa yang terjadi? Aku seperti melihat Dylan barusan.”Dariel menggelengkan kepala beberapa kali. “Aku sepertinya terlalu lelah sehingga meliha yang tidak-tidak.”Dariel meninggalkan halaman, mengelus leher belakangnya sesaat. “Aku merasakan leherku sangat berat. Aku sebaiknya kembali ke ruang olahraga sekarang.”Dariel menoleh ke arah halaman sebelum memasuki rumah kembali. Ia menggaruk leher beberapa kali, mengembus napas panjang. “Kita sebaiknya segera membawa pergi orang ini sebelum teman-temannya menyadari hal ini. Keadaan kita akan semakin terdesak jika musuh berdatangan,” ujar Dustin. “Aku harus ber
Red tersenyum saat melihat Dylan terjebak di dalam kotak. Ia tetap berada di tempatnya, memastikan Dylan sudah tidak mampu bergerak dan melakukan perlawanan. Dylan berontak, tetapi ia justru tersengat aliran listrik hingga ambruk. Red mengitari Dylan, tidak mengalihkan senjata dari pria itu. “Kau tampaknya tidak berada dalam kondisi prima, Dylan. Aku pikir kau akan memberikan perlawanan tangguh. Kau mungkin pandai bersembunyi, tetapi kau tidak pandai berkelahi.”“Kepintaran lebih berbahaya dibandingkan dengan kekuatan. Dylan sangat cerdik sehingga dia tergolong dalam incaran kelas S. Aku tidak boleh lengah sedikit pun.”Dylan terbaring di dalam kotak. Red terbang lebih tinggi, mengeluarkan empat robot untuk menjaga Dylan. “Dia tidak mungkin memindahkanku ke tempat ini tanpa rencana. Dia pasti sudah menyusun rencana sejak kemunculannya. Tidak, dia pasti sudah membuat rencana sejak lama jika pertarungan terjadi.”Red menekan sebuah tombol. Sebuah kotak besar mendadak muncul dan mengu
“Ini seharusnya tidak akan memakan waktu lama.”Red berdiri di samping Darius, mengamati pria itu yang terbaring di ranjang. Ia sontak terdiam ketika merasakan firasat buruk. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Sebuah robot mendadak muncul, memindai Darius dari ujung kepala hingga kaki. Red mengamati informasi di layar, mengamati keadaan sekeliling. Red memeriksa deretan informasi, melakukan pemindaian hingga berkali-kali. Ia kembali mengamati keadaan sekeliling, tercenung agak lama. “Tidak ada informasi aneh,” gumam Red. Red mengulurkan tangan pada Darius. Saat akan mendaratkan tangannya di dahi pria itu, ia merasakan kehadiran seseorang. Red menoleh ke belakang, bersiap untuk menyerang. Saat ia menoleh Darius, sebuah bola putih sudah berada di depan wajahnya. “Sial!” Red melompat ke belakang. Sebuah pelindung seketika aktif saat cahaya terang muncul dari bola putih itu. Sebuah kotak mendadak mengurung Red dari berbagai arah. Ia sontak berteriak saat listrik menye
Jack duduk di sofa, mengamati Jeremy yang masih tidak sadarkan diri hingga sekarang. Ia sangat lelah, tetapi matanya sangat berat untuk tertutup.Jack tercenung selama beberapa waktu, teringat dengan pertarungan tempo hari. “Dasar brengsek! Aku sangat kesal setiap kali mengingat pertarungan itu! Aku sudah berlatih sangat keras, tetapi aku justru berakhir seperti orang bodoh.”Jack melirik Tommy sekilas. “Sialan! Jika Tommy tidak membantuku, aku pasti akan semakin terlihat bodoh!”Jack mengembus napas panjang, mengamati keheningan ruangan. “Emir, Russel, yang lain terluka karena pertarungan tempo hari, begitu pun dengan ayah mereka. Meski aku tidak merasa menjadi orang paling bodoh, tetapi aku tetap saja merasa kesal.”“Ayah, Tuan Henry, dan anggota aliansi lain terluka parah. Evan Mulikas bahkan tewas dalam pertempuran. Sialnya, Lucas, Liam, dan Levon menghilang. Aliansi benar-benar kalah dalam pertarungan itu.”Jack menggertakkan gigi, mengamati langit-langit ruangan. Keheningan ruan
“Sammy, Don, dan yang lain berada di lokasi kejadian. Apa mungkin mereka sudah tahu jika aku adalah bayi laki-laki itu?”“Tunggu!” Davis memejamkan mata erat-erat. “Apa yang mereka lakukan di sana? Apa mungkin mereka bekerja untuk ayah dan ibuku?”“Tapi, mereka masih remaja saat itu. Mereka terlalu muda untuk bekerja.”Davis sontak terdiam. “Sammy mengatakan dia dan yang lain pernah bergabung di sebuah pasukan milik sebuah keluarga. Pasukan itu bubar karena sebuah insiden yang menimpa keluarga bosnya. Apa mungkin Sammy, Don, dan yang lain adalah anggota pasukan keluargaku?”“Jika benar, itu berarti mereka mengenal orang tuaku.” Davis tersenyum. “Ya, mereka pasti mengenal orang tuaku. Mereka mungkin saja menyadari jika aku adalah anak dari master mereka. Aku harus bertanya pada mereka.”[Peringatan!][Host tidak boleh bertanya soal keluarga Miller pada siapa pun]“Sistem masih melarangku untuk bertanya.”Davis mengamati keadaan sekeliling, mengembus napas panjang, berbaring di ranjang.
Davis tengah mengamati hujan di dekat jendela. Meski ia sudah menanti informasi mengenai keluarga Miller sejak lama, tetapi ia nyatanya belum membuka informasi tersebut. Davis keluar dari kamar, terdiam saat melihat Sebastian, Eric, Sammy, dan yang lain di ruangan utama. “Apa yang sedang mereka bicarakan?”Davis mengamati Sebastian saksama. “Kakek tampaknya sangat serius saat berbicara dengan Eric, Sammy, dan yang lain. Dia bahkan berdiri dari kursi roda.”Davis tiba-tiba teringat dengan pertarungan di hutan tempo hari. Perhatiannya tertuju pada pria bertopeng serigala. “Aku tidak bisa memindai mereka. Tidak, saat kejadian itu aku tidak sempat memindai mereka saking terkejut.”“Aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai pria bertopeng serigala dan wanita bertopeng angsa hingga sekarang. Mereka mendadak muncul dan menolongku. Mereka bergegas pergi untuk mengejar orang-orang itu.”Sebastian menyadari kehadiran Davis. Ia segera memberi tanda pada Sammy, dan yang lain untuk pergi.
Hujan mengguyur deras sejak sore hingga waktu makan malam. Petir menggelegar berkali-kali, disusul oleh angin kencang. Media terus memberitakan kejadian bom, teroris, dan para tahanan kabur. Situasi di beberapa kota tampak masih belum aman. Beberapa kerusuhan terjadi sehingga pemerintah belum mencabut status darurat. Di tengah hujan yang masih mengguyur, Red baru saja tiba di sebuah bangunan. Ia memasuki rumah, merenggangkan badan beberapa kali. “Dasar brengsek! Kau pasti bermalas-malasan sehingga kau datang terlambat,” ketus Blue. “Aku sudah membaca detail informasi darimu. Saat aku dalam perjalanan, aku bertemu Ryan Buldone. Aku mendapatkan informasi darinya. Dia memang pernah bertemu dengan Dylan secara langsung dan berbincang dengannya. Dylan memberikan sebuah alat penyamaran padanya.”Red mengamati Lucas, Liam, Levon, Logan, dan Ludwig, yang tidak sadarkan diri di sofa. Ia memanggil sebuah robot, mengamati informasi di layar hologram. “Informasi yang kau kirimkan padaku ter
“Davis, apa yang terjadi?” tanya Sebastian. Sebastian, Sammy, Don, Trex, dan yang lain sontak terkejut saat melihat cahaya menyelimuti tubuh Davis. Cahaya itu perlahan menghilang dan menunjukkan sosok berbeda. Seorang pria bertopi dan bermasker seketika muncul, menggantikan sosok Davis. Sebastian segera menyadari keanehan itu dan memberi tanda pada Eric, Sammy, dan yang lain untuk menyerang. Eric, Sammy, Don, dan yang lain seketika mengepung sosok itu, bersiap menyerang. Sosok itu masih berdiam diri di tempatnya, tersenyum. Ia menggumamkan sesuatu dan sebuah sinar putih seketika merambat ke arah Eric, Sammy, Don, dan yang lain. Eric, Sammy, Don, dan yang lain sontak tersengat listrik, ambruk di lantai. Sebastian bergegas melompat dari kursi roda, bersiap menghantam tendangan. “Sungguh sebuah sambutan yang tidak ramah,” ujar sosok itu. Sesuatu seketika menarik Sebastian hingga pria itu terjatuh kembali ke kursi roda. Ia melihat sebuah cahaya merah mengelilingi kaki dan tanganny