Share

Bab 2

Penulis: Vodka
Di bangsal No. 204.

Setelah beristirahat semalaman, Karina berhasil melewati masa kritisnya dan kembali sadar.

Ambar, ibu Karina, dengan penuh perhatian menyuapi Karina dengan sup yang bergizi.

Di samping Karina, berdiri seorang pria terpelajar dan sopan.

Pria tersebut adalah Reza Ardiyanto, saingan Yoga dalam memperebutkan cinta Karina.

“Istirahatlah dulu, Bi. Biar aku saja yang menyuapi Karina dengan sup ini,” kata Reza dengan penuh perhatian.

Ambar buru-buru berkata, “Reza, bicara mengenai lelah, nggak ada yang bisa dibandingkan denganmu. Kemarin, kamu sudah menyumbangkan begitu banyak darah untuk Karina dan menjaganya sepanjang malam. Lihatlah, betapa lelahnya dirimu. Kamu terlihat lemah dan pucat.”

“Bi, kalau Bibi berkata seperti itu, artinya Bibi menganggapku sebagai orang lain. Sudah seharusnya aku melakukan semua ini,” kata Reza.

Padahal yang sebenarnya terjadi, Reza juga baru saja datang.

Penampilannya yang terlihat lemah dan pucat, itu semua karena dia bergadang semalaman di bar.

Begitu Reza tiba di rumah sakit, Ambar menyuruh Reza untuk patuh dan mengatakan bahwa dialah yang sudah mendonorkan darahnya kepada Karina semalam.

Reza tahu jika yang dilakukan Ambar adalah untuk menyatukan dirinya dan Karina. Tentu saja, Reza tidak menolaknya.

Reza sudah lama menginginkan Karina.

Setelah mengetahui jika Reza yang sudah mendonorkan darah untuknya, Karina pun menatap Reza dengan penuh rasa terima kasih.

Tentu saja, hal tersebut tidak lebih dari menghargai kebaikan Reza semata.

“Terima kasih, Tuan Muda Reza.”

“Nggak perlu mengucapkan terima kasih. Ini semua sudah menjadi kewajibanku.” Ucapan Reza terdengar ambigu.

Ambar menghela napas dan berkata, “Membandingkan orang yang satu dengan yang lainnya, hanya akan membuat kita merasa sedih. Membandingkan suatu barang dengan barang yang lainnya, akan membuat kita merasa nggak puas. Kata-kata ini memang benar adanya. Kemarin, kamu membutuhkan transfusi darah untuk bisa selamat. Aku tahu golongan darah Yoga juga B. Itu sebabnya, aku meneleponnya untuk meminta bantuan. Tapi, siapa sangka kalau manusia nggak berguna itu nggak mau menolongmu. Dia bahkan juga nggak mau menjawab teleponku. Kalau bukan karena Tuan Muda Reza datang tepat waktu, aku takut mungkin kamu sekarang sudah … aduh! Kamu sudah bercerai dengannya, ‘kan Karina?”

Hmm?

Karina mengerutkan kening.

Yoga benar-benar nggak berperasaan. Baru saja bercerai kurang dari setengah hari, dia benar-benar membiarkanku mati? Apa perasaan Yoga padaku dulu, semuanya itu palsu? Atau, apakah Ibu yang berbohong padaku?

Tiba-tiba saja, Karina teringat sesuatu dan buru-buru berkata, “Omong-omong, aku membaca berita kalau Raja Agoy yang Perkasa mempersiapkan diri untuk datang ke Daruna. Aku nggak tahu apakah berita ini benar atau bohong?”

“Kamu juga sudah mendengar berita itu ya, Karina?” tanya Reza. “Berita itu memang benar. Kamu juga tahu sendiri posisi Raja Agoy yang Perkasa di kancah ekonomi global. Kalau dia bersiap datang ke Daruna, hal ini akan menjadi peluang besar bagi kita. Bahkan, juga bagi perekonomian Daruna.”

Setelah memastikan jika berita tersebut memang benar, Karina menjadi begitu antusias, hingga tidak bisa berbicara dengan jelas.

Karina menganggap, bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa adalah cita-citanya sepanjang hidupnya.

Sekarang, Raja Agoy yang Perkasa tiba-tiba saja ingin pergi ke Daruna. Karina merasa jika dirinya selangkah lebih dekat dengan cita-citanya.

Namun, dalam sekejap, Karina menjadi kembali tenang.

Jadi, bagaimana jika Raja Agoy yang Perkasa sudah berada di Daruna nantinya? Mungkin, orang terkaya di Daruna sekalipun akan sulit untuk bertemu dengannya. Apalagi diriku.

“Karina, aku dengar kamu mengidolakan Raja Agoy yang Perkasa ya?” tanya Reza.

Karina mengangguk. “Ya. Aku selalu memimpikan untuk bertemu dengannya.”

“Aku mendapat informasi yang bisa dipercaya. Baru-baru ini, Bu Nadya dari Grup Magani ingin mengadakan perjamuan makan untuk Raja Agoy yang Perkasa. Pada saat itu, dia akan mengundang banyak selebritas papan atas untuk ikut menemani,” kata Reza. “Aku pikir dengan mengandalkan koneksiku, seharusnya aku bisa mendapatkan tempat untukmu.”

Karina merasa begitu bersemangat hingga tidak bisa menahan diri. “Bagus sekali, Tuan Muda Reza. Terima kasih.”

Melihat waktunya tepat, Ambar pun berkata, “Reza, tolong berikan sup ini pada Karina. Aku harus pulang sebentar.”

Reza tahu jika Ambar sedang memberikan kesempatan kepada mereka berdua. Oleh karena itu, dia cepat-cepat mengambil mangkuk sup tersebut. “Bi, pulanglah dan istirahatlah dengan baik. Serahkan saja Karina padaku.”

Ambar berdiri dan keluar.

Siapa sangka begitu membuka pintu, secara kebetulan dia bertemu dengan Yoga.

Yoga baru saja tersadar dan tidak sabar untuk melihat keadaan Karina.

Namun, adegan dalam bangsal membuat hatinya sakit bagaikan ditusuk sembilu.

Karina oh Karina. Aku hampir mempertaruhkan nyawa untukmu. Tapi, bukan hanya nggak peduli padaku, kalian juga nggak mau menghargaiku. Bahkan, kamu malah menggoda pria lain di sini. Kenapa kamu bisa begitu kejam?

Yang lebih penting lagi, pria itu sebelumnya merupakan musuh bebuyutan Yoga.

Yoga bahkan menduga jika Reza juga terlibat dalam tragedi yang menghancurkan keluarganya waktu itu.

Ambar berteriak keras, “Kamu si orang nggak berguna, masih punya muka untuk datang kemari? Cepat pergi, kamu nggak punya tempat di sini!”

Yoga mentertawakan dirinya sendiri. “Sepertinya aku datang di waktu yang nggak tepat.”

Karina berkata dengan nada yang terdengar seperti orang yang sedang menginterogasi, “Yoga, aku bertanya padamu. Ibuku sudah meneleponmu beberapa kali, kenapa kamu nggak menjawabnya?”

Ambar dan Reza langsung menjadi gugup. Mereka khawatir jika kebohongannya akan terbongkar.

Yoga mengerutkan kening. “Meneleponku? Ponselku sudah rusak sejak kemarin.”

Wajah Karina makin terlihat muram.

Sebelumnya, Karina menduga jika ibunya sudah berbohong kepadanya. Ibunya tidak menelepon Yoga, sehingga Yoga tidak tahu jika Karina terluka dan dirawat di rumah sakit. Itu sebabnya Yoga tidak datang.

Sekarang, sepertinya Karina sudah berpikiran macam-macam. Ibunya memang menelepon Yoga.

Yoga sendiri yang malah berbohong dengan mengatakan ponselnya rusak untuk membela diri.

Setan sekalipun juga tidak akan percaya dengan alasan seperti itu.

Karina benar-benar kecewa pada Yoga.

“Pergilah, Yoga. Mulai sekarang, kita jalani hidup kita masing-masing dan nggak punya hubungan satu sama lain.”

Setiap kata yang diucapkan Karina bagaikan paku baja yang menancap kuat di hati Yoga.

Hati Yoga hancur lebur.

Bahkan, orang asing sekalipun nggak mungkin sekejam ini, ‘kan?

Agar masalah donor darah tidak terungkap, Ambar kembali mengusir Yoga. “Yoga, apa kamu dengar? Karina menyuruhmu pergi! Kalau kamu nggak mau pergi, jangan salahkan aku kalau bersikap kasar padamu!”

Ambar mengulurkan tangannya dan menampar wajah Yoga dengan cekatan.

Yoga mengangkat tangannya dan menangkap lengan Ambar dengan mudah. “Maaf. Bocah malang yang dulu sering kalian perlakukan dengan buruk, sekarang sudah mati. Mulai sekarang, siapa pun yang menyentuhku, aku akan menghancurkan seluruh keluarganya!”

Yoga mengayunkan tangannya sedikit dan Ambar langsung mundur beberapa langkah.

Kemudian, Ambar jatuh begitu saja ke lantai dan menangis sejadi-jadinya. “Yoga, kamu memang nggak tahu diuntung! Kamu makan dan minum dari rumahku selama ini. Nggak apa-apa kalau kamu nggak mau berterima kasih. Tapi, baru sehari bercerai, kamu sudah berani memukulku! Karina, lihatlah orang macam apa yang sudah kamu nikahi ini!”

Reza melihat adanya kesempatan untuk tampil ke depan.

Dia pun berteriak dengan keras, “Yoga, kamu memang binatang. Kamu bahkan berani memukul Bibi. Pantaskah kamu untuk Karina? Hari ini, aku akan menggantikan Karina untuk memberimu pelajaran yang baik!”

Reza menghantamkan tinjunya ke kepala Yoga.

Yoga dengan mudahnya menangkap kepalan tangan Reza dengan tangan kirinya. Kemudian, tangan kanannya langsung mencengkeram leher Reza dan mengangkatnya seperti seekor anjing yang sudah mati.

Keinginan untuk membunuh dalam diri Yoga begitu kuat.

Semua orang yang hadir menjadi tercengang.

Apakah dia masih Yoga si pengecut yang mereka kenal?

Seorang pengecut yang hanya diam saja saat dipukuli dan dimarahi?

Sudah cukup!

Pada saat yang kritis seperti itu, Karina berkata, “Yoga, pergilah dari sini! Jangan sampai aku melihatmu lagi! Pergi!”

Kata ‘pergi’ membuat Yoga menjadi lebih tenang. “Pergi. Baik, aku pergi.”

Yoga menjatuhkan Reza dan melampiaskan amarahnya pada cermin di dekatnya.

Hanya dengan satu pukulan, cermin itu langsung hancur berkeping-keping. Kepalan tangan Yoga juga terluka parah.

“Mulai sekarang, aku dan kamu seperti cermin yang pecah ini. Kita berdua sudah nggak mungkin lagi bersatu.”

Yoga menyeret tubuh dan pikirannya yang lelah, lalu pergi dalam keadaan menyedihkan.

“Gila, kamu memang benar-benar gila.” Ambar terus berteriak dan mengumpat, “Baru sehari bercerai, sifat aslimu yang buruk sudah mulai kelihatan. Karina, kita semua sudah ditipu oleh orang yang nggak berguna ini selama bertahun-tahun.”

Karina merasa sakit kepala. “Sudahlah, Bu. Jangan lupa kalau ibulah yang memulainya. Sebaiknya kalian pulang dulu. Aku ingin menyendiri.”

Reza mengantar Ambar pulang.

Mereka berdua baru saja pergi, ketika perawat yang bertugas datang untuk mengganti obat Karina. “Nona Karina, apa Anda sudah merasa lebih baik?”

“Aku sudah merasa lebih baik. Terima kasih,” jawab Karina.

Perawat itu berkata dengan santai, “Nona Karina, siapa yang mendonorkan darah kepada Anda kemarin? Kenapa dia begitu peduli pada Anda? Demi mendonorkan darah untuk Anda, dia tidak memedulikan nyawanya sendiri. Dia jatuh pingsan karena terlalu banyak darah yang diambil dan baru sadar setelah berbaring semalaman di bangsal.”

Hmm?

Karina tertegun untuk sesaat.

Si pendonor jatuh pingsan di bangsal semalaman?

Namun, Reza semalam terus menjaga Karina.

Mungkinkah …

Karina tiba-tiba menyadari sesuatu dan buru-buru bertanya, “Apa pendonor itu bernama Reza?”
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ranka Yudha Yudha
ketemu lagi bacaan jiplakan dari novel cina yg gak masuk akal dan ngawur.Kapan nemuin bacaan yg bermutu dan tokohnya tidak dungu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 3

    Perawat itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Bukan. Sepertinya nama keluarganya Kusuma. Yoga Kusuma bukan ya? Sekarang, hal tersebut sudah menyebar di seluruh rumah sakit.”Deg!Ternyata, yang mendonorkan darah untuk Karina adalah Yoga!Namun, malah Reza yang mendapat pujian.Demi menyelamatkan Karina, Yoga bahkan sampai jatuh pingsan karena terlalu banyak darah yang diambil.Akan tetapi, Karina dan keluarganya masih memperlakukan Yoga seperti itu.Tidak heran jika Yoga menjadi begitu marah.Tiba-tiba saja, Karina merasa bersalah.Namun, meski demikian, Karina tidak berniat sedikit pun untuk kembali.Meski Yoga bersikap baik pada Karina, Yoga tetap tidak bisa memberikan apa yang diinginkan Karina.Contoh yang paling sederhana. Apa Yoga bisa mengatur pertemuan antara Karina dengan Raja Agoy yang Perkasa?Tiga hari kemudian.Paman Dipa menelepon Yoga untuk melaporkan hasil pekerjaannya.“Tuan Muda, pemindahan aset Anda berjalan lancar. Saya sudah menunjuk Nadya Wibowo, Presdir Grup

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 4

    Baru setelah suara deru mobil tersebut benar-benar menghilang, mereka bertiga akhirnya kembali ke akal sehatnya.Ambar menelan ludah dengan marah. “Karina, menurutmu manusia nggak berguna … Bagaimana Yoga bisa menyalakan mobil mewah itu? Dia nggak mungkin pemilik LaFellalio, Raja Agoy yang Perkasa itu, ‘kan?”Pada saat ini, yang terpikir di benak Ambar hanya satu hal saja.Jika Yoga benar-benar Raja Agoy yang Perkasa, tanpa keraguan sedikit pun, dia pasti akan menyuruh putrinya untuk rujuk kembali dengan Yoga.Sekalipun Ambar harus bersujud dan meminta maaf kepada Yoga, semua itu tidak masalah baginya.Apa kalian bercanda? Yoga adalah Dewa Kekayaan. Bagaimana mungkin melepaskannya begitu saja?Perasaan Karina campur aduk tidak karuan. “Aku … aku nggak tahu.”Jika Yoga benar-benar Raja Agoy yang Perkasa, takdir betul-betul sudah mempermainkannya.Karina begitu mengagumi Raja Agoy yang Perkasa sepanjang waktu. Dia memimpikan bisa bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa.Namun, Raja Agoy ya

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 5

    Nadya akhirnya tidak tahan lagi. Dia berteriak dengan suara pelan, “Petugas keamanan, usir orang gila ini keluar!”“Baik.” Dua petugas keamanan berjalan mendekat dan ingin mengusir Yoga keluar.Sebelum mereka bisa melakukannya, Yoga sudah menghitung sampai angka ‘satu’.Begitu kata ‘satu’ terucap, tiba-tiba saja terjadi perubahan yang aneh.Bocah laki-laki itu membuka mulutnya dan memuntahkan darah kotor. Pada saat yang bersamaan, tubuhnya juga kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Napasnya tersengal-sengal dan wajahnya menjadi pucat pasi.Adegan yang terjadi secara tiba-tiba itu, langsung membuat ibu si bocah laki-laki menangis. “Kamu kenapa, Nak? Jangan menakuti Ibu?”Danu sendiri juga takut dan bingung. “Profesor Hendra, apa yang terjadi? Ini … ini gejala normal, ‘kan? Tolong jelaskan padaku.”Profesor Hendra buru-buru memeriksa bocah tersebut. “Jangan khawatir, Pak Danu …”Setelah selesai memeriksa, Profesor Hendra menjadi pucat pasi. “Bagaimana ini bisa terjadi? Seharusnya ini nggak

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 6

    Setelah sepuluh detik yang menyiksa. Baru saja Yoga mengucapkan kata ‘satu’, pasien yang awalnya kehilangan vitalitas, tiba-tiba saja bangun dalam posisi setengah duduk. Kemudian, dia membuka mulutnya dan mengeluarkan banyak dahak kental.“Huaaaaa …” Tangisan anak itu bergema di laboratorium untuk waktu yang lama. Suaranya jelas, nyaring, dan bertenaga.Hidup!Benar-benar hidup!Terjadi keajaiban.Momen ini membuat semua orang bersemangat dan menjadi gembira.Ibu bocah laki-laki itu langsung menerjang dan memeluk anaknya sambil menangis, “Kamu sudah membuat Ibu takut setengah mati, Nak …”Danu juga merasa begitu emosional, hingga tidak bisa menahan diri. Dia menggenggam tangan Yoga dan berkata dengan suara tercekat, “Tuan Penolong, kamu adalah penyelamat keluarga Wirawan. Keluarga Wirawan berutang nyawa padamu. Aku … aku … bagaimana aku harus berterima kasih padamu?”Yoga menarik kembali tangannya. “Hanya masalah kecil.”Danu cepat-cepat mengeluarkan kartu namanya dan menyerahkannya ke

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 7

    Gatot menatap Yoga dengan tajam. “Hmph, anggap saja kamu sedang beruntung, Nak.”Pada saat yang bersamaan, ponsel Gatot berdering. Dia menjawab telepon tersebut. “Halo, Kak Bondan. Aku sudah sampai di perusahaan dan akan segera melakukan wawancara. Apa? Ada yang lebih dulu melamar sebagai sopir dan berhasil? Siapa? Yoga Kusuma? Si*lan, jangan-jangan Yoga si manusia tidak berguna itu?”Setelah menutup teleponnya, Bondan berlari beberapa langkah dan menghentikan Yoga. “Yoga, apa kamu datang kemari untuk ikut wawancara sebagai sopir?”Yoga menganggukkan kepalanya.Amarah Gatot langsung meledak. “Si*lan, berani-beraninya kamu merebut pekerjaanku. Nyalimu besar sekali! Undurkan diri sekarang juga. Serahkan pekerjaannya padaku. Kalau nggak, kamu akan menyesal.”Tika juga marah besar. “Dasar ber*ngsek! Apa kamu tahu, berapa banyak yang sudah kami lakukan untuk mendapatkan kesempatan kerja ini? Kamu sudah merusak rencana kami. Aku perintahkan padamu untuk segera berhenti kerja. Sekarang juga!”

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 8

    Nguunngg!Otak Karina langsung meledak.Ternyata Grup Magani benar-benar memasukkannya ke dalam daftar hitam.Entah berapa banyak usaha yang sudah dilakukannya, berapa banyak orang yang dihubunginya, dan berapa banyak koneksi yang dijalinnya untuk membangun hubungan kerja sama dengan Grup Magani.Sekarang, semua usaha dan pengorbanan yang dilakukan Karina tersebut sia-sia, hanya karena kata-kata yang diucapkan oleh Yoga.Yang paling penting, besok akan diadakan acara makan malam untuk menyambut Raja Agoy yang Perkasa. Grup Magani akan memilih tamu di antara para mitranya untuk menghadiri acara makan malam tersebut.Sekarang, Karina juga kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa.Praktis, Yoga sudah menghancurkan hidup Karina.Karina tidak bisa menerima pukulan seperti itu. Dia langsung jatuh lemas.Setelah itu, dari pagi hingga matahari terbenam, Karina berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong. Dia tidak mau makan, minum, dan bicara.Karina benar-benar ti

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 9

    Orang yang kalian sanjung dan puji itu, tidak lebih dari sekadar cecunguk di mataku.Selain itu, ‘orang penting lainnya’ yang kamu maksud adalah aku.“Terima kasih atas niat baikmu. Tapi, aku nggak pantas menerimanya. Seseorang mengundangku makan malam. Aku pergi dulu.” Yoga melangkah pergi.“Kamu …” Karina berkata dengan kesal. “Apa kamu akan terus menjadi sopir seumur hidup? Kamu nggak bisa jadi sukses, karena kamu nggak punya kemampuan!”Karina merasa sangat kecewa pada Yoga. Yoga, Yoga … kalau saja kamu sedikit saja seperti Reza, punya sedikit ambisi. Aku pasti nggak akan pernah menceraikanmu.Melihat Yoga pergi, Gatot merasa tidak tahan lagi. “Yoga, berhenti di situ! Apa aku mengizinkanmu untuk pergi?”Reza buru-buru menghalangi Gatot, “Biarkan saja dia pergi, Gatot. Nanti, kita adukan dia depan tiga orang penting itu. Aku jamin dia nggak akan punya tempat lagi di Kota Pawana ini.”Gatot langsung mengangguk setuju. “Kak Reza memang benar. Hmph, bukankah Yoga hanya mengandalkan sta

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 10

    Mereka bertiga tercengang. Pak Iwan mengira jika dirinya sudah salah mengerti. “Yoga, maksudmu kamu menyuruhku untuk minum?”Yoga menganggukkan kepalanya. “Harus minum tiga kali sehari. Nggak boleh kurang satu gelas pun.”Mitha langsung menjadi cemas. “Yoga, aku rasa kamu jelas-jelas nggak bermaksud baik. Dengan kondisi fisik kakekku, segelas alkohol saja mungkin bisa … apa yang sebenarnya kamu inginkan?”“Resep yang kuberikan seperti ini. Kalau nggak percaya, nggak perlu meminumnya,” kata Yoga.“Aku percaya!” Pak Iwan mengambil gelas anggurnya dan langsung meminumnya sekaligus. Mitha tidak kuasa untuk menghentikannya, meski dia sebenarnya ingin melakukannya.Mitha tercengang dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia berkata, “Kek, Kakek … Kakek sedang kacau. Begitu banyak dokter terkenal yang menyuruh Kakek untuk nggak minum alkohol, tapi Kakek malah melupakannya. Cepat, cepat telepon ambulans! Pergi ke rumah sakit dan pompa perutnya.”Mitha mengeluarkan ponselnya dengan gugup dan ingin m

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1305

    Yoga merasa sangat puas. Setelah itu, dia berbalik dan meninggalkan tempat tersebut. Tak lama kemudian, dia menemui Sutrisno dan memintanya untuk mengatur penjemputan Ayu serta yang lainnya.Sebagai salah satu dari empat keluarga besar, Keluarga Salim seharusnya tidak kesulitan untuk menjemput orang dari dunia bela diri kuno. Apalagi, para penjaga gerbang yang sebelumnya menghalangi jalan telah dibunuh oleh Yoga. Kini, tak ada lagi yang berani menghalangi jalannya.Yang lebih penting adalah pertempuran hari ini telah mengguncang seluruh dunia kultivator kuno. Nama Yoga langsung menyebar luas. Semua orang tak henti-hentinya membicarakan betapa kuatnya dia.Keluarga Husin dan Keluarga Kusuma benar-benar tercengang saat mendengar hasil pertempuran. Entah bagaimana memikirkannya, tidak ada yang menyangka bahwa Yoga mampu menekan empat kultivator raja sekaligus seorang diri.Dalam sekejap, banyak orang gelisah dan ketakutan. Mereka mulai berpikir, apakah mereka pernah menyinggung Yoga sebel

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1304

    "Dia ... berhasil menahannya?" Leluhur dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin luar biasa terkejut. Jantung mereka berdebar kencang, bahkan sulit untuk menyembunyikan rasa gugup.Mereka sama-sama berada di tingkat kultivator raja, tetapi kenapa pemuda ini bisa sekuat itu? Ini sungguh di luar nalar"Barang bagus." Tepat pada saat itu, Yoga mengerahkan energi sejatinya dan menyelimuti dua harta pusaka yang sebelumnya digunakan lawan.Pada saat yang sama, petir dari langit tiba-tiba menyambar turun. Dalam sekejap, sambaran petir itu langsung memutuskan hubungan antara dua harta pusaka itu dengan pemiliknya."Pfft!" Dua kultivator raja itu muntah darah di tempat. Energi mereka terguncang hebat. Mereka bahkan nyaris kehilangan keseimbangan. Serangan balik dari harta pusaka itu menghantam mereka keras. Sungguh mengerikan."Mana mungkin begini? Bahkan, Jam Penciptaan pun nggak bisa menghadapinya? Dia ini ... sebenarnya berada di tingkat apa?""Seorang kultivator raja sekuat ini? Ini nggak mas

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status