[Peringatan!]
[Host dalam keadaan darurat. Sistem penyelamatan segera diaktifkan]
[Memulai proses penyembuhan dengan menggunakan MP yang tersedia]
Tubuh Davis tiba-tiba diselimuti cahaya hijau selama hampir dua menit. Cincin di tangannya bersinar hijau selama proses penyembuhan. Tubuhnya kembali ke sedia kala setelah penyembuhan selesai seperti tidak pernah mengalami kecelakaan apa pun.
[Proses penyembuhan selesai]
Davis mulai membuka mata, mengerjap beberapa kali sampai pandangannya menjadi jelas. “Apa aku sudah mati?”
Davis duduk di jalan, mengamati tubuhnya, menyenuth kepala, dada, tangan dan betis bergantian. Ia mendapati jejak darah di sebagian besar bajunya, tetapi anehnya ia tidak merasakan sakit apa pun.
Davis mengamati keadaan sekitar. “Aku masih berada di tempat kecelakaan. Apa aku benar-benar sudah mati sekarang?”
Davis berdiri, kembali mengawasi keadaan sekitar. “Aku tidak melihat jasadku terbaring di tempat ini. Apa seseorang sudah membawa jasadku ke rumah sakit? Jika iya, kenapa tempat ini sangat sepi? Bukankah seharusnya ada garis polisi dan semacamnya?”
David tiba-tiba terdiam. “Aku seharusnya sadar jika keberadaanku sama sekali tidak penting. Aku tidak lebih dari—”
[Selamat datang, Host]
[Selamat Anda sudah berhasil memenuhi syarat untuk mengaktifkan Sistem Pewaris Terhebat. Mulai hari ini dan seterusnya, sistem akan menjadi pendampingmu]
Davis sontak terkejut hingga melompat mundur. “Siapa yang baru saja berbicara denganku? Apa mungkin hantu yang akan menjadi temanku di tempat ini?”
[Aku adalah sistem. Kita sudah saling terhubung satu sama lain]
“Tunjukkan siapa kau sebenarnya? Keluarlah dan jangan bersembunyi!” Davis memutar tubuh bersamaan dengan tatapannya yang mengamati sekeliling. Anehnya, ia tidak menemukan siapa pun yang berada di dekatnya. Ia hanya mendapati sepeda listriknya yang terbakar di sisi jalan.
[Saat ini, sistem belum memiliki wujud, tapi sistem bisa berbicara dengan Host melalui pikiran Host]
“Berhenti mempermainkanku! Cepatlah keluar!” Davis terdiam ketika melihat cincin di jarinya memancarkan cahaya biru. “Apa yang terjadi dengan cincin ini?”
[Cincin yang Anda gunakan adalah penghubung kita saat ini. Anda bisa mengatakan “buka” untuk membuka status Anda]
“Ini aneh, tapi aku akan mencobanya. Buka.”
Sebuah layar hologram seketika muncul di depan Davis yang berasal dari cincinnya. Layar itu menunjukkan informasi pribadi Davis.
[1. Informasi Pribadi]
[Nama : Davis]
[Keluarga : Miller]
[Tempat, tanggal Lahir : Oaktown, 25 Agustus 1998]
[Umur : 25 tahun]
[Golongan darah : O]
[Ayah : Informasi Belum tersedia*]
[Ibu : Informasi Belum tersedia*]
[2. Status]
[Status pewaris : Level 1 (10/100)]
[Health Point : 20/20]
[Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12]
[Money Power : $999.000.000]
[Catatan : $1.000.000 sudah digunakan untuk proses penyembuhan Anda dari kecelakaan yang menimpa Anda beberapa waktu lalu]
Davis terkejut hingga terjatuh. Ia menyentuh layar hologram dan mendapati tangannya menembus layar tersebut. “Apa maksudnya semua ini? Aku seperti melihat status pemain di sebuah permainan yang pernah aku lihat. Apa semua ini nyata?”
[Anda bisa menyederhanakan tampilan dengan menekan tombol “minimize”]
Davis menekan tombol “minimize”. Layar informasi berubah menjadi lebih sederhana dari sebelumnya.
[Nama Host : Davis]
[Keluarga : Miller]
[Status pewaris : Level 1 (10/100)]
[Health Point : 20/20]
[Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12]
[Money Power : $999.000.000]
Davis mengamati tulisan di layar secara saksama. “Informasi yang kulihat sekarang tidak jauh berbeda dengan karakter pemain di sebuah permainan yang pernah aku lihat, kecuali MP yang biasanya bermakna Mana Point atau Magic Point.”
Davis terdiam ketika melihat tulisan keluarga “Miller”. Ia menyentuh tulisan itu dan sebuah layar kecil tiba-tiba muncul disertai suara sistem.
[Informasi keluarga Miller akan terbuka ketika status pewaris mencapai level 40]
“Keluarga Miller? Aku belum pernah mendengar nama keluarga Miller sebelumnya. Apa benar Miller adalah nama keluargaku?”
Davis tersenyum meski masih kebingungan. Ia tiba-tiba terdiam ketika melihat informasi mengenai ayah dan ibunya yang masih belum tersedia. Ketika menyentuh tulisan “informasi belum tersedia”, sebuah layar kecil muncul dan sistem kembali berbicara.
[Informasi ayah dan ibu Anda akan terbuka ketika status pewaris mencapai level 60]
Davis menggaruk rambut karena semakin bingung. “Status pewaris? Apa maksudnya? Dalam keterangan di layar, status pewarisku masih level 1. Bagaimana caranya agar statusku bisa meningkat?”
[Status pewaris adalah status yang menandakan status Anda saat ini dalam keluarga Miller. Status tersebut dapat meningkat maupun menurun tergantung dengan keberhasilan dan kegagalan Anda dalam menjalan quest dari sistem. Jika Anda berhasil menyelesaikan quest, Anda akan memperoleh MP (Money Power) dan EXP (experience point) untuk meningkatkan status pewaris Anda. Besarnya MP dan EXP yang didapat disesuaikan dengan tingkat kesulitan quest. Tapi jika Anda gagal menyelesaikan quest, MP dan EXP Anda akan dikurangi sesuai dengan tingkatan quest yang Anda jalankan]
[Setiap kali Status Pewaris Anda meningkat, Healt Point, Kekuatan, Pertahanan Kecerdasan, Kelincahan juga akan meningkat]
Davis memijat kepalanya yang bertambah pening. “Kalaupun sistem ini benar-benar nyata, seharusnya sistem ini muncul saat aku masih hidup. Aku pasti tidak akan menderita seperti kehidupan yang kujalani selama ini.”
[Peringatan!]
[Sebuah truk sedang melaju ke arah Anda!]
[Segera menghindar sebelum Anda mengalami kecelakaan yang menyebabkan MP Anda kembali berkurang]
Davis tiba-tiba berbalik ketika melihat dua titik cahaya mendekat dari ujung jalan.
[Peringatan!]
[Peringatan!]
Davis terkejut saat melihat sebuah truk sudah berada cukup dekat dengannya.
“Hei bodoh! Apa yang kau lakukan di tengah jalan?” Seorang pengemudi truk mencodongkan setengah tubuhnya melalui jendela. “Enyahlah sebelum aku menabrakmu!”
“Dia melihatku?” Davis tercenung. “Aku masih hidup?”
“Menyingkirlah!” Pengemudi itu terpaksa mengerem truk hingga berhenti di depan Davis. Ia bergegas turun, menarik kerah baju Davis dengan kuat. “Apa kau benar-benar ingin mati? Kalau kau memang ingin mati, jangan menyulitkan orang lain!”
Davis terdiam agak lama. “Apa kau bisa melihatku?”
“Tentu saja aku melihatmu, sialan! Jika tidak, aku pasti sudah melaju ke ujung jalan!”
“Jadi, aku masih hidup sekarang?”
“Sialan! Jangan menguji kesabaranku! Menyingkirlah!”
“Tapi aku baru saja mengalami kecelakaan. Lihatlah penampilanku sekarang dan sepeda listrikku yang terbakar di sisi jalan! Aku sudah mati dan menjadi hantu.”
“Dasar Brengsek!” Pengemudi truk itu bersiap memukul Davis.
[Peringatan!]
[Pengemudi truk bersiap memukul Anda]
Davis memilih mengabaikan peringatan tersebut, tetapi pukulan itu bisa ditahan oleh tangannya yang bergerak secara refleks. “Tanganku berhasil menangkap tangan pria itu.”
“Sialan!” Pengemudi truk kesal karena pukulannya bisa dihentikan. “Aku lebih takut tidak memiliki uang dibanding melihat hantu! Periksakan dirimu ke dokter jika kau ingin tahu kau masih hidup atau tidak!”
Pemudi truk itu bergegas menaiki truk, membunyikan klakson ketika Davis masih berdiri di tengah jalan. “Menyingkir!”
Davis akhirnya beranjak ke sisi jalan, mengamati kepergian truk yang melaju cukup cepat. “Jadi, aku benar-benar masih hidup setelah kecelakaan tadi.”
Davis melihat layar hologram kembali. Jarinya menunjuk catatan penggunakan MP sebanyak $1.000.000 yang digunakan untuk proses penyembuhannya dari kecelakaan. Sebuah tayangan video tiba-tiba muncul.
Davis melihat tayangan saat tubuhnya terpelanting dan berguling-guling akibat tabrakan mobil dari belakang. Ia terkejut ketika tubuhnya diselimuti cahaya hijau dan kembali terbangun dalam kebingungan seperti yang terjadi beberapa menit lalu.
“Jika aku memang mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit sampai sembuh, biaya yang harus aku keluarkan mungkin setara dengan $1.000.000.”
Davis tersenyum ketika mengamati cincinnya. “Apa ini berkat cincin ini? Sistem ini muncul ketika aku menggunakan cincin ini.”
[Ding]
[Quest Utama sudah dibuat]
[Tingkat kesulitan : Mudah]
[Quest : Berpenampilan Selayaknya Keluarga Kelas Atas]
[Durasi Quest : 60 menit]
[Hadiah : 50 EXP + $500.000]
Davis terkejut ketika melihat informasi di layar hologram, membaca saksama. “Quest pertama sudah muncul dan termasuk quest yang mudah. Aku hanya harus berpakaian seperti keluarga kelas atas. Tapi masalahnya aku tidak memiliki uang untuk membeli barang-barang mewah. Aku menyimpan dompetku di bawah jok sepeda listrikku. Dompetku mungkin sudah hangus terbakar.”[Anda bisa menggunakan Money Power yang Anda miliki untuk membeli barang-barang yang Anda dibutuhkan]“Aku memiliki $999.000.000 Money Power dalam sistem. Jika Money Power itu bisa digunakan, maka aku sangat kaya sekarang. Bahkan, aku mungkin lebih kaya dari siapa pun di kota ini.” Davis tersenyum. “Tapi bagaimana cara menggunakan Money Power?”[Katakan “cetak” jika Anda menginginkan sistem mencetak kartu khusus milik Anda]“Semudah itu?” Davis masih belum mempercayai hal ini sepenuhnya. “Tidak ada salahnya mencoba. Cetak.”Sebuah cahaya putih tiba-tiba muncul di depan Davis. Saat cahaya menghilang, sebuah kartu hitam yang bertul
Davis terdorong mundur hingga terdesak ke dinding bangunan. Saat penjaga akan melumpuhkannya, ia menendang bagian vital si penjaga, menarik kerah baju pria itu, lalu melemparkannya ke bawah dengan kuat.[Ding][Sub Quest : Kalahkan Keempat Penjaga dalam Waktu Dua Menit : 4/4][Host berhasil menyelesaikan Sub Quest][Hadiah 5 EXP + $50.000 dikirim ke status pewaris dan Money Power Anda][Nama Host : Davis][Keluarga : Miller][Status Pewaris : Level 1 (15/100)][Health Point : 16/20][Kekuatan : 12 | Pertahanan : 13 | Kecerdasan : 13 | Kelincahan : 12][Money Power : $999. 040.000][Waktu penyelesaian Quest Utama : 42 menit 30 detik]Davis tersenyum ketika melihat empat penjaga terbaring tak jauh darinya. “Aku bisa mengalahkan keempat penjaga tepat waktu. Tubuhku bergerak dengan sangat ringan.”Davis menatap keempat penjaga, tersenyum. “Sesuai janji, kalian harus membiarkanku memasuki Heavan Hall.”Davis berjalan melewati orang-orang yang mengurumuni jalan. Saat akan memasuki pintu,
[Selamat atas kebersilan Quest Utama pertama Anda, Host][Anda memulai dengan sangat baik]“Kenapa aku tidak melihat pantulan layar hologram di kaca jendela?” tanya Davis.[Layar hologram hanya bisa dilihat oleh Anda][Perhatian][Jika Anda ingin berbicara dengan sistem, Anda perlu menyebut nama “sistem” lebih dahulu agar Anda tidak terlihat sedang berbicara seorang diri. Orang lain hanya akan melihat Anda sedang diam ketika Anda berbicara dengan sistem]“Aku mengerti.” Davis bangkit dari kursi, berjalan hingga ke batas balkon, menatap pemandangan kota Leaventown yang bertabur cahaya. Ia masih berpikir bahwa semua yang terjadi padanya adalah mimpi.“Aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku sejak tadi. Sistem, kenapa kau tiba-tiba muncul dan memilihku?”[Sistem sudah disiapkan untuk Anda sejak dahulu, Host. Alasan sistem muncul karena Anda sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk mengaktifkan sistem]“Disiapkan untukku? Siapa yang mempersiapkannya?”[Orang tua Anda yang sudah memp
“Baiklah, aku akan memilih rumah yang akan aku beli. Aku sebaiknya membeli rumah yang memiliki pemandangan bagus, memiliki fasilitas lengkap, dan tidak terlalu luas.”Davis duduk di meja, membuka laptop, membuka satu per satu website agen properti. Setelah memilih beberapa rumah, pilihannya jatuh pada sebuah rumah mewah yang berada di dekat pantai. “Aku tidak memiliki ponsel untuk menghubungi agen properti. Aku sebaiknya bergegas sebelum waktu quest berakhir.”Davis keluar dari hotel. Ia tercengang ketika melihat biaya yang dikeluarkannya untuk menginap selama satu hari. Para pelayan mengantar kepergiannya di halaman depan.“Aku menghabiskan $200.000 hanya untuk menginap satu hari. Aku bisa membeli sebuah mobil bahkan rumah dengan jumlah uang tersebut.”Davis memeriksa berkas pembayaran. Hanya tertulis “Davis” tanpa tambahan nama keluarga “Miller”. Meski cukup bingung, ia mengabaikan hal tersebut.[Money Power : $999. 391.000][Catatan : $200.000 sudah digunakan untuk pembayaran Para
“Apa yang mereka lakukan di sini?” tanya Davis sembari bersembunyi.Davis melihat Ethan menggandeng tangan Susan. Ingatannya mengenai kejadian semalam kembali hadir. Amarahnya tiba-tiba meluap.“Setelah kita menikah nanti, kita akan tinggal di rumah ini, Susan.” Ethan berkata dengan senyum lebar. “Bukankah rumah ini luar biasa? Selain berada di kompleks perumahan mewah, rumah ini juga memiliki pemandangan yang sangat bagus.”“Ethan dan Susan akan tinggal di samping rumahku?” Davis menggertakkan gigi, berusaha menahan amarah.“Ya, rumah ini sangat luar biasa,” balas Susan dengan senyum yang agak terpaksa.Ethan menyentuh bahu Susan. “Susan, apa yang terjadi? Apa kau tidak senang kalau kita akan tinggal di rumah semewah ini? Apa kau ingin aku mengajakmu tinggal di rumah lain? Aku bisa mencari rumah—”“Rumah ini bagus. Aku menyukainya.” Susan mengamati rumah di depannya saksama, berjalan selangkah, mengembus napas panjang.Ethan diam sejenak, menyejajarkan langkah dengan Susan. “Susan, a
[Waktu Penyelesaian Quest : 3 hari 11 Jam 55 Menit]“Aku penasaran dengan kabar kematianku yang aku dengar dari Susan.” Davis mengetikkan kata kunci kecelakaan semalam di kolom pencarian. Beberapa judul artikel seketika bermunculan.Davis membaca artikel paling atas. Ia menemukan gambar seorang pria yang terbakar di sisi jalan dengan sepeda listrik yang juga sudah hangus terbakar. Selain itu, di bagian tengah artikel, ia mendapatkan kartu identitasnya dalam keadaan setengah terbakar.“Susan dan yang lain pasti mengira jika pria yang terbakar itu adalah aku. Aku penasaran siapa pria malang yang hangus terbakar itu?”Davis membaca artikel kedua. Ia menemukan keterangan jika pria itu mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak pembatas jalanan saat hujan besar.Davis teringat saat sebuah mobil tiba-tiba menabraknya dari belakang. “Mobil itu seperti dengan sengaja menabrakku. Saat aku terbaring tak berdaya di jalan, aku juga tidak melihat pengemudi mobil turun untuk menolongku. Aku harus
[Peringatan!][Keadaan berbahaya!]Davis segera mengambil jalan lain, bersembunyi di balik dinding, memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang akan memasuki bar. Sistem terus memberinya peringatan berkali-kali.“Layar sistem tiba-tiba berubah menjadi warna merah. Siapa pria itu dan kenapa pria itu sangat berbahaya?”[Sistem belum bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Host]Davis menarik tubuhnya dengan cepat ketika pria itu menoleh ke arahnya.[Peringatan!][Segera keluar dari bar secepatnya]Davis perlahan berjalan mundur, menjauh dari dinding dan lorong. Ia setengah berlari dengan sesekali menoleh ke belakang. Ketika Davis sudah sepenuhnya menghilang dari lorong, pria tadi berjalan ke arah tempat persembunyian Davis tadi.Pria itu menoleh sekeliling, memutuskan memasuki bar.Davis keluar dari bar, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia menoleh ke belakang beberapa kali untuk memastikan jika pria tadi tidak mengikutinya.[Keadaan sudah aman][Host tidak diperkenankan m
[Waktu Penyelesaian Quest : 2 hari 3 jam 30 menit]Davis sedang berada tak jauh dari kamar apartemen Ethan. Hampir setengah jam lamanya ia menunggu, tetapi belum ada tanda-tanda Ethan keluar. Saat menoleh ke samping, ia mendapati seorang pria tinggi berjalan menuju kamar Ethan.“Siapa pria itu? Apa mungkin pria itu pria yang bernama Felix?”Pintu kamar apartemen tiba-tiba terbuka. Ethan keluar bersama dua orang wanita.“Sialan, kenapa kau masih belum bersiap-siap, Ethan? Bukankah kau memintaku pergi ke tempat keluarga Anderson siang ini?” tanya pria tinggi itu.Ethan menguap, memberi tanda pada dua wanita itu untuk pergi. “Wanita bodoh bernama Susan itu dan keluarganya tidak akan memarahiku hanya karena aku sedikit terlambat. Masuklah. Kita akan membicarakan rencana kita di dalam.”Ethan dan Felix memasuki kamar. Davis segera mendekat, mengawasi keadaan sekeliling, menempelkan sebuah kamera di lubang bagian atas pintu ketika situasi sudah aman. Ia memeriksa posisi kamera dari ponsel,
“Ayah,” ujar Deric saat melihat Donald sudah berada di dekatnya. Donald mencengkeram tangan Deric. “Kau tidak perlu repot-repot menolong Dariel, Deric. Kau harus ingat jika dia adalah musuhmu. Jika kau menolongnya, kau hanya akan memberikan kesempatan padanya untuk menghabisimu.”Deric mengamati Dariel, termenung cukup lama. Ia akhirnya menarik kakinya kembali, mengembus napas panjang. “Aku mengerti, Ayah.”Donald dan Deric meninggalkan ruangan olahraga. “Kita akan bertemu dengan orang itu hari ini. Kau harus mempersiapkan semuanya dengan baik.” Donald tersenyum. “Satu per satu orang kepercayaan Daniel sudah memihak kita. Kita akan segera memulai rencana kita.”Donald mengepalkan tangan erat-erat. “Apa aku harus benar-benar memusuhi Dariel? Kenapa semua ini harus terjadi?”“Deric!” Donald mencengkeram bahu Deric sangat kuat. “Kau masih saja ragu. Aku sudah mengatakan berkali-kali jika keraguan hanya akan mencelakai dirimu sendiri. Setelah kau melangkah dalam pertarungan ini, kau tid
Red terkurung di dalam kota. Penglihatannya memudar hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Lampu merah di dadanya meredup hingga akhirnya mati. “Dia sudah sepenuhnya tidak sadarkan diri sekarang,” ujar Dustin sembari mengamati informasi di layar. “Sial, aku masih merasa tegang.”Dylan mengamati Dariel. “Apakah dia melihatku?”Dariel masih berada di tempatnya, menoleh ke sekeliling. “Apa yang terjadi? Aku seperti melihat Dylan barusan.”Dariel menggelengkan kepala beberapa kali. “Aku sepertinya terlalu lelah sehingga meliha yang tidak-tidak.”Dariel meninggalkan halaman, mengelus leher belakangnya sesaat. “Aku merasakan leherku sangat berat. Aku sebaiknya kembali ke ruang olahraga sekarang.”Dariel menoleh ke arah halaman sebelum memasuki rumah kembali. Ia menggaruk leher beberapa kali, mengembus napas panjang. “Kita sebaiknya segera membawa pergi orang ini sebelum teman-temannya menyadari hal ini. Keadaan kita akan semakin terdesak jika musuh berdatangan,” ujar Dustin. “Aku harus ber
Red tersenyum saat melihat Dylan terjebak di dalam kotak. Ia tetap berada di tempatnya, memastikan Dylan sudah tidak mampu bergerak dan melakukan perlawanan. Dylan berontak, tetapi ia justru tersengat aliran listrik hingga ambruk. Red mengitari Dylan, tidak mengalihkan senjata dari pria itu. “Kau tampaknya tidak berada dalam kondisi prima, Dylan. Aku pikir kau akan memberikan perlawanan tangguh. Kau mungkin pandai bersembunyi, tetapi kau tidak pandai berkelahi.”“Kepintaran lebih berbahaya dibandingkan dengan kekuatan. Dylan sangat cerdik sehingga dia tergolong dalam incaran kelas S. Aku tidak boleh lengah sedikit pun.”Dylan terbaring di dalam kotak. Red terbang lebih tinggi, mengeluarkan empat robot untuk menjaga Dylan. “Dia tidak mungkin memindahkanku ke tempat ini tanpa rencana. Dia pasti sudah menyusun rencana sejak kemunculannya. Tidak, dia pasti sudah membuat rencana sejak lama jika pertarungan terjadi.”Red menekan sebuah tombol. Sebuah kotak besar mendadak muncul dan mengu
“Ini seharusnya tidak akan memakan waktu lama.”Red berdiri di samping Darius, mengamati pria itu yang terbaring di ranjang. Ia sontak terdiam ketika merasakan firasat buruk. Meski begitu, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Sebuah robot mendadak muncul, memindai Darius dari ujung kepala hingga kaki. Red mengamati informasi di layar, mengamati keadaan sekeliling. Red memeriksa deretan informasi, melakukan pemindaian hingga berkali-kali. Ia kembali mengamati keadaan sekeliling, tercenung agak lama. “Tidak ada informasi aneh,” gumam Red. Red mengulurkan tangan pada Darius. Saat akan mendaratkan tangannya di dahi pria itu, ia merasakan kehadiran seseorang. Red menoleh ke belakang, bersiap untuk menyerang. Saat ia menoleh Darius, sebuah bola putih sudah berada di depan wajahnya. “Sial!” Red melompat ke belakang. Sebuah pelindung seketika aktif saat cahaya terang muncul dari bola putih itu. Sebuah kotak mendadak mengurung Red dari berbagai arah. Ia sontak berteriak saat listrik menye
Jack duduk di sofa, mengamati Jeremy yang masih tidak sadarkan diri hingga sekarang. Ia sangat lelah, tetapi matanya sangat berat untuk tertutup.Jack tercenung selama beberapa waktu, teringat dengan pertarungan tempo hari. “Dasar brengsek! Aku sangat kesal setiap kali mengingat pertarungan itu! Aku sudah berlatih sangat keras, tetapi aku justru berakhir seperti orang bodoh.”Jack melirik Tommy sekilas. “Sialan! Jika Tommy tidak membantuku, aku pasti akan semakin terlihat bodoh!”Jack mengembus napas panjang, mengamati keheningan ruangan. “Emir, Russel, yang lain terluka karena pertarungan tempo hari, begitu pun dengan ayah mereka. Meski aku tidak merasa menjadi orang paling bodoh, tetapi aku tetap saja merasa kesal.”“Ayah, Tuan Henry, dan anggota aliansi lain terluka parah. Evan Mulikas bahkan tewas dalam pertempuran. Sialnya, Lucas, Liam, dan Levon menghilang. Aliansi benar-benar kalah dalam pertarungan itu.”Jack menggertakkan gigi, mengamati langit-langit ruangan. Keheningan ruan
“Sammy, Don, dan yang lain berada di lokasi kejadian. Apa mungkin mereka sudah tahu jika aku adalah bayi laki-laki itu?”“Tunggu!” Davis memejamkan mata erat-erat. “Apa yang mereka lakukan di sana? Apa mungkin mereka bekerja untuk ayah dan ibuku?”“Tapi, mereka masih remaja saat itu. Mereka terlalu muda untuk bekerja.”Davis sontak terdiam. “Sammy mengatakan dia dan yang lain pernah bergabung di sebuah pasukan milik sebuah keluarga. Pasukan itu bubar karena sebuah insiden yang menimpa keluarga bosnya. Apa mungkin Sammy, Don, dan yang lain adalah anggota pasukan keluargaku?”“Jika benar, itu berarti mereka mengenal orang tuaku.” Davis tersenyum. “Ya, mereka pasti mengenal orang tuaku. Mereka mungkin saja menyadari jika aku adalah anak dari master mereka. Aku harus bertanya pada mereka.”[Peringatan!][Host tidak boleh bertanya soal keluarga Miller pada siapa pun]“Sistem masih melarangku untuk bertanya.”Davis mengamati keadaan sekeliling, mengembus napas panjang, berbaring di ranjang.
Davis tengah mengamati hujan di dekat jendela. Meski ia sudah menanti informasi mengenai keluarga Miller sejak lama, tetapi ia nyatanya belum membuka informasi tersebut. Davis keluar dari kamar, terdiam saat melihat Sebastian, Eric, Sammy, dan yang lain di ruangan utama. “Apa yang sedang mereka bicarakan?”Davis mengamati Sebastian saksama. “Kakek tampaknya sangat serius saat berbicara dengan Eric, Sammy, dan yang lain. Dia bahkan berdiri dari kursi roda.”Davis tiba-tiba teringat dengan pertarungan di hutan tempo hari. Perhatiannya tertuju pada pria bertopeng serigala. “Aku tidak bisa memindai mereka. Tidak, saat kejadian itu aku tidak sempat memindai mereka saking terkejut.”“Aku belum mendapatkan informasi apa pun mengenai pria bertopeng serigala dan wanita bertopeng angsa hingga sekarang. Mereka mendadak muncul dan menolongku. Mereka bergegas pergi untuk mengejar orang-orang itu.”Sebastian menyadari kehadiran Davis. Ia segera memberi tanda pada Sammy, dan yang lain untuk pergi.
Hujan mengguyur deras sejak sore hingga waktu makan malam. Petir menggelegar berkali-kali, disusul oleh angin kencang. Media terus memberitakan kejadian bom, teroris, dan para tahanan kabur. Situasi di beberapa kota tampak masih belum aman. Beberapa kerusuhan terjadi sehingga pemerintah belum mencabut status darurat. Di tengah hujan yang masih mengguyur, Red baru saja tiba di sebuah bangunan. Ia memasuki rumah, merenggangkan badan beberapa kali. “Dasar brengsek! Kau pasti bermalas-malasan sehingga kau datang terlambat,” ketus Blue. “Aku sudah membaca detail informasi darimu. Saat aku dalam perjalanan, aku bertemu Ryan Buldone. Aku mendapatkan informasi darinya. Dia memang pernah bertemu dengan Dylan secara langsung dan berbincang dengannya. Dylan memberikan sebuah alat penyamaran padanya.”Red mengamati Lucas, Liam, Levon, Logan, dan Ludwig, yang tidak sadarkan diri di sofa. Ia memanggil sebuah robot, mengamati informasi di layar hologram. “Informasi yang kau kirimkan padaku ter
“Davis, apa yang terjadi?” tanya Sebastian. Sebastian, Sammy, Don, Trex, dan yang lain sontak terkejut saat melihat cahaya menyelimuti tubuh Davis. Cahaya itu perlahan menghilang dan menunjukkan sosok berbeda. Seorang pria bertopi dan bermasker seketika muncul, menggantikan sosok Davis. Sebastian segera menyadari keanehan itu dan memberi tanda pada Eric, Sammy, dan yang lain untuk menyerang. Eric, Sammy, Don, dan yang lain seketika mengepung sosok itu, bersiap menyerang. Sosok itu masih berdiam diri di tempatnya, tersenyum. Ia menggumamkan sesuatu dan sebuah sinar putih seketika merambat ke arah Eric, Sammy, Don, dan yang lain. Eric, Sammy, Don, dan yang lain sontak tersengat listrik, ambruk di lantai. Sebastian bergegas melompat dari kursi roda, bersiap menghantam tendangan. “Sungguh sebuah sambutan yang tidak ramah,” ujar sosok itu. Sesuatu seketika menarik Sebastian hingga pria itu terjatuh kembali ke kursi roda. Ia melihat sebuah cahaya merah mengelilingi kaki dan tanganny