“Kita tak bisa apa-apa, kita tunggu kedatangan Pangeran Japra, semoga kerajaan ini tak makin runtuh dipimpin maharaja yang hanya pentingkan syahwatny, tapi tak peduli lagi dengan rakyatnya!” keluh Panglima Uray pada 3 Pendekar Golok Putih.Ketiga pendekar ini sama, mereka hanya menghela nafasnya sekaligus sedih melihat nasib kerajaan yang makin lama makin alami kemunduran wibawa dan wilayahnya ini.Panglima Uray kini sudah di non jobkan Prabu Kanji, atas bujukan Mahapatih Jugi, yang setali 3 uang dengan Prabu Kanji, hanya sibuk puaskan nafsunya.Tanpa sadar kerajaan kini tengah terancam musuh dari segala penjuru, di Barat Kerajaan Loksana, di Utara kerajaan Hilir Sungai yang dipimpin Ratu Reswari yang makin luas wilayah dan makin kuat kedudukannya.Lalu di Barat serta Timur kerajaan-kerajaan lain yang terus-terusan perluas wilayah mereka, dengan caplok wilayah kerajaan Daha yang makin lemah ini.Hanya kurang dari setahun, semenjak Japra merantau ke Kekaisaran Qin, hampir separuh wilay
Anak kecil laki-laki berusia 7 tahun ini sama sekali tak menangis, ibu angkatnya terlihat sekarat, setelah di kerjai habis-habisan 13 perampok ganas dan kejam.Bahkan baru saja di perkosa seorang perampaok, setelah berhasil melumpuhkan wanita malang ini.Anak kecil ini tak kuasa melawan, dia masih terlalu kecil dan tenaganya tak ada artinya melawan ke 13 kawanan perampok ganas ini.Matanya memerah menahan amarah dan dendam luar biasa.“Boon Me, pergilah cepat, kelak kalau kamu sudah besar dan sakti seperti ayah kandungmu, balaskan dendam bibi dan pamanmu pada 13 begundal itu,” terdengar lirih suara wanita ini, dari mulutnya tak henti keluarkan darah. Ini seolah-olah pesan terakhir dari wanita yang terlihat sangat cantik tersebut. “Bibiiii…!” hanya itu suara yang bisa dikeluarkan anak bernama Boon Me ini.Tiba-tiba kepalanya di cengkram seorang perampok.“Ha-ha-ha ni anak harus kita sembelih, lihat matanya ngeri kayak mata setan,” seru seorang perampok, sambil mengangkat tubuh anak
Anong awalnya memelihara bayi Boon Me, tapi bayi ini rewel dan tak mau minum susu sapi atau susu kambing, sepeninggal ibu kandungnya. Sehingga badannya menjadi kurus, kurang gizi.Anong lalu ingat sepupunya yang baru melahirkan, namun bayinya meninggal dunia karena terkena penyakit, di sebuah desa yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya saat ini.Anong lalu membawa Boon Me ke sana, begitu melihat bayi kurus ini, sepupu Anong pun iba dan mau memberi ASI-nya.Dengan lahap Boon Me lalu menetek dan sejak saat itulah, Boon Me akhirnya tinggal dengan keluarga sepupu Anong tersebut.Anong sendiri tak lama kemudian menikah lagi dengan seorang perwira Kerajaan Rama, setelah suaminya meninggal dunia.Anong yang memiliki kesaktian tinggi juga dapat jabatan di kerajaan ini. Diapun di boyong suaminya ke Kotaraja, lalu melahirkan dua anak di sana.Sehingga dengan kesibukannya, baik sebagai ibu rumah tangga dan menjadi pasukan khusus kerajaan yang mengawal keluarga Raja Rama, Anong malah terlupa de
“Aku di culik 13 Setan itu tuan, setelah desaku mereka rampok dan kedua orang tua angkatku mereka bunuh. Mereka lalu bawa aku ke sarangnya dan jadi jongos, makanya aku kabur,” sahut Boon Me apa adanya dan berdiri di hadapan bajak laut ini.Si kepala bajak laut ini kaget melihat keberanian Boon Me, tidak ada takut-takutnya dengannya. Boon Me sebutkan usianya dan di mana desanya tinggal.Si kepala bajak bahkan kaget dengan usianya yang masih sangat belia ini, terlebih jawabannya bagus dan teratur, seperti anak sekolah tinggi saja dan masih bocah pula.Padahal Boon Me hanya sekolah di desanya itu, itupun hanya belajar membaca dan berhitung saja.Tapi anak ini memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, agaknya gen kedua orang tuanyalah yang membuatnya begini.Bahkan anehnya si kepala bajak seperti tersihir saat menatap mata Boon Me yang tajam dan indah. Seperti ada sesuatu di mata itu yang tak bisa membuatnya berpaling.Semenjak kepalanya kepentuk kayu ketika di hempaskan salah satu da
Sudah tak terhitung Boon Me menyaksikan perbuatan jahat para bajak laut ini. Membuat mentalnya makin mengeras.Boon Me seolah terdidik tabah dan kuat di usia yang masih bocah, yang harusnya hanya bermain saja kerjanya.Diam-diam dia bercita-cita muluk, yakni ingin jadi pendekar hebat dan basmi manusia-manusia durjana ini kelak.Tapi wajah 13 Setan duduki urutan pertama yang bakal dia basmi suatu hari nanti, kalau sudah menjadi pendekar sakti.Tapi bagaimana mencari guru yang hebat, pergi dari sarang bajak laut saja Boon Me belum ada keberanian...!Tapi ada satu hal yang membuatnya betah, Boon Me diikutkan latihan beladiri bersama anak-anak para bajak laut yang berjumlah 25 orang, yang usianya sebaya dengannya.Bahkan banyak ada yang lebih kecil lagi, yang di latih para bajak ini. Tentu saja latihannya seperti berkelahi saja, bukan berlatih ilmu kanuragan yang mengandung tenaga dalam hebat.Sehingga dia ada teman sebaya kalau lagi tak ada kerjaan, tidak lagi hanya melihat kelakuan para
Prabu Japra dianggap sebagai musuh nomor 1 kaum bajak, perampok dan juga pendekar golongan hitam, karena dianggap telah membasmi kelompok mereka tanpa ampun sejak dulu.Hari ini mereka berkumpul dan nanti akan memilih seorang 'Raja' golongan hitam, yang jadi pemimpin baru, pengganti Ki Birawa.Boon Me kagum juga melihat keramaian di sini, apalagi yang datang bermacam-macam manusia, ada yang berpakaian perlente, persis kaum bangsawan.Tak sedikit pula yang berpakaian seadanya, tapi gayanya selangit, tak kalah dari kaum bangsawan, dengan senjata yang aneh-aneh.Julukan mereka pun macam-macam, kadang Boon Me menahan senyum, mendengar julukan yang rata-rata bernama binatang.Ada yang bernama Pendekar Kucing, kalau tertawa persis kucing, ada juga Pendekar Harimau, bajunya terbuat dari kulit harimau.Ada juga yang bernama Pendekar Biawak, ternyata orangnya pesolek kayak banci, tapi tak bisa lihat wanita cantik, leleran lidahnya.Kalau ada pelayan Ki Anom yang denok dan genit, dia tak segan
“Ihh aahh…ihh kenapa jadi gini,” seru si gadis cilik ini, dia seolah tak bisa menahan gerakan kaki dan tangannya menari-nari bak tari jaipongan.Tiba-tiba melayanglah tubuh seorang wanita cantik, sekali menotok tubuh si gadis cilik ini, diapun langsung pingsan.Lalu serangkum serangan dahsyat menerpa Boon Me, akibatnya anak kecil ini jatuh bergulingan dan kepalanya langsung puyeng, tubuhnya yang hanya terlatih berkat sering kerja keras terasa sangat sakit.Boon Me beruntung, serangan ini tidak membinasakannya.“Apiw, bawa Putri Seruni ke dalam, agaknya anak setan itu ahli sihir, hingga Seruni terhipnotis,” dengus wanita cantik ini pada seorang dayangnya, sambil mendekati Boon Me, yang masih kleyengan.Kaki kanan wanita cantik ini menindih dada Boon Me. “Hei anak setan, siapa kamu, kenapa kamu berani menyihir anakku,” bentak wanita ini.Boon Me sampai sulit bernafas, melihat itu, si wanita ini melepas injakannya, dan dia menatap tajam wajah Boon Me.“Ma-maaf bibi, aku nggak tahu apa it
“Hei kamu berhenti menari, apa nggak capek menari terus!” tegur Boon Me sambil menatap wajah Putri Seruni.Boon Me sebelumnya terpaksa berbuat itu, untuk hentikan ‘sihirnya’ Putri Seruni.Ajaibnya, tiba-tiba gadis cilik ini berhenti menari, lalu kebingungan sendiri. Nyai Aura dan si Pangeran ini sampai bengong dan saling pandang.“Ibu apa yang terjadi? Kenapa Seruni seolah mimpi menari-nari tadi?” kata Putri Seruni sambil menatap Nyai Aura.Nyai Aura justru kebingungan sendiri, menyalahkan Boon Me, tak mungkin, anak ini polos dan lugu.Makin geleng-geleng kepala lagi, saat Boon Me tanpa malu minta makan, dengan alasan sejak tadi malam hingga siang ini belum makan!Apalagi saat melihat lauk-lauk enak yang menggugah selera. “Nggak tahan…enak bangettt.” Ceplos Boon Me cuek.Si pria yang dipanggil Pangeran yang awalnya juga naik darah, balik tertawa mendengar si bocil aneh ini minta makan.Akhirnya mereka membiarkan Boon Me makan di temani Putri Seruni yang juga lapar setelah menari-nari
Putri Melania yang memang menyamar sebagai nenek-nenek ini tersenyum manis sekali dan dia kaget saat tubuhnya tiba-tiba di raih Bafin dan di lemparnya ke atas, lalu di sambut dengan pelukan dan ciuman bertubi-tubi.“Sayangggkuuu istrikuuuu…ya Tuhan, kenapa kamu sampai nyamar jadi nenek-nenek sih,” seru Bafin dengan wajah berseri-seri.Tak lama kemudian terdengar suara anak kecil memanggil ibu, yang berlari dan di iringi 5 wanita cantik, selir-selir Bafin.“Kalian…syukurlah kalian tak apa-apa, eh itu siapa anak kecil itu?” seru Bafin sambil lepaskan pelukannya dari tubuh harum Putri Melania.Kini ia menatap anak kecil yang usianya antara 2-3 tahunan ini, wajahnya sangat tampan dan mirip anak perempuan, saking tampangnya.“Pangeran Bome, cepat beri hormat pada ayah kandungmu, dialah ayah yang selama ini kamu cari-cari!” tegur Putri Melania ke si anak kecil ini.Si anak kecil yang di panggil Pangeran Bome ini awalnya kaget, lalu dengan cepat bersimpuh dan beri hormat pada Bafin dengan sik
Pendekar Tanpa Bayangan ini tentu saja kaget bukan kepalang, serangan ini tidak bercanda. Mau tak mau dia pun langsung bergerak dengan gunakan jurus kaki ajaibnya.Sehingga serangan pertama ini luput, si nenek tak di kenal ini kembali lakukan serangan lebih dahsyat dari tadi.“Pantas saja ke 5 selirku tak mampu ladeni si nenek ini, pukulan-pukulannya sangat dahsyat,” batin Bafin, yang sengaja belum membalas, kecuali bergerak lincah dan selalu menghindar.Ia tak ingin menyakiti si nenek ini, apalagi belum tahu apa motifnya menculik ke 5 selirnya tersebut.“Nek, sabar dulu, aku mau tanya kamu apakan selir-selirku itu dan di mana mereka kamu tawan?” sambil menghindar Bafin sengaja bertanya.Tapi si nenek ini tak menggubris pertanyaan Bafin, dia malah makin lama makin beringas menyerang Bafin.Bahkan sudah 50 jurus, jangankan mampu taklukan Bafin, mengenai tubuh pemuda sakti ini saja tidak. Makin murkalah si nenek berbody aduhai ini.Tapi ada yang aneh, dari tubuh si nenek yang terlihat p
Bafin baru saja pulang dari Kerajaan Hilir Sungai, untuk menemui kakeknya Prabu Harman, sekaligus minta izin menempati Istana Lembah Iblis dan kakeknya ini tak keberatan, bahkan janji kelak akan berkunjung ke sana.“Bagus cucuku, sayang bangunan istana itu dibiarkan terbengkalai, nanti aku akan kirim tukang-tukang bangunan Istana buat percantik istana itu,” janji Prabu Harman dan Bafin banyak bawa pulang hadiah-hadiah waah dari Maharaja ini.Namun, setelah dua seminggu dan tiba kembali ke sini, Bafin merasa aneh sendiri.Istana-nya yang biasanya ramai dengan celotehan ke 5 selirnya hari ini sunyi. Bafin memang tak khawatir tinggalkan selir-selirnya sementara, sebab ke 5 nya sudah miliki kesaktian tinggi, biarpun saat ini ke limanya kompak sedang hamil muda dan kini sudah jalan 3,5 bulanan.Di tambah lagi tempat ini tak lagi seperti dulu, sudah ramai dan menjadi sebuah perkampungan yang mulai padat warganya.Bahkan anak-anak kecil pun sering jadikan halaman istana yang luas ini jadi t
“Kalian memang hebat, kini aku lega, semua ilmu silat yang aku ajarkan sudah sempurna kallian kuasai, tinggal di matangkan lagi,” Bafin tanpa ragu menciumi ke 5 nya satu persatu.Kelakuan Bafin sudah tak aneh bagi mereka dan pastinya langsung paham, dan kini mereka pun ‘pesta’ kecil-kecilan di sebuah ruangan istana ini.Dan pastinya di akhiri dengan membuka paha masing-masing, untuk di lumat bibir Bafin dan kemudian dimasuki pelatuk perkasa si pendekar flamboyan ini.Anehnya, energy bercinta Bafin makin lama makin hebat saja. Sehingga ke 5 selirnya kadang berseloroh, Bafin harus nambah selir lagi untuk layani keperkasaan pendekar flamboyan ini.Demikian lah sejak saat itu nama 5 Bidadari Lembah Iblis langsung menggema ke mana-mana, terlebih saat itu juga orang-orang menyebut kalau ke 5 wanita yang memang cantik jelita adalah selir dari Pendekar Tanpa Bayangan. Tak berhenti sampai di sana, sepak terjang 5 Bidadari Lembah Iblis dan sesekali Bafin turun tangan, juga membasmi banyak penja
Salah satu kawanan 10 Pendekar Setan yang bertubuh agak gemuk tiba-tiba mulai lakukan serangan ke arah Nyai Laras dengan goloknya.Serangan sangat mematikan, karenadi sertai dengan tenaga dalam yang kuat. Namun si cantik ini dengan amat lincahnya mengelak, si gendut tak dapat mengendalikan dirinya lagi dan diapun terdorong oleh tenaganya sendiri, tanpa kakinya dapat mengatur keseimbangan badan lagi, tubuhnya tersungkur ke depan.Pada saat itu, kaki Nyai Laras melayang dan kali ini ‘menciumnya’, tapi bukan mencium mulut, namun dada sebelah kiri yang jadi sasaran.”Ngekk...!" Si gendut terpelanting dan tahu-tahu goloknya telah terampas oleh Nyai Laras.Sambil tersenyum, Nyai Laras menggerakkan golok rampasan ke arah si gendut yang memandang terbelalak dan wajahnya pucat sekali, karena dia tahu bahwa maut telah siap menerkamnya.Tiba-tiba golok itu dilepas oleh si Nyai Laras dan meluncur ke bawah, tapi gagangnya di depan dan menyambar ke arah si gendut.Nyai Laras ternyata tidak langsun
Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia
Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20
Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari
Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad