Share

Pembalasan sang Menantu Tertindas
Pembalasan sang Menantu Tertindas
Author: Vodka

Bab 1

Author: Vodka
“Kalau kamu punya permintaan, katakan saja, Yoga. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya.”

“Nggak ada.”

“Oke. Kalau begitu, aku akan mengantarmu. Lagian kita memang searah.”

Di depan kantor catatan sipil, Karina Atmaja yang baru saja menyelesaikan prosedur perceraian, menyalakan mobil BMS 741 miliknya.

Tubuhnya yang seksi terlihat makin mencolok dengan sepatu hak tinggi dan rok mininya yang ketat, membuat semua orang yang lewat berkali-kali menoleh ke arahnya.

“Nggak usah. Aku bawa mobil sendiri.” Yoga menunjuk mobil listriknya yang sudah tua.

Mobil listrik Yoga terlihat tua dan butut jika dibandingkan dengan BMS milik Karina.

Yoga menatap kedua mobil tersebut secara bergantian. “Jadi, kamu menceraikanku karena ini?”

Karina langsung mengerti maksud Yoga. “Ya. Tapi, bukan hanya itu saja.”

“Bukan hanya ini saja? Biar kutebak. Apa ini juga karena Tuan Muda Reza?” tanya Yoga.

Sekelumit kesedihan melintas di wajah Karina yang cantik, seakan-akan dia membenarkan ucapan Yoga.

Yoga tersenyum getir. “Selama lima tahun ini, nggak terhitung berapa jumlah nasi goreng di pagi hari dan sup di malam hari yang kubuatkan untukmu. Tapi, di dalam hatimu semuanya masih nggak sebanding dengan investasi yang diberikan Tuan Muda Reza, ‘kan?”

Karina sedikit kehilangan kontrol. “Yoga, kamu sama sekali nggak tahu apa yang kuinginkan! Apa kamu tahu betapa stresnya aku selama ini? Perusahaanku hampir bangkrut. Tapi, kamu sama sekali nggak bisa membantuku. Aku hanya ingin ada seorang pria yang membantuku meringankan tekanan, mengerti?”

Yoga mengeluarkan sebatang rokok, menyalakannya, dan mengisapnya dalam-dalam. “Ya. Yang satu adalah Presdir wanita kaya raya berstatus tinggi. Yang lainnya suami rumah tangga, yang nggak punya uang dan kemampuan. Dunia mereka berbeda. Sekalipun pria itu menjual diri, tetap saja nggak akan mampu memberikan apa yang diinginkan wanita itu.”

Karina, oh Karina. Apa kamu lupa, akulah orang yang dulu mengorbankan perusahaanku sendiri untuk menyelamatkan kariermu. Kalau nggak, kita pasti sudah bertukar tempat sekarang.

Karina mengendalikan emosinya dan mengeluarkan kartu ATM. “Aku akan pergi. Simpan kartu ATM ini. Di dalamnya ada 10 miliar. Kalau nggak cukup, kamu bisa memintanya lagi padaku.”

Yoga tidak menolak dan menerima kartu ATM tersebut. “Kalau uang ini bisa sedikit mengurangi rasa bersalahmu, aku menerimanya.”

Astaga! Karina menghela napas dengan perasaan campur aduk. Kemudian, dia masuk ke dalam mobil dan pergi.

Namun, baru beberapa meter berjalan, mobil tersebut tiba-tiba berhenti.

Wajah Karina yang dingin dan cantik menyembul dari jendela mobil. “Kelak, kurangilah merokok. Nggak baik untuk kesehatan.”

“Aku tahu.” Yoga menanggapinya dengan santai. Namun, dia tidak mematikan rokoknya dan malah mengisapnya dalam-dalam.

Sepertinya ini satu-satunya cara Yoga untuk melakukan perlawanan.

BMS tersebut makin menjauh.

Mata Yoga tampak berkaca-kaca.

Buhh!

Yoga langsung meludahkan rokoknya. “Sial*n, rokok murahan! Bikin air mataku keluar saja.”

Dia sudah berhenti minum selama bertahun-tahun. Namun, tiba-tiba saja Yoga merasakan keinginan yang begitu kuat untuk kembali minum.

Mabuk bisa menghilangkan semua kesedihan.

Namun, begitu mengeluarkan ponselnya, Yoga menyadari jika dirinya bahkan tidak punya teman yang bisa diajak mabuk bersama.

Ya. Selama bertahun-tahun, Yoga sudah mencurahkan seluruh energinya untuk wanita ini dan dia sudah lama kehilangan teman-temannya.

“Seorang pria miskin, apa benar-benar nggak layak mendapatkan hak asasi manusia?” Yoga menggerutu, kemudian menelepon ke luar negeri. “Paman Dipa, tolong cari tahu berapa banyak kekayaan yang sudah kukumpulkan di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.”

“Tuan Muda, kekayaan Anda di luar negeri nggak bisa disebutkan dengan angka. Singkatnya, Anda sangat kaya hingga bisa menandingi sebuah negara,” kata Paman Dipa.

“Dalam waktu seminggu, pindahkan semua asetku ke dalam negeri,” kata Yoga.

“Saya mengerti,” jawab Paman Dipa.

Selama lima tahun menikah, Yoga hanya bermalas-malasan di rumah dan tidak bekerja. Namun, semua itu tidak berarti jika dia tidak punya pekerjaan.

Pada waktu itu, Karina memberikan uang sebesar dua miliar untuk biaya hidup kepada Yoga. Yoga memasukkan semua uang tersebut ke pasar saham, dengan nama akun ‘Raja Agoy yang Perkasa’.

Pada tahun 2019, pasar saham jatuh. Yoga melakukan terobosan dengan menciptakan perdagangan saham sendiri dan menghasilkan banyak uang. Dunia saham menjadi gempar karenanya.

Pada tahun 2020, terjadi krisis keuangan global. Yoga menciptakan metode perdagangan saham, dengan menjual saham pada harga termurah dan menghidupkan kembali pasar ekonomi global.

Pada tahun 2021, terjadi inflasi global …

Tahun 2022 …

Hanya dalam waktu singkat, nama ‘Raja Agoy yang Perkasa’ terkenal di seluruh dunia.

Bukan hanya itu saja. Yoga merekrut Raja Kegelapan, sang penguasa dunia hitam. Dia juga mempekerjakan pasukan bayaran dunia hitam. Mereka adalah para pembunuh yang siap membantu Yoga.

Pada waktu senggang, Yoga mempelajari sendiri ‘Kumpulan Resep Pengobatan’ yang merupakan warisan keluarganya. Dia menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya tersebut untuk mendirikan kerajaan medis dan pengobatan nomor satu di dunia.

Yoga begitu bersemangat menghimpun kekuatan hanya demi membalas dendam.

Setiap malam, Yoga selalu mengalami mimpi buruk tentang tragedi kehancuran keluarganya. Mimpi buruk tersebut muncul berulang kali di benaknya …

Yoga menatap sekeliling dan mencibir, “Mata-mata kalian memang mengawasiku sepanjang waktu. Tapi, kalian nggak tahu kalau aku sudah menghimpun kekuatan di luar negeri. Begitu Raja Agoy yang Perkasa kembali, pasti akan terjadi pertumpahan darah!”

Lantaran emosinya yang memuncak, Yoga tanpa sengaja menghancurkan ponselnya sendiri.

Di sisi lain, Karina yang mengendarai mobilnya dengan kencang, tertarik pada jendela berita yang muncul di ponselnya.

“Berita besar! Dewa dunia bisnis barat, Raja Agoy yang Perkasa, bersiap menuju Daruna dan memindahkan semua asetnya …”

Seketika itu juga, adrenalin Karina langsung melonjak tajam. Dia merasa sangat terkejut juga antusias.

Raja Agoy yang Perkasa adalah idola sekaligus panutan Karina.

Bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa adalah hal yang paling diinginkan Karina sepanjang hidupnya.

Karina tidak menyangka jika tiba-tiba saja Raja Agoy yang Perkasa bersiap menuju Daruna. Dia menjadi begitu antusias hingga kehilangan kendali.

Diinn, diinn, diinn!

Sebuah truk besar yang melaju ke arahnya membunyikan klakson secara beruntun. Barulah Karina tersadar dari rasa terkejutnya.

Dia pun buru-buru menginjak rem.

Namun, semuanya sudah terlambat.

Braakkk!

Setelah terdengar suara benturan yang begitu keras, Karina langsung tidak sadarkan diri.

Tanpa ragu-ragu lagi, Yoga bergegas pergi ke rumah sakit begitu mendengar berita kecelakaan yang dialami Karina.

Perceraian itu sudah tidak penting lagi baginya.

Sekarang, hanya terpikir satu hal di benak Yoga. Dia harus menyelamatkan Karina!

Begitu tiba di rumah sakit, Yoga melihat ibu mertuanya, Ambar Pambudi, sedang menangis di lobi rumah sakit.

“Aku minta tolong pada kalian semua. Putriku mengalami kecelakaan dan membutuhkan darah golongan B. Stok darah di rumah sakit habis. Siapa di antara kalian yang memiliki golongan darah B? Tolong selamatkan putriku …”

Tanpa berpikir panjang, Yoga langsung melangkah maju. “Ayo cepat, golongan darahku B! Cepat ambil darahku untuk menyelamatkannya!”

Ambar begitu gembira saat melihat Yoga. Dia buru-buru menarik Yoga ke ruang donor darah. “Perawat, cepat ambil darahnya untuk menyelamatkan putriku.”

Lantaran menyangkut nyawa manusia, perawat itu langsung mengambil tindakan. “Maaf, berapa banyak darah yang ingin Anda sumbangkan?”

Tanpa sadar, Ambar berkata, “Ambil saja sebanyak-banyaknya. Cepat, jangan lama-lama!”

Perawat itu tidak tahan lagi. “Gimana sih, kok diambil sebanyak-banyaknya? Bagaimana kalau orang ini mati kehabisan darah nanti?”

“Lakukan saja apa yang dia inginkan,” kata Yoga dengan sungguh-sungguh.

“Apa kamu sudah nggak mau hidup lagi?” tanya perawat tersebut.

Ambar langsung memarahinya, “Nggak usah banyak omong. Cepat ambil darahnya! Kalau bukan karena keluargaku, dia pasti sudah mati kelaparan sejak dulu. Nyawanya itu milik keluargaku. Apa salahnya mengambil darahnya?”

Meskipun Ambar tidak pernah bersikap baik kepadanya, mendengar Ambar berkata seperti itu, tetap saja Yoga merasa kesal dibuatnya.

Namun, karena sekarang Yoga begitu ingin menyelamatkan Karina, dia tidak mau repot-repot untuk meladeni Ambar.

“Cepat ambil darahnya!”

200 ml … 400 ml … 800 ml …

“Jangan berhenti! Darahnya masih belum cukup. Cepat lanjutkan!” kata Ambar.

Perawat itu ketakutan. “Jumlah maksimal darah yang bisa disumbangkan manusia hanya sebanyak 400 ml. Dia sudah menyumbang dua kali lipatnya. Pria ini benar-benar akan mati …”

“Pergi! Biar aku saja yang melakukannya!” bentak Ambar.

Akhirnya, setelah darahnya diambil 1.000 ml, Yoga tidak bisa lagi bertahan dan jatuh pingsan.

“Dasar nggak berguna!” Ambar menjadi marah dan memaki dengan keras.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Tuah Dahagi
Jantan Bacul Stupid frog Ngapa perlu dibantu Janda mu itu
goodnovel comment avatar
Elya Iksan Purba
ini tamat atau onghoing...nanti bikin habis2 duit...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 2

    Di bangsal No. 204.Setelah beristirahat semalaman, Karina berhasil melewati masa kritisnya dan kembali sadar.Ambar, ibu Karina, dengan penuh perhatian menyuapi Karina dengan sup yang bergizi.Di samping Karina, berdiri seorang pria terpelajar dan sopan.Pria tersebut adalah Reza Ardiyanto, saingan Yoga dalam memperebutkan cinta Karina.“Istirahatlah dulu, Bi. Biar aku saja yang menyuapi Karina dengan sup ini,” kata Reza dengan penuh perhatian.Ambar buru-buru berkata, “Reza, bicara mengenai lelah, nggak ada yang bisa dibandingkan denganmu. Kemarin, kamu sudah menyumbangkan begitu banyak darah untuk Karina dan menjaganya sepanjang malam. Lihatlah, betapa lelahnya dirimu. Kamu terlihat lemah dan pucat.”“Bi, kalau Bibi berkata seperti itu, artinya Bibi menganggapku sebagai orang lain. Sudah seharusnya aku melakukan semua ini,” kata Reza.Padahal yang sebenarnya terjadi, Reza juga baru saja datang.Penampilannya yang terlihat lemah dan pucat, itu semua karena dia bergadang semalaman di

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 3

    Perawat itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Bukan. Sepertinya nama keluarganya Kusuma. Yoga Kusuma bukan ya? Sekarang, hal tersebut sudah menyebar di seluruh rumah sakit.”Deg!Ternyata, yang mendonorkan darah untuk Karina adalah Yoga!Namun, malah Reza yang mendapat pujian.Demi menyelamatkan Karina, Yoga bahkan sampai jatuh pingsan karena terlalu banyak darah yang diambil.Akan tetapi, Karina dan keluarganya masih memperlakukan Yoga seperti itu.Tidak heran jika Yoga menjadi begitu marah.Tiba-tiba saja, Karina merasa bersalah.Namun, meski demikian, Karina tidak berniat sedikit pun untuk kembali.Meski Yoga bersikap baik pada Karina, Yoga tetap tidak bisa memberikan apa yang diinginkan Karina.Contoh yang paling sederhana. Apa Yoga bisa mengatur pertemuan antara Karina dengan Raja Agoy yang Perkasa?Tiga hari kemudian.Paman Dipa menelepon Yoga untuk melaporkan hasil pekerjaannya.“Tuan Muda, pemindahan aset Anda berjalan lancar. Saya sudah menunjuk Nadya Wibowo, Presdir Grup

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 4

    Baru setelah suara deru mobil tersebut benar-benar menghilang, mereka bertiga akhirnya kembali ke akal sehatnya.Ambar menelan ludah dengan marah. “Karina, menurutmu manusia nggak berguna … Bagaimana Yoga bisa menyalakan mobil mewah itu? Dia nggak mungkin pemilik LaFellalio, Raja Agoy yang Perkasa itu, ‘kan?”Pada saat ini, yang terpikir di benak Ambar hanya satu hal saja.Jika Yoga benar-benar Raja Agoy yang Perkasa, tanpa keraguan sedikit pun, dia pasti akan menyuruh putrinya untuk rujuk kembali dengan Yoga.Sekalipun Ambar harus bersujud dan meminta maaf kepada Yoga, semua itu tidak masalah baginya.Apa kalian bercanda? Yoga adalah Dewa Kekayaan. Bagaimana mungkin melepaskannya begitu saja?Perasaan Karina campur aduk tidak karuan. “Aku … aku nggak tahu.”Jika Yoga benar-benar Raja Agoy yang Perkasa, takdir betul-betul sudah mempermainkannya.Karina begitu mengagumi Raja Agoy yang Perkasa sepanjang waktu. Dia memimpikan bisa bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa.Namun, Raja Agoy ya

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 5

    Nadya akhirnya tidak tahan lagi. Dia berteriak dengan suara pelan, “Petugas keamanan, usir orang gila ini keluar!”“Baik.” Dua petugas keamanan berjalan mendekat dan ingin mengusir Yoga keluar.Sebelum mereka bisa melakukannya, Yoga sudah menghitung sampai angka ‘satu’.Begitu kata ‘satu’ terucap, tiba-tiba saja terjadi perubahan yang aneh.Bocah laki-laki itu membuka mulutnya dan memuntahkan darah kotor. Pada saat yang bersamaan, tubuhnya juga kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Napasnya tersengal-sengal dan wajahnya menjadi pucat pasi.Adegan yang terjadi secara tiba-tiba itu, langsung membuat ibu si bocah laki-laki menangis. “Kamu kenapa, Nak? Jangan menakuti Ibu?”Danu sendiri juga takut dan bingung. “Profesor Hendra, apa yang terjadi? Ini … ini gejala normal, ‘kan? Tolong jelaskan padaku.”Profesor Hendra buru-buru memeriksa bocah tersebut. “Jangan khawatir, Pak Danu …”Setelah selesai memeriksa, Profesor Hendra menjadi pucat pasi. “Bagaimana ini bisa terjadi? Seharusnya ini nggak

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 6

    Setelah sepuluh detik yang menyiksa. Baru saja Yoga mengucapkan kata ‘satu’, pasien yang awalnya kehilangan vitalitas, tiba-tiba saja bangun dalam posisi setengah duduk. Kemudian, dia membuka mulutnya dan mengeluarkan banyak dahak kental.“Huaaaaa …” Tangisan anak itu bergema di laboratorium untuk waktu yang lama. Suaranya jelas, nyaring, dan bertenaga.Hidup!Benar-benar hidup!Terjadi keajaiban.Momen ini membuat semua orang bersemangat dan menjadi gembira.Ibu bocah laki-laki itu langsung menerjang dan memeluk anaknya sambil menangis, “Kamu sudah membuat Ibu takut setengah mati, Nak …”Danu juga merasa begitu emosional, hingga tidak bisa menahan diri. Dia menggenggam tangan Yoga dan berkata dengan suara tercekat, “Tuan Penolong, kamu adalah penyelamat keluarga Wirawan. Keluarga Wirawan berutang nyawa padamu. Aku … aku … bagaimana aku harus berterima kasih padamu?”Yoga menarik kembali tangannya. “Hanya masalah kecil.”Danu cepat-cepat mengeluarkan kartu namanya dan menyerahkannya ke

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 7

    Gatot menatap Yoga dengan tajam. “Hmph, anggap saja kamu sedang beruntung, Nak.”Pada saat yang bersamaan, ponsel Gatot berdering. Dia menjawab telepon tersebut. “Halo, Kak Bondan. Aku sudah sampai di perusahaan dan akan segera melakukan wawancara. Apa? Ada yang lebih dulu melamar sebagai sopir dan berhasil? Siapa? Yoga Kusuma? Si*lan, jangan-jangan Yoga si manusia tidak berguna itu?”Setelah menutup teleponnya, Bondan berlari beberapa langkah dan menghentikan Yoga. “Yoga, apa kamu datang kemari untuk ikut wawancara sebagai sopir?”Yoga menganggukkan kepalanya.Amarah Gatot langsung meledak. “Si*lan, berani-beraninya kamu merebut pekerjaanku. Nyalimu besar sekali! Undurkan diri sekarang juga. Serahkan pekerjaannya padaku. Kalau nggak, kamu akan menyesal.”Tika juga marah besar. “Dasar ber*ngsek! Apa kamu tahu, berapa banyak yang sudah kami lakukan untuk mendapatkan kesempatan kerja ini? Kamu sudah merusak rencana kami. Aku perintahkan padamu untuk segera berhenti kerja. Sekarang juga!”

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 8

    Nguunngg!Otak Karina langsung meledak.Ternyata Grup Magani benar-benar memasukkannya ke dalam daftar hitam.Entah berapa banyak usaha yang sudah dilakukannya, berapa banyak orang yang dihubunginya, dan berapa banyak koneksi yang dijalinnya untuk membangun hubungan kerja sama dengan Grup Magani.Sekarang, semua usaha dan pengorbanan yang dilakukan Karina tersebut sia-sia, hanya karena kata-kata yang diucapkan oleh Yoga.Yang paling penting, besok akan diadakan acara makan malam untuk menyambut Raja Agoy yang Perkasa. Grup Magani akan memilih tamu di antara para mitranya untuk menghadiri acara makan malam tersebut.Sekarang, Karina juga kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan Raja Agoy yang Perkasa.Praktis, Yoga sudah menghancurkan hidup Karina.Karina tidak bisa menerima pukulan seperti itu. Dia langsung jatuh lemas.Setelah itu, dari pagi hingga matahari terbenam, Karina berbaring di tempat tidur dengan tatapan kosong. Dia tidak mau makan, minum, dan bicara.Karina benar-benar ti

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 9

    Orang yang kalian sanjung dan puji itu, tidak lebih dari sekadar cecunguk di mataku.Selain itu, ‘orang penting lainnya’ yang kamu maksud adalah aku.“Terima kasih atas niat baikmu. Tapi, aku nggak pantas menerimanya. Seseorang mengundangku makan malam. Aku pergi dulu.” Yoga melangkah pergi.“Kamu …” Karina berkata dengan kesal. “Apa kamu akan terus menjadi sopir seumur hidup? Kamu nggak bisa jadi sukses, karena kamu nggak punya kemampuan!”Karina merasa sangat kecewa pada Yoga. Yoga, Yoga … kalau saja kamu sedikit saja seperti Reza, punya sedikit ambisi. Aku pasti nggak akan pernah menceraikanmu.Melihat Yoga pergi, Gatot merasa tidak tahan lagi. “Yoga, berhenti di situ! Apa aku mengizinkanmu untuk pergi?”Reza buru-buru menghalangi Gatot, “Biarkan saja dia pergi, Gatot. Nanti, kita adukan dia depan tiga orang penting itu. Aku jamin dia nggak akan punya tempat lagi di Kota Pawana ini.”Gatot langsung mengangguk setuju. “Kak Reza memang benar. Hmph, bukankah Yoga hanya mengandalkan sta

Latest chapter

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1305

    Yoga merasa sangat puas. Setelah itu, dia berbalik dan meninggalkan tempat tersebut. Tak lama kemudian, dia menemui Sutrisno dan memintanya untuk mengatur penjemputan Ayu serta yang lainnya.Sebagai salah satu dari empat keluarga besar, Keluarga Salim seharusnya tidak kesulitan untuk menjemput orang dari dunia bela diri kuno. Apalagi, para penjaga gerbang yang sebelumnya menghalangi jalan telah dibunuh oleh Yoga. Kini, tak ada lagi yang berani menghalangi jalannya.Yang lebih penting adalah pertempuran hari ini telah mengguncang seluruh dunia kultivator kuno. Nama Yoga langsung menyebar luas. Semua orang tak henti-hentinya membicarakan betapa kuatnya dia.Keluarga Husin dan Keluarga Kusuma benar-benar tercengang saat mendengar hasil pertempuran. Entah bagaimana memikirkannya, tidak ada yang menyangka bahwa Yoga mampu menekan empat kultivator raja sekaligus seorang diri.Dalam sekejap, banyak orang gelisah dan ketakutan. Mereka mulai berpikir, apakah mereka pernah menyinggung Yoga sebel

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1304

    "Dia ... berhasil menahannya?" Leluhur dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin luar biasa terkejut. Jantung mereka berdebar kencang, bahkan sulit untuk menyembunyikan rasa gugup.Mereka sama-sama berada di tingkat kultivator raja, tetapi kenapa pemuda ini bisa sekuat itu? Ini sungguh di luar nalar"Barang bagus." Tepat pada saat itu, Yoga mengerahkan energi sejatinya dan menyelimuti dua harta pusaka yang sebelumnya digunakan lawan.Pada saat yang sama, petir dari langit tiba-tiba menyambar turun. Dalam sekejap, sambaran petir itu langsung memutuskan hubungan antara dua harta pusaka itu dengan pemiliknya."Pfft!" Dua kultivator raja itu muntah darah di tempat. Energi mereka terguncang hebat. Mereka bahkan nyaris kehilangan keseimbangan. Serangan balik dari harta pusaka itu menghantam mereka keras. Sungguh mengerikan."Mana mungkin begini? Bahkan, Jam Penciptaan pun nggak bisa menghadapinya? Dia ini ... sebenarnya berada di tingkat apa?""Seorang kultivator raja sekuat ini? Ini nggak mas

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status