Share

10

Penulis: Ramdani Abdul
last update Terakhir Diperbarui: 2024-01-11 18:45:35

[Peringatan!]

[Keadaan berbahaya!]

Davis segera mengambil jalan lain, bersembunyi di balik dinding, memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang akan memasuki bar. Sistem terus memberinya peringatan berkali-kali.

“Layar sistem tiba-tiba berubah menjadi warna merah. Siapa pria itu dan kenapa pria itu sangat berbahaya?”

[Sistem belum bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Host]

Davis menarik tubuhnya dengan cepat ketika pria itu menoleh ke arahnya.

[Peringatan!]

[Segera keluar dari bar secepatnya]

Davis perlahan berjalan mundur, menjauh dari dinding dan lorong. Ia setengah berlari dengan sesekali menoleh ke belakang. Ketika Davis sudah sepenuhnya menghilang dari lorong, pria tadi berjalan ke arah tempat persembunyian Davis tadi.

Pria itu menoleh sekeliling, memutuskan memasuki bar.

Davis keluar dari bar, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia menoleh ke belakang beberapa kali untuk memastikan jika pria tadi tidak mengikutinya.

[Keadaan sudah aman]

[Host tidak diperkenankan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Sistem Pewaris Terhebat   11

    [Waktu Penyelesaian Quest : 2 hari 3 jam 30 menit]Davis sedang berada tak jauh dari kamar apartemen Ethan. Hampir setengah jam lamanya ia menunggu, tetapi belum ada tanda-tanda Ethan keluar. Saat menoleh ke samping, ia mendapati seorang pria tinggi berjalan menuju kamar Ethan.“Siapa pria itu? Apa mungkin pria itu pria yang bernama Felix?”Pintu kamar apartemen tiba-tiba terbuka. Ethan keluar bersama dua orang wanita.“Sialan, kenapa kau masih belum bersiap-siap, Ethan? Bukankah kau memintaku pergi ke tempat keluarga Anderson siang ini?” tanya pria tinggi itu.Ethan menguap, memberi tanda pada dua wanita itu untuk pergi. “Wanita bodoh bernama Susan itu dan keluarganya tidak akan memarahiku hanya karena aku sedikit terlambat. Masuklah. Kita akan membicarakan rencana kita di dalam.”Ethan dan Felix memasuki kamar. Davis segera mendekat, mengawasi keadaan sekeliling, menempelkan sebuah kamera di lubang bagian atas pintu ketika situasi sudah aman. Ia memeriksa posisi kamera dari ponsel,

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   12

    “Aku hanya bertanya mengenai pekerjaannya.” Sebastian melajukan kursi roda menuju ke dalam rumah, mendekat pada seorang pengawal. “Antarkan aku ke kamarku sekarang dan jangan biarkan siapa pun mendekat tanpa seizinku.”Susan dan Drake mengawasi Davis.“Hei, jika kau sudah selesai dengan pekerjaanmu, pergilah dengan segera dari rumah ini,” ucap Drake agak berteriak.Davis mengangguk.“Ayah, kenapa kau terkesan mengusirnya?” Susan bertanya.“Aku tidak menyukai pria itu. Dia langsung mengingatkanku pada Davis.” Drake memasuki rumah.“Pria itu memang mirip dengan Davis.” Susan mengamati Davis sesaat, mendekat pada Sebastian. “Kakek, izinkan aku mengantarmu ke kamar.”Susan mengambil alih tugas pengawal, berjalan di belakang kursi roda. “Kakek, kenapa kau terus tersenyum? Apa ada sesuatu yang membuatmu bahagia?”Sebastian melirik Susan sekilas. “Aku hanya sedang bahagia, Susan.”Susan dan Sebastian menaiki tangga khusus.“Kakek, bisakah aku bertanya sesuatu padamu? Ini mengenai Ethan.”Sen

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   13

    “Sistem tidak memberi peringatan bahaya padaku,” gumam Davis seraya menoleh pada Susan, Romeo, Rebecca, dan Emmely yang datang mendekat ke arahnya.“Segera buka topi, masker, dan maskermu. Aku akan memeriksamu,” perintah pengawal.Davis melakukan seperti yang diperintahkan. Ia sudah mempersiapkan penyamaran sebaik mungkin jika pemeriksaan seperti ini terjadi.Davis memakai rambut dan kumis palsu serta menambahkan beberapa tahi lalat palsu.Susan, Romeo, Rebecaa, dan Emmely mengamati Davis dari atas hingga bawah, menatap satu sama lain sesaat.Pengawal itu mulai memeriksa semua bagian tubuh Davis, lalu beralih pada tas Davis.“Bukankah itu ponsel mewah keluaran terbaru?” Romeo menunjuk ponsel yang dikeluarkan oleh pengawal dari tas Davis.“Kau benar. Harganya mencapai $10.000 di pasaran. Bahkan, ponsel bekasnya pun berharga $8000,” sahut Rebecca dengan wajah terkejut.“Bagaimana mungkin seorang petugas kebersihan sepertimu bisa memiliki ponsel semahal itu?” Emmely menimpali.Romeo sege

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   14

    Dua hari berlangsung dengan cepat.Sebuah mobil menepi di depan teras rumah keluarga Anderson. Ethan keluar dari mobil dengan penampilan sangat rapi.“Maaf jika aku membuat kalian menunggu,” ujar Ethan sembari mendekati Susan, memandangi wanita itu dari atas hingga bawah. “Kau sangat cantik malam ini, Susan.”Susan tersenyum, menunduk untuk menyembunyikan merah di pipi.“Kau datang tepat waktu, Ethan,” sahut Drake dengan wajah cerah.Romeo dan beberapa pria berbisik-bisik saat melihat mobil mewah yang dikendarai Ethan. Di saat yang sama, Rebecca dan Emmely tampak kagum dengan Ethan dan merasa iri dengan Susan.Ethan menatap Sebastian di kursi roda. “Tuan Sebastian, aku bernar-bernar terhormat karena Anda mau datang ke undangan makan malamku di Paradise Street.”Ethan mengulurkan tangan, tetapi Sebastian justru mengabaikan Ethan.Ethan menarik kembali tangannya, mengepalkan tangan erat sesaat. “Aku harap Anda bisa menikmati malam ini dengan baik.”Ethan melirik jam tangan sesaat, mengu

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   15

    [Waktu Penyelesaian Quest : 2 jam]Ethan dan Susan berada di atas panggung.“Aku mengucapkan terima kasih karena kalian sudah hadir di acara makan malam ini. Aku sangat merasa terhormat, terkhusus karena Tuan Sebastian juga ikut hadir,” ujar Ethan.Keluarga Anderson mendengarkan dengan saksama, tersenyum.“Aku sangat mencintai Susan. Dia adalah wanita terbaik yang pernah aku temui. Aku merasa hidupku akan sangat sempurna saat Susan menjadi istriku.” Ethan memegang tangan Susan lebih erat.Susan menunduk malu, menyembunyikan rona merah di pipi. Para wanita keluarga Anderson tampak iri dengan keromantisan yang ditunjukkan Ethan.Sebastian mengabaikan ucapan Ethan dan keriuhan di ruangan ini.“Ayah, Ethan sedang berbicara di panggung,” bisik Drake, “aku mohon kau bisa meluangkan waktumu untuk mendengar Ethan dan melihatnya di panggung.”Sebastian mengabaikan Drake, melirik ke arah pintu. Ia sangat berharap Davis segera datang dan memberikan kejutan.“Ayah, kau sedang tidak berharap Davis

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   16

    “Davis.”Semua orang terkejut ketika melihat Davis berjalan menuju ruangan. Selama beberapa detik lamanya mereka membeku tanpa mengalihkan pandangan dari Davis.“Hantu!” teriak Romeo, Emmely, Rebecca, Gabriel, dan beberapa anggota keluarga Anderson seraya berjalan mundur. Mereka tampak ketakutan hingga saling menabrak satu sama lain dan nyaris terjatuh.“Davis.” Drake tiba-tiba terjatuh ke lantai, menatap tidak percaya.“Davis.” Susan menutup mulut. “Bagaimana mungkin kau ….”“Bagaimana mungkin sampah itu masih hidup? Bukankah dia sudah mati tertabrak dan terbakar dalam kecelakaan beberapa hari lalu? Apa yang sebenarnya Felix lakukan saat itu?” gumam Ethan dengan tatapan geram.Drake segera berdiri, menunjuk Davis. “Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba muncul di acara makan malam keluargaku?”“Kau ternyata masih sangat membenciku, Paman Drake,” ujar Davis tersenyum.“Apa mungkin kau saudara kembar sampah bernama Davis?” tanya Romeo.“Pakaian, sepatu hingga jam tangan yang dipakai oleh pria

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   17

    “Susan!” Davis, Drake, Sebastian, dan yang lain sontak berteriak. “Ethan! Apa yang kau lakukan pada Susan?” Drake memekik kencang, berusaha mendekati Susan dan Ethan.“Mundur atau aku aku menyakiti Susan dengan pisau ini!” bentak Ethan.“Ethan, kau benar-benar keterlaluan! Kau sudah membohongi kami semua!” teriak Emmely dengan raut marah. “Kau bahkan berniat membunuh kakek dan mencelakai Susan!”“Dasar pembual sialan!” pekik Romeo, “aku pikir kau pria kaya dari keluarga terpandang! Kau tidak lebih dari pembual sialan!”“Lepaskan Susan, Ethan!” teriak Rebecca.“Ethan.” Susan melihat pisau di lehernya. Sekujur tubuhnya mendadak lemas. Ia melihat semua orang ang tampak khawatir. Ketika menatap Davis, ia seketika teringat dengan peringatan Davis mengenai Ethan. Andai saja ia percaya dan lebih mendengarkan ucapan Davis dan Sebastian, hal buruk ini tidak akan terjadi padanya.“Dasar penipu!” teriak Drake, “aku dan keluargaku akan menyeretmu ke penjara!”Ethan tertawa. “Kalian semua tidak l

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11
  • Sistem Pewaris Terhebat   18

    [Ding][Host Berhasil menyelesaikan Quest Utama][Quest : Mengungkapkan Kebenaran][1. Mengumpulkan Bukti Kejahatan Ethan (1/1)][2. Mengumpulkan Bukti Fitnah Keluarga Anderson (1/1)][3. Mengungkap Semua Kebenaran di Depan Keluarga Anderson dan Ethan (1/1)][Waktu penyelesaian quest utama : 1 Jam 20 menit][Host mendapatkan tambahan 40 exp + $160.000 Money Power karena berhasil menyelesaikan quest lebih cepat dari waktu yang ditentukan][Hadiah 140 exp + $1.160.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda][Nama Host : Davis][Keluarga : Miller][Status Pewaris : Level 2 (181/200)][Health Point : 21/22][Kekuatan : 13 | Pertahanan : 14 | Kecerdasan : 15 | Kelincahan : 13][Money Power : $990. 480.000]“Aku berhasil menyelesaikan quest utama dengan baik.” Davis tersenyum ketika melihat data di layar hologram.“Kenapa kau tiba-tiba tersenyum, Davis?” tanya Drake dengan raut kesal, “apa kau sedang menghina kami?”“Jangan katakan kalau kau berbohong. Kau sudah berjanji untuk me

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-11

Bab terbaru

  • Sistem Pewaris Terhebat   725

    “Ayah,” ujar Deric saat melihat Donald sudah berada di dekatnya. Donald mencengkeram tangan Deric. “Kau tidak perlu repot-repot menolong Dariel, Deric. Kau harus ingat jika dia adalah musuhmu. Jika kau menolongnya, kau hanya akan memberikan kesempatan padanya untuk menghabisimu.”Deric mengamati Dariel, termenung cukup lama. Ia akhirnya menarik kakinya kembali, mengembus napas panjang. “Aku mengerti, Ayah.”Donald dan Deric meninggalkan ruangan olahraga. “Kita akan bertemu dengan orang itu hari ini. Kau harus mempersiapkan semuanya dengan baik.” Donald tersenyum. “Satu per satu orang kepercayaan Daniel sudah memihak kita. Kita akan segera memulai rencana kita.”Donald mengepalkan tangan erat-erat. “Apa aku harus benar-benar memusuhi Dariel? Kenapa semua ini harus terjadi?”“Deric!” Donald mencengkeram bahu Deric sangat kuat. “Kau masih saja ragu. Aku sudah mengatakan berkali-kali jika keraguan hanya akan mencelakai dirimu sendiri. Setelah kau melangkah dalam pertarungan ini, kau tid

  • Sistem Pewaris Terhebat   724

    Red terkurung di dalam kota. Penglihatannya memudar hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Lampu merah di dadanya meredup hingga akhirnya mati. “Dia sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri sekarang,” ujar Dustin sembari mengamati informasi di layar. “Sial, aku masih merasa tegang.”Dylan mengamati Dariel. “Apakah dia melihatku?”Dariel masih berada di tempatnya, menoleh ke sekeliling. “Apa yang terjadi? Aku seperti melihat Dylan barusan.”Dariel menggelengkan kepala beberapa kali. “Aku sepertinya terlalu lelah sehingga meliha yang tidak-tidak.”Dariel meninggalkan halaman, mengelus leher belakangnya sesaat. “Aku merasakan leherku sangat berat. Aku sebaiknya kembali ke ruang olahraga sekarang.”Dariel menoleh ke arah halaman sebelum memasuki rumah kembali. Ia menggaruk leher beberapa kali, mengembus napas panjang. “Kita sebaiknya segera membawa pergi orang ini sebelum teman-temannya menyadari hal ini. Keadaan kita akan semakin terdesak jika musuh berdatangan,” ujar Dustin. “Aku harus ber

  • Sistem Pewaris Terhebat   723

    Red tersenyum saat melihat Dylan terjebak di dalam kotak. Ia tetap berada di tempatnya, memastikan Dylan sudah tidak mampu bergerak dan melakukan perlawanan. Dylan berontak, tetapi ia justru tersengat aliran listrik hingga ambruk. Red mengitari Dylan, tidak mengalihkan senjata dari pria itu. “Kau tampaknya tidak berada dalam kondisi prima, Dylan. Aku pikir kau akan memberikan perlawanan tangguh. Kau mungkin pandai bersembunyi, tetapi kau tidak pandai berkelahi.”“Kepintaran lebih berbahaya dibandingkan dengan kekuatan. Dylan sangat cerdik sehingga dia tergolong dalam incaran kelas S. Aku tidak boleh lengah sedikit pun.”Dylan terbaring di dalam kotak. Red terbang lebih tinggi, mengeluarkan empat robot untuk menjaga Dylan. “Dia tidak mungkin memindahkanku ke tempat ini tanpa rencana. Dia pasti sudah menyusun rencana sejak kemunculannya. Tidak, dia pasti sudah membuat rencana sejak lama jika pertarungan terjadi.”Red menekan sebuah tombol. Sebuah kotak besar mendadak muncul dan mengu

  • Sistem Pewaris Terhebat   722

    “Ini seharusnya tidak akan memakan waktu lama.”Red berdiri di samping Darius, mengamati pria itu yang terbaring di ranjang. Ia sontak terdiam ketika merasakan firasat buruk. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Sebuah robot mendadak muncul, memindai Darius dari ujung kepala hingga kaki. Red mengamati informasi di layar, mengamati keadaan sekeliling. Red memeriksa deretan informasi, melakukan pemindaian hingga berkali-kali. Ia kembali mengamati keadaan sekeliling, tercenung agak lama. “Tidak ada informasi aneh,” gumam Red. Red mengulurkan tangan pada Darius. Saat akan mendaratkan tangannya di dahi pria itu, ia merasakan kehadiran seseorang. Red menoleh ke belakang, bersiap untuk menyerang. Saat ia menoleh Darius, sebuah bola putih sudah berada di depan wajahnya. “Sial!” Red melompat ke belakang. Sebuah pelindung seketika aktif saat cahaya terang muncul dari bola putih itu. Sebuah kotak mendadak mengurung Red dari berbagai arah. Ia sontak berteriak saat listrik menye

  • Sistem Pewaris Terhebat   721

    Jack duduk di sofa, mengamati Jeremy yang masih tidak sadarkan diri hingga sekarang. Ia sangat lelah, tetapi matanya sangat berat untuk tertutup.Jack tercenung selama beberapa waktu, teringat dengan pertarungan tempo hari. “Dasar brengsek! Aku sangat kesal setiap kali mengingat pertarungan itu! Aku sudah berlatih sangat keras, tetapi aku justru berakhir seperti orang bodoh.”Jack melirik Tommy sekilas. “Sialan! Jika Tommy tidak membantuku, aku pasti akan semakin terlihat bodoh!”Jack mengembus napas panjang, mengamati keheningan ruangan. “Emir, Russel, yang lain terluka karena pertarungan tempo hari, begitu pun dengan ayah mereka. Meski aku tidak merasa menjadi orang paling bodoh, tetapi aku tetap saja merasa kesal.”“Ayah, Tuan Henry, dan anggota aliansi lain terluka parah. Evan Mulikas bahkan tewas dalam pertempuran. Sialnya, Lucas, Liam, dan Levon menghilang. Aliansi benar-benar kalah dalam pertarungan itu.”Jack menggertakkan gigi, mengamati langit-langit ruangan. Keheningan ruan

  • Sistem Pewaris Terhebat   720

    “Sammy, Don, dan yang lain berada di lokasi kejadian. Apa mungkin mereka sudah tahu jika aku adalah bayi laki-laki itu?”“Tunggu!” Davis memejamkan mata erat-erat. “Apa yang mereka lakukan di sana? Apa mungkin mereka bekerja untuk ayah dan ibuku?”“Tapi, mereka masih remaja saat itu. Mereka terlalu muda untuk bekerja.”Davis sontak terdiam. “Sammy mengatakan dia dan yang lain pernah bergabung di sebuah pasukan milik sebuah keluarga. Pasukan itu bubar karena sebuah insiden yang menimpa keluarga bosnya. Apa mungkin Sammy, Don, dan yang lain adalah anggota pasukan keluargaku?”“Jika benar, itu berarti mereka mengenal orang tuaku.” Davis tersenyum. “Ya, mereka pasti mengenal orang tuaku. Mereka mungkin saja menyadari jika aku adalah anak dari master mereka. Aku harus bertanya pada mereka.”[Peringatan!][Host tidak boleh bertanya soal keluarga Miller pada siapa pun]“Sistem masih melarangku untuk bertanya.”Davis mengamati keadaan sekeliling, mengembus napas panjang, berbaring di ranjang.

  • Sistem Pewaris Terhebat   719

    Davis tengah mengamati hujan di dekat jendela. Meski ia sudah menanti informasi mengenai keluarga Miller sejak lama, tetapi ia nyatanya belum membuka informasi tersebut. Davis keluar dari kamar, terdiam saat melihat Sebastian, Eric, Sammy, dan yang lain di ruangan utama. “Apa yang sedang mereka bicarakan?”Davis mengamati Sebastian saksama. “Kakek tampaknya sangat serius saat berbicara dengan Eric, Sammy, dan yang lain. Dia bahkan berdiri dari kursi roda.”Davis tiba-tiba teringat dengan pertarungan di hutan tempo hari. Perhatiannya tertuju pada pria bertopeng serigala. “Aku tidak bisa memindai mereka. Tidak, saat kejadian itu aku tidak sempat memindai mereka saking terkejut.”“Aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai pria bertopeng serigala dan wanita bertopeng angsa hingga sekarang. Mereka mendadak muncul dan menolongku. Mereka bergegas pergi untuk mengejar orang-orang itu.”Sebastian menyadari kehadiran Davis. Ia segera memberi tanda pada Sammy, dan yang lain untuk pergi.

  • Sistem Pewaris Terhebat   718

    Hujan mengguyur deras sejak sore hingga waktu makan malam. Petir menggelegar berkali-kali, disusul oleh angin kencang. Media terus memberitakan kejadian bom, teroris, dan para tahanan kabur. Situasi di beberapa kota tampak masih belum aman. Beberapa kerusuhan terjadi sehingga pemerintah belum mencabut status darurat. Di tengah hujan yang masih mengguyur, Red baru saja tiba di sebuah bangunan. Ia memasuki rumah, merenggangkan badan beberapa kali. “Dasar brengsek! Kau pasti bermalas-malasan sehingga kau datang terlambat,” ketus Blue. “Aku sudah membaca detail informasi darimu. Saat aku dalam perjalanan, aku bertemu Ryan Buldone. Aku mendapatkan informasi darinya. Dia memang pernah bertemu dengan Dylan secara langsung dan berbincang dengannya. Dylan memberikan sebuah alat penyamaran padanya.”Red mengamati Lucas, Liam, Levon, Logan, dan Ludwig, yang tidak sadarkan diri di sofa. Ia memanggil sebuah robot, mengamati informasi di layar hologram. “Informasi yang kau kirimkan padaku ter

  • Sistem Pewaris Terhebat   717

    “Davis, apa yang terjadi?” tanya Sebastian. Sebastian, Sammy, Don, Trex, dan yang lain sontak terkejut saat melihat cahaya menyelimuti tubuh Davis. Cahaya itu perlahan menghilang dan menunjukkan sosok berbeda. Seorang pria bertopi dan bermasker seketika muncul, menggantikan sosok Davis. Sebastian segera menyadari keanehan itu dan memberi tanda pada Eric, Sammy, dan yang lain untuk menyerang. Eric, Sammy, Don, dan yang lain seketika mengepung sosok itu, bersiap menyerang. Sosok itu masih berdiam diri di tempatnya, tersenyum. Ia menggumamkan sesuatu dan sebuah sinar putih seketika merambat ke arah Eric, Sammy, Don, dan yang lain. Eric, Sammy, Don, dan yang lain sontak tersengat listrik, ambruk di lantai. Sebastian bergegas melompat dari kursi roda, bersiap menghantam tendangan. “Sungguh sebuah sambutan yang tidak ramah,” ujar sosok itu. Sesuatu seketika menarik Sebastian hingga pria itu terjatuh kembali ke kursi roda. Ia melihat sebuah cahaya merah mengelilingi kaki dan tanganny

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status