BERSAMBUNG
“Baginda Prabu…masuklah, bantulah anak-anak kita!” suara Ratu Reswari terdengar lirih, dia sama syoknya melihat Alona dan Pangeran Harman kini sama-sama pingsan di hadapannya.Pintu pun terbuka, lalu cepat-cepat di tutup lagi oleh pengawal utamanya, Temanggung Odol dan Jendral Bugi yang langsung beri hormat dengan membungkuk dalam-dalam pada orang yang dulu sempat jadi musuhnya ini.Namun kini jadi seorang maharaja yang sakti dan tetap ramah pada keduanya, sehingga kedua orang ini makin kagum tak terkira.Prabu Japra jalan perlahan, walaupun sempat terpesona melihat mantan ‘kekasihnya’ ini makin cantik saja.Tapi ia alihkan perhatian untuk langsung menotok Alona dan Pangeran Harman, hingga keduanya kini sadar dari pingsanya.Putri Alona pun terisak-isak dan dalam pelukan Ratu Reswari dan di bawa ke ruangan lain, untuk di hibur.Pangeran Harman kini duduk bersimpuh di hadapan pria yang jadi ayah kandungnya, Pendekar Bukit Meratus alias Prabu Japra.“Maafkan aku ayahanda….sudah menghancu
Pendekar Mabuk sama sekali tak tahu apa yang terjadi di Istana Kerajaan Hilir Sungai.Pendekar Mabuk pergi sehari sebelum Putri Alona dan Pangeran Harman di panggil Ratu Reswari dan di saat bersamaan Prabu Japra diam-diam juga datang ke Istana ini.Ia pun juga tak tahu semua saudara-saudaranya saling berpelukan erat, tak menyangka mereka ini bersaudara beda ibu.Ada keharuan dan juga kebahagian, kini ke 4 anak-anak Prabu Japra saling bercengkrama, seolah di Istana Hilir Sungai ini mereka reunian mereka. Walaupun saat itu Boon Me dan Pangeran Daha tidak hadir.Bahkaan semua saudaranya terkejut karena Pendekar Mabuk ini saudara se ayah mereka sendiri.Putri Betani yang dulu sempat suka berbalik terkaget-kaget, ketika tahu Pendekar Mabuk adalah saudaranya sendiri.Putri Seruni pun sama, dia malah teringat masa-masa mereka masih kecil, di mana Pendekar Mabuk selalu memanggilnya kakak.Tak di sangka, ternyata si Boon Me ini memang adiknya, walaupun beda usianya hanya 1,5 tahunan.“Pantas si
Kita kembali ke tokoh kita, si Pendekar Mabuk, kelak si bayi malang alias Si Putul akan ada kisah tersendiri…!Kenapa Pendekar Mabuk justru pergi, tanpa sadar kalau saudara-saudaranya mencari-carinya, juga ayah kandungnya?Ternyata si Pendekar Mabuk ini ‘ngeri’ makin dekat dengan Betani, walaupun Betani sangat cantik dan selalu mengingatkannya dengan Putri Kalia. Tapi dia tak mau kecewakan hati si putri jelita ini.Sebab rasa cintanya hanya buat…Putri Kalia!Walaupun masih patah hati dengan putri Pangeran Koh, pimpinan kelompok padepokan Bendera Hitam Ular Putih di negeri Thai, hati Pendekar Mabuk tak bisa bohong, rasa itu sulit di hapus alias belum move on sampai saat ini.“Lama-lama aku tergoda dan bablas, kasian Putri Betani, cintaku…masih buat Putri Kalia,” gumam Pendekar Mabuk, lalu menghela nafas panjang.Pendekar Mabuk juga masih penasaran dengan musuh-musuh besarnya, terutama Pendekar Gledek Cs, yang kembali bebas setelah di hajarnya.“Belum puas aku kalau tidak binasakan merek
“Heehh siapa orang mabuk ini, kayaknya sedang nunggu kita nih, kalau mau malak kita, ni orang salah besar, belum tahu dia dengan 3 Pendekar Golok Hitam!” cetus si Muka Pucat, sambil pegang gagang goloknya.“Hajar saja, kayaknya dia bukan sejenis preman, tapi seorang bangsawan ke sasar, lihat saja pakaiannya?” sahut si Codet, sengaja memanasi kedua rekannya.“Tunggu dulu sobat-sobat, aku justru ingin berteman dengan kalian, bukan mau bermusuhan, apalagi malak kalian, uangku lebih banyak dari kalian,” cetus Pendekar Mabuk sambil minum kembali araknya.Hari ini Pendekar Mabuk memang lagi tak selera berkelahi, ia ingin cari teman saja.“Hehh berteman, emanknya ente siapa hahh?” kata si mata Juling, sengaja bersuara lantang, agar Pendekar Mabuk keder. Tapi kali ini mereka kecele, yang mereka hadapi pendekar sakti yang lihai. “Iya nihh, cari masalah saja ni orang,” sahut di muka pucat tak mau kalah, sambil terus elus-elus gagang goloknya.Pendekar Mabuk kini bangkit dari duduknya, dia lalu
Wilayah Utara Kerajaan Loksana merupakan daerah pantai yang indah. Penduduknya otomatis menjadi nelayan dan rata-rata hidup makmur, karena aktivitas perdagangan yang pesat dan ramai.Di sini sering singgah kapal-kapal dari berbagai kerajaan di segala penjuru dunia, tak terkecuali kapal besar yang berisi orang-orang berkulit putih, yang di sebut warga lokal sebagai julukan ‘Bekantan Putih’.Gara-gara hidung para bule ini gede dan panjang, persis hidung bekantan, di tambah rambut bule itu ada yang kuning dan merah, tak jauh beda dengan si binatang yang segaris lurus dengan urang utan dan monyet. Di sinilah Pendekar Mabuk bersama trio golok hitam sampai, setelah menempuh perjalanan selama hampir 1,5 bulan.Di sinilah si Juling, si Pucat dan si Codet takluk dengan pendekar sakti ini, tak terhitung berapa kali mereka bentrok dengan begal atau perampok di perjalanan.Awalnya Pendekar Mabuk sengaja nonton ke 3 orang ini petentang petenteng hadapi para penjahat itu.Pendekar Mabuk kadang ter
Dua orang berbaju putih malah mundur, seakan beri kesempatan pada wanita ini untuk hadapi ke 4 pemuda tadi, karena salah satunya masih pingsan kena gampar.“Luna hati-hati, jangan bikin mereka celaka, pesan mahaguru setiap tamu yang datang tetap kita hormati. Cukup beri pelajaran agar tak pongah dan bikin keributan di di tempat kita!” si pria yang menampar tadi beri peringatan. “Siap Kang, paling pantat mereka aku bikin merah dan makin hitam,” sahut” wanita yang di panggil Luna ini sambil kedipkan mata.Ini saja sudah membuktikan kalau kesaktian ke 3 orang ini tidak main-main, tapi ke 4 orang yang petentang petenteng justru tidak menyadarinya. Ke 4 orang ini langsung serbu Luna, wanita ini sendiri sudah menggerakkan senjata tongkatnya yang seolah membentu perisai hadapi serangan ganas ini.Pendekar Mabuk dan 3 Golok Hitam kini malah menarik meja dan kursi, seolah bersiap saksikan pertarungan seru ini.Aksi mereka ternyata sama, diikuti puluhan tamu warung ini, sehingga kini di ten
Luna melempar senyum manisnya, hingga si Juling salah tanggap, dipikirnya senyum itu buatnya.Dia pun langsung pasang aksi, hingga si muka pucat dan si codet tertawa melihat kelakuan sobatnya ini.Pendekar Mabuk pun ikutan tertawa kecil, tingkah mereka yang kadang konyol jadi hiburan buat pendekar ini. Sehingga kalau lagi sendiri, dia tak lagi suntuk dan kalau sendirian selalu memikirkan....Putri Kalia.Tapi aksi itu tak lama, Pendekar Mabuk berdiri dan ajak ke 3 ‘anak buahnya’ ini pergi dari warung ini, tentu Si Juling dan Si Muka Pucat juga si Codet tak berani membantah.Walaupun mereka masih pingin berlama-lama menatap Luna si cantik menggemaskan ini.“Kita cari penginapan yuks, kan acaranya masih 4 harian lagi,” ajak Pendekar Mabuk, dan ketiganya langsung mengangguk.Semenjak bersama Pendekar Mabuk, ketiganya memang berubah total, pakaian tak lagi sembarangan, kini lebih rapi dan harum.Pendekar Mabuk memang mewajibkan ketiganya wajib mandi minimal 1X atau 2X sehari. Kalau dulu k
“Benar…akulah orangnya! Apa tujuan kamu Luna, pasti ada sesuatu yang besar, sehingga kamu nekat ke sini, dan tahu jati diriku,” kata Pendekar Mabuk mulai bertanya serius.“Aku ke sini minta tolong, aku dan dua temanku sebenarnya sedang menyamar sebagai murid dari Padepokan Tongkat Sakti, sudah 4 bulan kami di sini, kami dari Perguruan Bangau Putih!” kata Luna mulai buka-bukaan.“Tolong….tolong apa?” sahut Pendekar Mabuk lagi, ia pun jadi penasaran, tentu saja hatinya masih heran, baru kenal langsung minta tolong.“Tolong jagakan Putra Mahkota, sebab dari info yang kami dapatkan akan ada rencana pembunuhan yang akan dilakukan orang-orang jahat, persis saat sayembara cari jodoh diadakan Ki Jarni itu!” kini Luna mulai buka-bukaan.“Menjagakan putra mahkota…? Hmm…setahuku seorang Pangeran apalagi selevel Putra Mahkota, pasti punya pengawal yang hebat-hebat!” sela Pendekar Mabuk, heran sendiri, bisa-bisanya Luna meminta tolong padanya. “Justru ada penyusup di deretan pengawal itu dan kami
“Kalian memang hebat, kini aku lega, semua ilmu silat yang aku ajarkan sudah sempurna kallian kuasai, tinggal di matangkan lagi,” Bafin tanpa ragu menciumi ke 5 nya satu persatu.Kelakuan Bafin sudah tak aneh bagi mereka dan pastinya langsung paham, dan kini mereka pun ‘pesta’ kecil-kecilan di sebuah ruangan istana ini.Dan pastinya di akhiri dengan membuka paha masing-masing, untuk di lumat bibir Bafin dan kemudian dimasuki pelatuk perkasa si pendekar flamboyan ini.Anehnya, energy bercinta Bafin makin lama makin hebat saja. Sehingga ke 5 selirnya kadang berseloroh, Bafin harus nambah selir lagi untuk layani keperkasaan pendekar flamboyan ini.Demikian lah sejak saat itu nama 5 Bidadari Lembah Iblis langsung menggema ke mana-mana, terlebih saat itu juga orang-orang menyebut kalau ke 5 wanita yang memang cantik jelita adalah selir dari Pendekar Tanpa Bayangan. Tak berhenti sampai di sana, sepak terjang 5 Bidadari Lembah Iblis dan sesekali Bafin turun tangan, juga membasmi banyak penj
Salah satu kawanan 10 Pendekar Setan yang bertubuh agak gemuk tiba-tiba mulai lakukan serangan ke arah Nyai Laras dengan goloknya.Serangan sangat mematikan, karenadi sertai dengan tenaga dalam yang kuat. Namun si cantik ini dengan amat lincahnya mengelak, si gendut tak dapat mengendalikan dirinya lagi dan diapun terdorong oleh tenaganya sendiri, tanpa kakinya dapat mengatur keseimbangan badan lagi, tubuhnya tersungkur ke depan.Pada saat itu, kaki Nyai Laras melayang dan kali ini ‘menciumnya’, tapi bukan mencium mulut, namun dada sebelah kiri yang jadi sasaran.”Ngekk...!" Si gendut terpelanting dan tahu-tahu goloknya telah terampas oleh Nyai Laras.Sambil tersenyum, Nyai Laras menggerakkan golok rampasan ke arah si gendut yang memandang terbelalak dan wajahnya pucat sekali, karena dia tahu bahwa maut telah siap menerkamnya.Tiba-tiba golok itu dilepas oleh si Nyai Laras dan meluncur ke bawah, tapi gagangnya di depan dan menyambar ke arah si gendut.Nyai Laras ternyata tidak langsu
Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia
Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20
Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari
Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad
Bafin kini menatap ratusan anak buah Ki Manyan yang tiba-tiba saja berlutut dan memberi hormat padanya, sekaligus mohon pengampunan.“Bangkitlah kalian semua, mulai hari ini kalian harus berhenti berbuat jahat, atau aku basmi kalian sama seperti Ki Manyan dan rekan-rekan kalian yang kini sudah tewas itu, kalau kelak bertemu aku lagi dan kalian masih tetap berbuat kejahatan!”Terdengar suara Bafin, kalem saja, tapi karena di sini sunyi dan tak ada yang berani bersuara, bahkan daun jatuh pun akan kedengaran saking sunyinya tempat ini.Bafin lalu perintahkan semuanya agar segera kuburkan mayat-mayat yang bergelimpangan ini.Tanpa membantah mereka semuanya bekerja cepat dan halaman ini pun kini terbebas dari mayat-mayat tersebut.Termasuk mayat Ki Manyan juga di kuburkan di bagian belakang rumah besar ini.Setelah semuanya beres, Bafin membebaskan mereka semua dan tanpa banyak cincong mereka serempak pamit dan meninggalkan rumah Ki Manyan.Aksi Pendekar Tanpa Bayangan ini sontak bikin gege
"Singgg....!" Bafin dengan kekuatan yang di milikinya langsung menangkis semua pedang lawan yang meluncur dekat sekali dengan dadanya, dia juga bergerak luar biasa cepatnya.Bafin mengelak ke kanan dan kiri, akan tetapi pedang musuh-musunya itu sudah membacok dari kiri dengan kecepatan kilat. Bafin lantas menggerakkan pedangnya menangkis.Terpaksa menangkis karena sejak tadi dia lebih banyak mengelak, tidak pernah mengadu senjata secara langsung, maklum bahwa ratusan pedang yang menghantamnya sangat kuat, apalagi mereka ini rata-rata miliki ke saktian tinggi.Apalagi 3 orang yang jadi orang kepercayaan Ki Manyan. Kini, karena tidak mungkin mengelak lagi, terpaksa dia menangkis. "Cringgg....!" Pedang di tangan Bafin mampu patahkan puluhan pedang lawannya.Lalu Bafin mengerahkan tenaga dalamnya dan berteriak ke arah lawan-lawannya yang terus menyerangnya dengan ganas.Pedangnya menyambar dengan cepatnya, menusuk ke arah lambung semua pengeroyoknya dengan kecepatan luar biasa.Terdengarl
“Hei kalian berlima, jangan ke asyikan, cepat bawa tubuh Pendekar Tanpa Bayangan, keluar!” bentak Ki Manyan tiba-tiba.Saat bersamaan…tiba-tiba kepala Bafin pusing dan…dia pun tergeletak lemas saat baru saja mencium perabotan Nyai Laras…!Nyai Laras tersenyum kecil, dia pun lalu bangkit dan segera berpakaian, juga ke 4 istri Ki Manyan lainnya turut berpakaian lagi, padahal rata-rata masih nanggung dan masi terus kepingin dipuaskan pejantan tangguh ini.Tapi teriakan mengguntur Ki Manyan dan malah Pendekar Tanpa Bayangan kini pingsan di antara paha Nyai Laras, membuat mereka bergegas berpakaian lagi. Bafin terlambat menyadari, kalau minuman yang di sodorkan Nyai Laras bercampur obat bius, yang biasa di gunakan untuk jinakan harimau ataupun gajah, efeknya bikin pingsan...!Namun karena Bafin memiliki tenaga dalam hebat, reaksi obat bius itu lama baru membuat pendekar sakti ini pingsan.Bafin yang telanjang bulat lalu di ikat dan hanya pasangi kolor. Lalu beramai-ramai mereka berlima